Year Year arrow
arrow-active-down-0
Publisher Publisher arrow
arrow-active-down-1
Journal
1
Journal arrow
arrow-active-down-2
Institution Institution arrow
arrow-active-down-3
Institution Country Institution Country arrow
arrow-active-down-4
Publication Type Publication Type arrow
arrow-active-down-5
Field Of Study Field Of Study arrow
arrow-active-down-6
Topics Topics arrow
arrow-active-down-7
Open Access Open Access arrow
arrow-active-down-8
Language Language arrow
arrow-active-down-9
Filter Icon Filter 1
Year Year arrow
arrow-active-down-0
Publisher Publisher arrow
arrow-active-down-1
Journal
1
Journal arrow
arrow-active-down-2
Institution Institution arrow
arrow-active-down-3
Institution Country Institution Country arrow
arrow-active-down-4
Publication Type Publication Type arrow
arrow-active-down-5
Field Of Study Field Of Study arrow
arrow-active-down-6
Topics Topics arrow
arrow-active-down-7
Open Access Open Access arrow
arrow-active-down-8
Language Language arrow
arrow-active-down-9
Filter Icon Filter 1
Export
Sort by: Relevance
  • Open Access Icon
  • Research Article
  • 10.26539/pcr.722659
Family Economic Status and Parental Involvement: Educating Parents using School-Family Partnerships for Student Success in School Context
  • Oct 14, 2025
  • Psychocentrum Review
  • Fika Ayu Gustiyani Putri + 1 more

This article explores the relationship between family economic status and parental involvement in supporting student success through effective school-family partnerships. Using a qualitative literature review approach, the authors analyzed 29 selected studies 20 qualitative and 9 quantitative published within the past decade. The review reveals that family economic status significantly influences the level and quality of parental involvement in children’s education. Parents from low-income families often face barriers such as limited time, knowledge, and resources, while those from higher economic backgrounds may display selective involvement due to reliance on external support systems. The study highlights that both extremes of economic status can result in reduced collaboration between parents and schools, ultimately affecting student outcomes. The paper emphasizes the importance of teachers’ and counselors’ roles in fostering inclusive, culturally responsive partnerships that bridge economic disparities. By integrating insights from family-systems and school-based counseling perspectives, the study advocates for collaborative models that empower parents regardless of their socioeconomic conditions. The authors conclude that sustainable school-family partnerships can enhance students’ academic achievement, emotional well-being, and long-term development through equitable access to support and engagement

  • Open Access Icon
  • Research Article
  • 10.26539/pcr.713376
Coping Strategies Inventory (CSI): Sebuah Alat Ukur Strategi Coping dalam Menghadapi Stres Pada Mahasiswa
  • Mar 30, 2025
  • Psychocentrum Review
  • Tri Windi Oktara

Penelitian ini mengevaluasi sebuah skala yang diadaptasi dari Tobin et al. pada tahun 1989 untuk menilai berfokus pada masalah dan emotion-focused coping atau coping yang berfokus pada problem-focused coping atau coping yang berfokus pada masalah dan emotion-focused coping atau coping yang berfokus pada emosi. Pengambilan sampel secara random sampling atau secara acak 181 mahasiswa .Analisis data menggunakan Rasch Model untuk menguji sifat-sifat psikometrik dari CSI. Hasil analisis validitas dan reliabilitas menunjukkan bahwa butir pada CSI versi Indonesia valid dan sangat reliabel. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa CSI memenuhi aspek pengukuran psikometrik, dengan nilai reliabilitas item sangat bai (0,98) dan reliabilitas person baik (0,79). Selanjutnya, hasil tersebut diperkuat dengan nilai Principa; Component Analysis (PCA) terhadap residual sebesar 37.32%. Semua item dalam CSI memiliki nilai outfit MNSQ dan Point Measure Correlation sesuai dengan kriteria ideal yang ditetapkan 0.5 > MNSQ < 1.5 dan PTMEA Corr = >0.40. Dengan kata lain bahwa CSI valid dan reliabel untuk mengukur individu dengan problem-focused coping atau coping yang berfokus pada masalah dan emotion-focused coping atau coping yang berfokus pada emosi (mulai dari sangat berat sampai dengan normal) pada mahasiswa.

  • Open Access Icon
  • Research Article
  • 10.26539/pcr.713889
Pengaruh Dukungan Sosial Terhadap Kesejahteraan Psikologis Dengan Efikasi Diri Sebagai Variabel Mediator Pada Mahasiswa
  • Mar 30, 2025
  • Psychocentrum Review
  • Nurhalijah Nasution + 2 more

Mahasiswa yang sedang menyelesaikan skripsi sering menghadapi tekanan akademik yang tinggi, baik dari tuntutan akademik, ekspektasi pribadi, maupun lingkungan sosial, yang dapat berdampak negatif pada kesejahteraan psikologis mereka. Jika kesejahteraan psikologis terganggu, mahasiswa berisiko mengalami stres berlebihan, kecemasan, bahkan burnout, yang dapat menghambat proses penyelesaian skripsi. Oleh karena itu, penting untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang dapat mendukung kesejahteraan psikologis mahasiswa, seperti dukungan sosial dan efikasi diri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pengaruh dukungan social terhadap kesejahteraan psikologis dengan efikasi diri sebagai variable mediator pada mahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, Metode mengumpulkan data melalui skala dukungan sosial, kesejahteraan psikologis, efikasi diri. Respon dalam penelitian ini berjumlah 280 mahasiswa, diperoleh melalui Teknik purposive sampling. Data dianalisis menggunakan Teknik Structural Equation Sampling (SEM) menggunakan dengan SmartPLS. Hasil menunjukkan efikasi diri memiliki pengaruh signifikan dan kuat terhadap kesejahteraan psikologis. Sama halnya dengan dukungan sosial yang berpengaruh signifikan terhadap efikasi diri. Selain itu, efikasi diri juga berperan sebagai mediator dalam hubungan antara dukungan sosial dan kesejahteraan psikologis, artinya efek mediasi ini berfungsi dan efektif.

  • Open Access Icon
  • Research Article
  • 10.26539/pcr.713801
Efektivitas Pelatihan Self Acceptance Pada Guru Dalam Menghadapi Kurikulum Merdeka di Kecamatan Medan Baru
  • Mar 29, 2025
  • Psychocentrum Review
  • Anggraini Sahrani + 2 more

Perubahan kurikulum saat ini begitu pesat, hal ini mengakibatkan banyaknya dampak positif maupun negatif yang bermunculan terkait self acceptance pada guru yang mengalami kebingungan dan kesulitan yang menyebabkan mudahnya putus asa, bosan, jenuh dan lelah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas pelatihan self acceptance pada guru dalam menghadapi perubahan Kurikulum Merdeka. Penelitian ini dilaksanakan di TK Swasta Al-Muttaqien sebanyak 30 guru, yang dibagi menjadi kelompok eksperimen dan kontrol. Metode penelitian ini adalah Eksperiemen, jenis penelitian adalah Quasi-experiment dengan desain Nonequivalent Control Group Design (pretest-posttest control group design). Variabel yang di teliti adalah self acceptance. hasil uji normalitas dari Post-Test Kelas Kontrol menunjukkan Nilai signifikansi KolmogorovSmirnov 0,054 > 0,05, dan nilai signifikansi Shapiro-Wilk 0,018 > 0,05, menunjukkan data distribusi tidak normal. Dari hasil analisis menggunakan Mann-Whitney Test kelas Post-test Eksperimen menunjukan Mean Rank 21,93 sedangkan kelas posttest Kontrol dimana mean rank sebesar 9.07 artinya ada perbedaan yang signitifan, Asymp.Sig. (2-tailed) bernilai 0,001. Karena nilai 0,001 lebih kecil dari < 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa “Ha diterima”.

  • Open Access Icon
  • Research Article
  • 10.26539/pcr.631365
Supervisi Bimbingan dan Konseling dalam Peningkatan Pengembangan Profesional Konselor
  • Dec 7, 2024
  • Psychocentrum Review
  • Rhahima Zakia + 2 more

Sebagai tenaga profesional yang memegang peranan penting dalam pembinaan peserta didik, konselor sekolah dituntut untuk memiliki kompetensi yang memadai dan terus meningkatkan mutu profesionalitasnya agar dapat memberikan pelayanan yang terbaik sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Supervisi yang tepat sasaran dan efektif merupakan salah satu faktor penting yang dapat mendukung peningkatan kompetensi tersebut, berperan sebagai proses pembinaan yang mendorong konselor untuk mengembangkan keterampilan, memperbaiki metode kerja, serta menambah pengetahuannya dalam memberikan layanan konseling. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh supervisi bimbingan dan konseling terhadap pengembangan profesi konselor di Sumatera Barat. Dengan menggunakan metode kuantitatif, penelitian ini melibatkan 113 guru bimbingan dan konseling/konselor yang tersebar di sekolah-sekolah di Sumatera Barat sebagai sampel. Data dikumpulkan melalui dua instrumen angket, yaitu angket supervisi bimbingan dan konseling dengan reliabilitas butir sebesar 0,91 dan angket pengembangan profesi konselor dengan reliabilitas butir sebesar 0,92, yang selanjutnya dianalisis menggunakan regresi linier untuk melihat pengaruh supervisi terhadap pengembangan profesionalitas konselor. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa supervisi yang efektif dapat meningkatkan pengembangan profesi konselor dalam layanan bimbingan dan konseling.

  • Open Access Icon
  • Research Article
  • 10.26539/pcr.632320
Pengembangan Instrumen Kemandirian Remaja Menggunakan Analisis Rasch Model
  • Dec 6, 2024
  • Psychocentrum Review
  • Anisah Tanjung + 2 more

Kemandirian remaja merupakan hal yang sangat penting dalam proses menuju manusia yang dewasa. Kemandirian dibangun mulai dari diri sendiri dan juga lingkungan. Lingkungan yang memadai akan meningkatkan kemandirian remaja. Salah satu lingkungan yang mendukung kemandirian remaja adalah pesantren. Alat ukur yang valid dan reliabel dibutuhkan untuk mengukur tingkat kemandirian remaja. Sebelum alat ukur tersebut digunakan untuk mengetahui tingkat kemandirian remaja, alat ukur tersebut perlu diuji terlebih dahulu. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur validitas dan reliabilitas instrumen kemandirian remaja berdasarkan teori Stenberg yang mengatakan bahwa kemandirian remaja terdiri dari tiga aspek yaitu kognitif, perilaku, dan emosional. Penelitian ini dilakukan di pada 39 partisipan dari santriwan dan santriwati yang ada di Jawa Barat menggunakan desain penelitian cross sectional survey. Hasil pengumpulan data kemudian dianalisis melalui rasch model menggunakan aplikasi winstap 3.73. Hasil penelitian menunjukkan bahwa item reliabilty termasuk dalam kategori istimewa, sehingga instrumen ini dapat dijadikan salah satu alat pengukuran kemandirian remaja di pesantren. Rekomendasi bagi penelitian selanjutnya adalah mencari sampel yang lebih banyak agar instrumen yang dibuat dapat digunakan secara komprehensif.

  • Open Access Icon
  • Research Article
  • 10.26539/pcr.633354
Challenging Norms: Marital Satisfaction and Diverging Priorities of Voluntarily Child-Free and Parenting Couples in A Pronatalist Society
  • Dec 6, 2024
  • Psychocentrum Review
  • Rheena Allana Ferrer + 6 more

This study explored the impact of parental status on marital satisfaction and quality of life among parenting and child-free couples. Using an explanatory sequential mixed-methods design, 412 participants from the Greater Manila Area participated in the quantitative phase, and 20 participants were involved in the qualitative phase. Married individuals aged 25-50 years, married for at least two years, were included. The ENRICH Marital Inventory and WHOQOL-BREFwere used to measure marital satisfaction and quality of life, respectively, with semi-structured interviews adding depth to the findings. Quantitative results showed that having children positively influenced marital satisfaction, with parenting couples reporting higher satisfaction than child-free couples. Additionally, the number of children and length of marriage were positively associated with marital satisfaction, while age had a slight negative effect. Monthly income did not have a direct effect on marital satisfaction, but its relationship with quality of life weakened as income increased. The qualitative findings highlighted different priorities: parenting couples focused on their children’s future and often suppressed conflict to maintain family harmony, while child-free couples prioritized financial independence, travel, and open communication. These findings provide valuable insights for couples making decisions about parenthood, offering a clearer understanding of the factors influencing marital satisfaction and quality of life.

  • Open Access Icon
  • Research Article
  • 10.26539/pcr.633161
Adaptasi Alat Ukur Skala Kemandirian Pembelajaran Elektronik Pada Mahasiswa di Indonesia
  • Dec 6, 2024
  • Psychocentrum Review
  • Meidina Amalia + 1 more

The aim of this study was to evaluate the psychometric properties and feasibility of the e-Learning Autonomy Scale (e-LAS) when adapted for use in an Indonesian context, specifically focusing on students involved in electronic-based learning. This study used convenience sampling technique with a total sample of 188 participants who are students in Indonesian higher education and participate in e-learning. The data analysis performed was reliability testing using the SPSS programme and validity testing with CFA using JASP software. The reliability test, conducted using Cronbach's alpha, produced a result of 0.789, deemed acceptable by DeVellis (1991) criteria. To establish validity evidence for the adapted e-LAS measuring instrument, a multifacete approach was undertaken by the researchers. This involved gathering evidence through expert review, cognitive interviews, confirmatory factor analysis, and convergent analysis. The findings indicate that the adapted Indonesian version of the e-LAS exhibits acceptable reliability and is supported by strong validity evidence, affirming its effectiveness in measuring learning autonomy among students engaged in electronic-based learning in the Indonesian context.

  • Open Access Icon
  • Research Article
  • 10.26539/pcr.633438
How Emotional Intelligence and Adversity Quotient Impact Organizational Citizenship Behavior: A Meta-Analysis
  • Dec 6, 2024
  • Psychocentrum Review
  • Sulistiasih Sulistiasih + 2 more

Every organization wants to survive and develop. Therefore, extra-role behavior, commonly called organizational citizenship behavior (OCB), is required. OCB is absolutely essential for both personal and organizational dynamics. Hence, the objective of this investigation is to ascertain the impact of emotional intelligence (EI) and adversity quotient (AQ) on OCB. This investigation employs quantitative methodologies grounded in a literature review, which are then subjected to meta-analysis. 16 pertinent articles were selected from Scopus, SINTA, and Google Scholar between 2018 and 2024 to conduct a literature review. Meta-analysis using JASP 0.8 4.0 software found that EI and AQ significantly affected OCB, with a correlation coefficient (r) = 0.373 and 0.337 at p-value < 0.01. EI has a stronger influence on OCB than AQ. In addition, this research does not show publication bias, so the publications reviewed genuinely reflect the actual situation. This evidence confirms and strengthens previous relevant research used as the basis of the meta-analysis and offers new things regarding the influence of EI and AQ that significantly influence OCB. Therefore, the findings deserve further discussion among researchers and practitioners in the future

  • Open Access Icon
  • Research Article
  • 10.26539/pcr.623114
Pribadi JUARA: Pelatihan Resiliensi untuk peningkatan Kesejahteraan Psikologis Pekerja Migran Indonesia
  • Nov 7, 2024
  • Psychocentrum Review
  • Yovita Ramos Marbun + 1 more

Pekerja Migran Indonesia (PMI) memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian Indonesia, meski dalam dinamika pekerjaannya menghadapi lingkungan yang penuh tekanan di negara tujuan. Pengembangan strategi yang efektif berupa pelatihan dibutuhkan untuk meningkatkan resiliensi dan kesejahteraan psikologis PMI. Studi ini menguji efektivitas pelatihan resiliensi dalam meningkatkan kesejahteraan psikologis calon PMI di Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) X. Pelatihan resiliensi diberikan kepada 20 calon PMI dengan rentang usia antara 18-28 tahun yang dipilih berdasarkan berdasarkan hasil pre-test. Peneliti menggunakan skala Connor-Davidson Resilience Scale (CD-RISC) dan The Ryff Scale of Psychological Well-being (RPWB) dengan desain eksperimen quasiexperimental one-group pretest-posttest. Setelah dilakukan analisis data menggunakan paired t-test, diketahui terdapat perbedaan mean sebelum dan sesudah pelatihan baik pada resiliensi (t=-3.55, p<0.05) maupun kesejahteraan psikologis (t=-12.15, p<0.05). Dengan demikian, pelatihan resiliensi dapat meningkatkan resiliensi dan aspek-aspek kesejahteraan psikologis, seperti penerimaan diri, hubungan positif, kemandirian, penguasaan lingkungan, tujuan hidup, dan pengembangan pribadi. Berdasarkan studi ini, LPK perlu memberikan pembekalan psikologis terkait resiliensi dan kesejahteraan psikologis kepada PMI agar PMI dapat menyesuaikan diri serta bertahan menghadapi tekanan saat bekerja di luar negeri.