Year Year arrow
arrow-active-down-0
Publisher Publisher arrow
arrow-active-down-1
Journal
1
Journal arrow
arrow-active-down-2
Institution Institution arrow
arrow-active-down-3
Institution Country Institution Country arrow
arrow-active-down-4
Publication Type Publication Type arrow
arrow-active-down-5
Field Of Study Field Of Study arrow
arrow-active-down-6
Topics Topics arrow
arrow-active-down-7
Open Access Open Access arrow
arrow-active-down-8
Language Language arrow
arrow-active-down-9
Filter Icon Filter 1
Year Year arrow
arrow-active-down-0
Publisher Publisher arrow
arrow-active-down-1
Journal
1
Journal arrow
arrow-active-down-2
Institution Institution arrow
arrow-active-down-3
Institution Country Institution Country arrow
arrow-active-down-4
Publication Type Publication Type arrow
arrow-active-down-5
Field Of Study Field Of Study arrow
arrow-active-down-6
Topics Topics arrow
arrow-active-down-7
Open Access Open Access arrow
arrow-active-down-8
Language Language arrow
arrow-active-down-9
Filter Icon Filter 1
Export
Sort by: Relevance
  • Research Article
  • 10.55981/baca.2023.717
Peran Personal Digital Archiving Dalam Preservasi Arsip Orkes Keroncong Surya Mataram Yogyakarta
  • Dec 25, 2023
  • BACA: Jurnal Dokumentasi dan Informasi
  • Mei Artanto

The current state of the physical release of the Orkes Keroncong Surya Mataram tape, with limited quantity and inadequate archival practices, require an urgent digitization and management initiative. The objective of this activity is to ensure that the succeeding generations inherit a comprehensive understanding of keroncong music from the Orkes Keroncong Surya Mataram. This research seeks to comprehend the process of digitizing and managing the audio digital archive of the Orkes Keroncong Surya Mataram, employing the principles of personal digital archiving for preservation. A qualitative research with utilizing a case study approach was employed to identify the process of digitizing physical assets such as tape tapes, Orkes Keroncong Surya Mataram tapes, and managing digital archives as preservation efforts. This involved selecting a social situation, employing data collection techniques, and undertaking data analysis processes. The findings of this study reveal that there are 44 songs across four tape cassettes in optimal condition for digitization. The digitization process is executed through three stages: preparation, implementation, and archiving. Once digitized, the 44 songs are managed based on the principles of personal digital archiving. In conclusion, personal digital archiving plays a crucial role in preserving and managing information pertaining to the intra-aesthetic value of keroncong music, serving as a valuable source of knowledge and future research data. Based on the research findings, digital archivists personally extend recommendations to individuals, groups, and the general public, emphasizing the importance of proper and wise archival care. The use of technology and the internet facilitates easier implementation and access to the results of personal digital archiving efforts.

  • Research Article
  • 10.55981/baca.2023.2029
Gender Differences in Information and Communication Technology Competencies among Librarians in Indonesia
  • Dec 25, 2023
  • BACA: Jurnal Dokumentasi dan Informasi
  • Rahmi Rahmi + 2 more

ABSTRACTThis study evaluates the Information and Communication Technology (ICT) competency frameworks for librarians in Indonesia, focusing on gender differences. Despite the critical role of these frameworks in addressing digital age challenges, their efficacy in capturing gender-specific nuances in competencies is underexplored. This research surveyed 208 librarians, employing a questionnaire derived from the 2019 Indonesian National Qualifications Framework for Libraries (SKKNI). The survey, distributed via Google Forms, targeted librarians in various library types across Indonesia. Employing accidental random sampling, this research revealed significant disparities in ICT-related competencies across genders. While gender did not majorly influence the demographic characteristics of librarians in the ICT division, notable differences emerged in ICT competency based on gender. These findings highlight the need for gender-sensitive approaches in developing ICT competencies and suggest revisions to current frameworks to address gender-specific needs better, contributing to a deeper understanding of digital literacy and equity in Indonesian librarianship. ABSTRAK Penelitian ini mengevaluasi kerangka kompetensi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk pustakawan di Indonesia dengan fokus pada perbedaan gender. Meskipun kerangka ini penting dalam menghadapi tantangan era digital, efektivitasnya dalam menangkap nuansa spesifik gender dalam kompetensi belum banyak diteliti. Peneliti melakukan survei terhadap 208 pustakawan dengan menggunakan kuesioner yang berasal dari Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) 2019 untuk Perpustakaan. Survei ini, yang disebar melalui Google Forms, menargetkan pustakawan dari berbagai jenis perpustakaan di Indonesia. Menggunakan sampling acak, penelitian ini mengungkapkan perbedaan yang signifikan dalam kompetensi TIK berdasarkan gender. Meskipun gender tidak terlalu mempengaruhi karakteristik demografis pustakawan di divisi TIK, perbedaan yang mencolok muncul dalam kompetensi TIK berdasarkan gender. Temuan ini menyoroti perlunya pendekatan sensitif gender dalam mengembangkan kompetensi TIK dan menyarankan revisi pada kerangka kerja saat ini untuk lebih mengakomodasi kebutuhan spesifik gender, berkontribusi pada pemahaman yang lebih dalam tentang literasi digital dan kesetaraan dalam kepustakawanan di Indonesia

  • Journal Issue
  • 10.55981/baca.v44i2
  • Dec 25, 2023
  • BACA: Jurnal Dokumentasi dan Informasi

  • Research Article
  • 10.55981/baca.2023.1117
Sisi lain kedokumentasian dan kepustakawanan Indonesia dalam sosok serta pemikiran Blasius Sudarsono
  • Nov 15, 2023
  • BACA: Jurnal Dokumentasi dan Informasi
  • Lydia Christiani

ABSTRACT This research is an individual life history. This research aims to examine in depth, systematically and critically the history of Blasius Sudarsono as a figure in the field of documentation and Indonesian librarianship, his original ideas and the socio-historical context of Blasius Sudarsono's thoughts. Blasius Sudarsono's loyalty in walking the path of librarianship for 50 years, as evidenced by his remaining productive in producing new works, even after entering retirement, is the object of study in this research. This research focuses on the thoughts of Blasius Sudarsono regarding the Universe of Documentation, the Basic Framework for Indonesian Librarianship (KDKI) and the Promise of Young Indonesian Librarians (JPMI). Blasius Sudarsono who never stops expressing his thoughts about Documentation and Indonesian Librarianship is the urgency of this research. This research was conducted using qualitative methods with a discourse analysis approach to the figure and thoughts of Blasius Sudarsono. Based on the results of this research, it was found that both in the realm of documentation in the form of the Universal Documentation concept, and in the realm of Indonesian librarianship in the form of the concept of the KDKI and the JPMI started from Blasius Sudarsono's inner tendency to look for general documentation theory, which apparently also has a strong relationship in a unified universe with Indonesian librarianship. This also shows Blasius Sudarsono's perspective of thinking which is out of the box and tends to present another side of documentation and Indonesian librarianship. Blasius Sudarsono's thinking was produced through a triadic mindset. The results of Blasius Sudarsono's thoughts are not meant to be the end of concept discovery, but are more intended to be a gateway to freedom of thought for the next generation in the field of documentation and Indonesian librarianship. ABSTRAK Penelitian ini merupakan studi tokoh. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam, sistematis dan kritis terkait sejarah sosok Blasius Sudarsono sebagai tokoh dalam bidang kedokumentasian dan kepustakawanan Indonesia, gagasan orisinal pemikirannya serta konteks sosio-historis pemikiran Blasius Sudarsono. Kesetiaan Blasius Sudarsono dalam menapaki jalan kepustakawanan selama 50 tahun yang dibuktikan dengan tetap produktif menghasilkan karya-karya baru, bahkan setelah memasuki masa purna tugas merupakan objek kajian dalam penelitian ini. Penelitan ini berfokus pada buah pemikiran Blasius Sudarsono tentang Semesta Dokumentasi, Kerangka Dasar Kepustakawanan Indonesia (KDKI) serta Janji Pustakawan Muda Indonesia (JPMI). Sosok Blasius Sudarsono yang tidak berhenti memancarkan pemikiran-pemikirannya tentang kedokumentasian dan kepustakawanan Indonesia menjadi urgensi dilakukannya penelitian ini. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis diskursus terhadap sosok dan pemikiran Blasius Sudarsono. Berdasarkan hasil penelitian ini ditemukan bahwa baik pada ranah kedokumentasian dalam wujud konsep Semesta Dokumentasi, maupun pada ranah kepustakawanan Indonesia dalam wujud konsep KDKI dan JPMI berawal dari kecenderungan dari dalam diri Blasius Sudarsono untuk mencari general theory kedokumentasian, yang ternyata juga memiliki relasi yang kuat dalam sebuah kesatuan universum dengan kepustakawanan Indonesia. Hal ini sekaligus menunjukkan perspektif pemikiran Blasius Sudarsono yang out of the box dan cenderung menghadirkan sisi lain kedokumentasian dan kepustakawanan Indonesia. Pemikiran Blasius Sudarsono dihasilkan melalui pola pikir kebertigaan (triadic). Hasil pemikiran Blasius Sudarsono tidak bersifat sebagai akhir penemuan konsep, namun lebih dimaksudkan sebagai gerbang kemerdekaan berpikir bagi generasi penerus bidang kedokumentasian dan kepustakawanan Indonesia.

  • Research Article
  • 10.55981/baca.2023.1129
Analisis Logika Dokumentasi Blasius Sudarsono dari Perspektif Komunikasi
  • Nov 15, 2023
  • BACA: Jurnal Dokumentasi dan Informasi
  • Dian Novita Fitriani

ABSTRACT The development of documentation science in the global world is currently growing rapidly. This development emphasizes the materiality aspect of documents that are not only written and printed, but anything can be a document. Document Academy (DOCAM) is a group that develops documentation science from various perspectives. The aim of this research is to analyze Blasius Sudarsono's documentation logic ideas from a communication perspective. The method used is a qualitative research with a literature study approach.The results of this research shows that documentation and communication cannot be separated from each other. Communication in documentation logic is called an expression where documentation is the result of the expression. In social theory, communication can be seen as a human social system. Meanwhile, in document complementarity theory, communication is also seen as a social phenomenon.The conclusion of this research is that the communication concept used in Blasius Sudarsono's documentation logic lies in the keyword express. The response to the expression is documentation. Approaching documentation from a communication perspective means approaching it from a social aspect. The form of documentation is not only focused on its materiality but its social function. ABSTRAK Perkembangan ilmu dokumentasi di dunia global saat ini berkembang sangat pesat. Perkembangan ini menekankan pada aspek materialitas dari dokumen yang tidak hanya tertulis dan tercetak, tetapi apapun dapat menjadi dokumen. Document Academy (DOCAM) menjadi kelompok yang mengembangkan ilmu dokumentasi dari berbagai perspektif. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis gagasan logika dokumentasi Blasius Sudarsono dari perspektif komunikasi. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi literatur. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dokumentasi dan komunikasi tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Komunikasi dalam logika dokumentasi disebut ekspresi dan dokumentasi merupakan hasil dari ekspresi tersebut. Secara teori sosial, komunikasi dapat dilihat sebagai sistem sosial dari manusia. Sementara itu, dalam teori komplementaritas dokumen, komunikasi dilihat sebagai fenomena sosial. Kesimpulan dari penelitian ini adalah konsep komunikasi yang digunakan dalam logika dokumentasi Blasius Sudarsono terletak pada kata kunci mengekspresikan. Respon dari ekpresi disebut dengan dokumentasi. Pendekatan dokumentasi dari perspektif komunikasi berarti melakukan pendekatan dari aspek sosial. Bentuk pendokumentasian tidak hanya terfokus pada materialitasnya saja, tetapi juga fungsinya secara sosial.

  • Research Article
  • Cite Count Icon 1
  • 10.55981/baca.2023.1111
Blasius Sudarsono dan Konsep Kepustakawanan di Indonesia
  • Nov 15, 2023
  • BACA: Jurnal Dokumentasi dan Informasi
  • Katrin Setio Devi Devi

ABSTRACT This article is a contribution to the Festschrift in the Jurnal Dokumentasi dan Informasi (BACA), dedicated to Blasius Sudarsono (BS) in commemoration of his 50 years of involvement in the field of librarianship. This research aims to review the views and conceptions of librarianship by BS and the significant impact of this thinking on the development of library science, especially in the field of librarianship. The method used is content analysis with the stages of unitizing, sampling, recording, reducing, inferring, and narrating. The journal article database used in this research is Google Scholar and Portal Garuda, while for gray literature, the researcher used university repository databases. The search yielded 21 scholarly works, from which duplication and content elimination were conducted. The final result for scholarly works analyzed in this research is 10 scholarly works published in the range of 2014-2022. The results show that BS's thinking emphasizes that librarianship is not just a profession but also involves deep philosophical views and a life spirit in carrying out duties as librarians. Librarians need to have a philosophy of librarianship to lead a life as librarians with an ideal attitude. The importance of a more philosophical concept of librarianship, in line with BS's views, is also reflected in several studies. BS's thinking influences the labeling of an ideal librarian in Indonesia. BS's influence on the concept of librarianship in Indonesia opens up new space in understanding the role of librarians. ABSTRAK Artikel ini merupakan kontribusi untuk Festschrift dalam Jurnal Dokumentasi dan Informasi (BACA) yang dipersembahkan untuk Blasius Sudarsono (BS) dalam rangka memperingati 50 tahun kiprahnya dalam bidang kepustakawanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengulas pandangan dan konsepsi kepustakawanan oleh BS serta dampak signifikan dari pemikiran ini terhadap perkembangan ilmu perpustakaan, terutama dalam bidang kepustakawanan. Metode yang digunakan adalah analisis isi dengan tahapan unitizing, sampling, recording, reducing, inferring, dan narrating. Database artikel jurnal yang digunakan dalam penelitian ini adalah Google Scholar dan Portal Garuda, sedangkan untuk literatur kelabu, peneliti menggunakan database repositori perguruan tinggi. Pencarian menghasilkan 21 karya ilmiah dan dari angka tersebut dilakukan eliminasi duplikasi dan konten. Hasil akhir untuk karya ilmiah yang dianalisis dalam penelitian ini adalah 10 karya ilmiah yang terbit pada rentang tahun 2014-2022. Hasil menunjukkan bahwa pemikiran BS menggarisbawahi bahwa kepustakawanan bukan hanya sekadar profesi, tetapi juga melibatkan pandangan filosofis yang mendalam dan semangat hidup dalam menjalani tugas-tugas sebagai pustakawan. Pustakawan perlu memiliki filsafat kepustakawanan untuk menjalani hidup sebagai pustakawan dengan sikap yang ideal. Pentingnya konsep kepustakawanan yang lebih filosofis, sesuai dengan pandangan BS, juga tercermin dalam beberapa penelitian. Pemikiran BS mempengaruhi dalam pelabelan pustakawan ideal di Indonesia. Pengaruh BS dalam konsep kepustakawanan di Indonesia membuka ruang baru dalam memahami peran pustakawan.

  • Research Article
  • 10.55981/baca.2023.1126
Dokumen dalam Perspektif Ilmu Komunikasi
  • Nov 15, 2023
  • BACA: Jurnal Dokumentasi dan Informasi
  • Ciwuk Musiana Yudhawasthi

ABSTRACT The definition of a document has changed quite significantly over time. The meaning of document has become increasingly widespread, not only for inanimate two- and three-dimensional objects but also includes living three-dimensional objects. In 1992 Blasius Sudarsono formulated an axiom which initially aimed to explain the library phenomenon from the perspective of Communication Science. This axiom is now used by Sudarsono as the axiom of "Document Theory and Documentation Activities" (Documentation). This research uses a qualitative approach and aims to explore document phenomena in the realm of Communication Science based on Sudarsono's axioms. Data collection was carried out through an in-depth interview with a key informant named Blasius Sudarsono. To enrich the data, literature studies, observations, and documentation were also carried out. Interviews and observations were carried out during the process of making the book as well as socializing Blasius Sudarsono's thoughts in the ‘Bincang Senang Kepustakawanan ‘forum to various stakeholders in the 2015-2016 period. The research results show that there is an intersection between the concepts of Documents, New Documentation Science, and Communication Science. From the perspective of communication science, the meaning of objects in the world is influenced by the knowledge and experience of each human being. Any object is considered a document as long as humans interpret it as a document, especially if the object fulfills the aspects of a document, namely: indexicality, plurality, fixity, documentality, and productivity. Humans often get caught up in differences in communication symbols, however, the most important thing is the substance, the meaning. ABSTRAK Definisi dokumen mengalami perubahan yang cukup signifikan. Saat ini pengertian dokumen pun menjadi semakin meluas, tidak hanya pada objek mati dua dan tiga dimensi, namun mencakup juga objek hidup tiga dimensi. Pada tahun 1992 Blasius Sudarsono merumuskan sebuah aksioma yang awalnya bertujuan menjelaskan fenomena perpustakaan dalam sudut ilmu komunikasi. Aksioma tersebut kini digunakan Sudarsono sebagai aksioma “Teori Dokumen dan Kegiatan Dokumentasi” (Kedokumentasian). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan bertujuan mengeksplorasi fenomena dokumen dalam ranah ilmu komunikasi berdasarkan aksioma Sudarsono. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan informan kunci bernama Blasius Sudarsono. Untuk memperkaya data dilakukan pula studi literatur, observasi dan dokumentasi. Wawancara dan observasi dilakukan selama proses pembuatan buku serta sosialisasi pemikiran Blasius Sudarsono dalam forum Bincang Senang Kepustakawanan kepada beragam stakeholder pada kurun waktu 2015-2016. Hasil penelitian menunjukkan terdapat irisan antara konsep Dokumen, Ilmu Dokumentasi Baru dengan Ilmu Komunikasi. Dalam perspektif ilmu komunikasi, makna terhadap objek di dunia dipengaruhi oleh pengetahuan dan pengalaman setiap manusia. Objek apapun selama manusia memaknainya sebagai dokumen, dapat dikatakan sebagai dokumen, terutama apabila objek tersebut memenuhi aspek-aspek dokumen, yaitu indexicality, plurality, fixity, documentality, productivity. Manusia seringkali terjebak pada perbedaan simbol atau lambang komunikasinya, padahal yang terpenting adalah substansi, yaitu pemaknaan.

  • Research Article
  • 10.55981/baca.2023.1108
Implikasi Pemikiran Blasius Sudarsono terhadap Perkembangan Pernaskahan Nusantara
  • Nov 15, 2023
  • BACA: Jurnal Dokumentasi dan Informasi
  • Siti Deviyanti

ABSTRACT Blasius Sudarsono (BS) is a figure in Indonesia in the field of libraries and librarianship who has been active for 50 years. Many of his thoughts are considered to have had a great influence on the development of the world of libraries and documentation in Indonesia. He not only wrote about librarianship, but also other things, one of which was about ancient manuscripts. This research explains the implications of BS's thoughts regarding ancient manuscripts for the development of Indonesian manuscripts today. The research was conducted using descriptive methods and a qualitative approach. Data collection was carried out using document study and literature study techniques. The collected data is then processed using content analysis techniques and the results are presented in the form of a description. Based on the research results, it can be concluded that almost all of BS's main ideas about ancient manuscripts contain implications that have a great influence on the development of Indonesian manuscripts. The results of these implications can be seen in various aspects related to ancient manuscripts, including regulations and the position of ancient manuscripts as national collections that must be protected and preserved. However, there is one BS thought regarding ancient manuscripts that has not yet been realized, namely regarding government regulations that specifically detail the management of ancient manuscripts. Keywords: Blasius Sudarsono; archipelago manuscript; government regulations; memory of the world; UNESCO ABSTRAK Blasius Sudarsono (BS) adalah salah satu tokoh pustakawan di Indonesia yang telah berkiprah selama 50 tahun. Banyak pemikirannya yang dinilai sangat berpengaruh terhadap perkembangan dunia perpustakaan, dokumentasi, dan informasi di Indonesia. Ia tidak hanya menulis seputar kepustakawanan, tetapi juga hal lain, salah satunya adalah mengenai naskah kuno. Penelitian ini menjelaskan implikasi pemikiran BS mengenai naskah kuno terhadap perkembangan pernaskahan Nusantara dewasa ini. Penelitian dilakukan dengan metode deskriptif dan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik studi dokumen dan studi kepustakaan. Data yang terkumpul kemudian diolah dengan teknik analisis isi dan hasilnya disajikan dalam bentuk deskripsi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa hampir semua pokok pemikiran BS tentang naskah kuno mengandung implikasi yang sangat berpengaruh terhadap perkembangan pernaskahan Nusantara. Hasil implikasi tersebut dapat terlihat pada berbagai aspek terkait naskah kuno, antara lain regulasi dan kedudukan naskah kuno sebagai koleksi nasional yang harus dilindungi dan dilestarikan. Meskipun demikian, ada satu pemikiran BS tentang naskah kuno yang belum terlihat realisasinya hingga kini, yakni terkait peraturan pemerintah yang secara khusus merincikan pengelolaan naskah kuno.

  • Research Article
  • 10.55981/baca.2023.1109
Kontribusi Pemikiran Blasius Sudarsono dalam Karya Sivitas Akademika Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta
  • Nov 15, 2023
  • BACA: Jurnal Dokumentasi dan Informasi
  • Rizal Gani Kaharudin + 4 more

ABSTRACT Blasius Sudarsono, as one of the figures in the field of librarianship and documentation in Indonesia, has many interesting thoughts to study. The dissemination of Blasius Sudarsono's thoughts has of course also touched of academic society, Sunan Kalijaga State Islamic University (UIN). Blasius Sudarsono often visits UIN Sunan Kalijaga to disseminate the results of his thoughts through various academic activities. The results of the dissemination of Blasius Sudarsono's thoughts are clearly visible in the accommodation of Blasius Sudarsono's thoughts in various works by the academic community of UIN Sunan Kalijaga. This research aims to explore the traces of Blasius Sudarsono's thoughts in the work of the academic community, to find out in more detail about the results of the dissemination of Blasius Sudarsono's thoughts at UIN Sunan Kalijaga. This research uses qualitative research methods with a content analysis approach. Research data analysis was carried out by reviewing the work of the UIN Sunan Kalijaga academic community which correlated with the thoughts of Blasius Sudarsono. The results of this research show that during 2011-2023, there were 20 documents written by UIN Sunan Kalijaga academics who used the thoughts of Blasius Sudarsono both as supporting data and the main reference source. In fact, in 2022 there will be a thesis scientific work that will use Blasius Sudarsono as the object of research. The academic community at UIN Sunan Kalijaga often quotes Blasius Sudarsono's thoughts on librarianship in their writings rather than documentation science. However, ideas about documentation science are actually widely involved in various scientific activities of library science study programs such as guest lecturers, resource persons at international conferences and meetings of the Indonesian library science lecturer association at UIN Sunan Kalijaga. This research can provide an in-depth overview of the study of figures' thoughts and their contributions to science. ABSTRAK Blasius Sudarsono sebagai salah satu tokoh dalam bidang kepustakawanan dan kedokumentasian di Indonesia memiliki banyak pemikiran yang menarik untuk dikaji. Penyebarluasan pemikiran Blasius Sudarsono tentu juga menyentuh para akademisi, termasuk para sivitas akademika Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga. Blasius Sudarsono sering bertandang ke UIN Sunan Kalijaga guna menyebarluaskan hasil pemikiran beliau melalui berbagai penyelenggaraan kegiatan akademis. Hasil diseminasi pemikiran Blasius Sudarsono tersebut nampak jelas pada akomodasi pemikiran Blasius Sudarsono dalam berbagai karya sivitas akademika UIN Sunan Kalijaga. Penelitian ini bertujuan untuk menggali jejak pemikiran Blasius Sudarsono dalam karya civitas akademi, untuk mengetahui secara lebih detail tentang hasil diseminasi pemikiran Blasius Sudarsono di UIN Sunan Kalijaga. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan analisis konten. Analisis data penelitian dilakukan dengan mengulas karya sivitas akademika UIN Sunan Kalijaga yang berkorelasi dengan pemikiran Blasius Sudarsono. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa selama 2011-2023, ada sebanyak 20 dokumen karya tulisan sivitas akademika UIN Sunan Kalijaga yang menggunakan pemikiran dan gagasan Blasius Sudarsono baik sebagai data pendukung (mikro teori) dan sumber referensi utama (makro teori). Bahkan pada tahun 2022 terdapat karya ilmiah skripsi yang menjadikan Blasius Sudarsono sebagai objek penelitian. Sivitas akademika UIN Sunan Kalijaga lebih banyak mengutip pemikiran Blasius Sudarsono mengenai kepustakawanan dalam tulisan mereka daripada tentang ilmu dokumentasi. Akan tetapi, pemikiran tentang ilmu dokumentasi justru banyak dilibatkan pada berbagai kegiatan ilmiah program studi ilmu perpustakaan seperti guest lecturer, narasumber pada konferensi internasional dan pertemuan asosiasi dosen ilmu perpustakaan Indonesia di UIN Sunan Kalijaga. Penelitian ini dapat memberikan gambaran mendalam mengenai kajian pemikiran para tokoh dan kontribusinya terhadap keilmuan.

  • Research Article
  • 10.55981/baca.2023.1990
Blasius Sudarsono’s Scientific Ventures through a Psychobiographical Lens
  • Nov 15, 2023
  • BACA: Jurnal Dokumentasi dan Informasi
  • Rahmi Rahmi

ABSTRACT This research examines Blasius Sudarsono’s scientific endeavors in librarianship and documentation from 1985 to 2020. Utilizing a detailed content analysis of his written works’ titles, the research delves into prevailing themes, reactions to sociocultural contexts, and the incorporation of cognitive psychology theories within his contributions. Through a qualitative approach and content analysis, we delved into Sudarsono’s diverse literary formats, finding that he predominantly conveyed his expertise through formal manuscripts and presentations, often leaning toward an Indonesian readership. The findings underscore Blasius’s profound dedication and expertise, especially concerning the pivotal role of libraries and documentation in the information landscape. Furthermore, his works manifest a keen awareness and adaptability to evolving social and cultural shifts and a comprehensive grasp of cognitive psychology principles. The conclusion accentuates the significance of libraries in ensuring seamless information access amid a fluid backdrop and offers insights for impending research in the digital age. His contributions have significantly shaped Indonesia’s librarianship and documentation fields, providing a foundation for emerging scholars and professionals, guiding best practices, and strategic adaptation in the ever-evolving era. ABSTRAK Penelitian ini menelusuri kontribusi ilmiah Blasius Sudarsono dalam arena kepustakawanan dan dokumentasi selama periode 1985 hingga 2020. Melalui evaluasi mendalam terhadap judul publikasinya, studi ini menyoroti aspek tematik dominan, respons terhadap dinamika sosiokultural, serta penerapan prinsip-prinsip psikologi kognitif dalam tulisannya. Dengan metode kualitatif dan analisis isi, kami mengeksplorasi variasi format karya tulis Sudarsono. Hasil analisis menunjukkan dominasi karya-karya ilmiah dan presentasi formalnya, yang cenderung ditujukan untuk audiens Indonesia. Analisis ini menegaskan komitmen dan keahlian mendalam dari Blasius, khususnya dalam menyoroti keberadaan perpustakaan dan dokumentasi dalam dunia informasi. Karyanya mencerminkan kesadaran akut serta fleksibilitas terhadap transformasi sosial-budaya serta pemahaman mendalam terhadap teori psikologi kognitif. Kesimpulan studi menyoroti urgensi perpustakaan dalam memfasilitasi akses informasi yang efektif di era yang dinamis dan memberikan panduan untuk eksplorasi lebih lanjut di masa depan digital. Signifikansi karya Sudarsono telah membantu memberikan arah dan fondasi bagi praktisi dan akademisi muda di bidang kepustakawanan dan dokumentasi di Indonesia, memberikan pedoman dalam menjalankan inovasi dan adaptasi di zaman yang terus beradaptasi.