Abstract

Diskusi tutorial merupakan salah satu sistem pembelajaran Problem Based Learning (PBL), yaitu fasilitas agar mahasiswa berpikir kritis, belajar mandiri, berkolaborasi dengan tim dan melatih kemampuan berkomunikasi telah dianggap efektif dalam pendidikan etika. Metode pembelajaran Problem Based Learning (PBL) telah diterapkan di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara sejak 2007. Pada beberapa studi, didapatkan mahasiswa fakultas kedokteran sering cemas karena mereka dituntut untuk aktif berpartisipasi terutama dalam diskusi tutorial. Padahal keaktifan mahasiswa dalam diskusi tutorial sangat penting untuk mencapai tujuan dari sistem pembelajaran tersebut, salah satunya membantu mahasiswa dalam memahami materi pembelajaran, akhirnya tujuan pembelajaran jadi tidak tercapai. Studi analitik kuantitatif dengan pendekatan potong lintang dengan pengumpulan sampel secara cluster sampling untuk mengetahui hubungan antara tingkat kecemasan dengan keaktifan mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara saat diskusi tutorial menggunakan kuesioner kecemasan komunikasi penelitian Adifa (2017) dan instrumen penilaian keaktifan diskusi tutorial Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara. Data di analisis dengan uji Chi Square dengan program software. Dari hasil penelitian 217 responden, didapatkan hubungan antara tingkat kecemasan komunikasi dengan keaktifan saat diskusi tutorial responden Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara angkatan 2021 dengan (p-value = 0.001) atau (p<0.05). Mahasiswa dengan tingkat kecemasan komunikasi tinggi 17 kali kurang aktif dibandingkan mahasiswa dengan tingkat kecemasan rendah-sedang (PRR = 17.83).

Full Text
Paper version not known

Talk to us

Join us for a 30 min session where you can share your feedback and ask us any queries you have

Schedule a call

Disclaimer: All third-party content on this website/platform is and will remain the property of their respective owners and is provided on "as is" basis without any warranties, express or implied. Use of third-party content does not indicate any affiliation, sponsorship with or endorsement by them. Any references to third-party content is to identify the corresponding services and shall be considered fair use under The CopyrightLaw.