Abstract

Interaksi penjual dan pembeli di warung tradisional yang menjual souvenir dan kuliner Desa Penglipuran merupakan suatu fenomena kebahasaan, terjadi hampir setiap hari ketika wisatawan berkunjung ke desa ini. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tindak tutur antara penjual dengan pembeli ketika interaksi terjadi. Metode penelitian yang digunakan adalah observasi, menggunakan teknik pengumpulan data dengan cara merekam, menyimak dan mencatat berbagai interaksi yang terjadi di warung tradisional. Data primer adalah dialog antara penjual terhadap wisatawan dominan yaitu, wisatawan lokal, dilakukan di 20 warung tradisional yang berada di Desa Penglipuran kabupaten Bangli dengan dasar pertimbangan warung tersebut memiliki intensitas kunjungan tinggi. Metode analisis padan pragmatik menjadi pendekatan dalam mengklasifikasikan data yang alat penentunya adalah mitra tutur. Hasil analisis dideskripsikan menggunakan kata-kata biasa agar tidak terkesan kaku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindak tutur yang muncul adalah tindak tutur lokusi merujuk pada tuturan yang tidak mengandung makna tersirat dengan kalimat deklaratif, kalimat interogatif sedangkan tindak tutur ilokusi mengandung makna mengajak, memerintah, menyuruh dan meminta menggunakan kalimat interogatif, kalimat perintah, kalimat persuasif sedangkan tindak perlokusi memiliki daya tuturan yang mempengaruhi pembeli untuk melakukan sesuatu dominan menggunakan kalimat deklaratif, interogatif serta kalimat direktif. Pilihan tindak tutur yang tepat dengan konteks situasi yang sesuai memberikan dampak positif pada kenyamanan pengunjung, sehingga menjadikan desa wisata ini banyak dikunjungi wisatawan, selain keindahan serta kebersihan Desa yang sangat menarik.

Full Text
Published version (Free)

Talk to us

Join us for a 30 min session where you can share your feedback and ask us any queries you have

Schedule a call