Year Year arrow
arrow-active-down-0
Publisher Publisher arrow
arrow-active-down-1
Journal
1
Journal arrow
arrow-active-down-2
Institution Institution arrow
arrow-active-down-3
Institution Country Institution Country arrow
arrow-active-down-4
Publication Type Publication Type arrow
arrow-active-down-5
Field Of Study Field Of Study arrow
arrow-active-down-6
Topics Topics arrow
arrow-active-down-7
Open Access Open Access arrow
arrow-active-down-8
Language Language arrow
arrow-active-down-9
Filter Icon Filter 1
Year Year arrow
arrow-active-down-0
Publisher Publisher arrow
arrow-active-down-1
Journal
1
Journal arrow
arrow-active-down-2
Institution Institution arrow
arrow-active-down-3
Institution Country Institution Country arrow
arrow-active-down-4
Publication Type Publication Type arrow
arrow-active-down-5
Field Of Study Field Of Study arrow
arrow-active-down-6
Topics Topics arrow
arrow-active-down-7
Open Access Open Access arrow
arrow-active-down-8
Language Language arrow
arrow-active-down-9
Filter Icon Filter 1
Export
Sort by: Relevance
  • Open Access Icon
  • Research Article
  • Cite Count Icon 1
  • 10.24036/8851412912025867
Schools as Citizenship Laboratories in the Digital Era: A Literature Review
  • Feb 14, 2025
  • Journal of Moral and Civic Education
  • Achmad Robi Afrilihadi + 2 more

Schools function as civic laboratories by utilizing digital technology to instill national values in students, enabling them to promote local culture and traditions through digital media and contribute to a modern national algorithm. This study identifies strategies for integrating digital technology into Pancasila education and examines the role of schools in shaping this national algorithm via social media. Using a systematic literature review, the research focuses on technology-driven citizenship education in the digital era. Findings indicate that schools integrating digital technology into civic education significantly enhance students' understanding of national values. Generation Z actively participates in digital-based civic activities, spreading regional culture, language, and traditions through social media. Teachers, as facilitators of digital citizenship, play a crucial role in shaping students' national identities, particularly in schools with strong technological access. Students receiving digital-based civic education are more proactive in sharing nationalistic content, fostering a national algorithm that boosts national and state awareness among social media users.This research offers practical implications for educators, serving as a guide for integrating digital technology into civic education to develop a national algorithm. It also provides a fresh perspective for Indonesian education policy, advocating the inclusion of digital citizenship in the civic education curriculum to address the challenges and opportunities of the digital era.

  • Open Access Icon
  • Research Article
  • Cite Count Icon 1
  • 10.24036/8851412912025865
Engaging Learning for Environmental Awareness: Integrating Virtual Reality in Ecological Citizenship Education
  • Feb 4, 2025
  • Journal of Moral and Civic Education
  • Dedy Ari Nugroho + 2 more

Virtual reality (VR) technology is increasingly being adopted in education, offering innovative and engaging methods for teaching. This study examines the application of VR-based learning media in Ecological Citizenship education, with a focus on enhancing students' environmental awareness. Through VR, students can engage in interactive simulations that realistically depict various aspects of the environment—from biological dynamics to the impacts of environmental changes. The findings demonstrate that VR not only improves students' technical understanding but also strengthens their attitudes towards environmental conservation through active participation. This research employs a qualitative approach, utilizing in-depth interviews, document analysis, and classroom observations to gather data. However, challenges at Lambung Mangkurat University, such as inadequate technological infrastructure, limited lecturer proficiency in effectively utilizing VR, and the need for curriculum-aligned content, hinder the full implementation of VR-based learning. Based on these results, the study recommends integrating VR into the curriculum as an effective pedagogical tool to foster environmental awareness and prepare future generations to be more responsive to environmental issues.

  • Open Access Icon
  • Research Article
  • 10.24036/8851412912025856
Revitalisasi Nilai-Nilai Kearifan Lokal dalam Civic Culture: Studi Kasus Tradisi Tolak Bala di Kabupaten Buol
  • Jan 29, 2025
  • Journal of Moral and Civic Education
  • Moh Triadityansyah + 2 more

Globalisasi sering kali membawa perubahan sosial yang berdampak pada menurunnya partisipasi masyarakat dalam melestarikan kearifan lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses revitalisasi tradisi Tolak Bala dan kontribusinya terhadap penguatan civic culture, khususnya dalam pelestarian budaya dan penguatan identitas budaya.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, yang bertujuan untuk menggambarkan fenomena sosial secara nyata dan mengungkap karakteristik serta makna dari realitas tersebut. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, dengan informan yang terdiri dari ketua adat, tokoh masyarakat, dan warga di dua desa di Kabupaten Buol. Teknik analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguatan civic culture dalam tradisi Tolak Bala berkaitan dengan beberapa nilai utama: nilai kultural yang meneguhkan identitas lokal, nilai sosial yang memperkuat solidaritas antarwarga, nilai religius sebagai sarana permohonan perlindungan kepada Tuhan, serta nilai intelektual yang mendorong refleksi kritis mengenai hubungan manusia dengan alam dan entitas spiritual. Revitalisasi tradisi ini dilakukan melalui berbagai inisiatif, antara lain: (1) edukasi dan penyuluhan budaya, (2) pengembangan Festival Budaya, (3) dukungan dari pemerintah dan lembaga terkait, (4) pelibatan generasi muda, serta (5) pemanfaatan media sosial untuk memperluas jangkauan informasi dan promosi budaya. Penelitian ini masih terbatas pada konteks Kabupaten Buol, sehingga temuan yang diperoleh belum dapat digeneralisasikan ke daerah lain dengan karakter sosial dan tradisi yang berbeda. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengeksplorasi efektivitas revitalisasi ini dalam konteks yang lebih luas.

  • Open Access Icon
  • Research Article
  • 10.24036/8851412912025846
Analisis Kebutuhan Pengembangan Buku Ajar Berbasis Team Based Project di Mata Kuliah Perkembangan Peserta Didik
  • Jan 27, 2025
  • Journal of Moral and Civic Education
  • Kurnisar Kurnisar + 2 more

Buku ajar merupakan salah satu sumber pembelajaran penting yang perlu terus dikembangkan untuk mendukung metode pembelajaran yang efektif. Salah satu mata kuliah di Universitas Sriwijaya yang membutuhkan pengembangan buku ajar adalah Perkembangan Peserta Didik (PPD). Berdasarkan studi pendahuluan, mahasiswa di seluruh program studi PPKn Universitas Sriwijaya menghadapi kesulitan dalam mendapatkan buku ajar yang sesuai dengan kebutuhan perkuliahan, sehingga memengaruhi hasil belajar mereka. Jika dibiarkan, kondisi ini dapat menghambat pencapaian kompetensi dalam perkuliahan. Penelitian ini menggunakan metode pengembangan ADDIE, yang meliputi: 1) analisis; 2) perancangan produk; 3) pengembangan produk; 4) implementasi produk; dan 5) evaluasi. Subjek penelitian adalah mahasiswa yang mengambil mata kuliah PPD di kelas Indralaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa buku ajar berbasis project-based learning yang diuji pada mahasiswa lebih efektif karena mudah dipahami dan relevan dengan kebutuhan pembelajaran. Namun, keterbatasan penelitian ini adalah konteksnya yang terbatas pada mahasiswa Universitas Sriwijaya, sehingga hasilnya belum tentu dapat digeneralisasikan ke institusi lain dengan karakteristik mahasiswa yang berbeda. Penelitian lanjutan diperlukan untuk menguji penerapan buku ajar ini di berbagai institusi dan konteks pembelajaran.

  • Open Access Icon
  • Research Article
  • 10.24036/8851412912025845
Evaluasi Moral dalam Konten YouTube oleh Gita Wirjawan dan Anggia Kharisma: “Pengobatan Krisis Konten Anak”
  • Jan 5, 2025
  • Journal of Moral and Civic Education
  • Cendana Tricia Januaristy Gultom + 1 more

Dalam konteks terbentuknya nilai moral pada anak melalui media digital, kontribusi Gita Wirjawan dan Anggia Kharisma sangat signifikan. Mereka tidak hanya fokus pada pembuatan konten yang menghibur tetapi juga memastikan konten tersebut mengandung pesan-pesan moral yang kuat, seperti pentingnya keberagaman, inklusivitas, dan resiliensi. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan nilai-nilai moral dalam konten YouTube "Pengobat Krisis Konten Anak" oleh Gita Wirjawan dan Anggia Kharisma. Menggunakan analisis isi kualitatif berdasarkan teori Krippendorff, penelitian ini menganalisis Channel YouTube Gita Wirjawan. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan studi pustaka dan dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konten YouTube Gita Wirjawan dan Anggia Kharisma “Pengobatan Krisis Konten Anak” mengandung nilai-nilai moral seperti sopan santun, toleransi, kejujuran, tanggung jawab, dan cinta tanah air. Selain itu, konten ini menunjukkan upaya kolaboratif untuk menciptakan materi berkualitas, mencerminkan komitmen para pembuat konten untuk memberikan dampak positif bagi anak-anak. Konten ini tidak hanya menghibur tetapi juga mendidik, membantu pembentukan karakter anak-anak. Penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan: subjektivitas analisis nilai moral yang bervariasi antar peneliti, teknik dokumentasi dan studi pustaka yang mungkin tidak sepenuhnya menangkap nuansa moral, dan validitas data yang terbatas tanpa triangulasi seperti wawancara. Fokus pada YouTube membatasi generalisasi temuan, dan bias peneliti dapat mempengaruhi hasil. Untuk meningkatkan validitas, peneliti dapat melibatkan wawancara, diskusi kelompok, dan studi komparatif dengan platform lain.

  • Open Access Icon
  • Research Article
  • 10.24036/8851412822024850
Transformasi Pembelajaran Pancasila: Penerapan Student-Centered Learning di Kalangan Mahasiswa Pendidikan Agama Islam
  • Dec 31, 2024
  • Journal of Moral and Civic Education
  • Bambang Trisno + 1 more

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan hasil belajar Pancasila antara mahasiswa yang menggunakan metode Student Centered Learning (SCL) dengan metode konvensional. Metode penelitian menggunakan pendekatan eksperimen dengan rancangan kelompok kontrol. Subjek penelitian terdiri dari 60 mahasiswa PAI yang dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok SCL dan kelompok konvensional yang masing-masing terdiri dari 30 mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok SCL memiliki nilai rata-rata yang lebih tinggi yaitu 85,4 dengan tingkat pemahaman 92% dibandingkan dengan kelompok konvensional yang memiliki nilai rata-rata 75,2 dan tingkat pemahaman 78%. Temuan tersebut menunjukkan bahwa SCL efektif dalam meningkatkan hasil belajar Pancasila. Akan tetapi, penelitian ini memiliki keterbatasan dalam ruang lingkupnya yaitu hanya mencakup satu program studi pada satu perguruan tinggi. Oleh karena itu, diperlukan penelitian lebih lanjut untuk menguji efektivitas SCL dalam konteks yang lebih luas. Selain itu, pendidik disarankan untuk mengintegrasikan SCL dalam pembelajaran Pancasila guna meningkatkan hasil belajar siswa secara menyeluruh.

  • Open Access Icon
  • Research Article
  • 10.24036/8851412822024839
The Role of National Defense Education in Fostering Love for the Homeland Among Generation Z
  • Dec 13, 2024
  • Journal of Moral and Civic Education
  • Inge Angelia + 3 more

The phenomenon of citizenship transfer that occurs at this time is evidence of a lack of love for the country, this is one of the impacts of technological development and globalisation. The generation born in the digital era is known as generation Z, which is a generation that is very vulnerable to influences from other countries. This article aims to describe the role of State Defense Education on the Attitude of Love for the Homeland in generation Z. The research method used is Mix Method, Data collection using quantitative methods is to see the relationship between state defense education on the attitude of love for the homeland in generation Z which is analysed using univariate and bivariate analysis with the Chi Square test with 266 respondents. While qualitative data collection is to see the description of how the role of state defence education on the attitude of patriotism in generation Z through observation and in-depth interviews with 10 research informants. The results showed that more than half (59%) of the respondents had a negative attitude towards the homeland, less than half (46.6%) of the respondents had never received state defence education. Based on the results of the Chi Squere test, it is found that there is a relationship between state defence education and the attitude of loving the country of generation Z with a P-Value of 0.0001. And based on the findings of the researchers, it is found that many generation Z at this time have a negative attitude of love for the country because of the many spectacles from abroad caused by the easy access that generation Z has due to technological developments. Therefore, in order to increase the sense of love for the country owned by generation Z, it is necessary for the government to make policies to be able to provide systematic state defence education to the younger generation.

  • Open Access Icon
  • Research Article
  • 10.24036/8851412822024847
Pengembangan Permainan Congklak Integritas sebagai Sarana Pendidikan Anti Korupsi Siswa
  • Nov 20, 2024
  • Journal of Moral and Civic Education
  • Muhammad Yogi Guntoro + 2 more

Korupsi menjadi hambatan besar dalam pembangunan sosial, ekonomi, dan politik negara, sehingga pendidikan anti-korupsi sejak dini sangat penting. Artikel ini membahas peran permainan tradisional congklak sebagai media pembelajaran dalam menanamkan nilai-nilai anti-korupsi pada generasi muda Indonesia. Artikel ini menggunakan model ADDIE (Analisis, Desain, Pengembangan, Implementasi, dan Evaluasi) untuk mengembangkan permainan congklak yang mengajarkan nilai-nilai kejujuran, integritas, tanggung jawab, dan sportifitas. Temuan menunjukkan bahwa penggunaan congklak secara signifikan meningkatkan pemahaman siswa terhadap nilai-nilai anti-korupsi. Permainan ini memberikan pengalaman interaktif yang membantu siswa menginternalisasi nilai-nilai yang penting dan memahami relevansinya dalam kehidupan sehari-hari. Meski efektif, tantangan tetap ada, seperti kesulitan siswa muda dalam memahami aturan yang dimodifikasi dan durasi permainan yang lebih panjang. Namun, dengan modifikasi yang tepat, congklak dapat diintegrasikan ke dalam kurikulum pendidikan karakter, melestarikan budaya lokal, dan mendukung tercapainya visi Indonesia Emas 2045 sebagai negara berintegritas. Penelitian ini menawarkan pendekatan inovatif dalam pendidikan anti-korupsi berbasis budaya lokal yang relevan.

  • Open Access Icon
  • Research Article
  • Cite Count Icon 1
  • 10.24036/8851412822024848
Strategi Penguatan Karakter Religius Melalui Pembiasaan Sholat Dhuha dan Pembacaan Surah Al-Kahfi Bersama di SMK YPF Bandung
  • Oct 30, 2024
  • Journal of Moral and Civic Education
  • Ardi Afriansyah + 3 more

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi strategi yang diterapkan oleh SMK YPF Bandung dalam meningkatkan karakter religius siswa. Sekolah ini melaksanakan kegiatan rutin seperti Sholat Dhuha dan pembacaan Surah Al-Kahfi, namun menghadapi berbagai tantangan dalam pelaksanaannya. Dengan menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif, peneliti melakukan wawancara, observasi, dan analisis dokumen, di mana staf sekolah dan siswa menjadi sumber data utama. Temuan menunjukkan bahwa kegiatan rutin ini tidak hanya berfungsi sebagai ibadah, tetapi juga sebagai sarana pembentukan karakter yang menumbuhkan sifat-sifat seperti disiplin, tanggung jawab, dan kepemimpinan pada siswa. Namun, sekolah dihadapkan pada tantangan, seperti menjaga kedisiplinan dan konsistensi siswa, keterbatasan fasilitas dan infrastruktur, variasi kemampuan siswa dalam membaca Al-Qur'an, serta pengaruh lingkungan, yang semuanya menjadi penghambat dalam upaya pembentukan karakter. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keterlibatan konsisten dalam Sholat Dhuha dan pembacaan Surah Al-Kahfi memberikan dampak positif dalam membentuk siswa menjadi individu berintegritas yang siap memasuki dunia kerja dengan nilai-nilai etika dan moral yang kuat. Keterbatasan penelitian ini adalah fokusnya pada satu sekolah, sehingga temuan mungkin tidak sepenuhnya mewakili kondisi di sekolah lain.

  • Open Access Icon
  • Research Article
  • 10.24036/8851412812024728
Strategi Penguatan Pendidikan Karakter Siswa di SMK PGRI Wlingi, Kabupaten Blitar
  • Jul 24, 2024
  • Journal of Moral and Civic Education
  • Novia Ardhana Darmaningtyas + 1 more

Pendidikan karakter penting untuk dimiliki oleh siswa SMK. Hal ini disebabkan karena karakter siswa saat ini mengalami penurunan sehingga diperlukan adanya strategi yang tepat dalam penguatan pendidikan karakter di sekolah. Tujuan kajian ini adalah membahas mengenai strategi penguatan pendidikan karakter di SMK. Pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif digunakan dalam kajian ini. Analisis data interaktif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa strategi yang digunakan oleh SMK PGRI Wlingi dapat dilakukan melalui kegiatan bela negara dan melalui pembiasaan pada aktivitas di sekolah. Kegiatan bela negara wajib diikuti oleh seluruh siswa baru dan bekerja sama dengan Tentara Nasional Indonesia. Pembiasaan yang dilaksanakan yaitu internalisasi nilai karakter pada kurikulum melalui Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dan media pembelajaran, kegiatan intrakurikuler dan ekstrakurikuler. Nilai yang diinternalisasikan yaitu nilai religius, integritas, mandiri, gotong royong dan nasionalisme.