- Research Article
- 10.21831/jsd.v12i2.65323
- Oct 31, 2023
- Jurnal Sains Dasar
- Lutfiah Nur Hidayah + 1 more
Perilaku menggunakan masker menjadi salah satu perubahan perilaku dampak dari pandemi COVID-19. Hal tersebut berdampak pula pada peningkatan timbunan limbah masker, terutama masker sekali pakai. Timbunan limbah tersebut dapat menyebabkan terjadinya pencemaran lingkungan, mengganggu organisme hidup, maupun menyebabkan masalah kesehatan. Masker sekali pakai umumnya menggunakan bahan utama yaitu polipropilen yang memiliki sifat sulit terurai. Oleh karena itu diperlukan suatu upaya degradasi yang efisien yaitu dengan biodegradasi yang memanfaatkan mikroorganisme sebagai agen degradasi, salah satunya yaitu bakteri. Penelitian ini menggunakan sampel berupa isolat bakteri limbah masker dari TPA Piyungan. Tahapan yang dilakukan diantaranya yaitu skrining bakteri pendegradasi polipropilen dan identifikasi bakteri yang terseleksi dengan melakukan karakterisasi (morfologi, biokimia, dan uji pertumbuhan). Data karakterisasi digunakan untuk identifikasi bakteri pada tingkat genus menggunakan metode profile matching berdasarkan karakter kunci dengan mengacu pada Bergey’s Manual Determinative Bacteriology serta jurnal ilmiah yang relevan dengan topik penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis bakteri yang terdapat pada limbah masker dari TPA Piyungan yang berpotensi dalam mendegradasi polipropilen diantaranya yaitu bakteri Micrococcus sp. dan Streptococcus sp.. Kemudian, bakteri Micrococcus sp. memiliki kemampuan palig baik dalam mendegradasi polipropilen dengan zona bening yang terbentuk sebesar 1,73 mm.
- Research Article
- 10.21831/jsd.v12i2.67232
- Oct 31, 2023
- Jurnal Sains Dasar
- Maharani Andita Mayangsari + 1 more
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi cara operasional pengelolaan sampah di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Piyungan dan mengidentifikasi dampak pengelolaan sampah di TPA Piyungan terhadap kualitas udara dan tanah di sekitarnya. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif. Penelitian dilakukan di Tempat Pemrosesan Akhir Piyungan, Kabupaten Bantul dan sampel diujikan di laboratorium Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Yogyakarta dan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Yogyakarta. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis pencocokan (matching) dan analisis deskriptif. Analisis pencocokan dilakukan terhadap hasil pengujian sampel udara dan tanah dengan baku mutu yang berlaku. Analisis deskriptif digunakan untuk menjelaskan dan menginterpretasikan hasil uji laboratorium kualitas udara dan tanah dengan baku mutu standar, apakah terdapat pengaruh dari pengelolaan sampah terhadap kualitas udara dan tanah di sekitar TPA Piyungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Operasional pengelolaan sampah di TPA Regional Piyungan meliputi pencatatan truk masuk, penimbangan sampah, penurunan sampah, penimbunan sampah, perataan sampah, pemadatan sampah, dan penimbunan dengan tanah penutup; (2) Pengelolaan sampah di TPA Regional Piyungan yang menggunakan metode sanitary landfill berpengaruh terhadap kualitas udara dan tanah di lingkungan sekitarnya, namun pengaruhnya masih berada di bawah baku mutu yang diperbolehkan.
- Research Article
- 10.21831/jsd.v12i2.64751
- Oct 31, 2023
- Jurnal Sains Dasar
- Karin Annisa Firdaus + 1 more
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui model matematika dari dinamika kecanduan media sosial TikTok pada mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) angkatan 2019 dan menggunakan model tersebut untuk memprediksi dinamika kecanduan selama 1 tahun ke depan. Penelitian dilakukan dengan menggunakan pemodelan matematika SA1A2R (Susceptible Addicted 1, Addicted 2, Recoverred) yang merupakan adaptasi dari model epidemi SIR (Susceptible Infected Recovered). Simulasi dari model dibandingkan dengan kondisi saat ini dan jika tidak terdapat kesesuaian di antara keduanya maka model akan direvisi. Kondisi saat ini diperoleh dari data yang dijaring menggunakan Google form. Info mengenai link Google form disebarluaskan secara khusus kepada mahasiswa UNY angkatan 2019. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model berupa sistem persamaan diferensial nonlinier berdimensi 4 dengan 4 titik ekuilibrium. Berdasarkan hasil simulasi model, dapat diketahui bahwa tingkat kecanduan 2 saat ini hingga 1 tahun yang akan datang jauh lebih tinggi daripada tingkat kecanduan 1. Sedangkan berdasar analisis kestabilan titik ekuilibrium dapat diketahui bahwa kedua jenis kecanduan bergerak menuju ke 0.
- Research Article
1
- 10.21831/jsd.v12i2.66032
- Oct 31, 2023
- Jurnal Sains Dasar
- Madda Nur Abidin + 1 more
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik, jenis bakteri yang dapat mendegradasi limbah masker nonmedis duckbill hitam berbahan polipropilen, serta aktivitas degradasi polipropilen oleh 10 isolat bakteri pada limbah masker yang ditemukan di pesisir Pantai Parangtritis, DI Yogyakarta dan Tanjung Pasir, Banten. Penelitian dilakukan dengan pengukuran nilai optical density isolat bakteri, uji degradasi zona bening, karakterisasi secara morfologi, fisiologi, serta profile matching dengan karakter bakteri acuan sesuai Bergeys’s Manual of Determinative Bacteriology dan referensi ilmiah pendukung untuk menentukan dugaan genus isolat. Hasil karakterisasi fenotipik dikonstrusikan dengan dendogram untuk mengetahui indeks similaritas. Hasil penelitian diketahui bahwa kemampuan isolat bakteri limbah masker mendegradasi polipropilen dalam kategori sedang (diamater 1,0 – 2,5 mm). Karakter isolat yaitu bakteri gram positif dan negatif; berbentuk coccus dan basil; bakteri dominan tidak membentuk endospora, bentuk semua koloni circular; elevasi flat dan raised; margin undulate, entire, dan lobate; warna putih susu dan putih kekuningan; dan hasil uji biokimia beragam. Hasil dendogram didapatkan 3 jenis (genus) bakteri yaitu Pseudomonas sp., Rhodococcus sp. dan Halomonas sp.
- Research Article
- 10.21831/jsd.v12i2.60735
- Oct 31, 2023
- Jurnal Sains Dasar
- Lili Sugiyarto + 1 more
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon anatomi, fisiologi tanaman pegagan (Centella asiatica L. Urban) terhadap ketinggian tempat yang berbeda di Kulon Progo dan faktor lingkungan yang mempengaruhinya.Penelitian observasi dengan metode purposive samplingini dilakukan di tiga tempat dengan ketinggian 0-400 mdpl, 400-800 mdpl dan 0-800 mdpl. Sampel penelitian ini adalah daun pegagan ke 3-4 dengan ukuran yang relatif sama dengan 3 kali ulangan setiap lokasi. Variabel yang diamati berupa penampang melintang daun, kerapatan stomata, kandungan klorofil (total, a, dan b) dan laju transpirasi pegagan serta faktor lingkungan(mikroklimatik dan edafik). Analisis data menggunakan IBM SPSS 26 dengan teknik varian satu jalur, uji lanjut dengan HSD Tukey, dan analisis korelasi, dan regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi lokasi maka kerapatan sel pada jaringan palisade dan bunga karang (daun menipis), kerapatan stomata adaksial berkurang, kandungan klorofil (total, a, dan b) bertambah. Laju transpirasi pegagan tidak berbeda pada ketiga lokasi. Faktor lingkungan yang berpengaruh secaa signifikan adalah intensitas cahaya, suhu udara, kelembaban tanah, suhu tanah, kelembaban udara, pH dan kecepatan angin.
- Research Article
- 10.21831/jsd.v12i2.61864
- Oct 31, 2023
- Jurnal Sains Dasar
- Dewi Larasati Lupita Sani + 4 more
Abstrak Penelitian ini betujuan untuk mengetahui keanekaragaman Arthropoda pada lahan pertanian cabai rawit (Capsicum frutescens) yang mengaplikasikan pestisida organofosfat dengan lama waktu aplikasi yang berbeda. Lokasi penelitian dilaksanakan di lahan pertanian cabai rawit dengan waktu aplikasi 2 tahun dan 1 tahun di daerah Wonokerto, Turi, Sleman, Yogyakarta. Penelitian dilakukan dengan melakukan survey menggunakan metode observasi untuk melihat keanekaragaman Arthropoda tanah pada lahan pertanian yang mengaplikasikan pestisida. Arthropoda tanah didapatkan dengan metode pitfall trap dan hand sorting. Arthropoda yang ditemui adalah jenis Famili Araneidae, Chrysomelidae, Scarabaeidae, Neanuroidae, Carcinophoridae, Formicidae, Rhinotermitidae, Lithobiidae, Gryllidae, dan Blaberidae. Famili Formicidae adalah jenis Arthropoda tanah yang banyak ditemukan, sedangkan yang paling sedikit dijumpai adalah Famili Neanuridae serta Rhinotermitidae. Famili Carcinophoridae, Famili Rhinotermitidae, dan Famili Blaberidae hanya dijumpai pada lahan yang mengaplikasikan pestisida selama 2 tahun, serta Famili Neanuroidae hanya pada lahan yang mengaplikasikan pestisida selama 1 tahun. Hasil perhitungan indeks keanekaragman Shannon-Wienner menunjukkan bahwa keanekaragaman pada lahan yang mengaplikasikan pestisida selama 2 dan 1 tahun pada tiap pengambilan sampel termasuk pada kategori rendah hingga sedang dengn angka 0,378≤H’≤1,256. Nilai indeks keanekaragaman selanjutnya diuji menggunakan uji T Independent Test. Hasil uji menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan nyata pada angka indeks keanekaragaman untuk lahan yang mengaplikasikan pestisida selama 2 dan 1 tahun.Kata kunci: keanekaragaman, arthropoda, arthropoda tanah, pertanian cabai, pestisida. Abstract This research aims to determine the diversity of arthropods on chili (Capsicum frutescens) farms that apply organophosphate pesticides with different application times. The research was conducted on chili farms with an application time of 2 years and 1 year in Wonokerto, Turi, Sleman, Yogyakarta. This research is a survey research with the observation method to observ the diversity of soil arthropods on agricultural land that applies pesticides. Soil arthropods were obtained by pitfall trap and hand sorting methods. The arthropods found were of the families Araneidae, Chrysomelidae, Scarabaeidae, Neanuroidae, Carcinophoridae, Formicidae, Rhinotermitidae, Lithobiidae, Gryllidae, and Blaberidae. The Formicidae family is the most common type of soil arthropods, while the least common are the Neanuridae and Rhinotermitidae families. The Carcinophoridae, Rhinotermitidae, and Blaberidae families are only found in fields that have applied pesticides for 2 years, and the Neanuroidae family are only found in fields that have applied pesticides for 1 year. The results of the calculation of the Shannon-Wienner diversity index show that the diversity on land that has applied pesticides for 2 and 1 year at each sampling is in the low to medium category with the numbers 0.378≤H'≤1.256. The diversity index value was then tested using the Independent T test. The test results showed that there was no significant difference in the diversity index values for lands that applied pesticides for 2 and 1 year.Keywords: diversity, arthropods, soil arthropods, chili farming, pesticides.
- Research Article
- 10.21831/jsd.v12i2.51355
- Oct 31, 2023
- Jurnal Sains Dasar
- Anjas Arya Bagaswara + 3 more
Capung merupakan jenis serangga yang termasuk dalam ordo odonata yang memiliki habitat di perairan dengan jumlah sekitar 1.287 spesies capung di Indonesia. Brachythemis contaminata merupakan salah satu jenis capung yang mudah ditemukan dengan aktivitas terbang hanya sebentar dan hinggap berlama-lama pada vegetasi di perairan dalam berbagai kondisi lingkungan. Capung Brachythemis contaminata dapat ditemukan bertengger di tepi perairan secara berkelompok sehingga dapat diamati perilaku individu maupun interaksi dengan sesama jenisnya. Jenis capung ini memiliki masa aktif sejak pagi hingga sore hari. Aktivitas yang sering dilakukan oleh capung ini adalah bertengger di ranting, baik pada rawa, savana, ataupun di ranting pepohonan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku alami capung Brachythemis contaminata dan mengetahui persentase tertinggi dari aktivitas yang dilakukan capung Brachythemis contaminata. Pengamatan perilaku capung Brachythemis contaminata dilakukan di Embung Tambakboyo menggunakan teknik sampling ad libitum dan focal sampling pada waktu aktif capung, yaitu rentang pukul 09:00 sampai 15:00 WIB. Dari hasil pengamatan didapatkan hasil bahwa terdapat empat kategori perilaku yang ditemukan yaitu inactive (tidak aktif), active (aktif), food related (makan), dan mating (perilaku kawin). Perilaku dengan frekuensi terlama yang diamati dengan teknik Ad Libitum adalah Obelisk perching. Sedangkan perilaku dengan frekuensi terlama yang teramati dengan teknik Focal Sampling adalah Down-Wing perching.
- Research Article
- 10.21831/jsd.v12i2.43910
- Oct 30, 2023
- Jurnal Sains Dasar
- Dewi Rahmawati + 1 more
Tujuan dari penelitian ini adalah membahas proses penyelesaian Model Program Linear Fuzzy (MPLF) dengan koefisien teknis dan koefisien ruas kanan berbentuk bilangan fuzzy linear turun dan aplikasinya pada masalah optimasi laba UD. Benteng Sanjaya Prambanan untuk menentukan produksi batako, genteng dan paving sehingga diperoleh laba yang optimal diselesaikan dengan metode fuzzy subgradien dan bantuan software Linggo 11.0. MPLF, membentuk fungsi keanggotaan fuzzy goal dan fuzzy constraints dari model MPLF kemudian diiriskan untuk menghasilkan peyelesaian optimal pada fuzzy decision, membentuk MPL dengan menggunakan parameter dan menyelesaikan MPL dengan metode fuzzy subgradien yang digunakan untuk menghasilkan nilai yang terbesar sehingga diperoleh solusi yang layak optimal. Hasil perhitungan dari aplikasi Linggo 11.0 pada masalah optimasi laba UD. Benteng Sanjaya Prambanan yaitu batako sebanyak 0 kali produksi, genteng sebanyak 13 kali produksi, dan paving sebanyak 26 kali produksi sehingga mendapatkan laba sebanyak Rp.1.352.000,00 per hari.
- Research Article
- 10.21831/jsd.v12i1.51369
- Oct 6, 2023
- Jurnal Sains Dasar
- Elsa Aprilia Ningrum + 3 more
The behavioral analysis of weaver ants (Oecophylla smaragdina) was carried out by observing the behavior of weaver ants found on the Bougenville tree located at the researcher's house in the Temon area, Kulonprogo. Observations were made using the Ad Libitum, Scan Sampling, and Behavioral Sampling methods on the behavior of weaver ants (Oecophylla smaragdina) with each method being repeated three times. The purpose of this study was to determine the specific behavior of weaver ants (Oecophylla smaragdina) for 24 hours. The results showed that there were differences in the activity of weaver ants in the morning, afternoon, and evening. In the morning the weaver ants have not done much activity, so the observations show that 44% of weaver ants' activity is inactive. Other activities observed in the morning were walking (28%), communication (20%), and colonizing (8%). During the day observed transport (20.7%), walking into the nest (19%), grooming (17.2%), silence (16.4%), communication (11.2%), walking out of the nest ( 8.6%), colonies (5.2%), and nests (1.7%). In the afternoon the activity of weaver ants was observed to be less than during the day. The most observed activities were silence (36.4%), walking into the nest (24.5%), communication (14.5%), colonizing (11.8%), grooming (9.1%), and entering nest 3.6%. Silent activity is the most observed activity in this observation, resting activity is an important activity carried out by individuals after eating activities.
- Research Article
1
- 10.21831/jsd.v12i1.59156
- Apr 30, 2023
- Jurnal Sains Dasar
- Desti Rahmadian + 2 more
Muntiacus muntjak is a native Southeast Asian mammal, widely distributed in Sumatra, Bangka Belitung, Riau Islands, Java, Bali, Nusa Tenggara, and Kalimantan. Its existence is increasingly threatened by deforestation and habitat degradation. Habitat integrity and the sustainability of forest plant species as a source of feed for deer in the Sermo Wildlife Reserve area need to be maintained, in order to ensure the survival of these animals in their natural habitat. This research’s aims to determine the type of Muntiacus Muntjak feed, describe the distribution pattern of Muntiacus muntjak feed plant species and identify the composition of lower plants in Sermo Wildlife Reserve Area.The method wich used to quantify the structure and composition of vegetation types is systematic random sampling used 46 plots with measuring 1 m x 1 m and 2 m x 2 m for grass and lower plants datas as the material to epidermal analysis and the calculation of the total dry weight. Faecal analysis was conducted at the Wildlife Laboratory, Faculty of Forestry UGM. The distribution of deer feed plant species that have been identified will be processed using ArcView GIS 10.8 based on the coordinates where the feeds species found in Sermo Wildlife Reserve.The results showed that there were 19 species of lower plants identified as deer feed with uniform and clustered species distribution patterns. The community composition of lower plant species in Sermo Wildlife Reserve consists of 93 species from 49 different families.