- Research Article
- 10.25273/citizenship.v6i2.3307
- Oct 31, 2018
- Citizenship Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan
- Risti Aulia Ulfa + 2 more
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) pengaruh model pembelajaran berbasis masalah terhadap kemampuan berpikir kritis, dan (2) pengaruh model pembelajaran berbasis masalah terhadap sikap demokratis bagi peserta didik dalam pembelajaran PPKn di SMK Negeri 1 Magelang. Penelitian ini merupakan penelitian <em>quasi experiment.</em> Instrumen yang digunakan adalah tes kemampuan berpikir kritis dan angket sikap demokratis<em>. </em>Data dianalisis dengan menggunakan uji-t. Hasil penelitian sebagai berikut. (1) Terdapat pengaruh yang signifikan model pembelajaran berbasis masalah terhadap kemampuan berpikir kritis peserta didik dalam pembelajaran PPKn di SMK Negeri 1 Magelang pada Kompetensi Dasar menganalisis kasus pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban sebagai warga negara, yang terbukti nilai t hitung &gt; t tabel pada taraf signifikansi α = 0,05 (2,557&gt; 2,000). (2) Terdapat pengaruh yang signifikan model pembelajaran berbasis masalah terhadap sikap demokratis peserta didik dalam pembelajaran PPKn di SMK Negeri 1 Magelang pada Kompetensi Dasar menganalisis kasus pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban sebagai warga negara, yang terbukti nilai t hitung &gt; dari t tabel pada taraf signifikansi α = 0,05 (5,332&gt; 2,000).</p>
- Research Article
2
- 10.25273/citizenship.v6i2.3115
- Oct 31, 2018
- Citizenship Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan
- Teguh Wiyono
<p class="E-JOURNALAbstractBody"><span lang="IN">Penelitian i</span>ni bertujuan untuk mengetahui Pengaruh motivasi siswa dan kreativitas belajar terhadap hasil belajar PKn siswa. <span lang="IN">Metode yang digunakan adalah penelitian survey yang berproses kuantitatif dengan pendekatan eksplanasi asosiatif kausal, melalui sampel acak sebanyak 30 responden siswa kelas XI dari populasi sebanyak 140 siswa kelas XI SMK Swasta Di Kecamatan Cibinong Kabupaten Bogor.</span> Hasil penelitian menunjukan bahwa Motivasi Siswa dan kreativitas belajar secara bersama-sama berpengaruh cukup terhadap Hasil Belajar di SMK Swasta di Kecamatan Cibinong Kabupaten Bogor, dengan nilai korelasi sebesar 0,723. Besarnya pengaruh motivasi siswa dan kreativitas belajar terhadap hasil belajar siswa yakni mencapai sekitar 52,20%. Melihat besarnya pengaruh motivasi siswa dan kreatifitas belajar terhadap hasil belajar maka guru dan orang tua hendaknaya selalu memotivasi siswa dan memacu kreatifitasnya dalam belajar guna meningkatkan hasil belajarnya.</p>
- Research Article
1
- 10.25273/citizenship.v6i2.3117
- Oct 31, 2018
- Citizenship Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan
- Agung Kurniawan
<p class="E-JOURNALAbstractBody">Tujuan dari penelitian ini adalah untuk Mengetahui pemahaman dan kemampuan resolusi konflik mahasiswa. Penelitian ini dilatarbelakangi dengan meningkatnya tingkat konflik di semua jenjang pendidikan. Selain itu, rendahnya pemahaman terhadap cara-cara dalam menyelesaikan konflik. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas. data dianalisa dengan cara deskriptif kualitatif dengan metode triangulasi data<span lang="IN">.</span> Pada siklus I pemahaman dan kemampuan resolusi konflik mahasiswa sekitar 50%. Berdasarkan hasil evaluasi dari siklus I tersebut, perlu diadakan penambahan dan perubahan pada materi dan metode. Pada siklus II tingkat pemahaman dan kemampuan resolusi konflik mahasiswa meningkat menjadi 79.5%. Hal tersebut dikarenakan adanya penambahan materi dan perubahan metode yaitu dengan memakai studi kasus. </p>
- Research Article
- 10.25273/citizenship.v6i2.3239
- Oct 31, 2018
- Citizenship Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan
- Yunita Dwi Pristiani
Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) merupakan salah satu MKDU yang wajib diberikan pada mahasiswa di semua jurusan. Melalui PKn, diharapkan mahasiswa menjadi warga negara yang baik, mengetahui hak dan kewajiban sebagai warga negara, dan yang paling penting adalah memiliki kepedulian dan rasa cinta terhadap tanah air Indonesia. Sayangnya, mayoritas mahasiswa tidak tertarik terhadap mata kuliah PKn dikarenakan muatan materi yang dianggap terlalu normatif dan juga metode pengajaran yang tidak menarik. Salah satu tujuan penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran obyektif efektifitas pembelajaran role playing pada mata kuliah kewarganegaraan. Obyek penelitian ini adalah mahasiswa Tingkat III Program Studi PPKN Universitas Nusantara PGRI Kediri. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas, dengan jenis deskriptif kualitatif. Diskusi hasil role playing yang dilakukan menggambarkan tingkat pemahaman mahasiswa menjadi lebih baik. Sehingga hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran menggunakan strategi role playing efektif untk dilakukan pada mata kuliah Kewarganegaraan. Normal 0 false false false IN X-NONE X-NONE /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:Table Normal; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-parent:; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin:0cm; mso-para-margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:10.0pt; font-family:Calibri,sans-serif; mso-bidi-font-family:Times New Roman;} Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) merupakan salah satu MKDU yang wajib diberikan pada mahasiswa di semua jurusan. Melalui PKn, diharapkan mahasiswa menjadi warga negara yang baik, mengetahui hak dan kewajiban sebagai warga negara, dan yang paling penting adalah memiliki kepedulian dan rasa cinta terhadap tanah air Indonesia. Sayangnya, mayoritas mahasiswa tidak tertarik terhadap mata kuliah PKn dikarenakan muatan materi yang dianggap terlalu normatif dan juga metode pengajaran yang tidak menarik [p1] . Salah satu tujuan penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran obyektif efektifitas pembelajaran role playing pada mata kuliah kewarganegaraan. Obyek penelitian ini adalah mahasiswa Tingkat III Program Studi PPKN Universitas Nusantara PGRI Kediri. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas, [p2] dengan jenis deskriptif kualitatif. Diskusi hasil role playing yang dilakukan menggambarkan tingkat pemahaman mahasiswa menjadi lebih baik. Sehingga hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran menggunakan strategi role playing efektif untk dilakukan pada mata kuliah Kewarganegaraan. [p1] Di bawah di sebutkan menggunakan metode konvensional, lebih baik jika konsisten dalam mengunakan kata “tidak menarik atau konvensional” [p2] Dilaksanakan dalam berapa siklus, sebutkan dengan jelas beserta hasilnya tiap siklus sehingga diketahui ke efektifanya setau saya sebuah peneilitan dgn bentuk PTK/ Class rom Action Research terdiri dari siklus-siklus, yang tiap siklus terdiri dari beberapa tahap dan di akiri refleksi, jika mungkin menggunakan bentuk PTK yang lain selain yang saya pahami, bisa di sertakan sumbger referensinya agar dapat menjadi rujukan penleitian lain. Normal 0 false false false IN X-NONE X-NONE <w:LsdExc
- Research Article
- 10.25273/citizenship.v6i2.2344
- Oct 31, 2018
- Citizenship Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan
- Rusmiati Rusmiati + 1 more
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perencanaan pendidikan karakter dan mendeskripsikan peran guru mata pelajaran PKn dalam proses implementasi pendidikan karakter pada siswa Kelas XII SMK YPK 2 Kabupaten Biak Numfor. Metode penelitian yang digunakan deskriptif kualitatif dengan karakteristik menginterprestasikan data hasil obervasi proses pembelajaran dan hasil wawancara guru dan siswa. Adapun subjek penelitian berjumlah 43 orang terdiri 1 orang guru mata pelajaran PKn yang berperan sebagai informan utama dan 42 orang siswa kelas XII sebagai informan data primer. Selanjutnya dari hasil analisis data diketahui bahwa perencanaan pendidikan karakter di SMK YPK 2 Biak melibatkan siswa dalam kegiatan intra dan ekstra sekolah. Kegiatan intra meliputi pengorganisasian kelas seperti interaksi dalam proses pembelajaran di kelas, upacara bendera, apel pagi, ibadah singkat sebelum memulai dan mengakhiri pembelajaran sedangkan kegiatan ekstra sekolah meliputi kegiatan pramuka, olah raga, dan seni budaya. Adapun dua kegiatan ini sangat bermanfaat bagi siswa karena lewat perencanaan kegiatan yang baik maka guru dapat mendidik siswa untuk menjadi pribadi yang berkarakter.
- Research Article
2
- 10.25273/citizenship.v6i2.3305
- Oct 31, 2018
- Citizenship Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan
- Siska Diana Sari
<p class="StyleE-JournalKeywordsNotItalic">Bisnis klinik kecantikan berkembang pesat, namun penyelenggaraannya harus disertai pemenuhan hak dan kewajiban bagi stakeholder yang terkait. Artikel ini bertujuan untuk membahas perlindungan hukum bagi pengguna klinik kecantikan estetika dalam perspektif hak konstitusional warga negara. Kajian dilakukan dengan metode kualitatif normatif pada peraturan perundang-undangan dan referensi tentang klinik kecantikan estetika di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlindungan hak konstitusional warga negara pada pelayanan di klinik kecantikan estetika di Indonesia meliputi hak jaminan perlindungan dan kepastian hukum sesuai dengan Undang Undang Dasar 1945 Pasal 28D ayat 1 yaitu dan 28H ayat 1 terkait hak kesehatan serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan. Tanggung jawabnya terdapat pada pemerintah, pemenuhannya dengan Instrumen hukum dan lembaga negara yang berwenang pada tahapan perijianan, penyelenggaraan, pembinaan, pengawasan, monitoring dan evaluasi dalam penyelenggaraan klinik kecantikan estetika. Sedangkan klinik kecantikan estetika berkewajiban memenuhi perlindungan hukum terhadap kesalahan, resiko, produk dan profesional. </p>
- Research Article
1
- 10.25273/citizenship.v6i2.3156
- Oct 31, 2018
- Citizenship Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan
- Ani Sulianti
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui revitalisasi Pendidikan Pancasila dalam pembentukan <em>life skill</em> mahasiswa. Jenis penelitian yaitu penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: revitalisasi Pendidikan Pancasila dalam pembentukan <em>life skill</em> ditunjukkan dengan adanya perubahan sikap yang telah mengaplikasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari melalui aspek <em>personal skill, academic skill, social skill, and vocational skill</em>, sehingga menghasilkan pendidikan yang berkualitas dalam pembentukan <em>life skill</em> mahasiswa.
- Research Article
3
- 10.25273/citizenship.v6i1.1880
- May 28, 2018
- Citizenship Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan
- Sutrisno Asyafiq
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gagasan pendidikan kewarganegaraan global serta peran pendidikan kewarganegaraan dalam membangun warga negara global. Penelitian ini merupakan penelitian studi literatur yang menganalisis berbagai teori tentang kewarganegaraan global dan pendidikan kewarganegaraan yang ada di Indonesia. Berdasarkan hasi penelitian menunjukkan bahwa Warga negara global merupakan bentuk pelaksanaan sistem kewarganegaraan yang mencangkup beberapa hak dan kewajiban dasar warga negara secara global. Warga negara global tentu harus disiapkan secara langsung khusunya pada jenjang sekolah dasar maupun sekolah menengah bahkan sampai perguruan tinggi. Melalui proses pendidikan kewarganegaraan yang diajarkan diharapkan mampu menstranformasikan nilai-nilai dasar warga negara global dalam berkehidupan bermasyarakat dan bernegara. Sehingga akan mampu menyelesaikan berbagai permasalahan maupuan konflik serta isu-isu yang terjadi secara global</p>
- Research Article
- 10.25273/citizenship.v6i1.1903
- May 28, 2018
- Citizenship Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan
- Lisa Retnasari + 1 more
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan (1) proses, (2) strategi, (3) faktor pendukung dan penghambat dalam pembiasaan karakter kewarganegaraan di SMP Muhammadiyah Boarding Yogyakarta. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, dokumentasi, dan wawancara. Subjek penelitian terdiri atas ketua yayasan, kepala sekolah, guru mata pelajaran, pembina asrama, dan pembina ekstrakurikuler di SMP Muhammadiyah Boarding School Yogyakarta. Keabsahan data diperoleh dengan teknik trianggulasi sumber. Analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data induktif dari Miles dan Huberman dengan langkah-langkah: pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan pengambilan keputusan. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) proses pembiasaan karakter kewarganegaraan di SMP Muhammadiyah Boarding School Yogyakarta dilakukan secara menyeluruh (<em>holistic</em>), melalui proses kegiatan pembelajaran, kultur sekolah, kegiatan ekstrakurikuler, dan kegiatan bermasyarakat; (2) strategi pembiasaan karakter kewarganegaraan di SMP Muhammadiyah Boarding School Yogyakarta dilaksanakan melalui pemberian nasihat, pembiasaan akhlak yang baik, adanya penghargaan dan sanksi, serta keteladanan guru (ustaz/ustazah); dan (3) faktor pendukung pembiasaan karakter kewarganegaran terdiri atas faktor internal dan eksternal. Faktor internal berupa tata tertib dan kultur sekolah, dukungan dan kerja sama yang baik antarseluruh warga sekolah, dan dukungan orang tua, serta faktor eksternal berupa dukungan dan kerja sama antar pihak sekolah dan masyarakat. Faktor penghambat terdiri atas minimnya sarana dan prasarana, jumlah proporsi yang tidak seimbang antara jumlah pembina dan peserta didik, pembiayaan, dan karakter peserta didik dengan latar belakang keluarga yang berbeda.
- Research Article
2
- 10.25273/citizenship.v6i1.1845
- May 28, 2018
- Citizenship Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan
- Taufan Abiyuna + 1 more
<p>Pendidikan toleransi merupakan upaya edukasi bagi warga negara agar mampu hidup bersama dalam keberagaman untuk menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan potensi disintegrasi bangsa Indonesia. Purwakarta merupakan salah satu daerah kabupaten di Jawa Barat yang menyadari pentingnya toleransi dalam pendidikan formal. Maka pemerintah Purwakarta mengeluarkan program Pendidikan Berkarakter yang ditandai dengan Peraturan Bupati Nomor 69 Tahun 2015 sebagai upaya pelembagaan toleransi siswa. SMP Negeri 1 Purwakarta sebagai penyelenggara pendidikan formal menjadi tempat yang mengimplementasikan Pendidikan berkarakter untuk melembagakan nilai-nilai toleransi bagi siswanya yang beragam. Program ini diimplementasikan dalam tiga basis yaitu dalam pembelajaran di kelas, dalam ekstrakurikuler, dan dalam pembiasaan sekolah.</p><p> </p>