Year Year arrow
arrow-active-down-0
Publisher Publisher arrow
arrow-active-down-1
Journal
1
Journal arrow
arrow-active-down-2
Institution Institution arrow
arrow-active-down-3
Institution Country Institution Country arrow
arrow-active-down-4
Publication Type Publication Type arrow
arrow-active-down-5
Field Of Study Field Of Study arrow
arrow-active-down-6
Topics Topics arrow
arrow-active-down-7
Open Access Open Access arrow
arrow-active-down-8
Language Language arrow
arrow-active-down-9
Filter Icon Filter 1
Year Year arrow
arrow-active-down-0
Publisher Publisher arrow
arrow-active-down-1
Journal
1
Journal arrow
arrow-active-down-2
Institution Institution arrow
arrow-active-down-3
Institution Country Institution Country arrow
arrow-active-down-4
Publication Type Publication Type arrow
arrow-active-down-5
Field Of Study Field Of Study arrow
arrow-active-down-6
Topics Topics arrow
arrow-active-down-7
Open Access Open Access arrow
arrow-active-down-8
Language Language arrow
arrow-active-down-9
Filter Icon Filter 1
Export
Sort by: Relevance
  • Research Article
  • 10.19166/johme.v9i1.9761
BIBLIOMETRIC ANALYSIS OF MATHEMATICS EDUCATION APPLICATION ON THE SCOPUS INDEXED USING R STUDIO
  • Jun 3, 2025
  • JOHME: Journal of Holistic Mathematics Education
  • Tanti Listiani + 1 more

This study aimed to analyze the development of publications related to the development of educational applications for mathematics teachers using R Studio. The method used in this study is bibliometric analysis and literature review from the Scopus Index article. Publication data is collected using Scopus.com to obtain article data in journals indexed by Scopus. Data were obtained from as many as 2389 relevant articles from 2018 to 2023 for mathematics education applications. The results show that research has been conducted related to the development of educational applications for mathematics teachers. Research development has increased from 2018 to 2022 and decreased in 2023. The significant increase in publications up to 2022 indicates strong interest in mathematics education technology, while the decline in 2023 presents opportunities for new research on emerging innovations such as AI and adaptive learning. These findings can serve as a reference for application developers and educators in designing more effective mathematics learning tools and promoting technology integration into curricula. Further exploration is needed regarding the effectiveness of cutting-edge technology-based applications, access disparities, and teacher training to ensure inclusive and sustainable implementation. BAHASA INDONESIA ABSTRACT: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan publikasi terkait pengembangan aplikasi pendidikan bagi guru matematika menggunakan R Studio. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis bibliometrik dan tinjauan pustaka dari artikel Indeks Scopus. Data publikasi dikumpulkan menggunakan Scopus.com untuk mendapatkan data artikel dalam jurnal yang terindeks oleh Scopus. Data diperoleh dari sebanyak 2389 artikel yang relevan dari tahun 2018 hingga 2023 untuk aplikasi pendidikan matematika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa telah dilakukan penelitian terkait pengembangan aplikasi pendidikan bagi guru matematika. Pengembangan penelitian telah meningkat dari tahun 2018 hingga 2022 dan menurun pada tahun 2023. Peningkatan signifikan publikasi hingga 2022 mengindikasikan minat yang tinggi terhadap teknologi pendidikan matematika, sementara penurunan pada 2023 membuka peluang penelitian baru terkait inovasi terkini seperti AI dan pembelajaran adaptif. Temuan ini dapat menjadi acuan bagi pengembang aplikasi dan pendidik dalam merancang alat pembelajaran matematika yang lebih efektif serta mendorong integrasi teknologi dalam kurikulum. Perlunya eksplorasi lebih mendalam mengenai efektivitas aplikasi berbasis teknologi mutakhir, kesenjangan akses, dan pelatihan guru untuk memastikan penerapan yang inklusif dan berkelanjutan.

  • Research Article
  • 10.19166/johme.v9i1.9191
KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MATEMATIS SISWA SMP DALAM MENYELESAIKAN SOAL SEGI EMPAT [THE MATHEMATICAL CREATIVE THINKING ABILITY OF JUNIOR HIGH SCHOOL STUDENTS IN SOLVING QUADRILATERAL PROBLEMS
  • Jun 3, 2025
  • JOHME: Journal of Holistic Mathematics Education
  • Laily Putri Maharani + 2 more

This study was conducted with the aim of describing the mathematical creative thinking abilities of ninth-grade students at SMP Negeri 2 and SMP Negeri 19 Malang in solving quadrilateral problems. The research method used was a qualitative descriptive approach. The subjects of the study were ninth-grade students, totaling 337, with 5 selected students as the sample. The data sources in the study were the students themselves, in the form of essay test results, questionnaire sheets, and interview results. The instruments used included essay tests, questionnaires, and interview guidelines. The research data were described in narrative form. The type of triangulation used was methodological triangulation by integrating essay test results, questionnaires, and reinforcing them with interview findings. Based on the results obtained, the students were categorized into levels of creative thinking ability: imitation, modification, and construction. Of the 5 selected subjects, 1 student was at the imitation level, 1 student at the modification level, and 3 students at the construction level. BAHASA INDONESIA ABSTRACT: Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk memaparkan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa kelas IX di SMP Negeri 2 dan SMP Negeri 19 Kota Malang dalam menyelesaikan soal segi empat. Metode penelitian yang digunakan yakni pendekatan kualitatif jenis deskriptif. Subjek penelitian yaitu siswa kelas IX yang berjumlah 337 dengan subjek terpilih sebanyak 5 siswa. Sumber data pada penelitian berupa hasil tes uraian, lembar angket, dan hasil wawancara yang telah dilakukan. Instrumen yang digunakan yaitu tes uraian, angket, dan pedoman wawancara. Data hasil penelitian dideskripsikan dalam bentuk uraian deskripsi. Jenis triangulasi yang digunakan yakni triangulasi metode dengan mengintegrasikan hasil tes uraian, angket, dan diperkuat melalui hasil wawancara. Berdasarkan hasil yang diperoleh, siswa dikategorikan berdasarkan level kemampuan berpikir kreatif yakni level imitasi, modifikasi dan konstruksi. Dari 5 subjek terpilih terdapat 1 siswa termasuk level imitasi, 1 siswa level modifikasi, dan 3 siswa level konstruksi.

  • Research Article
  • 10.19166/johme.v9i1.9158
3DSHAPE-AR: PROFIL PENALARAN SPASIAL MATEMATIS MAHASISWA DI POLITEKNIK MELALUI PEMBELAJARAN GEOMETRI BERBASIS AUGMENTED REALITY [3DSHAPE-AR: PROFILE OF STUDENTS' MATHEMATICAL SPATIAL REASONING AT POLYTECHNICS THROUGH GEOMETRY LEARNING BASED ON AUGMENTED REALITY
  • Jun 3, 2025
  • JOHME: Journal of Holistic Mathematics Education
  • Indah Riezky Pratiwi + 4 more

Students' low mathematical reasoning skills affect their academic achievement in various fields. The field of Engineering is a domain that requires good mastery of geometric concepts, especially at the Polytechnic. However, in reality, students' mastery of Geometry concepts is still very low. This is because students' mathematical spatial reasoning skills are less honed. One of the contributing factors is that the learning resources used are still focused on books which do not support students to be more able to manipulate spatial representations in memory and mentally, so the 3DShape-AR application was developed. This research was conducted to see the mathematical spatial reasoning profile of students at the Polytechnic before and after studying using the 3DShape-AR application. This research was carried out qualitatively using a descriptive method by selecting 2 student answers using purposive sampling which then examined and described the profile of students' mathematical reasoning skills before and after learning using the 3DShape-AR application. From the analysis stage, it was concluded that the use of the 3DShape-AR application in geometry learning was able to provide changes in the quality of students' mental rotation, spatial orientation and spatial visualization components. These three components are components that describe the quality of a person's mathematical reasoning skills. The advantage of using the 3DShape-AR application is that students can explore various spatial shapes by rotating single or combined spatial shapes in various degrees to see the real visualization of the spatial shapes. Interesting content like this allows students to imagine space from various perspectives and then this understanding can be used to solve problems. It is also able to help students store visual patterns in their memory, carry out mental transformations, and manipulate internal representations. BAHASA INDONESIA ABSTRACT: Rendahnya keterampilan penalaran matematis mahasiswa mempengaruhi prestasi akademik mereka di berbagai bidang. Bidang Teknik merupakan salah satu ranah yang memerlukan penguasaan konsep geometri yang baik terutama di Politeknik. Namun kenyataannya penguasaan konsep Geometri mahasiswa masih sangat rendah. Hal ini disebabkan karena keterampilan penalaran spasial matematis mahasiswa yang kurang terasah. Salah satu faktor penyebabnya adalah karena sumber belajar yang digunakan masih terpusat pada buku yang kurang mendukung mahasiswa untuk dapat lebih mampu memanipulasi representasi bangun ruang di dalam memori dan mental sehingga dikembangkanlah aplikasi 3DShape-AR. Penelitian ini dilakukan untuk melihat bagaimana profil penalaran spasial matematis mahasiswa di Politeknik sebelum dan setelah belajar menggunakan aplikasi 3DShape-AR. Penelitian ini dilaksanakan secara kualitatif dengan metode deskriptif dengan memilih 2 jawaban mahasiswa secara purposive sampling yang kemudian menelaah dan mendeskripsikan profil keterampilan penalaran matematis mahasiswa sebelum dan sesudah belajar menggunakan aplikasi 3DShape-AR. Dari tahap analisis diperoleh Kesimpulan bahwa penggunaan aplikasi 3DShape-AR dalam pembelajaran geometri mampu memberikan perubahan kualitas komponen rotasi mental, orientasi spasial dan visualisasi spasial mahasiswa. Ketiga komponen ini merupakan komponen yang menggambarkan bagaimana kualitas keterampilan penalaran matematis seseorang. Keunggulan dari penggunaan aplikasi 3DShape-AR adalah mahasiswa bisa mengeksplorasi berbagai bentuk bangun ruang dengan merotasi bangun ruang tunggal maupun kombinasi ke berbagai arah derajat untuk melihat bentuk visualisasi real dari bangun ruang tersebut. Konten menarik seperti ini membuat mahasiswa dapat membayangkan bangun ruang di berbagai perspektif untuk selanjutnya, pemahaman ini dapat digunakan untuk memecahkan masalah. Hal ini juga mampu membantu mahasiswa dalam menyimpan pola visual dalam memori mereka, melakukan transformasi mental, dan memanipulasi representasi internal.

  • Research Article
  • 10.19166/johme.v9i1.9140
INVESTIGASI ETNOMATEMATIKA PADA TRADISI TABUT BENGKULU [AN ETHNOMATHEMATICS INVESTIGATION OF THE TABUT TRADITION IN BENGKULU
  • Jun 3, 2025
  • JOHME: Journal of Holistic Mathematics Education
  • Joni Sadarlah Halawa

Mathematics was developed from human activities and culture to answer life's problems. However, there are still many people who see mathematics as far from everyday life. Mathematics teaching needs to be linked to everyday life. This research aims to present fundamental mathematical activities in the tradition of Tabut Bengkulu. This research is qualitative research with an ethnographic approach. The subject of this research is Keluarga Kerukunan Tabut Bencoolen, selected using a purposive sampling technique, followed by snowball sampling. The object of this research is fundamental mathematical activities in the Tabut Bengkulu tradition. Research data was obtained by literature study related to the ethnomathematics of the Tabut Bengkulu tradition, interviews with research subjects, as well as observation and documentation on a series of Tabut rituals. Data analysis was carried out using the stages of data reduction, categorization, synthesis and drawing conclusions. The results show that there are fundamental mathematical activities in the Tabut Bengkulu tradition. Fundamental mathematical activities consist of: counting and number operations; locating the position of the Dol, the placement of the radius and the ritual location of the Tabut; measuring is found in the process of making the Tabut and Dol and when pick up the soil; designing is found in the geometric aspects of the Tabut and Dol, arranging the bottom and top of the Tabut, and making the Dol; playing is based on the Dol rhythm rules when the ritual takes place; explanations include the meaning of the Tabut, the ritual philosophy of the Tabut, and explanations about Dol. The results of this research can be designed as an approach to the mathematics learning process. BAHASA INDONESIA ABSTRACT: Matematika dikembangkan dari aktivitas dan budaya manusia untuk menjawab persoalan kehidupan. Akan tetapi, masih banyak orang yang memandang matematika jauh dari kehidupan sehari-hari. Pengajaran matematika perlu dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk menyajikan aktivitas fundamental matematis pada tradisi Tabut Bengkulu. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi. Subjek penelitian ini adalah Keluarga Kerukunan Tabut Bencoolen yang dipilih dengan teknik purposive sampling, dilanjutkan dengan snowball sampling. Objek penelitian ini adalah aktivitas fundamental matematis pada tradisi Tabut Bengkulu. Data penelitian diperoleh dengan studi pustaka berkaitan dengan etnomatematika tradisi Tabut Bengkulu, wawancara dengan subjek penelitian, serta observasi dan dokumentasi pada serangkaian ritual Tabut. Analisis data dilakukan dengan tahapan reduksi data, kategorisasi, sintesis, dan penarikan kesimpulan. Hasil menunjukan terdapat aktivitas fundamental matematis pada tradisi Tabut Bengkulu. Aktivitas fundamental matematis terdiri dari: counting yaitu membilang atau mencacah, dan operasi bilangan; locating pada posisi peletakan Dol, peletakan jari-jari, dan lokasi ritual Tabut; measuring terdapat pada proses pembuatan Tabut dan Dol serta pada saat mengambil tanah; designing terdapat pada aspek geometri pada Tabut dan Dol, menata bagian bawah dan puncak Tabut, dan pembuatan Dol; playing terdapat pada aturan irama Dol saat ritual berlangsung; explaining terdapat pada makna Tabut, filosofi ritual Tabut, dan penjelasan tentang Dol. Hasil penelitian ini dapat didesain menjadi pendekatan dalam proses pembelajaran matematika.

  • Research Article
  • 10.19166/johme.v9i1.8897
PENGEMBANGAN LKPD BERBASIS MATEMATIKA REALISTIK MATERI PEMUSATAN DATA DAN PELUANG UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN LITERASI NUMERASI [DEVELOPMENT OF REALISTIC MATHEMATICS-BASED STUDENT WORKSHEETS (LKPD) ON DATA-CENTERED MEASUREMENT AND PROBABILITY TO IMPROVE NUMERACY LITERACY SKILLS
  • Jun 3, 2025
  • JOHME: Journal of Holistic Mathematics Education
  • Miftahul Jannah + 1 more

Students lack numeracy literacy due to monotonous learning and lack of media and learning resources that facilitate them. The purpose of this research is to develop a reality-based LKPD that is valid, effective, and practical in improving students' numeracy skills. Developmental research using the ADDIE model was conducted at MTs Ibnu Hajar Bulupitu. The results showed that the LKPD was very valid with a score of 84.7%. Practicality scores from teacher response questionnaires were 92.6% and student response questionnaires were 89.6%. This also shows that the realistically based LKPD is in a very practical category. The developed LKPD obtained paired sample T-test results of 0.000 <0.05, which means that there are differences in students' numeracy skills before and after the application of LKPD, and LKPD is effectively used to improve students' numeracy skills. BAHASA INDONESIA ABSTRACT: Siswa kurang dalam literasi numerasi karena pembelajaran yang monoton dan kekurangan media dan sumber belajar yang memfasilitasi mereka. Tujuan penelitian ini yakni untuk menghasilkan LKPD berbasis realistik yang valid, efektif, dan praktis dalam meningkatkan kemampuan literasi numerasi siswa. Penelitian pengembangan dengan model ADDIE dilakukan di MTs Ibnu Hajar Bulupitu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LKPD sudah sangat valid dengan skor 84,7%. Hasil uji kepraktisan dari angket respon guru sebesar 92,6% dan angket respon siswa sebesar 89,6%. Hal ini juga menunjukkan bahwa LKPD berbasis realistik masuk dalam kategori yang sangat praktis. LKPD yang dikembangkan diperoleh hasil Uji Paired Sampel T-Test 0,000 < 0,05 artinya terdapat perbedaan kemampuan literasi numerasi siswa sebelum dengan sesudah pengaplikasian LKPD dan LKPD efektif digunakan untuk meningkatkan kemampuan literasi numerasi.

  • Research Article
  • 10.19166/johme.v9i1.9393
EKSPLORASI PEMAHAMAN DESIGN FOR CHANGE DAN KREATIVITAS GURU DALAM MENGEMBANGKAN EVALUASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI SEKOLAH INKLUSI [EXPLORING THE UNDERSTANDING OF DESIGN FOR CHANGE AND TEACHERS' CREATIVITY IN DEVELOPING MATHEMATICS LEARNING EVALUATION IN INCLUSIVE SCHOOLS
  • Jun 3, 2025
  • JOHME: Journal of Holistic Mathematics Education
  • Ni Putu Gita Candrika Dewi + 2 more

The dominant use of conventional learning evaluation is considered less relevant for students with special needs. This study aims to explore the implementation of mathematics learning in inclusive schools and to examine teachers' understanding of the Design for Change approach and their creativity in developing evaluations. Using a qualitative approach, data was collected through observation, interviews, and literature studies on mathematics teachers at SMK Negeri 3 Singaraja. The results of the study indicate that: 1) Teachers adopt the Problem Based Learning learning model combined with conventional methods to accommodate students with special needs with intellectual and physical disabilities. 2) Teachers have difficulty developing evaluation creativity because there is a lot of material that has not been achieved, as well as difficulty in applying HOTS questions to students with intellectual disabilities and students with low mathematics abilities. 3) The Design for Change approach is considered effective in supporting more creative and inclusive evaluations. This study recommends training for teachers to strengthen their understanding and application of Design for Change to improve the quality of inclusive learning evaluations. BAHASA INDONESIA ABSTRACT: Masih dominannya penggunaan evaluasi konvensional dianggap kurang relevan untuk peserta didik berkebutuhan khusus. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pelaksanaan pembelajaran matematika di sekolah inklusi serta mengkaji pemahaman guru terhadap pendekatan Design for Change dan kreativitasnya dalam mengembangkan evaluasi. Dengan pendekatan kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan studi literatur pada guru matematika di SMK Negeri 3 Singaraja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Guru mengadopsi model pembelajaran Problem Based Learning yang dikombinasikan dengan model konvensional untuk mengakomodasi peserta didik berkebutuhan khusus dengan tipe tunagrahita dan tunadaksa. 2) Guru terkendala mengembangkan kreativitas evaluasi karena banyak materi yang belum tercapai, serta sulit dalam menerapkan soal HOTS pada peserta didik tunagrahita dan peserta didik dengan kemampuan matematika rendah. 3) Pendekatan Design for Change dinilai efektif untuk mendukung evaluasi yang lebih kreatif dan inklusif. Penelitian ini merekomendasikan pelatihan bagi guru untuk memperkuat pemahaman dan penerapan Design for Change guna meningkatkan kualitas evaluasi pembelajaran yang inklusi.

  • Research Article
  • 10.19166/johme.v9i1.8665
MEDIA PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERDIFERENSIASI UNTUK MATEMATIKA SMP [DIFFERENTIATED MATH LEARNING MEDIA FOR JUNIOR HIGH SCHOOL MATH
  • Jun 3, 2025
  • JOHME: Journal of Holistic Mathematics Education
  • Dira Salsabila + 1 more

This study is grounded in the problems, namely: students' difficulties in understanding the material using data, limited learning facilities in the form of LCD projectors, learning media used have not implemented differentiated learning, and the widespread use of smartphones with Android operating systems among students. The primary objectives of this study are: (1) to develop and produce, (2) to determine the validity, (3) to determine the practicality of differentiated mathematics learning media using Kodular, Google, and Wordwall on material using data. This research follows the steps of the 4D model in the development process. The outcomes of this study are: (1) the define stage is carried out through a needs analysis to identify problems in learning, the design stage is carried out by designing differentiated mathematics learning media on learning styles on statistics material named GUNDATA to overcome the problems that occur, the develop stage begins with the application validity test by a team of experts comprised of 4 humans particularly 2 media experts and 2 material experts and then continues with trials on class VII D students to find out its practicality, and the disseminate stage is carried out by providing the GUNDATA application file via WhatsApp to the math teacher to be distributed to VII grade students; (2) differentiated mathematics learning media using Kodular, Google, and Wordwall on statistics material developed “very valid” with an Aiken V index value of 0.92 for media and 0.95 for material; (3) differentiated mathematics learning media using Kodular, Google, and Wordwall on statistics material developed “very practical” with an Aiken V index value of 0.83. The developed media contains learning materials in several displays arranged according to visual, auditory, and kinesthetic learning styles. This learning media in the form of an Android application is designed to help students understand the material repeatedly, also to accommodate student learning profiles as an effort to meet student learning needs based on their learning styles and can be utilized as a learning media that represents statistics material so that it is hoped that students will understand more and be enthusiastic about learning. BAHASA INDONESIA ABSTRACT: Penelitian ini didasari dengan permasalahan, yaitu: kesulitan siswa dalam memahami materi menggunakan data (statistika), keterbatasan sarana pembelajaran berupa LCD proyektor, media pembelajaran yang digunakan belum menerapkan pembelajaran berdiferensiasi, serta maraknya penggunaan smartphone dengan sistem operasi Android di kalangan siswa. Tujuan dari riset ini ialah (1) untuk mengembangkan dan menghasilkan, (2) untuk mengetahui validitas, (3) untuk mengetahui kepraktisan media pembelajaran matematika berdiferensiasi menggunakan Kodular, Google, dan Wordwall pada materi statistika. Penelitian ini mengikuti langkah-langkah model 4D dalam proses pengembangannya. Hasil dari penelitian ini yaitu: (1) tahap define dilakukan melalui analisis kebutuhan untuk mengidentifikasi masalah dalam pembelajaran, tahap design dilakukan dengan perancangan terhadap media pembelajaran matematika berdiferensiasi berdasarkan gaya belajar pada materi statistika yang diberi nama GUNDATA untuk mengatasi permasalahan yang terjadi, tahap develop dimulai dengan uji validitas aplikasi oleh tim ahli yang terdiri dari 4 orang yaitu 2 orang ahli media dan 2 orang ahli materi lalu diteruskan dengan uji coba pada siswa kelas VII D untuk mengetahui kepraktisannya, serta tahap disseminate dilakukan dengan cara pemberian file aplikasi GUNDATA melalui WhatsApp kepada guru matematika untuk disebarkan kepada siswa kelas VII; (2) media pembelajaran matematika berdiferensiasi menggunakan Kodular, Google, dan Wordwall pada materi statistika yang dikembangkan “sangat valid” dengan nilai indeks Aiken V sebesar 0,92 untuk media dan 0,95 untuk materi; (3) media pembelajaran matematika berdiferensiasi menggunakan Kodular, Google, dan Wordwall pada materi statistika yang dikembangkan “sangat praktis” dengan nilai indeks Aiken V sebesar 0,83. Media yang dikembangkan memuat materi pembelajaran dalam beberapa tampilan yang disusun sesuai dengan gaya belajar visual, auditori, dan kinestetik. Media pembelajaran dalam bentuk aplikasi Android ini dirancang untuk membantu siswa memahami materi secara berulang, juga untuk mengakomodasi profil belajar siswa sebagai upaya dalam memenuhi kebutuhan belajar siswa berdasarkan gaya belajarnya dan dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran yang merepresentasikan materi statistika sehingga diharapkan siswa lebih paham dan semangat belajar.

  • Research Article
  • 10.19166/johme.v9i1.9797
BERPIKIR SISWA SMP DALAM MENYELESAIKAN SOAL SEGITIGA DITINJAU DARI GEOMETRIC HABITS OF MIND [MIDDLE SCHOOL STUDENTS' THINKING IN SOLVING TRIANGLE PROBLEMS FROM THE PERSPECTIVE OF GEOMETRIC HABITS OF MIND
  • Jun 3, 2025
  • JOHME: Journal of Holistic Mathematics Education
  • Dhindha Kusuma Habsyari + 1 more

Understanding student thinking is important, especially regarding triangle material as it is a basic concept in geometry that forms the foundation for advanced geometry learning. The purpose of this research is to analyze junior high school students' thinking in solving triangle problems based on the Geometric Habits of Mind (GHoM) framework. In other words, this research identifies the GHoM components that emerge when junior high school students solve triangle problems. This research was conducted from November 2024 to January 2025 at MTsN 2 Kediri City. The research approach used was qualitative. The research subjects were ten eighth-grade students. The research instruments were triangle test questions, interview guidelines, GHoM indicator rubrics, recording devices, and notebooks. The results showed that the ability of reasoning with relationships was the most achieved GHoM indicator among the subjects, followed by balancing exploration and reflection. BAHASA INDONESIA ABSTRACT: Pemahaman terkait berpikir siswa penting, terutama materi segitiga karena merupakan konsep dasar dalam geometri yang menjadi fondasi bagi pembelajaran geometri lanjutan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis berpikir siswa SMP dalam menyelesaikan soal segitiga berdasarkan kerangka Geometric Habits of Mind (GHoM). Dengan kata lain, penelitian ini mengidentifikasi komponen-komponen GHoM yang muncul ketika siswa SMP menyelesaikan soal segitiga. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2024 sampai Januari 2025 di MTsN 2 Kota Kediri. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Subjek penelitian adalah sepuluh siswa kelas VIII. Instrumen penelitian ini adalah instrumen soal tes segitiga, pedoman wawancara, rubrik indikator GHoM, alat perekam, dan buku catatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan reasoning with relationships merupakan indikator GHoM yang paling banyak tercapai pada subjek, diikuti oleh balancing exploration and reflection.

  • Research Article
  • 10.19166/johme.v8i2.8149
PENERAPAN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI MENURUT KURIKULUM MERDEKA UNTUK MENGEMBANGKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN TOPIK STATISTIKA [IMPLEMENTATION OF DIFFERENTIATED LEARNING ACCORDING TO THE MERDEKA CURRICULUM TO DEVELOP STUDENTS' LEARNING MOTIVATION IN MATHEMATICS LEARNING ON THE TOPIC OF STATISTICS
  • Dec 2, 2024
  • JOHME: Journal of Holistic Mathematics Education
  • Nivea Iswandi + 1 more

Learning motivation is important to encourage students to do learning activities. With good learning motivation, students will be able to face learning challenges and successfully achieve learning goals. However, the fact is that 24 students of class XII in one of the schools in Tangerang have low learning motivation. One of the reasons is because the learning method used does not provide space for students to learn according to their diverse characteristics. To overcome this problem, the author applied differentiated learning. Students are unique images of God. They are given different talents by God so they need to be served according to their needs in order to develop and use their talents for the glory of God. The purpose of this study is to examine the implementation of differentiated learning according to the Merdeka Curriculum to develop student learning motivation in mathematics learning on the topic of statistics. The research method used is descriptive qualitative. The results showed that the implementation of differentiated learning according to the Merdeka Curriculum can develop student learning motivation by fulfilling the four indicators of learning motivation through the stages of mapping student needs, planning differentiated learning, implementing differentiated learning, and evaluation and reflection.BAHASA INDONESIA ABSTRACT: Motivasi belajar penting untuk mendorong siswa melakukan kegiatan belajar. Dengan motivasi belajar yang baik, siswa akan mampu menghadapi tantangan pembelajaran dan berhasil mencapai tujuan pembelajaran. Namun, faktanya 24 siswa kelas XII di salah satu sekolah di Tangerang memiliki motivasi belajar yang rendah. Salah satu penyebabnya karena metode pembelajaran yang digunakan tidak memberi ruang kepada siswa untuk belajar sesuai dengan karakteristiknya yang beragam. Untuk mengatasi masalah tersebut, peneliti menerapkan pembelajaran berdiferensiasi. Siswa merupakan gambar Allah yang unik. Mereka diberi talenta yang berbeda-beda oleh Allah sehingga siswa perlu dilayani sesuai kebutuhannya supaya dapat mengembangkan dan menggunakan talentanya untuk kemuliaan Allah. Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan penerapan pembelajaran berdiferensiasi menurut Kurikulum Merdeka untuk mengembangkan motivasi belajar siswa pada pembelajaran matematika dengan topik statistika. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran berdiferensiasi menurut Kurikulum Merdeka dapat mengembangkan motivasi belajar siswa dengan terpenuhinya keempat indikator motivasi belajar melalui tahap memetakan kebutuhan siswa, merencanakan pembelajaran berdiferensiasi, melaksanakan pembelajaran berdiferensiasi, serta evaluasi dan refleksi.

  • Research Article
  • 10.19166/johme.v8i2.8357
ANALISIS KEMAMPUAN REPRESENTASI MATEMATIS SISWA DITINJAU DARI KECEMASAN MATEMATIKA [ANALYSIS OF STUDENTS' MATHEMATICAL REPRESENTATION ABILITY IN TERMS OF MATH ANXIETY
  • Dec 2, 2024
  • JOHME: Journal of Holistic Mathematics Education
  • Nur Lisa Andriani + 1 more

The purpose of this research is to describe the profile of students' mathematical representation ability in terms of math anxiety. This research method is descriptive qualitative method. The research was conducted at SMAN 1 Manyar with the research subjects being 3 class X students, consisting of students with low, medium, and high levels of math anxiety. There are two instruments in this study, namely a math anxiety questionnaire and mathematical representation ability test questions. Data analysis techniques used in this study consist of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results of the research data showed the profile of mathematical representation ability (1) subjects with “low” math anxiety level had good visual representation ability, but still lacking in symbolic and verbal representation, (2) Subjects with “medium” math anxiety level had quite good visual mathematical representation ability, but still lacking in symbolic and verbal representation (3) subjects with “high” math anxiety level did not fulfill all of the three indicators of mathematical representation ability.BAHASA INDONESIA ABSTRACT: Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan profil kemampuan representasi matematis siswa yang ditinjau dari kecemasan matematika. Metode penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Penelitian dilakukan di SMAN 1 Manyar dengan subjek penelitian 3 siswa kelas X, yang terdiri dari siswa dengan tingkat kecemasan matematika rendah, sedang, dan tinggi. Terdapat dua instrumen pada penelitian ini yaitu angket kecemasan matematika dan soal tes kemampuan representasi matematis. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil perolehan data penelitian menunjukkan profil kemampuan representasi matematis (1) subjek dengan tingkat kecemasan matematika “rendah” memiliki kemampuan representasi visual yang baik, namun masih kurang dalam representasi simbolik dan verbal, (2) Subjek dengan tingkat kecemasan matematika “sedang” memiliki kemampuan representasi matematis visual yang cukup baik, namun masih kurang dalam representasi simbolik dan verbal (3) subjek dengan tingkat kecemasan matematika “tinggi” tidak memenuhi semua dari tiga indikator kemampuan representasi matematis.