- Journal Issue
- 10.35909/visiodei.v7i2
- Dec 22, 2025
- VISIO DEI: JURNAL TEOLOGI KRISTEN
- Research Article
- 10.35909/visiodei.v7i2.612
- Dec 21, 2025
- VISIO DEI: JURNAL TEOLOGI KRISTEN
- Candrawan Putra Daeli + 5 more
Penelitian ini mengkaji dinamika etika berpakaian pemuda Kristen pedesaan di tengah arus modernisasi dan perkembangan budaya digital. Permasalahan penelitian berangkat dari pergeseran pemaknaan kesopanan, ketika nilai-nilai iman Kristen dan norma budaya lokal semakin berhadapan dengan ekspresi diri yang dibentuk oleh media sosial dan budaya visual global. Penelitian ini berfokus pada bagaimana makna etika berpakaian dinegosiasikan dalam perjumpaan antara iman, budaya pedesaan, dan modernitas digital. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi pustaka melalui analisis literatur teologis, sosio-kultural, dan kajian media digital terbitan sepuluh tahun terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa berpakaian tidak lagi dipahami semata-mata sebagai norma moral eksternal, melainkan sebagai bagian dari pembentukan identitas dan ekspresi etis pemuda. Penelitian ini juga menemukan bahwa pendekatan etika yang legalistik kurang efektif dalam merespons ketegangan antar generasi di gereja pedesaan. Oleh karena itu, penelitian ini mengusulkan kerangka etika berpakaian Kristen yang bersifat kontekstual dan formatif, berlandaskan refleksi biblika, pembinaan iman, dialog, dan pembentukan karakter. Kajian ini memberikan kontribusi teoretis bagi pengembangan etika Kristen kontekstual serta implikasi praktis bagi gereja dan pendidikan Kristen dalam membina pemuda di era budaya digital.
- Research Article
- 10.35909/visiodei.v7i2.614
- Dec 19, 2025
- VISIO DEI: JURNAL TEOLOGI KRISTEN
- Betieli Gulo + 3 more
Perkembangan teknologi digital menghadirkan tantangan baru dalam pengasuhan anak Generasi Alpha, khususnya bagi orang tua yang memiliki keterbatasan literasi digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengalaman orang tua dalam mengasuh anak Generasi Alpha di era disrupsi digital dari perspektif pendidikan Kristen. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi melalui wawancara mendalam terhadap orang tua yang memiliki anak Generasi Alpha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua mengalami keterkejutan dan kebingungan dalam menghadapi kecakapan digital anak, sehingga cenderung menjadikan teknologi sebagai alat bantu pengasuhan tanpa pendampingan yang memadai. Ditemukan adanya kesadaran orang tua akan keterbatasan pola asuh tradisional serta kebutuhan akan pola asuh yang lebih adaptif dan dialogis. Orang tua memandang pentingnya kehadiran aktif dalam mendampingi penggunaan teknologi anak, membangun komunikasi terbuka, serta mengintegrasikan nilai-nilai iman dalam proses pengasuhan. Temuan ini menegaskan perlunya pembaruan pola asuh melalui integrasi literasi digital, pendekatan pedagogis transformatif, dan pendidikan Kristen.
- Research Article
- 10.35909/visiodei.v7i2.623
- Dec 18, 2025
- VISIO DEI: JURNAL TEOLOGI KRISTEN
- Erlina Waruwu + 3 more
Artikel ini membahas peran petani sebagai mitra Allah dalam mewujudkan ketahanan pangan melalui pendekatan teologis-biblika. Berangkat dari realitas krisis ketahanan pangan, marginalisasi petani, dan krisis regenerasi di Indonesia, penelitian ini menegaskan bahwa persoalan pangan tidak hanya bersifat teknis dan ekonomi, tetapi juga memiliki dimensi teologis yang mendalam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kajian literatur dan tafsir teologis-biblika terhadap tiga teks utama, yaitu Kejadian 2:15, Mazmur 104:14–15, dan Markus 4:26–29. Analisis dilakukan melalui sintesis literatur teologi agraris, ekoteologi, dan teologi kerja untuk menyingkap makna kerja pertanian dalam relasi Allah, manusia, dan ciptaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerja bertani dipahami sebagai praktik iman yang bersifat relasional, partisipatif, dan bergantung pada pemeliharaan Allah. Petani dipahami bukan sebagai penguasa alam, melainkan sebagai penatalayan dan mitra Allah dalam menjaga keberlanjutan ciptaan dan keadilan pangan. Implikasi teologis dari kajian ini menegaskan pentingnya pengembangan teologi agraris kontekstual di Indonesia yang menempatkan ketahanan pangan sebagai isu iman, etika, dan ekologi. Penelitian ini dibatasi pada kajian literatur dan tafsir teks, sehingga membuka peluang bagi studi empiris lanjutan dalam konteks komunitas petani dan kebijakan pangan.
- Research Article
- 10.35909/visiodei.v7i2.632
- Dec 18, 2025
- VISIO DEI: JURNAL TEOLOGI KRISTEN
- Lydia Weniati Augustiana
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi dan integrasi nilai-nilai teologis Perjanjian Lama (PL) dalam pembelajaran Pendidikan Agama Kristen (PAK) yang kontekstual di Sekolah Menengah Atas (SMA) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Permasalahan penelitian ini berangkat dari kecenderungan pembelajaran PAK yang masih bersifat kognitif dan kurang mengaitkan pesan teologis PL dengan realitas sosial-budaya peserta didik, sehingga potensi pembentukan karakter dan spiritualitas siswa belum optimal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, melibatkan guru PAK, siswa SMA, serta analisis dokumen kurikulum di beberapa sekolah di wilayah DIY. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi pembelajaran, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAK telah berupaya mengintegrasikan nilai-nilai teologis PL melalui pendekatan tematik, reflektif, dan berbasis konteks lokal, meskipun masih menghadapi keterbatasan sumber ajar, waktu pembelajaran, dan kompetensi pedagogis kontekstual. Penelitian ini menegaskan pentingnya penerapan teologi kontekstual dalam kurikulum PAK agar pembelajaran Alkitab tidak hanya bersifat informatif, tetapi juga transformatif dalam membentuk iman dan karakter siswa Kristen.
- Research Article
- 10.35909/visiodei.v7i2.579
- Dec 16, 2025
- VISIO DEI: JURNAL TEOLOGI KRISTEN
- Riris Johanna Siagian + 1 more
Artikel ini mengkaji spiritualitas orang miskin dalam kerangka teologi Jurgen Moltmann mengenai “Allah yang turut menderita”. Moltmann menegaskan bahwa Allah tidak berdiri jauh dari penderitaan manusia, melainkan hadir secara aktif melalui solidaritas ilahi yang diwujudkan dalam peristiwa salib. Studi ini menggunakan metode kualitatif melalui telaah literatur teologis dan analisis kontekstual untuk memahami bagaimana konsep tersebut berelasi dengan pengalaman spiritual kaum miskin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemiskinan berdampak pada dimensi psikologis, sosial, dan spiritual, termasuk munculnya krisis teodisi serta keterasingan religius akibat tekanan hidup dan bias struktural dalam komunitas gereja. Melalui kerangka Moltmann, pengalaman ini dapat dipahami dalam tiga dinamika utama. Pertama, penderitaan menjadi ruang di mana Allah hadir dan berelasi dengan mereka yang terpinggirkan. Kedua, spiritualitas orang miskin memperoleh pemaknaan baru ketika penderitaan dilihat bukan sebagai hukuman atau kegagalan moral, melainkan sebagai tempat solidaritas ilahi. Ketiga, pengharapan eskatologis menciptakan energi spiritual yang mendorong terbentuknya komunitas solidaritas serta komitmen untuk memperjuangkan keadilan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi pemikiran Moltmann dengan spiritualitas orang miskin memberikan dasar teologis bagi teologi pembebasan dan praksis gereja yang transformatif. Temuan ini menegaskan pentingnya gereja untuk membangun komunitas inklusif, berpihak pada mereka yang tertindas, serta menghadirkan tanda-tanda pengharapan Allah dalam konteks kemiskinan struktural.
- Research Article
- 10.35909/visiodei.v7i2.634
- Dec 16, 2025
- VISIO DEI: JURNAL TEOLOGI KRISTEN
- Elizama Gulo
Etika gembala sidang merupakan fondasi penting dalam praktik penggembalaan, khususnya dalam tugas mengajar jemaat di tengah perubahan konteks pelayanan akibat perkembangan era digital. Digitalisasi tidak hanya memengaruhi pola komunikasi dan pembelajaran jemaat, tetapi juga meningkatkan tuntutan etis terhadap integritas, keteladanan, dan tanggung jawab pastoral gembala sidang. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan konsep etika gembala sidang dalam mengajar jemaat Tuhan di era digital serta menguraikan prinsip-prinsip etika dan tanggung jawab pastoral gembala dalam konteks tersebut. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan menganalisis literatur teologi pastoral, etika Kristen, dan penelitian relevan melalui tahapan identifikasi masalah, penelusuran sumber sekunder dan primer, seleksi literatur, pengorganisasian data, serta analisis konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa etika gembala sidang dalam bingkai pastoris consuetudines diwujudkan melalui kebiasaan pastoral yang konsisten, meliputi integritas hidup, etika pengajaran, kualitas spiritual, dan etika melayani. Keempat prinsip etika tersebut menjadi landasan normatif dan praksis bagi gembala sidang dalam mengajar jemaat, baik dalam konteks pelayanan digital maupun non-digital. Penelitian ini menegaskan bahwa etika penggembalaan bukan respons teknis terhadap teknologi, melainkan praktik hidup yang berakar pada panggilan pastoral dan kebenaran Alkitab.
- Research Article
- 10.35909/visiodei.v7i2.609
- Dec 15, 2025
- VISIO DEI: JURNAL TEOLOGI KRISTEN
- Witono Witono + 2 more
Agnostisisme menjadi tantangan serius bagi iman remaja Kristen di era digital karena memengaruhi cara mereka memahami kebenaran rohani melalui media digital, budaya populer, dan tekanan sosial. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh agnostisisme terhadap iman remaja serta merumuskan strategi teologis dan pastoral untuk memperteguh ketahanan iman mereka. Metode yang digunakan adalah studi pustaka melalui analisis tematik dan sintesis hermeneutika teologis terhadap literatur teologi, pastoral, dan pendidikan Kristen dalam sepuluh tahun terakhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa agnostisisme melemahkan dimensi kognitif, afektif, dan perilaku iman remaja, terutama ketika fondasi doktrinal dan pendampingan rohani tidak memadai. Pembahasan menegaskan pentingnya pembinaan iman yang integratif melalui pengajaran Alkitab yang dialogis, apologetika sederhana yang aplikatif, sinergi keluarga–gereja, serta komunitas iman yang aman dan inklusif. Kebaruan penelitian ini terletak pada perumusan model pembinaan iman yang bersifat formasional dan kontekstual, disertai contoh implementatif seperti kelas apologetika modular, program mentoring, dan praktik rohani berbasis komunitas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa gereja perlu merancang strategi pembinaan yang berkelanjutan untuk membangun ketahanan iman remaja dan bahwa penelitian lanjutan berbasis data empiris diperlukan untuk menilai efektivitas model tersebut.
- Research Article
- 10.35909/visiodei.v7i2.649
- Dec 15, 2025
- VISIO DEI: JURNAL TEOLOGI KRISTEN
- Maruli Tua Tampubolon + 1 more
Perdebatan mengenai universalitas keselamatan dan eksklusivitas Kristus merupakan isu fundamental dalam soteriologi Kristen yang terus relevan dalam konteks pluralisme religius kontemporer. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan pemahaman teologis yang komprehensif mengenai relasi antara kehendak keselamatan Allah yang bersifat universal dan realisasi keselamatan yang eksklusif di dalam Kristus. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif kepustakaan dengan model analisis teologis sistematis, melalui tahapan identifikasi doktrinal, komparasi posisi teologis, dan sintesis konseptual. Hasil kajian menunjukkan bahwa universalitas keselamatan tidak identik dengan universalisme soteriologis, melainkan menunjuk pada intensionalitas kehendak Allah yang mengarah kepada seluruh umat manusia. Pada saat yang sama, eksklusivitas Kristus ditegaskan sebagai dasar ontologis, epistemologis, dan efektif dari keselamatan. Penelitian ini berargumen bahwa ketegangan antara universalitas dan eksklusivitas bukanlah kontradiksi teologis, melainkan dialektika internal dalam ekonomi keselamatan Allah. Dengan mempertahankan kedua aspek tersebut secara simultan, soteriologi Kristosentris yang seimbang dapat dirumuskan sebagai dasar teologis bagi misi gereja yang bersifat global, Kristosentris, dan setia pada kesaksian Kitab Suci.
- Research Article
- 10.35909/visiodei.v7i2.626
- Dec 15, 2025
- VISIO DEI: JURNAL TEOLOGI KRISTEN
- Yuliana Paluet + 2 more
Perubahan pola keberimanan mahasiswa teologi di era digital menuntut lembaga pendidikan teologi untuk memastikan bahwa kegiatan rohani tetap efektif dalam membentuk kedewasaan iman. Kondisi ini menjadikan evaluasi terhadap kontribusi kegiatan rohani sebagai kebutuhan penting dalam konteks pembinaan spiritual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kegiatan rohani terhadap pertumbuhan iman mahasiswa Sekolah Tinggi Teologi Star’s Lub di Sulawesi Tengah. Pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif asosiatif digunakan, dengan pengumpulan data melalui kuesioner tertutup yang mencakup dua variabel utama: kegiatan rohani dan pertumbuhan iman. Sebanyak 57 mahasiswa berpartisipasi sebagai responden melalui teknik total sampling. Hasil analisis regresi linear sederhana menunjukkan pengaruh signifikan kegiatan rohani terhadap pertumbuhan iman (Sig = 0,000 < 0,05) dengan kontribusi sebesar 22,5 persen (R² = 0,225). Temuan ini mengindikasikan bahwa kegiatan rohani memiliki peran penting dalam memperkuat disiplin spiritual dan membentuk karakter iman mahasiswa, meskipun pengaruhnya bersifat moderat. Secara teologis, hasil penelitian menegaskan pentingnya pembinaan iman yang integratif dan kontekstual dalam pendidikan teologi, serta memberikan dasar bagi pengembangan model formasi spiritual yang relevan dengan tantangan era digital dan kehidupan bergereja masa kini.