- Research Article
- 10.22146/jkn.114037
- Apr 24, 2026
- Jurnal Ketahanan Nasional
- Aktif Anjani Anjani
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi program ketahanan pangan di Desa Jingkang melalui budidaya tanaman hortikultura dan mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitasnya. Program ini bertujuan meningkatkan kemandirian pangan dan kesejahteraan masyarakat desa, namun pelaksanaannya menghadapi beberapa hambatan seperti kurangnya pencatatan hasil panen dan minimnya pelatihan bagi kelompok masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan aktif masyarakat dan dukungan ekonomi telah berkontribusi pada efektivitas implementasi program. Untuk meningkatkan efektivitas program, perlu dilakukan penyusunan sistem pencatatan hasil panen yang terstruktur, penyediaan teknologi pascapanen yang memadai, peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan teknis dan manajerial, serta penguatan koordinasi antarinstansi dan pendampingan berkelanjutan. Dengan demikian, program ketahanan pangan di Desa Jingkang dapat menjadi contoh praktik baik dalam penerapan program ketahanan pangan di wilayah pedesaan.
- Research Article
- 10.22146/jkn.110088
- Jan 26, 2026
- Jurnal Ketahanan Nasional
- Musdalipa Mudalipa + 3 more
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi integrasi nasional dalam memperkuat ketahanan sosial di wilayah multikultural pascakonflik, dengan studi kasus di Kota Ambon (Maluku) dan Kabupaten Sanggau (Kalimantan Barat). Kedua wilayah ini dipilih karena memiliki latar belakang konflik sosial yang berbeda namun sama-sama merepresentasikan tantangan integrasi dalam konteks keberagaman etnis, agama, dan nilai budaya lokal. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan data sekunder yang dianalisis menggunakan perangkat lunak NVivo 12 Plus melalui teknik analisis tematik. Temuan penelitian menunjukkan bahwa integrasi nasional di Ambon berhasil didorong oleh sinergi antara intervensi negara, seperti pendidikan damai dan forum kerukunan umat, dan revitalisasi nilai lokal Pela Gandong sebagai instrumen sosial rekonsiliasi. Sebaliknya, di Sanggau, strategi integrasi cenderung bersifat top-down dan belum mengakomodasi secara penuh nilai-nilai hukum adat Dayak, sehingga ketahanan sosial rentan terganggu oleh konflik agraria dan eksklusi budaya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan integrasi nasional sangat bergantung pada pengakuan substantif terhadap nilai lokal serta kolaborasi antara negara dan masyarakat. Rekomendasi mencakup penguatan kebijakan berbasis budaya, desain pendidikan multikultural kontekstual, dan pelibatan aktif lembaga adat dalam proses pembangunan sosial.
- Research Article
- 10.22146/jkn.110769
- Jan 26, 2026
- Jurnal Ketahanan Nasional
- Meiladyastrinda Hapsari + 2 more
Sejak tahun 2015, Indeks Ketahanan Daerah menggunakan IKD 71 Indikator telah diperkenalkan untuk digunakan secara nasional sebagai alat ukur ketahanan daerah menghadapi bencana. Hasil dari pengukuran ini juga ditargetkan menjadi acuan pembuatan program pengurangan risiko bencana. Namun pengukuran ketahanan dan manfaatnya belum banyak diketahui staf BPBD dan stakeholder di kabupaten kota meskipun pengukuran ketahanan membantu daerah untuk mengidentifikasi program prioritas yang dibutuhkan untuk kesiapsiagaan terhadap bencana. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengukuran ketahanan bencana yang menggunakan IKD 71 Indikator dengan melihat perangkat IKD 71 Indikator dari konteks pengukuran, proses, input, dan produk yang dihasilkan dari pengukuran ketahanan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan teori evaluasi yang digunakan adalah CIPP (Context, Input, Process, Product) dari Stufflebeam. Proses pengambilan data dilakukan dengan teknik wawancara mendalam di tahun 2023 dengan informan yang berasal dari BNPB, BPBD, dan stakeholder daerah. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa konteks ketahanan dipahami oleh sebagian petugas BPBD dan stakeholder di Kota Tangerang Selatan namun pemahaman terhadap mekanisme pengukuran sangat terbatas sehingga pengukuran yang dilakukan belum menjadi prioritas kerja daerah dan penelitian merekomendasi perlunya upaya peningkatan pemahaman dan pemanfaatan nilai IKD 71 Indikator bagi OPD dan petugas BPBD agar pengukuran ketahanan dipahami dan dilakukan di Kota Tangerang Selatan.
- Research Article
- 10.22146/jkn.109787
- Sep 2, 2025
- Jurnal Ketahanan Nasional
- Samuel Asdianto Limbongan
Penelitian ini membahas tentang optimalisasi peran Saka Wira Kartika dalam penanaman nilai-nilai bela negara dan implikasinya terhadap ketahanan wilayah Kabupaten Sleman. Penelitian ini dilakukan pada kegiatan Pembinaan Pramuka Saka Wira Kartika Kodim 0732/Sleman. Tujuan penelitian ini yaitu mendeskripsikan penanaman nilai-nilai bela negara melalui pembinaan Pramuka Saka Wira Kartika di Kodim 0732/Sleman dan mengkaji optimalisasi penanaman nilai-nilai bela negara melalui pembinaan Pramuka Saka Wira Kartika dan implikasinya terhadap ketahanan wilayah. Metode dalam penelitian ini yakni deskriptif kualitatif dengan metode pengumpulan data wawancara kepada narasumber sejumlah 20 orang, observasi, studi pustaka, studi dokumentasi, dan penelusuran internet.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Saka Wira Kartika Kodim 0732/Sleman memiliki peran dalam penanaman nilai-nilai bela negara meliputi: 1) menanamkan rasa cinta tanah air; 2) menumbuhkan kesadaran berbangsa dan bernegara; 3) menanamkan kesetiaan kepada Pancasila sebagai ideologi negara; 4) menumbuhkan sikap rela berkorban untuk bangsa dan negara; dan 5) membekali kemampuan awal bela negara. Namun masih dihadapkan pada beberapa kendala dan keterbatasan dalam pelaksanaannya sehingga perlu adanya upaya peningkatan dan terobosan yang komprehensif secara internal maupun eksternal. Kegiatan tersebut berimplikasi terhadap ketahanan wilayah Kabupaten Sleman dengan kontribusi sangat kuat pada aspek ideologi, sosial budaya dan pertahanan keamanan serta kontribusi sedang pada aspek politik dan ekonomi
- Research Article
- 10.22146/jkn.110054
- Sep 2, 2025
- Jurnal Ketahanan Nasional
- Stanislaus Riyanta + 1 more
Abstrak Artikel ini mengkaji peran krusial kontraintelijen dalam mendukung fungsi deteksi dini dan pencegahan ancaman asing di era kontemporer, serta implikasinya terhadap ketahanan wilayah Ibu Kota Nusantara. Melalui pendekatan studi literatur kualitatif, penelitian ini menganalisis definisi, fungsi, dan evolusi kontraintelijen, serta adaptasinya terhadap tantangan modern seperti kemajuan teknologi, keterbatasan sumber daya, dan dilema etika. Hasil analisis menunjukkan bahwa kontraintelijen, dengan komponen utama seperti pencegahan, deteksi, penipuan, dan kontraespionase, berperan penting dalam meningkatkan keamanan nasional, mendukung pengambilan keputusan strategis, serta mencegah kerugian finansial dan membangun kepercayaan publik. Disimpulkan bahwa kontraintelijen merupakan elemen integral dalam strategi ketahanan nasional yang memerlukan adaptasi berkelanjutan, kolaborasi antar lembaga, transparansi, dan akuntabilitas untuk melindungi Ibu Kota Nusantara dari ancaman yang terus berkembang
- Research Article
- 10.22146/jkn.109502
- Sep 2, 2025
- Jurnal Ketahanan Nasional
- Suhirmanto Suhirmanto + 2 more
Program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) merupakan salah satu strategi pemerintah dalam meningkatkan ketahanan pangan rumah tangga berbasis pekarangan, terutama di daerah rawan pangan dan stunting. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara partisipasi anggota kelompok wanita tani (KWT) dalam program P2L dan ketahanan pangan keluarga di Desa Ngembal Kecamatan Tutur Kabupaten Pasuruan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kuantitatif pendekatan secara deskriptif menggunakan metode survei terhadap seluruh anggota KWT Andongsari (30 responden) melalui teknik sampling jenuh. Variabel partisipasi diukut melalui empat tahapan: pengambilan keputusan, pelaksanaan, pengambilan manfaat, dan evaluasi. Sementara itu, ketahanan pangan dianalisis melalui tiga aspek: ketersediaan, keterjangkauan, dan pemanfaatan pangan. Hasil analisis menggunakan uji korelasi rank spearman menunjukkan adanya hubungan signifikan yang positif antara partisipasi anggota KWT dan ketahanan pangan keluarga. Temuan ini menegaskan pentingnya keterlibatan aktif perempuan dalam pengelolaan lahan pekarangan sebagai upaya penguatan ketahanan pangan rumah tangga
- Research Article
- 10.22146/jkn.107754
- Sep 2, 2025
- Jurnal Ketahanan Nasional
- Husseini Irnawati + 3 more
BAKAMLA merupakan penjaga keamanan maritim yang melaksanakan patroli keamanan dan keselamatan di wilayah perairan dan yurisdiksi Indonesia. Personilnya seringkali menghadapi situasi yang membahayakan nyawa sehingga membutuhkan sarana persenjataan yang memadai. Di sisi lain, BAKAMLA bukan merupakan bagian dari Kementerian Pertahanan maupun TNI yang dapat mengadakan senjata secara bebas. Berdasarkan Pasal 90 Peraturan Presiden tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, Pengadaan Alat Peralatan Pertahanan dan Keamanan diatur secara tersendiri sesuai peraturan perundang-undangan di bidang industri pertahanan. Berdasarkan analisis secara yuridis normatif, Instansi Pemerintah di luar Lingkungan Kementerian Pertahanan dan TNI seperti BAKAMLA diberi ruang untuk melakukan pengadaan senjata guna memenuhi kebutuhan operasionalnya. Namun aneka ragam peraturan perundang-undangan terkait pengadaan barang/jasa di sektor keamanan yang ada terbatas pada pengadaan di lingkungan Kementerian Pertahanan dan TNI. Peraturan perundang-undangan luput mengatur ketentuan khusus mengenai pengadaan senjata untuk Instansi Pemerintah di luar lingkungan Kementerian Pertahanan dan TNI. Hal ini mengakibatkan pengadaan senjata pada BAKAMLA harus mendasarkan pada peraturan perundang-undangan yang ada meskipun secara yuridis normatif tidak tepat. Oleh karena itu perlu dibentuk peraturan yang mengatur mengenai tata cara pengadaan senjata di luar Kementerian Pertahanan dan TNI guna mengisi kekosongan hukum tersebut.
- Research Article
- 10.22146/jkn.102600
- Apr 22, 2025
- Jurnal Ketahanan Nasional
- Yussie Novitasari + 2 more
ABSTRACTRegional resilience is a key component in supporting national resilience through stable food security. Cavendish bananas have significant potential as a leading commodity with growing domestic and international demand. However, the development of Cavendish banana cultivation in Indonesia still faces significant challenges, such as the attack of Fusarium wilt Tropical Race 4 (TR4), dependence on a single variety, and low adoption of modern agricultural technologies. This study aims to analyze the influence of farmer empowerment in Cavendish banana cultivation to strengthen regional resilience. Data collection was carried out through an in-depth literature review of various sources related to farmer empowerment and regional resilience based on Cavendish banana cultivation. SWOT analysis was used to identify the strengths, weaknesses, opportunities, and threats in farmer empowerment in Cavendish banana cultivation. The results indicate that farmer empowerment contributes to increased income, diversification of processed products, and strengthening agribusiness competitiveness. However, main challenges such as dependence on a single variety and vulnerability to diseases need to be addressed. This study suggests diversifying banana varieties, adopting modern agricultural technologies such as tissue culture, and strengthening government policies to improve farmers' capacity and biosecurity management. This approach is expected to create a sustainable agricultural system that is adaptive to environmental and market changes.
- Research Article
- 10.22146/jkn.105116
- Apr 22, 2025
- Jurnal Ketahanan Nasional
- Detia Tri Yunandar + 4 more
ABSTRACTThis study aims to analyze how Facebook Marketplace contributes to the digital resilience of millennial farmers in adapting to agribusiness transformation, particularly in terms of market access, digital literacy, and business innovation.This research employs a qualitative descriptive method with a phenomenological approach, collecting data through in-depth interviews and participatory observations. The interviews explore farmers' motivations, perceptions, and challenges in adopting this platform, while observations examine their interaction patterns with consumers. The findings indicate that Facebook Marketplace plays a significant role in strengthening the digital resilience of millennial farmers by expanding market networks, enhancing digital literacy, and fostering innovation in agribusiness strategies. However, challenges such as limited digital infrastructure and technological literacy gaps remain major obstacles. Therefore, this study highlights the importance of improving digital skills and strengthening infrastructure as key factors in the success of agribusiness digital transformation. The primary recommendation of this research is the implementation of continuous digital training programs for millennial farmers to optimize the use of digital platforms in agribusiness development.
- Research Article
1
- 10.22146/jkn.101999
- Apr 22, 2025
- Jurnal Ketahanan Nasional
- Dewi Ratih + 4 more
ABSTRACTThis research explores the revitalization of cultural values and national identity building through the development of a history e-book aimed at high school students in Ciamis Regency, Indonesia. The research aims to assess how digital resources can enhance local cultural resilience and foster a sense of belonging among youth.Using Participatory Rural Appraisal (PRA) and Participatory Learning and Action (PLA) approaches as methodological frameworks, the research involved active participation from teachers in training, mentoring, practical application, and evaluation to assess the effectiveness of these digital resources in promoting cultural awareness and resilience as well as involving students in the process of developing teaching materials.The findings highlight the important role of participatory methods in engaging students and educators, leading to a deeper appreciation of local heritage and improved cultural identity. The results show that integrating local history into educational materials has a positive impact on students' understanding and appreciation of their cultural heritage, leading to increased engagement with local traditions and values. The resulting history e-book not only improves students' historical knowledge but also strengthens local cultural identity and resilience. This research concludes that the integration of cultural values in education can contribute to the development of local identity and resilience.