- Research Article
- 10.33603/jnpm.v7i2.8372
- Jun 1, 2023
- JNPM (Jurnal Nasional Pendidikan Matematika)
- Felia Dwi Rahayu + 2 more
Abstrak. Rendahnya kemampuan geometri siswa dan dampak pembelajaran daring selama pandemi covid-19 membuat siswa kesulitan dalam mempelajari materi geomteri. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik kemampuan berpikir geometri siswa ditinjau dari level berpikir van hiele pasca pandemi covid-19. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data tes Van Hiele Geometry Test (VHGT), tes berpikir geometris materi bangun ruang sisi datar dan wawancara mendalam. Ketiga data yang diperoleh selanjutnya dilakukan triangulasi data untuk mendapatkan simpulan dari analisis data yang diperoleh. Subjek penelitian ini adalah siswa SMP N 1 Karangmoncol. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan diketahui bahwa karakteristik berpikir geometri siswa level visualisasi pasca pandemi yaitu mampu mengidentifikasi dan menunjukkan visualisasi bangun ruang serta mampu menjelaskan sifat-sifat yang dimiliki oleh bangun ruang. Sedangkan siswa pada level analisis mampu memilih seluruh gambar dengan benar dan memasangkan antara nama dan bentuk bangun, memahami sifat-sifat bangun ruang dan mampu mengimplementasikan pada visualisasi serta dapat menjelaskan sedikit hubungan antar bangun ruang. Saran kepada guru yaitu untuk melakukan perbaikan pembelajaran dalam meningkatkan kemampuan berpikir geometri siswa.Kata Kunci: Berpikir Geometri, Covid-19, Van Hiele.
- Research Article
- 10.33603/jnpm.v7i2.8050
- Jun 1, 2023
- JNPM (Jurnal Nasional Pendidikan Matematika)
- Pratiwi Dwi Warih Sitaresmi + 2 more
The aim of this study was to assess the numerical literacy abilities of eighthgrade students at MTs Miftahul Ulum in applying problem-solving skills to number concepts on a question-by-question basis. The research followed a qualitative methodology, and the participants consisted of 15 students from the VIIIA class at MTs Miftahul Ulum. The data were analyzed based on Polya's stages of problem-solving and numeracy literacy indicators. Data collection methods included numeracy literacy tests, interviews, and documentation. The results indicated that a significant proportion of students demonstrated a moderate level of numeracy literacy, while some students showed low or high levels of proficiency. Generally, the understanding stage had higher percentages of students who demonstrated comprehension. However, the planning and implementation stages varied across different questions. By focusing on the specific stages where students struggled or excelled, teachers can adapt their instructional approaches to better address students' needs.
- Research Article
- 10.33603/jnpm.v7i1.7680
- Jun 1, 2023
- JNPM (Jurnal Nasional Pendidikan Matematika)
- Siti Faizah + 2 more
Abstrak. Logika matematika merupakan salah satu cabang dalam matematika yang berkaitan dengan proses untuk mendapatkan kesimpulan dari sekumpulan premis. Dalam upaya untuk mendapatkan kesimpulan, diperlukan proses berpikir yang mengarahkan pada pernyataan umum dari suatu premis. Penelitian ini merupakan bagian dari penelitian pengembangan (Research and Development/R&D) yang memproduksi e-modul flipbook pada materi penarikan kesimpulan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan proses pengembangan dan hasil validasi e-modul flipbook materi penarikan kesimpulan. Subjek pada penelitian ini adalah sebelas mahasiswa prodi Pendidikan Matematika semester satu. Data penelitian dikumpulkan dengan menggunakan instrumen lembar validasi yang berisi penilaian validator terhadap produk ditinjau dari aspek materi, bahasa, dan media. Hasil analisis validasi menunjukkan bahwa e-modul flipbook materi penarikan kesimpulan memperoleh rata – rata penilaian sebesar 4,58 dengan kategori sangat valid. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa hasil pengembangan e-modul flipbook materi Penarikan Kesimpulan dinyatakan sangat valid untuk digunakan sebagai bahan ajar pada proses pembelajaran mata kuliah Pengantar Dasar Matematika. E-Modul ini juga dapat dimanfaatkan untuk menunjang proses pengembangan kemampuan berpikir matematis mahasiswa.Kata Kunci: Analisis, Validasi, E-Modul Flipbook, Logika Matematika
- Research Article
- 10.33603/jnpm.v7i2.7817
- Jun 1, 2023
- JNPM (Jurnal Nasional Pendidikan Matematika)
- Lilis Marina Angraini + 1 more
Abstrak. Kegiatan pendidikan pada masa pandemi dilakukan dengan metode pembelajaran online. Karakteristik pendekatan RME dapat digunakan dalam pembelajaran daring selama pandemi. Poin mendasar dari RME adalah bahwa pelajaran harus dimulai dengan konteks masalah yang realistis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dokumen terkait RME dalam pembelajaran matematika dan memvisualisasikannya. Database dimensions digunakan dalam mengumpulkan data yang dibutuhkan dan ditampilkan dengan Software VOSviewer, selanjutnya dilakukan analisis dan evaluasi berdasarkan pasangan bibliografi. Terdapat 216 dokumen terkait RME dalam pembelajaran matematika selama masa pandemi. Adapun jumlah dokumen terbanyak yaitu pada Negara Indonesia, pada jurnal “Journal of Physics Conference Series”, pada organisasi “State University of Padang” dan pada penulis Armiati (Indonesia). Keyword “RME” dan “mathematics learning” menjadi keyword yang sering muncul pada bidang ini. Keyword RME belum terhubung secara langsung dengan keyword lain seperti disposisi matematika, kognitif, metakognitif, dan LKPD.Kata Kunci: RME, Pembelajaran Matematika, Pandemi, Bibliometrik.
- Research Article
1
- 10.33603/jnpm.v7i2.8059
- Jun 1, 2023
- JNPM (Jurnal Nasional Pendidikan Matematika)
- Yummita Sakinah + 1 more
Abstrak. Penelitian deskriptif ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir kritis matematis siswa kelas VIII Madrasah Tsanawiyyah Negeri 1 Kota Sungai Penuh dalam menyelesaikan masalah matematika pada materi Persamaan Linear. Pengumpulan data kemampuan berpikir kritis matematis siswa menggunakan teknik tes dan dokumentasi. Instrumen tes yang digunakan adalah soal uraian (essay) yang berjumlah 5 butir soal kemampuan berpikir kritis matematis. Data yang dikumpulkan dianalisis secara kualitatif dengan cara mereduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Subjek penelitian ini adalah 33 orang siswa kelas VIII B Madrasah Tsanawiyyah Negeri 1 Kota Sungai Penuh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualifikasi kemampuan berpikir kritis matematis 3,03% siswa dikategorikan sangat tinggi mampu merumuskan pokok-pokok permasalahan, mengungkap fakta yang dibutuhkan dalam menyelesaikan suatu masalah, mampu memilih argumen yang logis dan akurat, mampu mendeteksi persoalan pada sudut pandang yang berbeda, serta dapat menentukan akibat dari suatu pernyataan yang diambil sebagai keputusan. Kategori tinggi dicapai oleh 30% siswa, mampu memperkirakan jawaban dan proses solusi namun kurang lengkap, mampu mengungkap fakta dalam penyelesaian suatu masalah, dan merumuskan pokok-pokok permasalahan. Terdapat 60% siswa mencapai kategori sedang yang mampu memperkirakan jawaban dan proses solusi namun kurang benar dan kurang lengkap, tidak mampu merumuskan pokok-pokok permasalahan, dan tidak dapat mendeteksi persoalan pada sudut pandang yang berbeda. Selanjutnya siswa dengan kategori rendah dengan persentase 6,06% mampu merumuskan pokok-pokok permasalahan namun tidak dapat menjawab dan menganalisis jawaban yang diminta serta tidak dapat mendeteksi persoalan pada sudut pandang yang berbeda. Kemudian tidak ada siswa dengan kateogori kemampuan berpikir kritis sangat rendah.Kata Kunci: Kemampuan Berpikir Kritis, Masalah Matematika, Persamaan Linear.
- Research Article
- 10.33603/jnpm.v7i2.8256
- Jun 1, 2023
- JNPM (Jurnal Nasional Pendidikan Matematika)
- Mikiyana Ramadani + 4 more
Abstrak. Matematika merupakan salah satu ilmu yang wajib dipelajari oleh semua kalangan, baik dari jenjang SD maupun Perguruan Tinggi. Namun, untuk menilai suatu pembelajaran, seperti matematika, diperlukan asesmen atau bentuk penilaian yang baik. Hal ini diharapkan agar semua aspek dapat terlihat dan terukur kecapaiannya. Maka dari itu penelitian ini akan mengkaji asesmen kinerja atau (Performance Assessment) menggunakan systematic literature review dimana peneliti mengkaji beberapa artikel dari tahun 2013-2022 dan mengambil kesimpulan dari studi literatur tersebut. Dari 163 artikel atau studi literatur yang diperoleh, hanya 18 yang akan diolah setelah melakukan langkah-langkah oleh Transfield (Tranfield et al., 2003). Pada kesimpulannya, diperoleh bahwa asesmen kinerja dapat dengan efektif berpengaruh dalam pembelajaran matematika.Kata Kunci: Penilaian Kinerja, Langkah Tansfield, Matematika
- Research Article
- 10.33603/jnpm.v7i2.7871
- Jun 1, 2023
- JNPM (Jurnal Nasional Pendidikan Matematika)
- Khairini Atiyah + 1 more
- Research Article
2
- 10.33603/jnpm.v7i2.8013
- Jun 1, 2023
- JNPM (Jurnal Nasional Pendidikan Matematika)
- Hanifah Rizki Mubarokah + 4 more
Abstrak. Kemampuan berpikir komputasi sangat penting untuk dikembangkan sehingga dapat menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam merancang bahan pembelajaran. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mengetahui kemampuan berpikir komputasi siswa dan mendeskripsikan kemampuan berpikir komputasi 6 orang subjek penelitian. Subjek dalam penelitian ini adalah 6 siswa terpilih dari 25 siswa kelas VIII G SMP Nuris Jember. Instrumen penelitan berupa soal tes pola bilangan, pedoman wawancara serta lembar validasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 25 siswa menunjukkan 16% siswa yang mempunyai kemampuan berpikir komputasi rendah, 64% siswa yang mempunyai kemampuan berpikir komputasi sedang, dan 20% yang mempunyai kemampuan berpikir komputasi tinggi. Siswa kelas VIII G rata-rata mampu memenuhi indikator kemampuan berpikir komputasi yaitu dekomposisi, berpikir algoritma, pengenalan pola. Namun, belum maksimal pada indikator abtraksi dan generalisasi. Siswa dengan kemampuan berpikir komputasi tinggi mampu memenuhi semua indikator berpikir komputasi yaitu dekomposisi, berpikir algoritma, pengenalan pola, dan abtraksi dan generalisasi. Walaupun, pada tahap abstraksi dan generalisasi masih terdapat kesalahan. Siswa dengan kemampuan berpikir komputasi sedang mampu memenuhi indikator dekomposisi, berpikir algoritma, dan pengenalan pola. Siswa dengan kemampuan berpikir komputasi rendah mampu memenuhi indikator dekomposisi dan berpikir algoritma, namun masih terdapat beberapa kesalahan.Kata Kunci: Berpikir Komputasi, Numerasi, Pola bilangan.
- Research Article
- 10.33603/jnpm.v7i2.8001
- Jun 1, 2023
- JNPM (Jurnal Nasional Pendidikan Matematika)
- Eki Sutisna + 3 more
Abstrak. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah siswa pada materi dimensi tiga ditinjau dari tahapan Polya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XII berjumlah 4 siswa terdiri dari 2 siswa laki-laki dan 2 siswa perempuan. Pemilihan subjek penelitian menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap siswa memiliki cara tersendiri dalam proses memecahkan masalah. Seluruh siswa sudah mampu melalui tahapan pemecahan masalah menurut Polya yaitu: memahami masalah, merencanakan penyelesaian, melaksanakan rencana, dan memeriksa kembali proses dan hasil meskipun masih terdapat kekurangan dalam prosesnya. Selain itu, jika siswa dibagi ke dalam kelompok belajar, siswa MIPA tampil lebih baik daripada siswa IPS. Sedangkan jika dikategorikan berdasarkan gender, siswa perempuan memiliki kemampuan pemecahan masalah yang lebih baik dibandingkan dengan siswa laki laki.Kata Kunci: Pemecahan Masalah Polya, Dimensi Tiga, MIPA IPS, Kurikulum 2013.
- Research Article
- 10.33603/jnpm.v7i2.8148
- Jun 1, 2023
- JNPM (Jurnal Nasional Pendidikan Matematika)
- Yulyanti Harisman + 3 more
Abstrak. Duplikasi kubus adalah menggambarkan/membangun rusuk sebuah kubus sehingga volumenya menjadi dua kali volume kubus yang diketahui. Yang mana duplikasi kubus ini merupakan salah satu dari tiga masalah matematika yang sangat menarik yang tidak bisa terpecahkan tiga abad terakhir sebelum masehi. Maka dari itu, penulis tertarik untuk menulis artikel ini dengan tujuan mengingatkan kembali kepada mahasiswa calon guru mengenai pemecahan masalah tentang duplikasi kubus zaman Thales-Euclid. Penelitianyang dipakaimerupakan kualitatif menggunakan metode studi kasus. Dari 5 kelas diambil masing- masing 2 orang pada program studi pendidikan matematika menjadi subjek penelitian. Instrumen yang dipakai dalam penelitian ini adalah wawancara terbuka. Setiap mahasiswa diberikan pertanyaan tentang pemecahan masalah duplikasi kubus. Analisis data bersifat tematik. Hasil penelitian menunjukkan sejauh mana pengetahuan mahasiswa calon guru merespons apa yang diketahui tentang duplikasi kubus dan pemecahan masalahnya. Kategori jawaban mahasiswa akan dipaparkan secara rinci pada tulisan ini.Kata Kunci: Duplikasi, Kubus, Mahasiswa Calon Guru Matematika.