• All Solutions All Solutions Caret
    • Editage

      One platform for all researcher needs

    • Paperpal

      AI-powered academic writing assistant

    • R Discovery

      Your #1 AI companion for literature search

    • Mind the Graph

      AI tool for graphics, illustrations, and artwork

    • Journal finder

      AI-powered journal recommender

    Unlock unlimited use of all AI tools with the Editage Plus membership.

    Explore Editage Plus
  • Support All Solutions Support
    discovery@researcher.life
Discovery Logo
Sign In
Paper
Search Paper
Cancel
Pricing Sign In
  • My Feed iconMy Feed
  • Search Papers iconSearch Papers
  • Library iconLibrary
  • Explore iconExplore
  • Ask R Discovery iconAsk R Discovery Star Left icon
  • Chat PDF iconChat PDF Star Left icon
  • Chrome Extension iconChrome Extension
    External link
  • Use on ChatGPT iconUse on ChatGPT
    External link
  • iOS App iconiOS App
    External link
  • Android App iconAndroid App
    External link
  • Contact Us iconContact Us
    External link
Discovery Logo menuClose menu
  • My Feed iconMy Feed
  • Search Papers iconSearch Papers
  • Library iconLibrary
  • Explore iconExplore
  • Ask R Discovery iconAsk R Discovery Star Left icon
  • Chat PDF iconChat PDF Star Left icon
  • Chrome Extension iconChrome Extension
    External link
  • Use on ChatGPT iconUse on ChatGPT
    External link
  • iOS App iconiOS App
    External link
  • Android App iconAndroid App
    External link
  • Contact Us iconContact Us
    External link

Articles published on Terdapat Hubungan

Authors
Select Authors
Journals
Select Journals
Duration
Select Duration
1912 Search results
Sort by
Recency
  • Research Article
  • 10.37373/bemas.v6i1.1508
Pendampingan pencegahan kejadian dermatitis kontak di wilayah kerja puskesmas Kuta Tinggi Kabupaten Aceh Singkil
  • Sep 30, 2025
  • BEMAS: Jurnal Bermasyarakat
  • Ulva Hairani Ulva + 2 more

Dermatitis kontak adalah peradangan kulit yang diakibatkan oleh pajanan bahan iritan ataupun allergen dari luar tubuh manusia. Puskesmas Kuta Tinggi merupakan salah satu wilayah dengan kasus dermatitis kontak tertinggi di Kabupaten Aceh Singkil mencapai 131 kasus pada 2023. Pengetahuan, personal hygiene, sanitasi lingkungan yang kurang baik dan adanya riwayat alergi menjadi penyebab terjadinya dermatitis kontak. Tujuan penelitian mengetahui upaya pencegahan dermatitis kejadian dermatitis kontak di Puskesmas Kuta Tinggi Aceh Singkil. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain case control. Populasi semua pasien yang pernah mengalami dermatitis kontak sebanyak 131 orang. Sampel sebanyak 86 orang yang terdiri dari 43 kasus dan 43 kontrol. Pengumpulan data dengan kuesioner. Analisis data dengan uji statistik Chi square. Hasil penelitian diperoleh responden pengetahuan kurang baik 51,2%, personal hygiene tidak baik 55,8%, sanitasi lingkungan tidak baik 38,4% dan yang tidak memiliki riwayat alergi 52,3%. Analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan antara pengetahuan (p=0,001; OR=0,312), personal hygienen (p=0,001; OR=4,909) sanitasi lingkungan (p=0,002; OR=0,210), riwayat alergi (p=0,003; OR=4.308) dengan kejadian dermatitis kontak. Kesimpulan faktor pengetahuan, personal hygiene, sanitasi lingkungan dan riwayat alergi berhubungan dengan dermatitis kontak. Diharapkan kepada puskesmas agar dapat memberikan penyuluhan tentang personal hygiene, sanitasi lingkungan dan tanda dari riwayat alergi kepada masyarakat

  • Research Article
  • 10.33024/mahesa.v5i8.19005
Hubungan Kepatuhan Menjalani Terapi, Kecemasan, dan Dukungan Keluarga dengan Kualitas Hidup Pasien Hemodialisa Berusia Lanjut di RSUD Kota Mataram
  • Aug 1, 2025
  • MAHESA : Malahayati Health Student Journal
  • I Kadek Tirta Mahendra + 3 more

ABSTRACT Chronic Kidney Disease (CKD) with hemodialysis (HD) therapy has a high prevalence in Indonesia, particularly among individuals aged 55-64 years. Routine HD significantly impacts patients' lifestyles, and non-compliance can lead to severe complications, including death. Patients often experience anxiety due to pain, dependence, and social changes, affecting their quality of life. Family support plays a crucial role in encouraging and enhancing patients' emotional well-being. This study highlights the relationship between therapy compliance, anxiety, family support, and the quality of life of elderly hemodialysis patients at RSUD Kota Mataram. Objective to determine the relationship between therapy compliance, anxiety, and family support with the quality of life of elderly hemodialysis patients at RSUD Kota Mataram in 2024. A quantitative, observational analytic study with a cross-sectional design. Data collection was conducted using questionnaires, and data were analyzed using the Kendall Tau correlation test with a significance threshold of p-value ≤ 0.05. Bivariate analysis showed a significant relationship between therapy compliance and quality of life (p-value 0.003), anxiety and quality of life (p-value 0.039), and family support and quality of life (p-value < 0.001) among elderly hemodialysis patients at RSUD Kota Mataram. There is a significant relationship between therapy compliance, anxiety, and family support with the quality of life of elderly hemodialysis patients at RSUD Kota Mataram in 2024. Keywords: Therapy Compliance, Anxiety, Family Support, Quality of Life ABSTRAK Penyakit Ginjal Kronis (PGK) dengan terapi hemodialisis (HD) memiliki prevalensi tinggi di Indonesia, terutama pada usia 55-64 tahun. HD yang dilakukan rutin memengaruhi pola hidup pasien, dan ketidakpatuhan dapat menyebabkan komplikasi serius hingga kematian. Pasien sering menghadapi kecemasan akibat nyeri, ketergantungan, dan perubahan sosial, yang berdampak pada kualitas hidup. Dukungan keluarga berperan penting dalam memberikan semangat dan meningkatkan kesejahteraan emosional pasien. Penelitian ini menyoroti hubungan kepatuhan terapi, kecemasan, dukungan keluarga, dan kualitas hidup pasien lansia hemodialisis di RSUD Kota Mataram. Tujuan mengetahui hubungan kepatuhan menjalani terapi, kecemasan, dan dukungan keluarga dengan kualitas hidup pasien hemodialisa berusia lanjut Di RSUD Kota Mataram tahun 2024. Penelitian kuantitatif metode observasional analitik dengan pengambilan data secara cross sectional. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner. Data dianalisis dengan uji korelasiKendall Tau dengan batas nilai signifikansi p-value ≤ 0,05. Analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara kepatuhan menjalani terapi dengan kualitas hidup (p-value 0,003), kecemasan dengan kualitas hidup (p-value 0,039), dan dukungan keluarga dengan kualitas hidup (p-value < 0,001) pada pasien hemodialisa berusia lanjut di RSUD Kota Mataram. Terdapat hubungan signifikan antara kepatuhan menjalani terapi, kecemasan, dan dukungan keluarga dengan kualitas hidup pasien hemodialisa berusia lanjut Di RSUD Kota Mataram tahun 2024. Kata Kunci: Kepatuhan Menjalani Terapi, Kecemasan, Dukungan Keluarga, Kualitas Hidup

  • Open Access Icon
  • Research Article
  • 10.34305/jikbh.v16i01.1499
Hubungan pengetahuan Ibu hamil tentang triple eliminasi terhadap pemeriksaan triple eliminasi pada kehamilan trimester I
  • Aug 1, 2025
  • Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal
  • Dini Rachmadyanti + 2 more

Latar Belakang: Prevalensi infeksi HIV, sifilis, dan hepatitis B pada ibu hamil di Kota Sukabumi mencapai 0,3% untuk HIV positif, 0,8% untuk hepatitis B reaktif, dan 0,53% untuk sifilis reaktif. Namun, cakupan pemeriksaan triple eliminasi pada ibu hamil hanya mencapai 89,4%, yang masih di bawah target minimal Kemenkes RI sebesar 100%. Salah satu faktor yang memengaruhi pelaksanaan pemeriksaan triple eliminasi adalah tingkat pengetahuan ibu hamil. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan ibu hamil tentang triple eliminasi dengan pelaksanaan pemeriksaan triple eliminasi pada trimester pertama kehamilan.Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif dan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri dari 60 ibu hamil dengan usia kehamilan lebih dari 12 minggu yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling.Hasil: Uji statistik chi-square menunjukkan p-value sebesar 0,001 (p<0,05), sehingga H0 ditolak.Kesimpulan: Terdapat hubungan antara pengetahuan ibu hamil tentang triple eliminasi dengan pelaksanaan pemeriksaan triple eliminasi pada trimester pertama di UPTD Puskesmas Baros

  • Research Article
  • 10.33024/mahesa.v5i8.19126
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Budaya Keselamatan Pasien terhadap Perawatan Pasien Diabetes Mellitus di RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau
  • Aug 1, 2025
  • MAHESA : Malahayati Health Student Journal
  • Anita Syarifah + 2 more

ABSTRACT Diabetes Mellitus (DM) is a condition of increased blood glucose concentration which causes several complications needs to be considered for patient safety by implementing a patient safety culture, patient safety culture can be influenced by several factors, namely knowledge, attitudes and educational qualifications of nurses. The purpose of this study was to determine the factors that influence patient safety culture towards the care of patients with diabetes mellitus at Arifin Achmad Hospital, Riau Province. The research method used was quantitative research with cross sectional design. This study was conducted on December 10-16, 2024. The population in this study were executive nurses in Surgical and Medical inpatient installations totaling 168 nurses. Sample selection using probability sampling technique with proportional random sampling approach with a total sample of 63 respondents. Data collection using a questionnaire. Data analysis using the SPSS application with the Non-Parametric test, namely the Chi-Square test. The results showed that there is a relationship between knowledge, attitude and educational qualifications with patient safety culture towards diabetes mellitus patient care with each p-value of 0.000 < 0.05, 0.001 < 0.05, and 0.000 < 0.05. The conclusion of the study is that there is a relationship between knowledge, attitudes and educational qualifications with patient safety culture towards diabetes mellitus patient care at Arifin Achmad Hospital, Riau Province. Suggestions for future researchers need to develop other variables related to different methods and designs and can contribute to the development of nursing research, Keywords: Attitude, Diabetes Mellitus, Educational Qualification, Knowledge, Nurses, Patient Safety Culture. ABSTRAK Diabetes Mellitus (DM) adalah suatu kondisi meningkatnya konsentrasi glukosa darah yang menimbulkan beberapa komplikasi perlu diperhatikan keselamatan pasiennya dengan menerapkan budaya keselamatan pasien, budaya keselamatan pasien dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu pengetahuan, sikap dan kualifikasi pendidikan perawat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi budaya keselamatan pasien terhadap perawatan pasien diabetes mellitus di RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 10-16 Desember 2024. Populasi dalam penelitian ini adalah perawat pelaksana di IRNA Surgikal dan Medikal sebanyak 168 perawat. Pemilihan sampel menggunakan teknik probability sampling dengan pendekatan propotional random sampling dengan jumlah sampel 63 reponden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan aplikasi SPSS dengan uji Non-Parametrik yaitu uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan pengetahuan, sikap dan kualifikasi pendidikan dengan budaya keselamatan pasien terhadap perawatan pasien diabetes mellitus dengan masing-masing nilai p-value 0,000 < 0,05, 0,001< 0,05, dan 0,000 < 0,05. Kesimpulan penelitian adalah terdapat hubungan pengetahuan, sikap dan kualifikasi pendidikan dengan budaya keselamatan pasien terhadap perawatan pasien diabetes mellitus di RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau. Saran untuk peneliti selanjutnya perlu dikembangkan variabel-variabel lain yang berkaitan dengan metode dan desain yang berbeda dan dapat memberikan kontribusi bagi perkembangan riset keperawatan. Kata Kunci: Budaya Keselamatan Pasien, Diabetes Mellitus, Kualifikasi Pendidikan, Pengetahuan, Sikap, Perawat.

  • Open Access Icon
  • Research Article
  • 10.34305/jikbh.v16i01.1496
Hubungan dukungan keluarga dengan self care activity pada pasien diabetes melitus tipe II
  • Aug 1, 2025
  • Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal
  • Muhammad Fauzi Sulaeman + 2 more

Latar Belakang: Self Care pada pasien DM merupakan faktor penting dalam pengendalian penyakitnya dan dipengaruhi oleh dukungan keluarga. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan Self Care Actyvity pada pasien Diabetes Melitus Tipe II.Metode: Jenis penelitian korelasional. Populasi seluruh Pasien DM dengan sampel 82 responden. Variabel dukungan keluarga diukur dengan Kuesioner Perceived Social Support From Family (PSS-Fa). Sedangkan pada variabel Self Care Activity menggunakan instrumen Summary of Diabetes Self Care Activity (SDSCA). Analisis bivariat dengan somers’d.Hasil: Sebagian besar pasien mendapatkan dukungan keluarga yang baik sebanyak 44 orang (54,3%), hampir setengahnya memiliki Self Care Activity cukup baik sebanyak 35 orang (43,2%) dan Hasil uji statistik dengan menggunakan somers’d diperoleh p=0,013 (p < 0,05).Kesimpulan: Terdapat hubungan dukungan keluarga dengan self care activity pada pasien diabetes mellitus tipe II di UPTD Puskesmas Cikundul Kota Sukabumi, oleh karena itu di sarankan penelitian ini dapat menjadi media acuan bagi pemegang program penyakit tidak menular yang berkiatan dengan DM tipe II mengenai pentingnya dukungan keluarga untuk membantu dalam meningkatkan self care activity pasien

  • Research Article
  • 10.33024/mahesa.v5i8.19883
Hubungan Dukungan Pendamping Sebaya dengan Keterbukaan Status Pada Orang dengan HIV/AIDS
  • Aug 1, 2025
  • MAHESA : Malahayati Health Student Journal
  • Wira Daramatasia + 2 more

ABSTRACT Disclosure of status among people living with HIV/AIDS (PLWHA) is an important step in improving adherence to antiretroviral therapy (ART) and quality of life. However, social stigma often becomes an obstacle. Peer support can help PLHIV face these challenges by providing information, motivation, and emotional support. This study aims to analyze the relationship between peer support and disclosure of HIV status among PLHIV in the Jombang Care Center Plus community in Jombang Regency. This study uses an observational analytic design with a cross-sectional approach. The sample consisted of 41 active PLHIV respondents, selected through purposive sampling based on inclusion and exclusion criteria. Primary and secondary data were collected and analyzed univariately and bivariately. The instruments used were the Social Provision Scale questionnaire for peer support and the Self Disclosure Scale for disclosure of status. The contingency coefficient correlation test was used to analyze the relationship between variables. The research results show that the majority of PLHIV respondents are adults (97.9%), male (56.4%), have a high school education (48.8%), are married (46.3%), and have the main transmission through sexual relations (51.2%) and MSM (48.8%). Most respondents felt that there was support from peers (63.4%), and 61% were open about their HIV status. There is a significant relationship between peer support and disclosure of status (p = 0.036), where those who received support were more open (73%) compared to those who did not (40%), with a correlation coefficient (r=0.310) indicating a weak to moderate positive relationship. Peer support plays an important role in increasing the disclosure of status among PLHIV. The integration of peer support programs with healthcare services and the enhancement of peer support capacity are recommended to strengthen their impact. Keywords: HIV/AIDS, Peer Support, Disclosure of Status, PLHIV, Stigma ABSTRAK Keterbukaan status pada orang dengan HIV/AIDS (ODHIV) merupakan langkah penting dalam meningkatkan kepatuhan terapi antiretroviral (ARV) dan kualitas hidup. Namun, stigma sosial sering kali menjadi hambatan. Dukungan pendamping sebaya dapat membantu ODHIV menghadapi tantangan ini dengan memberikan informasi, motivasi, dan dukungan emosional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara dukungan pendamping sebaya dengan keterbukaan status ODHIV di komunitas Jombang Care Center Plus Kabupaten Jombang. Penelitian ini mengimplementasikan desain penelitian analitik observasional dengan pendekatan potong lintang. Sampel terdiri dari 41 responden ODHIV yang aktif di komunitas Jombang Care Center Plus, dipilih dengan purposive samplingberdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Data primer dan sekunder dikumpulkan, dianalisis secara univariat dan bivariat. Instrumen yang digunakan adalah kuisioner Social Provision Scale untuk dukungan pendamping sebaya dan Self Disclosure Scale untuk keterbukaan status. Uji korelasi koefisien kontingensi digunakan untuk menganalisis hubungan antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden ODHIV berusia dewasa (97,9%), laki-laki (56,4%), berpendidikan SMA (48,8%), menikah (46,3%), dengan penularan utama melalui hubungan seksual (51,2%) dan LSL (48,8%). Sebagian besar responden merasakan ada dukungan dari pendamping sebaya (63,4%) dan 61% terbuka tentang status HIV mereka. Terdapat hubungan signifikan antara dukungan pendamping sebaya dengan keterbukaan status ODHIV (p = 0,036), di mana yang mendapat dukungan lebih terbuka (73%) dibanding yang tidak (40%), dengan koefisien korelasi (r=0,310) menunjukkan hubungan positif lemah hingga sedang. Dukungan pendamping sebaya berperan penting dalam meningkatkan keterbukaan status ODHIV. Integrasi program pendampingan dengan layanan kesehatan dan peningkatan kapasitas pendamping sebaya direkomendasikan untuk memperkuat dampaknya. Kata Kunci: HIV/AIDS, Dukungan Pendamping Sebaya, Keterbukaan Status, ODHIV, Stigma

  • Research Article
  • 10.33024/mnj.v7i8.19057
Hubungan Pola Makan dan Stres dengan Gastrtis pada Remaja
  • Aug 1, 2025
  • Malahayati Nursing Journal
  • Rijan Madani + 3 more

ABSTRACT Diseases of the digestive system are one type of non-communicable disease that occurs in many communities, which will certainly affect activities and lifestyles, one of which is gastritis which is one of the digestive disorders caused by diet. Teenagers tend to have more physical inactivity and a less healthy diet, which contributes to unhealthy lifestyle choices. Food choices and the onset of gastritis are linked. Basically, an irregular diet can cause gastritis by making the stomach more sensitive to increased stomach acid production. Dietary changes that cause gastritis are not only influenced by diet, but also by stress. Someone who is stressed will lose their appetite, because they will always think about the problems that are on their mind. Knowing the relationship between diet and stress with gastritis in adolescents. The research design used was descriptive correlation with a cross sectional approach, the population in this study were 444 people, a sample of 100 people using random sampling technique. Data collection using a questionnaire sheet. Based on the results of the Chi-Square statistical test shows a p-value of 0.000 (p-value <0.05) which means there is a significant relationship between diet and gastritis in adolescents and based on the results of the Chi-Square statistical test shows a p-value of 0.002 (p-value <0.05) which means there is a significant relationship between stress and gastritis in adolescents. There is a significant relationship between diet and gastritis in adolescents and there is a significant relationship between stress and gastritis in adolescents. Keywords: Diet, Stress, Gastritis, Teenager ABSTRAK Penyakit pada sistem pencernaan merupakan salah satu jenis penyakit tidak menular yang banyak terjadi di masyarakat, yang tentunya akan mempengaruhi aktivitas dan pola hidup, salah satunya gastritis, yang merupakan salah satu gangguan pencernaan yang disebabkan oleh pola makan. Remaja cenderung memiliki lebih banyak aktivitas fisik dan diet yang kurang sehat, yang berkontribusi pada pilihan gaya hidup yang tidak sehat. pilihan makanan dan timbulnya gastritis saling berkaitan. Pada dasarnya, pola makan yang tidak teratur dapat menyebabkan gastritis dengan membuat lambung lebih sensitif terhadap peningkatan produksi asam lambung. Perubahan pola makan yang menyebabkan gastritis tidak hanya dipengaruhi oleh pola makan, tetapi juga oleh stres. Seseorang yang mengalami stres akan kehilangan nafsu makan, karena akan selalu memikirkan masalah yang ada di pikirannya. Mengetahui hubungan pola makan dan stres dengan gastritis pada remaja. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelasional dengan jenis pendekatan cross sectional, populasi dalam penelitian sebanyak 444 orang, sampel sebanyak 100 orang dengan menggunakan teknik random sampling. Pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner. Berdasarkan hasil uji statistik Chi-Square menunjukkan p-value sebesar 0,000 (p-value < 0,05) yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara pola makan dengan gastritis pada remaja dan berdasarkan hasil uji statistik Chi-Square menunjukkan p-value sebesar 0,002 (p-value < 0,05) yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara stres dengan gastritis pada remaja. Terdapat hubungan yang signifikan antara pola makan dengan gastritis pada remaja dan terdapat hubungan yang signifikan antara stres dengan gastritis pada remaja. Kata Kunci: Pola Makan, Stres, Gastritis, Remaja

  • Research Article
  • 10.33024/mnj.v7i8.17389
Hubungan Dukungan Sosial Terhadap Kualitas Hidup Caregiver Kanker Payudara
  • Aug 1, 2025
  • Malahayati Nursing Journal
  • Lilia Lopes + 2 more

ABSTRACT Breast cancer is a disease that is the first largest cancer case in women in Indonesia. Breast cancer has a very complex impact on cancer sufferers and their families. Caregivers have an obligation and an important role to care for sick families, so social support is really needed to improve the quality of life of caregivers while caring for sick family members. This study aims to analyze the relationship between social support and the quality of life of caregivers in breast cancer patients in Jakarta. This research is a quantitative research with a descriptive correlation design and a cross sectional approach. The data collection method used was distributing questionnaires. The sampling technique in this research used random sampling with 50 respondents. The results of the univariate analysis showed that the majority of caregivers were aged 41-59 years, 31 (62.0%) and the majority of respondents were male, 30 (60.0%). College education level was 25 (50.0%) and the majority of caragiver jobs were private employees as many as 24 (48.0%). The majority of caregivers who have high social support are 35 (70.0%) and the majority of caregivers who have a good quality of life are 46 (92.0%). The results of bivariate analysis using the Spearmen's Rho test with α = 0.05 showed that there was no significant relationship between social support and the quality of life of caregivers of breast cancer patients (p-value = 0.176), the calculated r value was (-193). Keywords: Breast Cancer, Social Support, Quality of Life, Caregiver ABSTRAK Kanker payudara merupakan penyakit yang menjadi kasus kanker terbesar di Indonesia. Kanker payudara memberikan dampak yang sangat kompleks bagi penderita kanker dan keluarga, Caregiver memiliki kewajiban dan peran penting untuk merawat keluarga yang sakit sehingga dukungan sosial sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas hidup caregiver selama merawat anggota keluarga yang sakit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan dukungan sosial terhadap kualitas hidup caregiver pasien kanker payudara di Jakarta. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif korelasi menggunakan pendekatan cross sectional. Metode pengumpulan data yang digunakan berupa penyebaran kuisioner. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan random sampling dengan responden sebanyak 50 responden. Hasil analisis univariat menunjukan bahwa mayoritas caregiver berusia 41-59 tahun sebanyak 31 (62,0%) dan mayoritas responden berjenis kelamin laki-laki sebanyak 30 (60,0%). Tingkat pendidikan perguruan tinggi sebanyak 25 (50,0%) dan mayoritas pekerjaan karyawan swasta sebanyak 24 (48,0%). Mayoritas caregiver yang memiliki dukungan sosial tinggi sebanyak 35 (70,0%) dan mayoritas cargiver yang memiliki kualitas hidup baik sebanyak 46 (92,0%). Hasil analisis bivariat menggunakan uji Spearmen’s Rho dengan α = 0.05 hasil menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan sosial dengan kualitas hidup caregiver pasien kanker payudara (p-value = 0.176), nilai r hitung (-193). Kata Kunci: Kanker Payudara, Dukungan Sosial, Kualitas Hidup, Caregiver

  • Research Article
  • 10.33024/mnj.v7i8.21574
Analisis Determinan Perilaku Personal Hygiene Peserta Didik SMP Negeri 5 Panca Rijang Kabupaten Sidenreng Rappang
  • Aug 1, 2025
  • Malahayati Nursing Journal
  • Arnis Armang + 2 more

ABSTRACT The impacts that often arise due to lack of personal hygiene include disorders in the human body such as cavities and toothaches due to caries, the appearance of lice in the hair, and problems with nails. In addition, the habit of not washing hands properly can lead to worm infections and diarrhea. Based on Indonesian statistical data in 2022, out of a total of 69.4 million adolescents in Indonesia, 63 million of them still have poor hygiene behavior, which reflects limited knowledge, inadequate facilities, and lack of social support. This study aims to examine the determinants of behavior and its relationship with personal hygiene among students of SMP Negeri 5 Panca Rijang. This research is expected to provide insight into the various factors that influence students' personal hygiene in an effort to maintain their personal health. The method used in this research is quantitative method, data collection techniques are questionnaires, literature study and observation, using a cross sectional study approach with chi-square test. The population in this study were all students of SMP Negeri 5 Panca Rijang, namely 98 people with sample collection, namely total sampling technique. The results revealed that there was no significant relationship between the level of knowledge and personal hygiene behavior of students, as indicated by a p-value of 0.517. This value is higher than the significance limit (p < 0.05), thus indicating that adequate knowledge is not always followed by good personal hygiene behavior in learners. In contrast, analysis of facility availability showed a significant relationship with students' personal hygiene behavior, with a p-value of 0.005 which is lower than the significance limit (p < 0.05). This indicates that the availability of adequate facilities plays an important role in improving personal hygiene behavior. In addition, there is also a significant relationship between social support and students' personal hygiene behavior, with a p-value of 0.016 which is also smaller than the significance limit (p < 0.05), which indicates that sufficient social support can encourage increased personal hygiene behavior in students. Keywords: Social Support, Facility Availability, Knowledge, Personal Hygiene. ABSTRAK Dampak yang sering timbul akibat kurangnya kebersihan diri meliputi gangguan pada tubuh manusia seperti gigi berlubang dan sakit gigi akibat karies, munculnya kutu di rambut, serta masalah pada kuku. Selain itu, kebiasaan tidak mencuci tangan dengan benar dapat menyebabkan infeksi cacingan dan diare. Berdasarkan data statistik Indonesia tahun 2022, dari total 69,4 juta remaja di Indonesia, sebanyak 63 juta di antaranya masih memiliki perilaku kebersihan yang kurang baik, yang mencerminkan adanya keterbatasan pengetahuan, fasilitas yang belum memadai, serta kurangnya dukungan sosial. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengkaji faktor-faktor penentu perilaku serta hubungannya dengan personal hygiene di kalangan siswa SMP Negeri 5 Panca Rijang. Penelitian ini diharapkan memberikan dampak berupa wawasan mengenai berbagai faktor yang mempengaruhi personal hygiene peserta didik dalam upaya untuk menjaga kesehatan pribadi mereka. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif, teknik pengumpulan data yaitu kuesioner, studi pustaka dan observasi, menggunakan pendekatan cross sectional study dengan uji chi-square. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik SMP Negeri 5 Panca Rijang yaitu 98 orang dengan pengumpulan sampel yaitu teknik total sampling. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan perilaku personal hygiene peserta didik, yang ditunjukkan oleh nilai p-value sebesar 0,517. Nilai ini lebih tinggi dari batas signifikansi (p < 0,05), sehingga menunjukkan bahwa pengetahuan yang memadai tidak selalu diikuti oleh perilaku personal hygiene yang baik pada peserta didik. Sebaliknya, analisis terhadap ketersediaan fasilitas menunjukkan adanya hubungan signifikan dengan perilaku personal hygiene peserta didik, dengan nilai p-value sebesar 0,005 yang lebih rendah dari batas signifikansi (p < 0,05). Hal ini menandakan bahwa ketersediaan fasilitas yang memadai berperan penting dalam meningkatkan perilaku personal hygiene. Selain itu, terdapat pula hubungan yang signifikan antara dukungan sosial dan perilaku personal hygiene peserta didik, dengan nilai p-value 0,016 yang juga lebih kecil dari batas signifikansi (p < 0,05), yang mengindikasikan bahwa dukungan sosial yang cukup dapat mendorong peningkatan perilaku personal hygiene pada peserta didik. Kata Kunci: Dukungan Sosial, Ketersediaan Fasilitas, Pengetahuan, Personal Hygiene

  • Open Access Icon
  • Research Article
  • 10.34305/jikbh.v16i01.1500
Hubungan pengetahuan ibu dengan kejadian gizi kurang pada anak
  • Aug 1, 2025
  • Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal
  • Imas Siti Komariah + 2 more

Latar Belakang: Kekurangan gizi pada balita dipengaruhi oleh dua faktor utama, yaitu faktor langsung dan tidak langsung. Faktor langsung meliputi penyakit infeksi dan asupan gizi, sedangkan faktor tidak langsung mencakup status ekonomi, pola asuh, dan tingkat pengetahuan ibu. Dampak jangka pendek akibat kekurangan gizi pada anak meliputi gangguan perkembangan otak, penurunan tingkat kecerdasan, terganggunya pertumbuhan fisik, serta gangguan metabolisme tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan ibu dan kejadian kekurangan gizi pada anak.Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional berbasis cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 89 orang, yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis bivariat dilakukan dengan uji Chi-Square.Hasil: Berdasarkan analisis statistik dengan uji Chi-Square, diperoleh nilai p-Value sebesar 0,000 (p<0,05), sehingga H0 ditolak.Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu dan kejadian kekurangan gizi pada anak. Penelitian selanjutnya disarankan untuk menggunakan desain yang lebih komprehensif, seperti studi longitudinal, guna mengamati dampak jangka panjang pengetahuan ibu terhadap status gizi anak.

  • Research Article
  • 10.33024/mahesa.v5i8.19109
Hubungan Kecanduan Smartphone, Self-Esteem, dan Jenis Kelamin dengan Kecemasan pada Siswa di SMAN 1 Mataram
  • Aug 1, 2025
  • MAHESA : Malahayati Health Student Journal
  • Made Krisna Wahyu Perdana + 3 more

ABSTRACT The World Health Organization (WHO) states that anxiety is a common mental health disorder with a very high prevalence rate. According to the Basic Health Research (Riskesdas) conducted by the Ministry of Health in 2018, emotional disorders among adolescents increased from 6% in 2013 to 9.8% in 2018. Objective to determine the relationship between smartphone addiction, self-esteem, and gender with anxiety among students at SMAN 1 Mataram. This study employed a quantitative, observational analytic approach with a cross-sectional design. The sampling technique used was stratified random sampling. The study was conducted at SMAN 1 Mataram in October 2024, involving a total of 102 respondents. Data were analyzed using the chi-square test with a significance level of p < 0.05. The bivariate analysis revealed a significant relationship between smartphone addiction and anxiety (p-value 0.001), no significant relationship between self-esteem and anxiety (p-value 0.879), and a significant relationship between gender and anxiety (p-value 0.032). There is a significant relationship between smartphone addiction and gender with anxiety, while no significant relationship was found between self-esteem and anxiety among students at SMAN 1 Mataram. Keywords: Smartphone Addiction, Self-Esteem, Gender, Anxiety ABSTRAK World Health Organization (WHO) menyatakan bahwa kecemasan adalah gangguan kesehatan jiwa yang umum dengan tingkat prevalensi yang sangat tinggi. Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) dari Kementerian Kesehatan (2018), gangguan emosi pada remaja meningkat dari 6% pada tahun 2013 menjadi 9,8% pada tahun 2018. Tujuan penelitian mengetahui hubungan kecanduan smartphone, self esteem, dan jenis kelamin dengan kecemasan pada siswa di SMAN 1 Mataram. Penelitian kuantitatif analitik observasional dengan desain penelitian cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan stratified random sampling. Penelitian dilakukan di SMAN 1 Mataram pada bulan Oktober 2024. Sampel penelitian sebanyak 102 responden. Hasil analisis bivariat menunjukkan ada hubungan signifikan kecanduan smartphone dengan kecemasan dengan p-value 0,001, tidak terdapat hubungan signifikan self esteem dengan kecemasan dengan p-value 0.879 dan ada hubungan signifikan jenis kelamin dengan kecemasan dengan p-value 0,032. Terdapat hubungan signifikan kecanduan smartphone dan jenis kelamin dengan kecemasan, dan tidak terdapata hubungan signifikan self esteem dengan kecemasan pada siswa di SMAN 1 Mataram. Kata Kunci: Kecanduan Smartphone, Self Esteem, Jenis Kelamin, Kecemasan

  • Research Article
  • 10.25139/htc.v8i1.10431
Hubungan Antara Asupan Zat Besi, Protein, dan Paparan Asap Rokok dengan Stunting Anak Usia Prasekolah
  • Jul 31, 2025
  • Journal of Health Educational Science And Technology
  • Rakhmalia Imeldawati + 3 more

Stunting masih menjadi masalah gizi utama dunia, khususnya di Indonesia. Prevalensi stunting di Indonesia tahun 2024 adalah sebanyak 19.8% dimana masih jauh dari target sustainable Development Goals (SDGs) dimana targetnya adalah menghilangkan segala bentuk kekurangan gizi pada tahun 2030. Banyak faktor yang menyebabkan stunting diantaranya faktor langsung, seperti asupan zat gizi seperti protein dan zat besi, dan faktor tidak langsung seperti paparan asap rokok. Anak berusia >3 tahun lebih berisiko mengalami stunting dibandingkan anak yang berusia < 3 tahun. Tujuan dari penelitian ini adalah melihat hubungan asupan zat besi, protein, dan paparan asap rokok terhadap kejadian stunting pada anak usia prasekolah (3-5 tahun). Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional dengan melibatkan 75 anak usia 3-5 tahun di Kecamatan Kedungkandang yang orang tuanya setuju untuk menjadi responden penelitian. Sampel dipilih melalui teknik cluster sampling. Data yang diambil antara lain antropometri untuk mengetahui tinggi badan menurut usia, asupan zat besi dan protein didapatkan melalui Semi Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ), dan paparan asap rokok didapat melalui wawancara menggunakan kuesioner. Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara asupan zat besi (p=0.044), asupan protein (p=0.023), dan paparan asap rokok (p=0.016) dengan stunting pada anak usia prasekolah. Anak dengan asupan zat besi dan protein yang kurang serta terpapar asap rokok lebih berisiko mengalami stunting. Kesimpulan yang dapat diambil adalah terdapat hubungan antara asupan zat besi, protein, dan paparan asap rokok dengan kejadian stunting pada anak usia prasekolah. Keyword : Stunting, zat besi, protein, paparan asap rokok Stunting remains a major nutritional problem globally, especially in Indonesia. The prevalence of stunting in Indonesia is 19.8%, which is still far from the Sustainable Development Goals (SDGs) target for eliminating all forms of malnutrition by 2030. Many factors contribute to stunting, including direct factors such as nutrient intake like protein and iron, and indirect factors such as exposure to cigarette smoke. Children older than 3 years are at higher risk of experiencing stunting compared to children younger than 3 years. The purpose of this study was to examine the relationship between iron intake, protein intake, and cigarette smoke exposure with the incidence of stunting in preschool children (3-5 years old). A cross-sectional design was employed in this study, involving 75 children aged 3-5 years in Kedungkandang District whose parents consented to participate. Samples were selected using cluster sampling technique. Data collected included anthropometry to determine height-for-age, iron and protein intake obtained through a Semi-Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ), and cigarette smoke exposure gathered via interviews using a questionnaire. Data analysis was conducted using a chi-square test. The results of the study demonstrated a significant relationship between iron intake (p=0.044), protein intake (p=0.023), and cigarette smoke exposure (p=0.016) with stunting in preschool children. Children with inadequate iron and protein intake, as well as those exposed to cigarette smoke, have a higher risk of stunting. In conclusion, there is a relationship between iron intake, protein intake, and cigarette smoke exposure with the incidence of stunting in preschool children. Keywords: stunting, iron, protein, cigarette smoke exposure

  • Research Article
  • 10.33377/jkh.v9i2.259
RELATIONSHIP BETWEEN EMOTIONAL QUOTIENT (EQ) AND RISKY SEXUAL BEHAVIOR IN ADOLESCENTS IN CENTRAL JAKARTA
  • Jul 31, 2025
  • Jurnal Kesehatan Holistic
  • Veronica Yeni Rahmawati + 5 more

Masalah kesehatan yang terjadi pada usia remaja bervariasi bahkan masalah yang timbul bisa didapatkan dari dampak perilaku seksual berisiko. Mengatasi masalah kesehatan remaja tersebut perlu adanya pengembangan potensi yang tersedia dalam diri remaja salah satunya yaitu kecerdasan emosional. Tujuan: mengetahui hubungan antara Emotional Quotient (EQ) dengan perilaku seksual berisiko pada remaja. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan Purposive Sampling pada satu SMA di Jakarta Pusat dengan jumlah responden 156 pada bulan Mei 2025. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner Wong and Lewis Emotional Intelligence Scale (WLEIS), Indeks Derajat Perilaku Seksual Remaja dan data demografi. Hasil penelitian: Mayoritas responden remaja putri (51,9%), usia 14-17 tahun (66%), duduk di bangku kelas XII (49,4%), pendidikan terakhir ayah lulusan SMA (55,8%) dan pendidikan terakhir ibu lulusan SMA (60,3%). Terdapat hubungan antara Emotional Quotient dengan perilaku seksual beresiko pada remaja (P-value=0,0001). Prevalence Risk didapatkan 18,59 (95%CI 9,01 – 49,13). Kesimpulan: Perawat berperan penting dalam memberikan pendampingan pada remaja untuk mengembangkan kemampuan emosional melalui media edukasi sebagai evidence based dengan pendekatan emosional untuk meningkatkan kesadaran dan keyakinan diri remaja dalam mencegah perilaku seksual berisiko.

  • Research Article
  • 10.59030/jkbd.v7i2.155
Hubungan Status Fungsional dengan Kualitas Hidup Pasien Pasca Stroke
  • Jul 31, 2025
  • Jurnal Keperawatan Bunda Delima
  • Ani Rahmadhani Kaban + 3 more

Stroke adalah penyakit pada otak berupa gangguan fungsi saraf baik lokal maupun global (menyeluruh) oleh karena adanya gangguan suplai darah ke otak, biasanya karena pecahnya pembuluh darah atau diblokir oleh gumpalan darah sehingga menghambat masuknya oksigen dari nutrisi ke otak dan menyebabkan kerusakan pada jaringan otak. Stroke merupakan masalah kesehatan global dan penyebab utama kecacatan yang munculnya mendadak, progresif dan cepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Status Fungsional dengan Kualitas Hidup Pasien Pasca Stroke RSU Mitra Medika Tanjung Mulia Medan. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode survei analitik dengan pendekatan crossectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien rawat jalan yang berjumlah 90 responden. Pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Dengan mengacu pada rumus slovin. Berdasarkan dari hasil uji statistik dengan menggunakan uji chi-square di peroleh nilai p – value = (0,000) (α = < 0,05) maka lebih kecil atau tidak lebih dari α=0,05 yang artinya Ho ditolak Ha diterima hal ini bisa di katakan ada Hubungan Status Fungsional dengan Kualitas Hidup Pasien Pasca Stroke RSU Mitra Medika Tanjung Mulia Medan. Kesimpulan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa secara statistik terdapat Hubungan Status Fungsional dengan Kualitas Hidup Pasien Pasca Stroke RSU Mitra Medika Tanjung Mulia Medan.

  • Research Article
  • 10.33377/jkh.v9i2.257
HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK DENGAN KEJADIAN SIKLUS MENSTRUASI PADA ATLET REMAJA BOLA BASKET KABUPATEN KARAWANG
  • Jul 31, 2025
  • Jurnal Kesehatan Holistic
  • Rima Novianti + 2 more

Pendahuluan: Penggunaan energi yang melebihi asupan energi bisa mengganggu fungsi hipotalamus dan menekan pelepasan hormon GnRH. Pada atlet yang berlatih intensif, dapat menyebabkan gangguan siklus menstruasi. Gangguan siklus menstruasi sering terjadi pada atlet bola basket. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan aktivitas fisik dengan kejadian siklus menstruasi pada atlet remaja bola basket kabupaten karawang. Metode: penelitian ini menggunakan desain peneltian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Tehnik sampling yang digunakan dengan teknik total sampling dengan jumlah 35 responden. Instrumen yang digunakan international physical activity questionnaire. Analisa data menggunakan uji Chi-Square dengan alpha 0.05. Hasil: penelitian aktivitas fisik dengan kejadian siklus menstruasi didapatkan nilai P value = 0.015 < ? (0.05) artinya terdapat hubungan aktivitas fisik dengan kejadian siklus menstruasi pada atlet remaja bola basket Kabupaten Karawang. Kesimpulan: Bagi remaja dan PERBASI Karawang perlu berolahraga sesuai jadwal terstruktur dan seimbang. Catat hari pertama haid setiap bulan untuk memantau siklus menstruasi.

  • Research Article
  • 10.59030/jkbd.v7i2.158
Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Tingkat Kecemasan Pasien Hipertensi
  • Jul 31, 2025
  • Jurnal Keperawatan Bunda Delima
  • Hizrah Hanim Lubis + 3 more

Hipertensi atau tekanan darah tinggi disebut sebagai “The silent killer” yaitu suatu keadaan dimana tekanan darah sistolik > 140 mmHg dan tekanan diastolik > 90 mmHg setelah dilakukan pemeriksaan berulang. Hipertensi disebut sebagai penyakit kronis yang ditandai dengan meningkatnya suatu tekanan darah pada dinding pembuluh darah arteri. Dalam keadaan tersebut dapat mengakibatkan jantung bekerja lebih keras untuk mengedarkan darah keseluruh tubuh melalui pembuluh darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Tingkat Pengetahuan Terhadap Kecemasan Pada Pasien Hipertensi di RSU Mitra Medika Tanjung Mulia. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode survey analitik dengan pendekatan crossectional. Populasi dalam penelitian adalah semua pasien hipertensi yang berobat di Instalasi Rawat Jalan (IRJ) di Rumah Sakit Mitra Medika Tanjung Mulia, dengan jumlah populasi 356 orang sedangkan teknik pengambilan sampel yang digunakan purposive sampling dengan rumus Slovin yaitu sebanyak 78 responden. Berdasarkan hasil Analisa uji statistik dengan menggunakan uji chi-square di peroleh nilai p-value = (0,003) yang artinya (H0) di tolak dan (Ha) diterima sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat Hubungan Tingkat Pengetahuan Terhadap Kecemasan Pada Pasien Hipertensi di Rumah Sakit Umum Mitra Medika Tanjung Mulia Tahun 2025. Kesimpulan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa secara statistik ada Hubungan Tingkat Pengetahuan Terhadap Kecemasan Pada Pasien Hipertensi di Rumah Sakit Umum Mitra Medika Tanjung Mulia Tahun 2025.

  • Research Article
  • 10.20414/light.v5i1.11721
Hubungan Konten Instagram Review Buku @meisyasallwa Terhadap Minat Baca Generasi Z
  • Jul 31, 2025
  • THE LIGHT : Journal of Librarianship and Information Science
  • Laila Nisa Salsabila Salsabila

Abstract This study aims to determine the relationship between Instagram book review content presented by the @Meisyasallwa account and the reading interest of generation Z. Generation Z, who grew up in the digital era, tends to rely on social media to get information, including in terms of literacy. Book review content presented with an attractive visual style and effective storytelling is expected to increase their reading interest. This study uses a quantitative approach with a correlational method to measure the relationship between the independent variables, namely Instagram book review content, and the dependent variable, namely the reading interest of generation Z. Data collection was carried out through a questionnaire distributed to 100 respondents, who were followers of the @Meisyasallwa account. The sampling technique used the purposive sampling method, with the criteria of followers who had an interest in book content. Data were analyzed using descriptive statistical tests, validity tests, reliability tests, and Pearson Product Moment correlation tests to measure the strength of the relationship between variables. The results of the study showed a positive and significant relationship between book review content on Instagram @Meisyasallwa and the reading interest of generation Z. This is indicated by a Pearson correlation value of 0.605 and a significance value of 0.000. Based on these results, it can be concluded that the hypothesis in this study is accepted because the significance value is <0.05 so that it is proven that there is a relationship between the content of the Instagram book review @meisyasallwa and the reading interest of generation Z. The conclusion of this study is that social media, especially Instagram, can be an effective tool for building and increasing reading interest among the younger generation, if used with the right approach. Keywords: Instagram content, book reviews, reading interest, social media. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara konten Instagram ulasan buku yang disajikan oleh akun @Meisyasallwa dengan minat baca generasi Z. Generasi Z, yang tumbuh di era digital, cenderung mengandalkan media sosial untuk mendapatkan informasi, termasuk dalam hal literasi. Konten ulasan buku yang disajikan dengan gaya visual menarik dan storytelling yang efektif diharapkan mampu meningkatkan minat baca mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional untuk mengukur hubungan antara variabel bebas, yaitu konten Instagram ulasan buku, dan variabel terikat, yaitu minat baca generasi Z. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner yang disebarkan kepada 100 responden, yang merupakan followers akun @Meisyasallwa. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling, dengan kriteria followers yang memiliki ketertarikan pada konten buku. Data dianalisis menggunakan uji statistik deskriptif, uji validitas, reliabilitas, serta uji korelasi Pearson Product Moment untuk mengukur kekuatan hubungan antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara konten ulasan buku di Instagram @Meisyasallwa dan minat baca generasi Z. Hal tersebut ditunjukkan dengan nilai pearson correlation sebesar 0,605 dan nilai signifikansi sebesar 0,000. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa hipotesis dalam penelitian ini diterima karena nilai signifikansi <0,05 sehingga terbukti terdapat hubungan antara konten Instagram review buku @meisyasallwa terhadap minat baca generasi Z. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa media sosial, khususnya Instagram, dapat menjadi alat yang efektif untuk membangun dan meningkatkan minat baca di kalangan generasi muda, jika digunakan dengan pendekatan yang tepat. Kata Kunci: konten Instagram, ulasan buku, minat baca, media sosial.

  • Research Article
  • 10.52299/jks.v15i02.435
HUBUNGAN PERAN ORANG TUA DAN LINGKUNGAN TERHADAP PERKEMBANGAN KOGNITIF ANAK USIA PRA SEKOLAH DI TK AISYIYAH I KABUPATEN ENREKANG TAHUN 202
  • Jul 31, 2025
  • Jurnal Ilmu Kebidanan dan Kesehatan (Journal of Midwifery Science and Health)
  • Wilda Rezki Pratiwi + 2 more

Perkembangan kognitif mengacu pada perkembangan anak dalam berpikir dan kemampuan untuk memberikan alasan. Secara umum, pengertian dari perkembangan kognitif adalah perubahan dalam pemikiran, kecerdasan, dan bahasa anak. Proses perkembangan kognitif membuat anak mampu mengingat, membayangkan bagaimana cara memecahkan soal, menyusun strategi kreatif atau menghubungkan kalimat menjadi pembicaraan yang bermakna (meaningfull). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan peran orang tua dan lingkungan terhadap perkembangan kognitif anak usia prasekolah di TK Aisyiyah 1 Kabupaten Enrekang Tahun 2025. Jenis dan metode penelitian digunakan adalah metode Cross Sectional Study. Populasi penelitian ini semua anak usia pra sekolah 3-6 tahun yang berada di TK Aisyiyah 1 Kabupaten Enrekang sebanyak 52 orang. Dalam penelitian ini sampel yang diambil adalah sebagian anak usia pra sekolah 3-6 tahun yang berada di TK Aisyiyah 1 Kabupaten Enrekang sebanyak 34 orang dengan pengambilan sampel secara Purposive Sampling. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan peran orang tua dengan perkembangan kognitif anak di TK Aisyiyah 1 Kabupaten Enrekang diperoleh nilai ?=0,033<?=0,05 Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan lingkungan dengan perkembangan kognitif anak di TK Aisyiyah 1 Kabupaten Enrekang diperoleh nilai ?=0,001<?=0,05 Setelah dilakukannya penelitian ini peneliti menarik kesimpulan dari pembahasan dalam penelitian ini, peneliti mengajukan saran kepada 5 orang tua yang diteliti, peneliti berharap agar para orang tua belajar lebih dalam lagi tentang tata cara menstimulasi perkembangan kognitif anak usia dini melalui berbagai alat permainan yang dapat merangsang perkembangan kognitif anak usia dini.

  • Research Article
  • 10.64173/mrf.v2i2.129
HUBUNGAN PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR PESERTA DIDIK DENGAN PENERAPAN KURIKULUM MERDEKA BELAJAR KELAS XII DI MAN 1 BEKASI
  • Jul 30, 2025
  • Marifah: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Peradaban Islam
  • Firdiansyah Firdiansyah + 1 more

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan peningkatan motivasi belajar peserta didik dengan menerapkan kurikulum merdeka belajar kelas XII di MAN 1 Bekasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan menggunakan rumus Uji Lilifours Normalitas dan Analisis Korelasi Product Moment. Sampel penelitian ini berjumlah 36 peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa. Uji korelasi product moment memperoleh nilai koefisien korelasi sebesar 0,97 atau 97% dengan nilai probalitas (sig) table 0,05 (0,2573). Jadi Ho ditolak dan Ha diterima yang berarti terdapat hubungan antara dua variable didalam penelitian. Dimana terdapat dorongan yang tinggi dalam belajar dan peserta didik mau menyediakan cukup waktu untuk belajar sehingga peserta didik mampu meningkatkan motivasi belajar dalam penerapan kurikulum merdeka maka tingkat motivasi peserta didik dalam belajar akan semakin meningkat dengan baik dan memberi kemudahan dalam penerapan kurikulum merdeka belajar.

  • Research Article
  • 10.64173/mrf.v2i2.121
HUBUNGAN ANTARA KEPERCAYAAN DIRI DAN MINAT BELAJAR DENGAN HASIL BELAJAR PAI SISWA KELAS VII SMPIT INSAN KAMIL KECAMATAN CIKARANG UTARA KABUPATEN BEKASI
  • Jul 30, 2025
  • Marifah: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Peradaban Islam
  • Irfan Fahrizal Irfan Fahrizal

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data secara empiris mengenai hubungan antara kepercayaan diri dan minat belajar dengan hasil belajar PAI siswa kelas VII SMPIT Insan Kamil Kecamatan Cikarang Utara Kabupaten Bekasi. Penelitian untuk jurnal ini dilaksanakan di SMPIT Insan Kamil dengan waktu penelitian di mulai dari bulan desember tahun 2022 sampai dengan bulan Juni 2023. Metode penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan studi korelasi yakni metode penelitian dengan cara menghubungkan antara dua variabel penelitian secara kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMPIT Insan Kamil Kecamatan Cikarang Utara Kabupaten Bekasi tahun pelajaran 2022/2023 yang berjumlah 124 siswa. Pada penelitian ini peneliti menggunakan purposive sampling. Teknik ini dipilih dengan tujuan sampel yang diambil dapat mewakili karakteristik populasi yang diinginkan. Sampel pada penelitian ini terdiri dari 30 siswi kelas VII B putri dan 32 siswa kelas VII C putra dengan pertimbangan kedua kelas tersebut memiliki nilai ketidaktuntasan pada PTS lebih banyak dibandingkan dengan kelas yang lainnya. Berdasarkan hasil penelitian telah menyatakan bahwa hipotesis penelitian yang diajukan dapat diterima karena terdapat hubungan positif yang signifikan antara kepercayaan diri (X1) dan minat belajar siswa (X2) secara bersama-sama dengan hasil belajar siswa (Y), dengan Ry.12 = 0,639 pada taraf alpha 0,05 yang menunjukkan korelasi kuat. Sementara itu koefisien determinasi 0,4083 atau kontribusi R2y.12 = 40,83% yang berarti 40,83% variasi nilai hasil belajar dapat dijelaskan oleh kepercayaan diri dan minat belajar secara bersama-sama. Kata kunci : kepercayaan diri, minat belajar, hasil belajar

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
  • 6
  • .
  • .
  • .
  • 10
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5

Popular topics

  • Latest Artificial Intelligence papers
  • Latest Nursing papers
  • Latest Psychology Research papers
  • Latest Sociology Research papers
  • Latest Business Research papers
  • Latest Marketing Research papers
  • Latest Social Research papers
  • Latest Education Research papers
  • Latest Accounting Research papers
  • Latest Mental Health papers
  • Latest Economics papers
  • Latest Education Research papers
  • Latest Climate Change Research papers
  • Latest Mathematics Research papers

Most cited papers

  • Most cited Artificial Intelligence papers
  • Most cited Nursing papers
  • Most cited Psychology Research papers
  • Most cited Sociology Research papers
  • Most cited Business Research papers
  • Most cited Marketing Research papers
  • Most cited Social Research papers
  • Most cited Education Research papers
  • Most cited Accounting Research papers
  • Most cited Mental Health papers
  • Most cited Economics papers
  • Most cited Education Research papers
  • Most cited Climate Change Research papers
  • Most cited Mathematics Research papers

Latest papers from journals

  • Scientific Reports latest papers
  • PLOS ONE latest papers
  • Journal of Clinical Oncology latest papers
  • Nature Communications latest papers
  • BMC Geriatrics latest papers
  • Science of The Total Environment latest papers
  • Medical Physics latest papers
  • Cureus latest papers
  • Cancer Research latest papers
  • Chemosphere latest papers
  • International Journal of Advanced Research in Science latest papers
  • Communication and Technology latest papers

Latest papers from institutions

  • Latest research from French National Centre for Scientific Research
  • Latest research from Chinese Academy of Sciences
  • Latest research from Harvard University
  • Latest research from University of Toronto
  • Latest research from University of Michigan
  • Latest research from University College London
  • Latest research from Stanford University
  • Latest research from The University of Tokyo
  • Latest research from Johns Hopkins University
  • Latest research from University of Washington
  • Latest research from University of Oxford
  • Latest research from University of Cambridge

Popular Collections

  • Research on Reduced Inequalities
  • Research on No Poverty
  • Research on Gender Equality
  • Research on Peace Justice & Strong Institutions
  • Research on Affordable & Clean Energy
  • Research on Quality Education
  • Research on Clean Water & Sanitation
  • Research on COVID-19
  • Research on Monkeypox
  • Research on Medical Specialties
  • Research on Climate Justice
Discovery logo
FacebookTwitterLinkedinInstagram

Download the FREE App

  • Play store Link
  • App store Link
  • Scan QR code to download FREE App

    Scan to download FREE App

  • Google PlayApp Store
FacebookTwitterTwitterInstagram
  • Universities & Institutions
  • Publishers
  • R Discovery PrimeNew
  • Ask R Discovery
  • Blog
  • Accessibility
  • Topics
  • Journals
  • Open Access Papers
  • Year-wise Publications
  • Recently published papers
  • Pre prints
  • Questions
  • FAQs
  • Contact us
Lead the way for us

Your insights are needed to transform us into a better research content provider for researchers.

Share your feedback here.

FacebookTwitterLinkedinInstagram
Cactus Communications logo

Copyright 2026 Cactus Communications. All rights reserved.

Privacy PolicyCookies PolicyTerms of UseCareers