- Research Article
- 10.22216/jen.v8i1.1963
- Mar 18, 2023
- Jurnal Endurance
- Kajian Ilmiah + 10 more
ABSTRAK
 Masalah gizi yang sangat penting untuk menjadi perhatian dan ditanggulangi terkait dampak jangka panjang. Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (2018) prevalensi anemia di Indonesia masih tinggi yaitu 48,9%. Ibu hamil yang anemia berisiko melahirkan bayi berat badan lahir rendah bahkan kematian pada prenatal. Perlu upaya pencegahan anemia melalui fortifikasi makanan berupa penambahan kelor dalam produk mie. Tujuan penelitian menganalisis proksimat dan organoleptik pada produk mie. Penelitian eksperimental dengan tiga variasi konsentrasi, dilakukan uji proksimat dan organoleptik. Analisis data proksimat menggunakan nutrisurvey dan data organoleptik menggunakan perangkat lunak statistik. Hasil uji proksimat ada perbedaan antara ketiga sampel yaitu zat gizi sampel 3 paling tinggi dengan penambahan kelor 50 gram (10%). Hasil uji organoleptik ada perbedaan, diketahui sampel 2 yang penambahan kelor 25 gram (5%) paling disukai. Kesimpulannya produk mie yang mempunyai proksimat paling tinggi sampel 3 (10% kelor) dan organoleptik paling banyak pada sampel 2 (5% kelor). Rekomendasi produk mie sebaiknya menggunakan sampel 2 penambahan kelor 5% (25 gram) untuk menjadi produk mie berbahan kelor sebagai pagan sehat.
 Kata Kunci: Proksimat; Organoleptik; Mie Kelor
- Research Article
- 10.22216/jen.v8i1.1781
- Mar 18, 2023
- Jurnal Endurance
- Kajian Ilmiah + 9 more
Kesehatan ibu hamil sangat memepengaruhi kehidupan janin. Untuk melahirkan bayi yang sehat ibu hamil harus mempunyai kesehatan yang optimal. Asam Folat merupakan salah satu vitamin yang kebutuhannya berlipat ganda bagi ibu dan janin. Angka kecukupan sehari asam folat di Indonesia yang dianjurkan bagi ibu hamil adalah 400 mikrogram per hari. Riskesdas melaporkan bahwa hanya 29.2% kaum ibu telah mengkonsumsi 90+ tablet zat besi dan asam folat selama masa kehamilan yang terakhir sesuai yang direkomendasikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis determinan kadar asam folat serum pada ibu hamil di Kabupaten Seluma. Penelitian ini adalah penelitian analitik dengan desain cross-sectional. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Seluma dengan sampel sebanyak 60 ibu hamil Trimester II dan III yang ditentuka dengan metode consecutive sampling. Hasil penelitian diketahui terdapat hubungan (p.value<α) antara pendidikan (p. value=0,041), pekerjaan (p.value=0,045) dan gravida (p.value=0,046) dengan kadar asam folat serum pada ibu hamil di Kabupaten Seluma. Keteraturan ibu hamil dalam mengkomsumsi tablet asam folat selama kehamilan tentunya akan sangat membantu pencegahan terjadinya kejadian anemia yang kemudian dikhawatirkan menjadi penyebab terjadinya komplikasi kehamilan serta menjadi faktor penyulit saat proses persalinan hingga masa nifas. Disarankan untuk ibu hamil harus lebih patuh dalam mengkonsumsi asam folat demi kesehatan ibu dan bayinya serta memperhatikan jenis asupan makanan yang dikonsumsi khususnya asupan konsumsi sumber-sumber asam folat
- Research Article
- 10.22216/jen.v8i1.2026
- Mar 18, 2023
- Jurnal Endurance
- Kajian Ilmiah + 11 more
Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi status gizi ibu hamil salah satunya adalah asupan makanan yang kurang, asupan makanan yang kurang dapat mengakibatkan Kekurangan Energi Kronik (KEK) pada ibu hamil sehingga berpotensi melahirkan anak yang bersatus gizi kurang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara asupan zat gizi makro dengan status gizi ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Pertiwi, Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan. Metode penelitian yang gunakan dalam penelitian ini adalah observasional cross sectional study dimana variabel independen dan variabel dependen yang diambil secara bersamaan. Sampel adalah sebagian dari populasi yang diambil sebagai sumber data dan dapat mewakili seluruh populasi. Penentuan jumlah sampel dengan menggunakan rumus slovin sehingga didapatkan jumlah sampel sebanyak 108 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah rancangan acak dengan sederhana (Simple Random Sampling). Hasil penelitian ini yang berdasarkan pada uji Chi-Square ditemukan ada hubungan antara asupan makanan zat gizi makro dengan status gizi ibu hamil di Puskesmas Pertiwi Makassar, bahwa nilai p-value ditemukan bahwa asupan lemak (p=0,00), asupan karbohidrat (p=0,00), dan asupan protein (p=0,00). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada faktor yang berhubungan secara signifikan antara asupan makanan zat gizi makro dengan status gizi ibu hamil di Puskesmas Pertiwi Makassar.
- Research Article
- 10.22216/jen.v8i1.1971
- Mar 3, 2023
- Jurnal Endurance
- Kajian Ilmiah + 12 more
Minangkabau secara kebudayaan memiliki banyak permainan tradisional, satu di antaranya adalah permainan Lore. Permainan ini masih memakai konsep secara tradisional, belum memiliki arah, tujuan, manfaat, dan konsep yang jelas, biasanya dimainkan oleh anak-anak usia sekolah di ruang terbuka beralaskan tanah, semen, aspal atau keramik. Permainan tradisional Lore ini memiliki konsep yang jelas, dapat dijadikan sebagai media pembelajaran dan mempunyai manfaat. Oleh karena itu, peneliti membuat suatu model atau arena permainan tradisional Lore yang aman, nyaman. Di dalam arena Lore ini terdapat pembelajaran tentang delapan indikator PHBS di sekolah, karena sekolah merupakan lingkungan yang kondusif untuk membentuk perilaku dalam menanamkan nilai-nilai, norma, budaya, dan kehidupan sosial. Tujuan penelitian ini adalah menciptakan arena permainan tradisional Lore yang berisikan konsep delapan indikator PHBS di Sekolah. Metodologi yang digunakan adalah Research and Development (RnD) dengan konsep ADDIE (analisis, desain, development, implementasi, dan evaluasi). Cara pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam pada imforman Bundo Kanduang serta melalui lembar instrumen review oleh pakar media dan pakar budaya. Hasil penelitian ini terciptanya arena permainan Lore dengan konsep delapan indikator PHBS disekolah yang dinamakan Lore Kesehatan. Arena ini dapat juga digunakan untuk bermain di lapangan dalam upaya pembentukan perilaku sehat di kehidupan sehari-hari anak yang memainkan..
 Kata Kunci: Permainan tradisional, Lore, dan PHBS.
 
 ABSTRACT
 Minangkabau culturally has many traditional games, one of which is the Lore game. This game still uses traditional concepts, does not have clear directions, objectives, benefits, and concepts. It is usually played by school-age children in open spaces based on soil, cement, asphalt or ceramics. This traditional Lore game has a clear concept, can be used as a learning medium and has benefits. Therefore, researchers create a model or traditional Lore game arena that is safe and comfortable. In this Lore arena, there is learning about the eight indicators of PHBS (Clean and Healthy Living Behavior) in the school setting, because the school setting is a conducive environment for shaping behavior in instilling values, norms, culture, and social life. The purpose of this research is to create a traditional Lore game arena which contains the concept of eight indicators of PHBS in schools. The research methodology that has been used is Research and Development (RnD) with the ADDIE (analysis, design, development, implementation, and evaluation) concept. The data collection method used was in-depth interviews with informants Bundo Kanduang and through instrument review sheets by media experts and cultural experts. The results of this study created a Lore game arena with the concept of eight PHBS indicators in schools called Health Lore. This arena can also be used to play on the field in an effort to develop healthy behavior in the daily life of children who play.
 
 Keywords: Traditional games, Lore, dan PHBS.
- Research Article
- 10.22216/jen.v8i1.1962
- Feb 24, 2023
- Jurnal Endurance
- Kajian Ilmiah + 12 more
Abstrak
 Pekerja tambang emas tradisional adalah orang yang melakukan pekerjaan demi mencukupi kebutuhan hidup, tanpa memikirkan dampak dari pekerjaan yang dilakukan baik dalam segi lingkungan maupun kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasiipenggunaan metode Photovoice dalam menciptakan ruang denganipekerja tambang emas melalui Participatory Action Research (PAR). Digunakan metode kualitatif secara konstruktif dan CBPR. Informan ditentukan melalui teknik purposive sampling, dengan kriteria menggunakan prinsip kesesuaian dan kecukupan pada tujuan penelitian. Didapatkan sebanyak 18 informan (pekerja tambang, tenaga kesehatan, dan pemangku kebijakan). Informasi terkait TB Paru dikumpulkan melalui photovoice, FGD dan wawancara mendalam. Analisis tematik digunakan untuk melihat pola dan tema penelitian. Hasil penelitian, yaitu pekerja sudah memahami tentang TB paru melalui informasi dari keluarga, tenaga kesehatan, dan masyarakat, akan tetapi masih terjadi pengabaian. Pada perilakunya, meskipun beberapa pekerja sudah mengurangi salah satu kebiasaannya, masih ada yang memiliki kebiasaan pemicu penularan TB paru seperti merokok, perilaku makan dan tidak menjaga jarak, penggunaan pakaian kerja, dan sakit tetap bekerja. Pada pencegahan, kesadaran untuk mengenakan APD sudah ada, akan tetapi ketersediaannya terbatas. Selain itu, ketidaknyamanan memakai APD, prinsip sakit, keamanan yang belum terjamin, dan belum adanya pemeriksaan khusus membuat pekerja tambang belum bisa meminimalisir penularan TB paru secara efektif di tambang emas. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan TB paru akan berisiko dengan pekerjaan tambang emas tradisional terutama pada perilaku, kebiasaan yang belum tepat, tidak menerapkan hidup sehat, dan tidak bekerja sesuai standar kesehatan. Diharapkan perangkat desa dan pekerja tambang emas tradisional untuk koordinasi bersama tenaga kesehatan dalam penemuan suspek TB Paru bisa ditangani dengan cepat, agar TB Paru pada pekerja tambang emas tradisional dapat di cegah sedini mungkin. Serta mencari solusi terbaik pekerja tambang emas tradisional agar dapat menerapkan pola perilaku hidup bersih dan sehat dalam bekerja.
 Kata ikunci i: Pekerja tambang emas, TB Paru, Participatory Action Research
 
 Abstract
 Traditional gold mine workers are people who do work to make ends meet, without thinking about the impact of the work done both in terms of the environment and health. The purpose of this study is to explore the use of the Photovoice method in creating space with gold mine workers through Participatory Action Research (PAR). Constructively used qualitative methods and CBPR. Informants were determined through a purposive sampling technique, with criteria using the principles of suitability and adequacy for research purposes. There were 18 informants (mining workers, health workers, and policy makers). Information related to pulmonary TB was collected through photovoice, FGD and in-depth interviews. Thematic analysis is used to see research patterns and themes. The results of the study, namely workers already understand about pulmonary TB through information from families, health workers, and the community, but there is still neglect. In terms of behavior, even though some workers have reduced one of their habits, there are still those who have habits that trigger the transmission of pulmonary TB such as smoking, eating behavior and not maintaining distance, wearing work clothes, and being sick while still working. In prevention, awareness to wear PPE already exists, but its availability is limited. In addition, the inconvenience of using PPE, the principle of illness, safety that has not been guaranteed, and the absence of special inspections mean that mining workers cannot effectively minimize the transmission of pulmonary TB in gold mines. From the results of the study it can be concluded that pulmonary TB will be at risk with traditional gold mining work, especially in behavior, habits that are not appropriate, not implementing a healthy life, and not working according to health standards. It is hoped that village officials and traditional gold mine workers will coordinate with health workers in finding suspected pulmonary TB can be handled quickly, so that pulmonary TB in traditional gold mine workers can be prevented as early as possible. As well as looking for the best solutions for traditional gold mining workers so they can apply a clean and healthy lifestyle at work
 Keywords: Traditional gold mining workers, Pulmonary TB, Participatory Action Research
- Research Article
1
- 10.22216/jen.v8i1.1809
- Feb 12, 2023
- Jurnal Endurance
- Kajian Ilmiah + 7 more
Kanker payudara merupakan kanker terbanyak pada wanita dan penyebab kemtian tertinggi setelah penyakit jantung. Efek dari pikiran negatif tersebut dapat menimbulkan masalah baik secara fisik maupun psikologis yang dapat semakin memperburuk kondisi pasien. Salah satu efek dari kanker payudara pada wanita dalah penurunan kualitas hidup baik secara fungsi fisik, emosional, sosial, fungsi peran, dan fungsi koqnitif. Kuesioner yang dunakan untuk melihat Acceptance Of Illness Scale (AIS) dan Kuesioner EORTC QLQ – C30 untuk menilai kulaitas hidup. Jumlah sampel 80 pasien. Analisa data : proporsi, chi square, regresi logistik ganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerimaan pasien 77,5% adalah baik. Sedangkan untuk kualitas hidup pasien adalah sebanyak 71 %. Hasil analisis bivariat didapatkan pengaruh yang bermakna antara penerimaan pasien dengan kualitas hidup pasien kanker payudara (p value = 0, 024) dan dengan OR = 3,429 artinya pasien dengan penerimaan yang baik berpeluang 3,4 kali memiliki kualitas hidup yang baik. Untuk menungjang hasil penelitian tersebut didapatkan sub tema seperti adaptasi terhadap penyakit, Dukungan yang dibutuhkan pasien, seperti keluarga, teman dan lingkungan sosial, serta keyakinan terhadap agama, Kesimpulan: Penerimaan pasien dapat ditingkatkan dengan mengoptimalkan faktor-faktor yang dimiliki oleh penderita kanker payudara.
 Kata Kunci: Kanker Payudara,Tahap Penerimaan, Acceptance Of Illness, Kualitas Hidup
 ABSTRACK
 Breast cancer is the most common cancer in women and the highest cause of death after heart disease. The effects of these negative thoughts can cause problems both physically and psychologically which can further worsen the patient's condition. One of the effects of breast cancer in women is a decrease in the quality of life both in terms of physical, emotional, social, role functions, and cognitive functions. The questionnaire used to view the Acceptance Of Illness Scale (AIS) and the EORTC QLQ – C30 Questionnaire to assess quality of life. The number of samples is 80 patients. Data analysis: proportion, chi square, multiple logistic regression. The results showed that the patient acceptance of 77.5% was good. As for the quality of life of patients is as much as 71%. The results of the bivariate analysis found a significant effect between patient admissions and quality of life for breast cancer patients (p value = 0.024) and with OR = 3.429, meaning that patients with good acceptance have a 3.4 times chance of having a good quality of life. To support the results of this study, sub-themes were obtained such as adaptation to disease, support needed by patients, such as family, friends and the social environment, as well as religious beliefs. Conclusion: Patient acceptance can be increased by optimizing the factors possessed by breast cancer sufferers.
 Kata Kunci: Breast Cancer, Acceptance Of Illness, Quality Of Life
- Research Article
- 10.22216/jen.v8i1.1967
- Feb 12, 2023
- Jurnal Endurance
- Kajian Ilmiah + 11 more
Scabies was a skin disease caused by infestation and sensitization by the mite Sarcoptes scabiei. This study aims to identify and analyze the presence of the scabies mite on the incidence of scabies in the community. This study used an observational method with a cross-sectional approach. The population in this study is the people who are in Lubuk Begalung District, Padang City. With a sample of 112 samples. Data collection through interviews, observation and examination of dust on the bed, carpet and mattress base. Data analysis in this study used the Chi-square test. The results showed that 34.8% of the respondents who suffered from scabies in Lubuk Begalung District Variables that have a relationship with the incidence of scabies in the community are: gender (p=0.013, PR=2.128, 95% CI=1.180-3.839), presence of scabies mites (p=0.001, PR=3.209, 95% CI=1.859-5.541 ). The conclusion is that scabies mites are found in respondents who suffer from scabies in the bedroom, namely on mattress pads, prayer rugs and carpets.
- Research Article
2
- 10.22216/jen.v8i1.1835
- Feb 12, 2023
- Jurnal Endurance
- Kajian Ilmiah + 6 more
Stunting di Indonesia kategori tinggi (24,4 persen), padahal batas maksimal WHO terhadap stunting di suatu negara adalah 20 persen. Penyebab stunting bersifat multifaktoral. Salah satu faktor yang dapat mengakibatkan kejadian stunting yaitu sosial budaya daerah setempat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat gambaran faktor sosial budaya yang mempengaruhi kejadian stunting. Metode literatur review dengan pencarian artikel pada database elektronik yaitu google scholar, research gate, dan PubMed/Medline. Pencarian dilakukan dengan menggunakan kata kunci “stunting”, “faktor sosial budaya”, “ibu”. Analisis yang dilakukan penulis dari 8 artikel yang relevan dengantujuan penelitian. Dari studi literature menunjukan bahwa aspek sosial budaya dan dan faktor budaya stempat disuatu masyarakat mempengaruhi asupan gizi anggota keluarga, secara tidak langsung akan berhubungan dengan kejadian stunting. Seorang konselor dituntut untuk menggali informasi yang lebih terpercaya dan langsung dari sumbernya yakni melalui perangkat adat yang telah tersistem dalam masyarakat untuk menambah wawasan, pengetahuan, keterampilan, nilai-nilai budaya, serta sikap yang ideal dengan layanan imformasi khususnya penururan/ pencegahan stunting
- Research Article
- 10.22216/jen.v8i1.1859
- Feb 12, 2023
- Jurnal Endurance
- Kajian Ilmiah + 25 more
Penelitian ini dilatar belakangi seberapa penting peran guru dalam meningkatkan kesadaran perilaku hidup bersih dan sehat disekolah suku anak dalam. Dengan pembiasaan yang dilakukan di sekolah, guru berharap agar anak didik dapat menjaga hidup bersih dan sehat dengan mandiri dimanapun mereka berada. Salah satu faktor yang memengaruhi rendahnya derajat kesehatan di Indonesia adalah penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) yang belum baik, termasuk di lingkungan sekolah. Perilaku hidup bersih dan sehat adalah sekumpulan perilaku yang di praktekkan atas dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran yang di lakukan bertujuan menjadikan seseorang mampu menolong diri sendiri untuk menjadi sehat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peran guru dalam meningkatkan kesadaran perilaku hidup bersih dan sehat melalui perilaku mencuci tangan pada siswa suku anak dalam di sekolah halom putri tijah. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Jenis penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini adalah mengetahui (1) gambaran karekteristik informan (2) untuk mengetahui peran guru sebagai fasilitator, pembimbing, penyedia lingkungan, model(contoh), agen perkembangan kognitif, dan manajer dalam meningkatkan kesadaran perilaku hidup bersih dan sehat melalui perilaku mencuci tangan pakai sabun pada siswa suku anak. Penelitian ini dimaksudkan agar peran guru dapat memotivasi siswa untuk hidup sehat, agar secara mandiri terhindar dari penyakit.
- Research Article
- 10.22216/jen.v8i1.1948
- Feb 12, 2023
- Jurnal Endurance
- Kajian Ilmiah + 4 more
Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) is still a pandemic today. Various coping strategies have been carried out both globally and nationally. Efforts are being made not only through prevention efforts through health protocols, but also through vaccination efforts. Therefore, this study aims to describe the acceptance of the COVID-19 booster vaccine in Sungai Penuh City, Jambi Province. This research is a descriptive study with a cross sectional research design. The population of this study were all people aged ≥18 years who live in Sungaipenuh City who had received the Covid-19 Booster Vaccine with a total sample of 68 people. Data were analyzed descriptively to determine the frequency distribution of each research variable. The results of the study showed that of the 68 respondents who received the Covid-19 booster vaccine, 63.2% were able to show vaccine certificates at the time of data collection in the field. Based on the reasons for wanting to be vaccinated, 70.6% of respondents said they wanted immunity and 45.6% of respondents said they wanted to be safe against a pandemic