Year Year arrow
arrow-active-down-0
Publisher Publisher arrow
arrow-active-down-1
Journal
1
Journal arrow
arrow-active-down-2
Institution Institution arrow
arrow-active-down-3
Institution Country Institution Country arrow
arrow-active-down-4
Publication Type Publication Type arrow
arrow-active-down-5
Field Of Study Field Of Study arrow
arrow-active-down-6
Topics Topics arrow
arrow-active-down-7
Open Access Open Access arrow
arrow-active-down-8
Language Language arrow
arrow-active-down-9
Filter Icon Filter 1
Year Year arrow
arrow-active-down-0
Publisher Publisher arrow
arrow-active-down-1
Journal
1
Journal arrow
arrow-active-down-2
Institution Institution arrow
arrow-active-down-3
Institution Country Institution Country arrow
arrow-active-down-4
Publication Type Publication Type arrow
arrow-active-down-5
Field Of Study Field Of Study arrow
arrow-active-down-6
Topics Topics arrow
arrow-active-down-7
Open Access Open Access arrow
arrow-active-down-8
Language Language arrow
arrow-active-down-9
Filter Icon Filter 1
Export
Sort by: Relevance
  • Research Article
  • 10.1016/j.str.2025.12.007
Bacillus subtilis MutL samples multiple conformations during nucleotide binding and hydrolysis
  • Dec 1, 2025
  • Structure
  • Javier Rodríguez González + 4 more

  • Research Article
  • 10.1016/j.str.2025.12.008
Cross-linking mass spectrometry and structural modeling identifies compact conformation of DENV NS2B cofactor region bound to NS3
  • Dec 1, 2025
  • Structure
  • Zheng Ser + 14 more

  • Research Article
  • 10.1016/j.str.2024.12.006
AI decodes CNNM Na+/Mg2+ exchange
  • Jan 1, 2025
  • Structure
  • Thushara Nethramangalath + 1 more

  • Research Article
  • 10.1016/j.str.2024.12.003
Cryoelectron microscopy with elemental sensitivity
  • Jan 1, 2025
  • Structure
  • Hannah Ochner + 1 more

  • Research Article
  • 10.1016/j.str.2024.12.005
Lysozyme revisited
  • Jan 1, 2025
  • Structure
  • Esko Oksanen

  • Research Article
  • 10.31000/civil.v6i2.12566
ANALISA PENJADWALAN PROYEK PEMBANGUNAN APARTEMEN MENGGUNAKAN METODE CPM (CRITICAL PATH METHOD)
  • Dec 4, 2024
  • Structure
  • Cut Adinda Nathasia + 2 more

Peningkatan peduduk di Kota Tangerang berbanding terbalik dengan ketersedian lahan pada kota ini, oleh karena itu proyek permbangunan tempat tinggal dibuat menjadi kearah vertikal atau dikenal dengan apartermen. Dalam suatu proyek konstruksi, proses penjadwalan adalah salah satu faktor penting penentu berhasil atau tidaknya proyek konstruksi tersebut. Tingkat kerberhasilan suatu proyek dapat dilihat dari waktu yang efektif, besar biaya yang efisien, dan mutu yang tepat pada produk yang dicapai. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui jaringan kerja dan jalur kritis pada proyek pembangunan apartemen Elevee Penthouse & Residences. Metode yang digunakan adalah metode CPM (Critical Path Method). Dengan metode ini diharapkan dapat mengetahui berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pembangunan proyek tersebut dan memperhitungkan kemungkinan percerpatan waktu pelaksanaannya. Metode CPM dapat digunakan sebagai analisis untuk proyek yang sedang berjalan dan untuk mengetahui keadaan proyek kedepan. Berdasarkan S-curve proyek terserbut sudah berjalan hingga minggu ke 68 dengan progress 37,020%. Namun aktualnya pada minggu tersebut progress hanya mencapai 36,437% dengan deviasi -0,584%, khususnya di tower 2 pada pekerjaan instalasi precast façade lantai 10 memiliki deviasi sebesar -1,136% dan pada pekerjaan finishing lantai ground floor memiliki deviasi sebesar -0,012%. Durasi yang dijadwalkan proyek untuk tower 2 adalah 2448 hari, namun secara aktual mengalami keterlambatan 125 hari sehingga diestimasi proyek akan selesai dalam durasi 2573 hari. Setelah dievaluasi dan dianalisis dengan mengimplementasikan metoda CPM, proyek tersebut dapat diselesaikan dalam waktu 2520 hari, artinya proyek dapat dikerjakan lebih cepat 53 hari, dengan jalur kritis berada pada aktivitas A – B – F – G – H – I – K – N – O – Q – R – T – U dengan efisiensi waktu proyek sebesar 24%.

  • Research Article
  • 10.31000/civil.v6i2.12920
REVIEW DISAIN STRUKTUR ATAS GEDUNG RECORD CENTER
  • Dec 4, 2024
  • Structure
  • Kasmila Wati + 1 more

Berkembangnya teknologi pada bidang konstruksi yang mempunyai tujuan untuk mendapatkan struktur yang kuat, aman dan murah. Baja adalah salah satu struktur yang digunakan sebagai alternatif pilihan para perencana dalam dunia konstruksi bangunan. Dalam merencanakan bangunan banyak faktor yang harus diperhatikan, terutama pada kekuatan, estetika, dan ekonomis dalam perencanaan serta pelaksanaannya. Tujuan penelitian tugas akhir ini untuk mengetahui ukuran elemen struktur honeycomb/ castellated beam baru pengganti elemen struktur lama hasil review disain pada gedung record center dan untuk mengetahui efisiensi penggunaan profil balok dan rafter standar dibandingkan menggunakan profil honeycomb/ castellated beam. Metode penenlitian yang digunakan pada proses penelitian Tugas Akhir ini adalah analisa struktur perencanaan gedung record center menggunakan software Midas dengan analisa 3-Dimensi yang dimodelkan sebagai frame 3-Dimensi. Setelah anlisis yang telah dilakukan didapat bahwa elemen struktur profil balok dan rafter yang awalnya menggunakan profil IWF menjadi profil honeycomb/ castellated beam dan mendapatkan efisiensi sebesar 48% pada balok dan 44% pada rafter dan untuk perbandingan harga baja untuk pemodelan awal dengan harga Rp 1,128,485,821.76 dan untuk perubahan pemodelan degan harga Rp 798,770,765.76 didapat sebesar 29% selisih perbandingan harga pada dari 2 pemodelan. Kata kunci: Analisis Struktur, Baja, Honeycomb/ Castellated beam

  • Journal Issue
  • 10.31000/civil.v6i2
  • Dec 4, 2024
  • Structure

  • Supplementary Content
  • 10.1016/j.str.2024.11.001
A finger that gets in the way: When binding isn’t just about the bound state
  • Dec 1, 2024
  • Structure
  • David Neuhaus + 1 more

  • Supplementary Content
  • 10.1016/j.str.2024.11.002
Does the structure of transthyretin amyloid fibrils vary depending on the organ of accumulation?
  • Dec 1, 2024
  • Structure
  • Mineyuki Mizuguchi