Abstract

Indonesia adalah negara berada dalam jalur gempa teraktif di dunia. Kondisi rentan bencana disebabkan karena Indonesia berada dalam lingkaran api (ring of fire) Pasifik dan berada di atas tiga tumbukan lempeng benua. Pelatihan penanganan bencana sudah seyogianya menjadi prioritas untuk daerah yang rawan bencana. Dengan cakupan wilayah yang luas maka pelatihan untuk mempersiapkan pelatih agar mampu menangani bencana sangat penting. Usaha Yayasan Happy Heart bekerjasama dengan Universitas Pelita Harapan mengadakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Nusa Tenggara Barat dengan program Training of Trainer (TOT) Perencanaan Mitigasi Bencana sangat penting untuk membantu perencanaan mitigasi bencana. Kegiatan ini diadakan di SD Arrahman Dusun Kecinan Desa Malaka Kec. Pamenang Kab. Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat yang mengalami kerusakan parah akabit gempa bumi 15 Agustus 2018. Gedung sekolah yang rusak karena dampak gempa sudah selesai dibangun oleh Yayasan Happy Heart tahun 2019. TOT ini diharapkan mampu menghasilkan para pelatih yang kompeten merencanakan mitigasi bencana. Jumlah peserta 5 orang dan dilaksanakan dalam dua hari dengan variasi metode yang menyeluruh mulai dari ceramah, diskusi, simulasi, praktik komputer hingga praktek lapangan. Berdasakan evaluasi yang dilakukan secara umum pelatihan berlangsung dengan baaik dan bermanfaat bagi peserta untuk mendukung program sekolah siaga bencana disekolah yang sudah dibangun Happy Heart yang pada umumnya berada pada daerah rawan bencan

Full Text
Paper version not known

Talk to us

Join us for a 30 min session where you can share your feedback and ask us any queries you have

Schedule a call

Disclaimer: All third-party content on this website/platform is and will remain the property of their respective owners and is provided on "as is" basis without any warranties, express or implied. Use of third-party content does not indicate any affiliation, sponsorship with or endorsement by them. Any references to third-party content is to identify the corresponding services and shall be considered fair use under The CopyrightLaw.