Year Year arrow
arrow-active-down-0
Publisher Publisher arrow
arrow-active-down-1
Journal
1
Journal arrow
arrow-active-down-2
Institution Institution arrow
arrow-active-down-3
Institution Country Institution Country arrow
arrow-active-down-4
Publication Type Publication Type arrow
arrow-active-down-5
Field Of Study Field Of Study arrow
arrow-active-down-6
Topics Topics arrow
arrow-active-down-7
Open Access Open Access arrow
arrow-active-down-8
Language Language arrow
arrow-active-down-9
Filter Icon Filter 1
Year Year arrow
arrow-active-down-0
Publisher Publisher arrow
arrow-active-down-1
Journal
1
Journal arrow
arrow-active-down-2
Institution Institution arrow
arrow-active-down-3
Institution Country Institution Country arrow
arrow-active-down-4
Publication Type Publication Type arrow
arrow-active-down-5
Field Of Study Field Of Study arrow
arrow-active-down-6
Topics Topics arrow
arrow-active-down-7
Open Access Open Access arrow
arrow-active-down-8
Language Language arrow
arrow-active-down-9
Filter Icon Filter 1
Export
Sort by: Relevance
  • Research Article
  • 10.36312/sasambo.v7i1.2623
Strategi untuk Menarik Pelanggan Melalui Media Sosial bagi Pelaku UMKM di Manggar, Belitung Timur
  • Feb 1, 2025
  • Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service)
  • Sutiadi Rahmansyah + 4 more

Pemasaran produk melalui media sosial menjadi strategi pemasaran termudah dan termurah dibandingkan dengan strategi konvensional karena tidak harus memiliki toko secara fisik. Akan tetapi, pelaku usaha memerlukan pemahaman yang baik mengenai strategi penggunaan media sosial agar sukses menarik pelanggan. Tujuan utama pengabdian masyarakat ini ialah mengedukasi para pengusaha UMKM di Manggar, Belitung Timur agar mampu bersaing di pasar digital. Metode pengabdian masyarakat ini berupa metode FGD, ceramah (pelatihan) dan diskusi. Strategi yang diberikan mencakup pemahaman tentang suhu pasar, posting, giveaway dan list building. Diharapkan setelah pelatihan ini, pelaku UMKM di Manggar, Belitung Timur dapat meningkatkan penjualannya. Selain itu, produk mereka akan dikenal luas, tidak hanya di pasar nasional tetapi juga di pasar internasional

  • Research Article
  • 10.36312/sasambo.v7i1.2543
Edukasi Olahan Pangan Bergizi untuk Anak Stunting
  • Feb 1, 2025
  • Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service)
  • Tutik Wuryandari + 5 more

Periode 0 bulan sampai 2 tahun disebut sebagai periode emas yaitu periode yang menentukan kualitas kehidupan. Periode ini sensitive karena akibat yang ditimbulkan terhadap bayi tidak dapat dikoreksi dan bersifat permanen. Permasalahan yang kompleks seperti kemiskinan, rendahnya tingkat pendidikan, kesibukan mencari penghasilan, kurang peduli terhadap kesehatan dan tumbuh kembang anak menyebabkan anak menjadi kurang gizi yang bila tidak segera ditangani akan menyebabkan terjadinya stunting yang permanen. Selain adanya program dari pemerintah melalui dinas kesehatan maupun orang tua asuh untuk anak stunting maka diperlukan edukasi pada orang tua dengan pemberian makanan bergizi. Tujuan dari kegiatan ini adalah memberi edukasi kepada orang tua agar mampu mengolah makanan sendiri dari bahan yang mudah di peroleh dengan harga terjangkau dan bernilai gizi untuk menangani anak stunting. Kegiatan PkM ini dilaksanakan di Kelurahan Debong Kulon, Kecamatan Tegal Selatan, Kota Tegal dengan 6 baduta stunting beserta orang tuanya. Hasil analisis perbedaan pretest dan posttest menunjukkan p-value 0.175 dan nilai t hitung (-1.581) lebih kecil daripada t tabel (2.015), sehingga H0 diterima atau tidak ada perbedaan signifikan antara pengetahuan peserta sebelum dan sesudah edukasi. Dengan adanya edukasi olahan pangan diharapkan orangtua mampu mengolah makanan sendiri untuk anak stunting dari bahan yang mudah di peroleh dengan harga terjangkau. Education on Nutritious Processed Foods for Stunting Children The period from 0 months to 2 years is called the golden period, which determines the quality of life. This period is sensitive because the effects on the baby cannot be corrected and are permanent. Complex problems such as poverty, low levels of education, busy earning an income, and lack of concern for children's health and growth and development cause children to become malnourished which, if not treated immediately, will cause permanent stunting. Apart from the existence of programs from the government through the health service and foster parents for stunted children, education is needed for parents by providing nutritious food. This activity aims to provide education to parents so they can prepare their food from ingredients that are easily obtained at affordable prices and have nutritional value to deal with stunting children. This activity was carried out in Debong Kulon Village, Tegal Selatan District, Tegal City with 6 stunting children and their parents. The results of this activity show that there has been an increase in the knowledge of participants or parents after receiving education. With food processing education, it is hoped that parents will be able to prepare their food for stunted children from ingredients that are easy to obtain at affordable prices

  • Research Article
  • 10.36312/sasambo.v7i1.2490
Pendampingan P5 Berbasis Kearifan Lokal: Inovasi Cimi–Cimi Berbahan Dasar Bayam di SMK N 20 Samarinda
  • Feb 1, 2025
  • Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service)
  • Nafla Maulida + 4 more

Penelitian ini bertujuan untuk mendampingi siswa SMK N 20 Samarinda dalam kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) berbasis kearifan lokal melalui inovasi pembuatan cimi-cimi berbahan dasar bayam. Mitra dalam kegiatan ini adalah siswa kelas 12 yang berjumlah 30 orang. Metode yang digunakan adalah pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD) melalui tahapan Appreciative Inquiry: Discovery, Dream, Design, dan Destiny. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa berhasil memproduksi cimi-cimi inovatif dengan skor organoleptik tertinggi pada aspek tekstur (4,2). Kegiatan ini meningkatkan pemahaman siswa terhadap potensi aset lokal, keterampilan wirausaha, dan kerja sama tim. Kesimpulannya, program ini efektif dalam mengembangkan kreativitas siswa dan menumbuhkan jiwa kewirausahaan berbasis budaya lokal. Rekomendasi yang diberikan adalah integrasi program P5 dalam kurikulum sekolah, peningkatan pelatihan guru, dan pengembangan kerja sama dengan UMKM lokal. P5 Mentoring Based on Local Wisdom: Cimi Innovation - Cimi Made from Spinach At SMK N 20 Samarinda This study aims to mentor students at SMK N 20 Samarinda in the Pancasila Student Profile Strengthening Project (P5) based on local wisdom through the innovation of spinach-based cimi-cimi. The partners in this program are 30 twelfth-grade students. The method used is the Asset-Based Community Development (ABCD) approach through the stages of Appreciative Inquiry: Discovery, Dream, Design, and Destiny. The results show that students successfully produced innovative cimi-cimi, with the highest organoleptic score on texture (4.2). This activity enhanced students' understanding of local asset potential, entrepreneurial skills, and teamwork. In conclusion, the program effectively fosters students' creativity and entrepreneurial spirit based on local culture. The recommendations are integrating the P5 program into the school curriculum, enhancing teacher training, and developing collaborations with local SMEs.

  • Research Article
  • 10.36312/sasambo.v7i1.2591
Implementasi Pojok Baca untuk Meningkatkan Minat Baca Anak-anak di Kampung Asem, Kelurahan Panunggangan Barat Kecamatan Cibodas
  • Feb 1, 2025
  • Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service)
  • Zahra Nabilla + 10 more

Minat baca anak-anak merupakan faktor penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, namun rendahnya akses literasi di beberapa daerah menjadi tantangan yang perlu diatasi. Pengabdian ini bertujuan untuk mengimplementasikan Pojok Baca sebagai upaya meningkatkan minat baca anak-anak usia 3-12 tahun di Kampung Asem, Kelurahan Panunggangan Barat, Kecamatan Cibodas. Metode yang digunakan adalah observasi, wawancara, dokumentasi, dan evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan. Program ini melibatkan berbagai aktivitas interaktif seperti membaca bersama, pendampingan belajar, dan lomba bercerita, serta mendorong keterlibatan orang tua dalam mendukung kebiasaan membaca anak. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam minat baca anak-anak, dengan jumlah peserta aktif mencapai 25 anak, lebih tinggi dari target awal. Selain itu, koleksi buku juga bertambah dari 30 buku menjadi 40 buku, yang memberikan lebih banyak variasi bacaan bagi anak-anak. Namun, beberapa kendala masih ditemukan, seperti keterbatasan variasi bahan bacaan, kurangnya sumber donasi buku, serta ketidakkonsistenan kehadiran peserta di minggu-minggu akhir program. Sebagai tindak lanjut, program ini diharapkan dapat berlanjut secara mandiri dengan dukungan masyarakat serta bekerja sama dengan perpustakaan daerah untuk meningkatkan akses literasi anak-anak. Dengan adanya program Pojok Baca, diharapkan dapat tercipta lingkungan yang lebih mendukung literasi anak dan meningkatkan budaya membaca di masyarakat. Implementation of Reading Corner to Increase Children's Interest in Reading in Kampung Asem, Cibodas District Panunggangan Barat Sub District Children's interest in reading is an important factor in improving the quality of human resources, but low access to literacy in several areas is a challenge that needs to be overcome. This community service aims to implement the Reading Corner as an effort to increase children's interest in reading aged 3-12 years in Kampung Asem, Panunggangan Barat Village, Cibodas District. The methods used are observation, interviews, documentation, and evaluation of the implementation of activities. This program involves various interactive activities such as reading together, learning assistance, and storytelling competitions, as well as encouraging parental involvement in supporting children's reading habits. The results of the community service show a significant increase in children's interest in reading, with the number of active participants reaching 25 children, higher than the initial target. In addition, the book collection has also increased from 30 books to 40 books, which provides more variety of reading for children. However, several obstacles were still found, such as limited variety of reading materials, lack of sources of book donations, and inconsistent attendance of participants in the final weeks of the program. As a follow-up, this program is expected to continue independently with community support and in collaboration with regional libraries to improve children's literacy access. With the Reading Corner program, it is hoped that an environment that is more supportive of children's literacy and improves reading culture in the community can be created.

  • Research Article
  • 10.36312/sasambo.v7i1.2511
Mewujudkan Keluarga Indonesia Anti Trafficking (KIAT) Melalui Penyuluhan Hukum Bagi Kelompok Kadarkum PKK Desa
  • Feb 1, 2025
  • Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service)
  • Yenny Aman Serah + 4 more

Program Keluarga Indonesia Anti Trafficking (KIAT) bertujuan meningkatkan literasi hukum dan kesadaran masyarakat dalam mencegah perdagangan manusia (TPPO), khususnya di Kelurahan Benua Mas, Kabupaten Bengkayang. Mitra utama dalam program ini adalah PKK Kelurahan Benua Mas yang memiliki peran strategis dalam pemberdayaan perempuan dan keluarga. Metode utama yang digunakan adalah penyuluhan hukum berbasis komunitas melalui ceramah interaktif, diskusi kelompok, simulasi kasus, serta pemanfaatan media digital seperti video edukasi dan grup WhatsApp. Hasil program menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terhadap konsep TPPO, modus operandi pelaku, serta mekanisme perlindungan hukum, dengan peningkatan skor pemahaman hingga 55%. Pembentukan Kelompok Sadar Hukum (Kadarkum) PKK juga menjadi langkah strategis dalam keberlanjutan program. Kesimpulannya, program KIAT efektif dalam meningkatkan kesadaran hukum dan kapasitas komunitas dalam mencegah TPPO. Rekomendasi utama meliputi penguatan literasi digital bagi kader PKK, perluasan cakupan program ke wilayah lain, serta sinergi dengan pemangku kepentingan untuk kebijakan pencegahan TPPO yang lebih sistematis. An Indonesian Anti-Trafficking Family (KIAT) Through Legal Counseling for the Kadarkum PKK Village Group The Indonesian Anti-Trafficking Family (KIAT) program aims to enhance legal literacy and public awareness in preventing human trafficking (TPPO), particularly in Benua Mas Village, Bengkayang Regency. The main partner in this program is the Benua Mas PKK, which plays a strategic role in empowering women and families. The primary method used is community-based legal counseling through interactive lectures, group discussions, case simulations, and the use of digital media such as educational videos and WhatsApp groups. The program results show an increase in participants' understanding of TPPO concepts, perpetrators' modus operandi, and legal protection mechanisms, with knowledge scores improving by up to 55%. The formation of the PKK Legal Awareness Group (Kadarkum) is also a strategic step in ensuring the program's sustainability. In conclusion, the KIAT program effectively raises legal awareness and strengthens community capacity to prevent TPPO. Key recommendations include strengthening digital literacy for PKK members, expanding the program to other regions, and fostering synergy with stakeholders for a more systematic anti-trafficking policy.

  • Research Article
  • 10.36312/sasambo.v7i1.2573
Pendidikan Anti-Bullying terhadap Siswa Sekolah Dasar Dalam Rangka Meningkatkan Solidaritas
  • Feb 1, 2025
  • Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service)
  • Amrizal Amrizal + 10 more

Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengedukasi perilaku anti-bullying kepada siswa sekolah dasar. Mitra tempat kegiatan pengabdian masyarakat adalah Madrasah Ibtidaiyah Raudhotul Mubtadi'in di Desa Buaran Kecamatan Serpong, Tangerang selatan dengan melibatkan siswa 95 orang. Metode pengabdian masyarakat dengan ceramah, simulasi dan permainan. Hasil pengabdian masyarakat terbukti dapat meningkatkan pengetahuan siswa terhadap antibulliying, dimana sebelum kegiatan dilakukan rata-rata pengetahuan siswa 66.89 dan setelah kegiatan pengabdian dilakukan terdapat kenaikan pengetahuan siswa menjadi 81.47, artinya terdapat kenaikan sebesar 14.58. Setelah dilakukan kegiatan pengabdian masyarakat Siswa memperoleh pemahaman terhadap bahaya bulliying dan dampak hukum bagi pelaku. Kami memberikan rekomendasi pendidikan anti bulliying dimasukkan dalam kurikulum di sekolah dasar. Anti-Bullying Education for Elementary School Students in Order to Increase Solidarity Anti-bullying education is an important approach in creating a safe learning atmosphere for students, especially at the elementary school level. Bullying not only has a negative impact, but also affects students' overall behavior in the classroom. This community service aims to educate elementary school students about anti-bullying behavior. Through community service methods, this activity involves students and teachers. The results of the service are proven to provide students with an understanding of the dangers of bullying and the legal impact on the perpetrators. We recommend that anti-bullying education be included in the curriculum in elementary schools.

  • Research Article
  • 10.36312/sasambo.v7i1.2622
Pelatihan Peningkatan Komitmen dan Motivasi Anggota untuk Mewujudkan Koperasi yang Tangguh pada Koperasi Harapan Maju Kuranji Kota Padang
  • Feb 1, 2025
  • Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service)
  • Yohan Fitriadi + 1 more

Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan komitmen anggota dalam mewujudkan koperasi yang tangguh melalui pelatihan di Koperasi Harapan Maju Kuranji, Kota Padang. Mitra dalam kegiatan ini adalah anggota koperasi yang berjumlah 50 orang dari total 456 anggota. Metode pelaksanaan meliputi pengisian kuesioner untuk mengidentifikasi kebutuhan anggota, Focus Group Discussion (FGD), serta pemaparan materi oleh tim pengabdian. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman anggota tentang peran koperasi, serta peningkatan motivasi dan komitmen mereka dalam berpartisipasi aktif. Evaluasi melalui kuesioner pra dan pasca pelatihan menunjukkan peningkatan kesadaran dan keterlibatan anggota dalam koperasi. Kesimpulan dari kegiatan ini menegaskan bahwa pelatihan dapat menjadi strategi efektif dalam memperkuat koperasi. Rekomendasi mencakup perlunya pelatihan berkelanjutan dan peningkatan insentif bagi anggota agar koperasi terus berkembang dan berkelanjutan. Training on Enhancing Member Commitment and Motivation to Build a Resilient Cooperative at Harapan Maju Kuranji Cooperative Padang City This community service aims to enhance the motivation and commitment of members in building a resilient cooperative through training at the Harapan Maju Kuranji Cooperative in Padang City. The partners in this activity are cooperative members, with 50 participants out of a total of 456 members. The implementation methods include questionnaires to identify member needs, Focus Group Discussions (FGD), and material presentations by the service team. The results show an increased understanding of the cooperative’s role, as well as improved motivation and commitment among members to participate actively. Evaluations through pre- and post-training questionnaires indicate a rise in awareness and engagement within the cooperative. The conclusion of this activity confirms that training is an effective strategy for strengthening cooperatives. Recommendations include the need for continuous training and increased incentives for members to ensure cooperative growth and sustainability.

  • Research Article
  • 10.36312/sasambo.v7i1.2412
Pemberdayaan Kelompok Pengolah dan Pemasar Ikan Iwak Sumber Rejeki Tulungagung Melalui Paket Pengolah Abon Ikan dan Pemasaran Berbasis Digital
  • Feb 1, 2025
  • Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service)
  • Fandi Fatoni + 4 more

Kabupaten Tulungagung, yang terletak di pesisir selatan Jawa Timur, merupakan salah satu daerah penghasil ikan yang potensial, khususnya dari hasil tangkapan laut dan budidaya. Meskipun potensi perikanan di Tulungagung sangat besar, tantangan yang dihadapi oleh kelompok pengolah ikan di daerah ini masih cukup kompleks salah satunya pada proses pemasaran ikan seperti yang dialami oleh Kelompok Pengolah dan Pemasar Ikan ‘Iwak Sumber Rejeki’. Upaya mengatasi permasalahan yang terjadi maka dilakukan Penelitian pengabdian masyarakat menggunakan metode pemberdayaan partisipatif dengan pendekatan observasi, diskusi, pelatihan, dan evaluasi. Dengan hasil melalui paket pengolah abon ikan dan pemasaran berbasis digital telah memberikan dampak signifikan berupa peningkatan kapasitas,waktu,dan tenaga sebesar 60 % dari produksi semula dalamsehingga meningkatkan efisiensi produksi dan efektivitas pemasaran sealigus memberikan kontribusi positif terhadap ekonomi lokal di Tulungagung, sejalan dengan tujuan pemberdayaan komunitas dan pengembangan UMKM. Empowerment of the Sumber Rejeki Tulungagung Iwak Processing and Marketing Group through Fish Shredded Processing Packages and Digital-Based Marketing Tulungagung Regency, located on the southern coast of East Java, is one of the potential fish-producing areas, especially from marine capture and aquaculture. Although the potential of fisheries in Tulungagung is very large, the challenges faced by fish processing groups in this area are still quite complex, one of which is the fish marketing process as experienced by the 'Iwak Sumber Rejeki' Fish Processing and Marketing Group. In an effort to overcome the problems that occur, community service research is carried out using participatory empowerment methods with observation, discussion, training, and evaluation approaches. With the results, the shredded fish processing package and digital-based marketing have had a significant impact in the form of an increase in capacity, time, and energy by 60% from the original production in order to increase production efficiency and marketing effectiveness while making a positive contribution to the local economy in Tulungagung, in line with the objectives of community empowerment and MSME development.

  • Research Article
  • 10.36312/sasambo.v7i1.2228
Pemanfaatan Inovasi Moveable Book Sebagai Peningkatan Edukasi Pencegahan Demam Berdarah Dengue Pada Siswa SD Negeri 02 Besuki Kabupaten Situbondo
  • Feb 1, 2025
  • Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service)
  • Nurnaningsih Herya Ulfah + 9 more

Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) sering menjadi KLB (Kejadian Luar Biasa) karena cepatnya perkembangan dan cenderung fluktuatif yang biasa terjadi di wilayah negara tropis. Jawa Timur tepatnya di Kecamatan Besuki menjadi salah satu wilayah dengan prevalensi KLB demam berdarah dengue yang cukup tinggi setelah Kecamatan Situbondo. Terbatasnya tenaga ahli serta kurangnya fasilitas kesehatan menjadi faktor penghambat tersampaikannya informasi kesehatan pada warga sekitar, mulai dari pencegahan penyakit secara mandiri hingga pengobatan. Oleh karena itu, perlu adanya penyampaian informasi kesehatan menggunakan media inovatif yang menarik terlebih untuk anak-anak sebagai pondasi pengetahuan dalam mencegah Demam Berdarah Dengue (DBD) sejak dini. Sasaran kegiatan ini adalah siswa SD Negeri 02 Besuki dengan jumlah 30 siswa. Hasil pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah penyampaian materi menggunakan movable book dengan hasil (p-value=0.000). Selain itu, adanya edukasi melalui movable book mampu mendorong siswa untuk secara sadar dapat melindungi diri mereka sendiri dari gigitan nyamuk Aedes aegepti. Selain itu dengan edukasi pengenalan gejala demam berdarah juga dapat memungkinkan anak-anak untuk mengenali gejala awal demam berdarah. Utilization of Moveable Book Innovation as an Improvement of Dengue Fever Prevention Education for Students of SD Negeri 02 Besuki, Situbondo Regency Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) frequently escalates into outbreaks due to its rapid spread and fluctuating patterns, particularly in tropical regions. East Java, specifically Besuki District, ranks among the areas with a high prevalence of DHF outbreaks, second only to Situbondo District. The scarcity of medical professionals and inadequate healthcare facilities hinder the effective dissemination of crucial health information to the community, ranging from self-preventive measures to proper treatment. Consequently, it is essential to convey health education through innovative and engaging media, particularly targeting children as a crucial foundation for early DHF prevention. The primary audience of this initiative consists of students from SD Negeri 02 Besuki with a total of 30 students. The outcomes of this community service program reveal a significant improvement in students'knowledge levels before and after receiving educational materials through interactive movable books with results (p-value=0.000). Furthermore, this approach has motivated students to take proactive steps in protecting themselves from Aedes aegypti mosquito bites. Additionally, the education on recognizing dengue fever symptoms has empowered children to identify early signs of the disease

  • Research Article
  • 10.36312/sasambo.v7i1.2513
Penguatan Kapasitas Guru Penggerak dalam Pembelajaran Berpusat pada Siswa melalui Kegiatan Lesson Study for Learning Community (LSLC)
  • Feb 1, 2025
  • Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service)
  • Shahibul Ahyan + 3 more

Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada guru yang tergabung pada Komunitas Guru Penggerak (KGP) Lombok Timur dalam melaksanakan pembelajaran yang berpusat pada siswa melalui kegiatan Lesson Study for Learning Community (LSLC). Pengabdian ini melibatkan 27 guru penggerak jenjang SD dan SMP di Kabupaten Lombok Timur. Ada empat tahapan pelaksanaan pengabdian ini yaitu focus group discussion, sosialisasi dan workshop desain pembelajaran berpusat pada siswa melalui kegiatan Lesson Study for Learning Community (LSLC), melakukan plan bersama, serta praktek buka kelas dan forum refleksi pembelajaran. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa 85% peserta memahami dengan baik mengenai LSLC. Disamping itu, peserta sangat antusias dan terlibat aktif dalam setiap pelaksanaan kegiatan. Pada saat pelaksanaan buka kelas, proses pembelajaran yang dilakukan sudah berpusat pada siswa. Siswa terlibat aktif selama proses pembelajaran berlangsung. Strengthening the Capacity of Teachers in Student-Centered Learning through Lesson Study for Learning Community (LSLC) Activities This service aims to provide an understanding to teachers who are members of the East Lombok Community of Teacher Movers (KGP) in implementing student-centered learning through Lesson Study for Learning Community (LSLC) activities. This service involved 27 mobilizing teachers at the elementary and junior high school levels in East Lombok Regency. There are four stages of implementing this service, namely focus group discussions, socialization and workshops on student-centered learning design through Lesson Study for Learning Community (LSLC) activities, conducting joint plans, as well as open class practices and learning reflection forums. The results of the service showed that 85% of the participants had a good understanding of LSLC. In addition, participants were very enthusiastic and actively involved in every activity implementation. During the open class implementation, the learning process was student-centered. Students were actively involved during the learning process.