Year Year arrow
arrow-active-down-0
Publisher Publisher arrow
arrow-active-down-1
Journal
1
Journal arrow
arrow-active-down-2
Institution Institution arrow
arrow-active-down-3
Institution Country Institution Country arrow
arrow-active-down-4
Publication Type Publication Type arrow
arrow-active-down-5
Field Of Study Field Of Study arrow
arrow-active-down-6
Topics Topics arrow
arrow-active-down-7
Open Access Open Access arrow
arrow-active-down-8
Language Language arrow
arrow-active-down-9
Filter Icon Filter 1
Year Year arrow
arrow-active-down-0
Publisher Publisher arrow
arrow-active-down-1
Journal
1
Journal arrow
arrow-active-down-2
Institution Institution arrow
arrow-active-down-3
Institution Country Institution Country arrow
arrow-active-down-4
Publication Type Publication Type arrow
arrow-active-down-5
Field Of Study Field Of Study arrow
arrow-active-down-6
Topics Topics arrow
arrow-active-down-7
Open Access Open Access arrow
arrow-active-down-8
Language Language arrow
arrow-active-down-9
Filter Icon Filter 1
Export
Sort by: Relevance
  • Open Access Icon
  • Research Article
  • Cite Count Icon 4
  • 10.26740/ujc.v12n2.p36-48
REVIEW ARTIKEL : PRODUKSI BIODIESEL DARI MINYAK GORENG BEKAS DENGAN METODE TRANSESTERIFIKASI MENGGUNAKAN KATALIS
  • Sep 1, 2023
  • Unesa Journal of Chemistry
  • Aditya Arif Budiman + 1 more

Minyak goreng bekas merupakan bahan baku energi terbarukan yang dapat digunakan untuk memproduksi biodiesel dengan biaya produksi yang lebih ekonomis karena merupakan limbah dan harganya yang murah atau bahkan gratis. Penggunaan minyak goreng bekas sebagai bahan baku biodiesel adalah tindakan yang ramah lingkungan karena dapat mengurangi pencemaran lingkungan terutama pada tanah dan air. Oleh karena itu, tujuan artikel ini adalah untuk menjelaskan pengolahan minyak goreng bekas menjadi bahan baku biodiesel dengan berbagai katalis yaitu katalis asam, basa, dan enzim baik yang homogen maupun heterogen. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah mereview berbagai artikel tentang produksi biodiesel dengan metode transesterifikasi menggunakan katalis. Katalis yang umum digunakan adalah katalis asam (homogen, heterogen), basa (homogen, heterogen), dan enzim. Hasil dari berbagai literatur menunjukkan bahwa WFO dapat diubah menjadi biodiesel menggunakan berbagai katalis. Pada kondisi optimum katalis asam homogen seperti H2SO4 menghasilkan yield 95,37%. Katalis asam heterogen seperti Fe2O3-MnO-SO42- / ZrO2 menghasilkan yield 96,5%. Katalis basa homogen seperti NaOH menghasilkan yield biodiesel 98%. Katalis basa heterogen seperti CaO-MgO menghasilkan yield biodiesel 98,95%. Sedangkan pada katalis enzim seperti enzim Lipase dari Candida rugosa dan Rhizomucor miehei diperoleh yield biodiesel sebesar 96,5%. Dari hasil tersebut, katalis basa heterogen CaO-MgO merupakan katalis yang paling tinggi dalam menghasilkan yield biodiesel dari berbagai katalis yang lain.

  • Open Access Icon
  • Research Article
  • 10.26740/ujc.v12n2.p64-72
PENGARUH PENAMBAHAN KITOSAN PADA SILIKA ABU SEKAM PADI SEBAGAI ADSORBEN KITOSAN-SILIKA UNTUK MENURUNKAN ION Pb(II)
  • May 17, 2023
  • Unesa Journal of Chemistry
  • Hesti Sri Prehatini + 1 more

Adsorben kitosan silika (KS) dari abu sekam padi dan kitosan pharmaceutical grade dari cangkang udang untuk adsorpsi Pb(II) telah dibuat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pH dan waktu adsorpsi terhadap kemampuan adsorpsi ion Pb(II) oleh KS. Abu sekam padi diekstraksi menjadi natrium silikat menggunakan NaOH. KS dibuat melalui metode sol gel dengan variasi volume kitosan dan silika yaitu 1:1 (KS 1:1) dan 2:1 (KS 2:1). Silika tanpa kitosan (KS 0:1) disintesis sebagai pembanding. KS hasil sintesis dikarakterisasi menggunakan FTIR. Kestabilan KS diuji menggunakan larutan pH 2-5 selama 24 jam. Pengaruh pH dan waktu adsorpsi diuji menggunakan larutan Pb(II). Konsentrasi Pb(II) sisa diukur menggunakan AAS (Atomic Absorption Spectrophotometer). Hasil identifikasi gugus fungsional FTIR KS menunjukkan serapan pada bilangan gelombang 1637,02 cm-1 dan 1060,1 cm-1 yang menunjukkan vibrasi tekuk –OH dari Si-OH dan vibrasi ulur Si-O dari Si-O-Si. Serapan pada bilangan gelombang 1557,99 cm-1 dan 1420,47 cm-1 menunjukkan vibrasi tekuk –NH dan vibrasi simetri –CN dari kitosan. KS 2:1 memiliki kestabilan 9% lebih tinggi dibandingkan dengan KS 1:1 pada pH 2-5 selama 24 jam. Pengaruh pH adsorpsi untuk adsorpsi Pb(II) oleh KS 2:1 pada pH 2-5 terus meningkat hingga mencapai pH optimum pada pH 5 dengan kemampuan adsorpsi sebesar 39,4 mg/g. Pengaruh waktu adsorpsi untuk adsorpsi Pb(II) meningkat dan mencapai waktu adsorpsi optimum pada waktu adsorpsi 20 menit. Data waktu adsorpsi menunjukkan bahwa KS 2:1 mengikuti model kinetika pseudo orde kedua dengan konstanta laju reaksi sebesar 9,072 g mmol-1 mnt-1.

  • Open Access Icon
  • Research Article
  • 10.26740/ujc.v12n2.p49-56
PEMANFAATAN ZEOLIT ALAM AKTIF SEBAGAI ADSORBEN BIOETANOL AMPAS TEBU
  • May 17, 2023
  • Unesa Journal of Chemistry
  • Nabila Estiani Alsari + 1 more

Krisis energi fosil karena tingginya penggunaan bahan bakar minyak menjadi faktor penting dalam upaya pengembangan sumber energi alternatif dari bahan baku alami yaitu bioetanol. Bioetanol dibuat dengan bahan baku seperti pati, gula, atau selulosa yang menghasilkan kadar etanol rendah, sehingga perlu ditingkatkan melalui proses dehidrasi dengan zeolit alam teraktivasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar bioetanol ampas tebu dan waktu optimal adsorpsi air dalam bioetanol menggunakan zeolit alam aktif. Pada penelitian ini zeolit alam diaktivasi secara kimia dan fisika menggunakan H2SO4 2% selama 3 jam dan dikalsinasi pada suhu 600˚C selama 6 jam. Variasi waktu adsorpsi bioetanol dengan zeolit adalah 1, 3, 5 dan 7 jam dengan tiga kali pengulangan. Bioetanol ampas tebu dihasilkan melalui hidrolisis, dilanjutkan proses fermentasi ragi, destilasi dan adsorpsi dengan zeolit alam aktif yang kemudian kadar etanol diukur dengan alat refraktometer alkohol. Hasil penelitian yang didapatkan adalah kadar etanol ampas tebu sebelum diadsorpsi adalah 42% dan setelah diadsorpsi dengan zeolit pada variasi waktu rendam 1, 3, 5 dan 7 jam berturut-turut sebesar 43%; 44%; 47%; dan 45%.

  • Open Access Icon
  • Research Article
  • Cite Count Icon 1
  • 10.26740/ujc.v12n2.p57-63
A STUDI IN SILICO: POTENSI SENYAWA KATEKIN DAN TURUNANNYA DARI TEH HIJAU SEBAGAI INHIBITOR HGF SERTA PROFIL TOKSISITASNYA
  • May 17, 2023
  • Unesa Journal of Chemistry
  • Ahmad Misbakhus Sururi + 2 more

Teh hijau merupakan salah satu tumbuhan dengan kandungan katekin yang tinggi. Katekin merupakan salah satu metabolit sekunder yang memiliki banyak manfaat dan potensi. Salah satunya sebagai antitumor. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan potensi katekin dan turunan sebagai antitumor inhibitor HGF serta profil toksisitasnya melalui analisis in silico. Ligan yang digunakan dalam penelitian ini adalah katekin, galokatekin, epikatekin, dan epigalokatekin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa epikatekin memiliki potensi lebih baik (-6,6 kkal/mol) dibandingkan turunan katekin lainnya. Profil toksisitas keempat katekin tersebut menunjukkan bahwa keempatnya tidak hepatotoksik, tidak mutagentik, tidak karsinogenik, dan memiliki nilai LD50 yang aman. Penelitian lebih lanjut seperti in vitro dan in vivo diperlukan untuk menguak potensinya sebagai antitumor inhibitor HGF.

  • Open Access Icon
  • Research Article
  • 10.26740/ujc.v12n2.p73-82
Identification and Prediction of Fresh Gasoline Locations and Branding Using Newly Targeted Compound Chromatograms with Chemometrics and Machine Learning
  • May 17, 2023
  • Unesa Journal of Chemistry
  • Aidil Fahmi Shadan + 1 more

The detection and use of gasoline at scenes of crimes such as arson is of high interest in forensic investigations. In this work, gas chromatography-mass spectrometry (GC-MS) was used to analyse the gasoline samples and chemometrics namely principal component analysis (PCA), discriminant analysis (DA), and classification and regression tree (CART) machine learning were applied to identify and discriminate the gasoline brands and locations of origin. This study includes three popular gasoline brands collected from stations in eight different Malaysian states, including one oil refinery. The PCA result of 73.6% variation of the first and second principal components for the new targeted compounds chromatogram (TCC) and DA using the discriminant-analysis method correctly classified 94.3% of training samples for location-of-origin and 71.7% of training samples for brand. A novel two-C&R-trees (CART) machine-learning model is also developed and effectively applied to 100 unidentified gasoline samples, with a mean absolute error of 1.1% (location) and 0.4% (brand). The obtained results demonstrate this methodology’s potential to help resolve criminal investigations.

  • Open Access Icon
  • Journal Issue
  • 10.26740/ujc.v12n2
  • May 17, 2023
  • Unesa Journal of Chemistry

  • Open Access Icon
  • PDF Download Icon
  • Research Article
  • 10.26740/ujc.v11n3.p182-191
REVIEW : PENGARUH PENAMBAHAN NANOSILVER TERHADAP AKTIVITAS ANTIOKSIDAN NANOPLATINA DALAM MEREDAM RADIKAL BEBAS
  • Jan 31, 2023
  • Unesa Journal of Chemistry
  • Della Bonita Anggia Putri + 1 more

Humans naturally experience a decline in bodily functions which results in the elimination of free radicals not working optimally. Oxidative stress caused by radicals can affect several degenerative diseases such as premature aging, cancer, and coronary heart disease. In an effort carried out research aimed to analyze and discuss the effect of nanosilver on the antioxidant activity of nanoplatines in reducing free radicals in various time variations, as well as to analyze and discuss the best concentration of nanosilver that supports the antioxidant activity of nanoplatines. The concentration used was 20 ppm nanoplatine and Nanosilver 5 to 25 ppm. According to previous research, to study the antioxidant activity using a UV-Vis spectrophotometer as a tool to characterize platinum nanoparticles and DPPH methods to discuss the activity of reducing free radicals because they require antioxidants. Results showed that the addition of nanosilver with concentrations of 5, 10, 15, 20 and 25 ppm had a significant influence on the antioxidant activity of nanoplatines. The results of the average reduction in combined nanosilver 20 ppm with variations in the concentration of nanoplatines 5, 10, 15, 20, and 25 ppm were 75.90%; 82.90%; 86.61%; 87.95%; and 85.19%. The effect of the addition of nanoplatinum on the antioxidant activity of nanosilver has a synergy due to an increase in the yield of percent reduction from each increase in concentration with the optimum results on the addition of 20 ppm nanoplatina with a yield of 87.95% [Hesti, Nita. (2017)].
 
 Keywords : Nanosilver, Nanoplatina, Antioxidant activity, DPPH

  • Open Access Icon
  • PDF Download Icon
  • Research Article
  • Cite Count Icon 3
  • 10.26740/ujc.v11n3.p165-181
ARTIKEL REVIEW: PEMANFAATAN KATALIS ZEOLIT ALAM TERAKTIVASI DALAM SINTESIS BIODIESEL DENGAN METODE ESTERIFIKASI DAN TRANSESTERIFIKASI
  • Jan 31, 2023
  • Unesa Journal of Chemistry
  • Siti Novita Sari Ulfa + 1 more

Menipisnya bahan bakar minyak bumi dapat menjadi masalah jika tidak ditanggulangi dengan cepat. Hal ini dapat mengakibatkan kelangkaan dan meningkatnya harga bahan bakar minyak. Energi alternatif mulai dikembangakan sebagai solusi atas masalah tersebut, salah satunya adalah biodiesel. Sintesis biodiesel memiliki bahan utama berupa minyak seperti minyak kelapa sawit, minyak jelantah, minyak biji karet, minyak sawit mentah, dan lain-lain. Reaksi sintesis biodiesel umumnya adalah reaksi transesterifikasi yang cenderung lambat dan lama sehingga diperlukan katalis agar reaksi dapar berjalan dengan cepat. Terdapat dua katalis yang dapat digunakan yaitu katalis homogen dan katalis heterogen. Penggunaan katalis heterogen lebih mudah dipisahkan dikarenakan fasa katalis berbeda dengan reaktan maupun produk. Salah satu katalis heterogen biodiesel yang dapat digunakan adalah katalis zeolit alam. Penggunaan katalis zeolit alam memiliki banyak keuntungan seperti harganya yang relatif murah, kelimpahan di alam yang cukup banyak, dan ramah lingkungan. Pemanfaatan zeolit alam sebagai katalis biodiesel diperlukan aktivasi zeolit alam yang dapat dilakukan dengan larutan asam maupun basa. Oleh karena itu, pada artikel review ini membahas mengenai % yield biodisel dengan bantuan katalis zeolit alam yang teraktivasi asam atau basa dari sepuluh artikel. Didapatkan % yield biodiesel tertinggi sebesar 100% pada produksi biodiesel dari minyak jelantah dengan katalis zeolit alam Wonosari teraktivasi asam berupa HCl 6M pada reaksi esterifikasi sebanyak 2% dari berat minyak. Kemudian dilanjutkan reaksi transesterifikasi dengan katalis basa KOH dengan kondisi suhu 60℃ dengan rasio molar minyak dan metanol 1:6 selama 1 jam, dan kecepatan pengadukan 1200 rpm. Berdasarkan hasil artikel review ini zeolit alam yang telah teraktivasi asam atau basa dapat dijadikan sebagai katalis dalam sintesis biodiesel menggunakan metode transesterifikasi dan esterifikasi.
 
 Kata kunci : Biodiesel, Katalis biodiesel, Zeolit Alam

  • Open Access Icon
  • PDF Download Icon
  • Research Article
  • 10.26740/ujc.v11n3.p160-164
Pengaruh Variasi Penimbangan Terhadap Akurasi Penentuan Bilangan Asam Pada Alkyd Resin
  • Jan 31, 2023
  • Unesa Journal of Chemistry
  • Firman Adji Nur Hidayat + 1 more

Alkyd resin adalah polyester yang dimodifikasi dengan penambahan asam lemak dan komponen lainnya. Alkyd berasal dari poliol dan asam organik termasuk asam dikarboksilat atau asam karboksilat anhidrat dan minyak trigliserida. Kualitas suatu alkyd resin ditentukan berdasarkan parameternya antara lain: kadar zat padat, viskositas, bilangan asam, warna dan kejernihan. Bilangan asam yang tinggi dapat menyebabkan cat mudah menguning, oleh karena itu diperlukan ketelitian dalam melakukan analisa bilangan asam. Untuk mengetahui bilangan asam dilakukan dengan metode titrasi asidimetri. Produk A, B, dan C ditimbang masing-masing: 0.5g, 2g, 4g, 6g, 8g, 10g, 12g, 14g, ke dalam erlenmeyer 300 ml yang di dalamnya telah berisi 100 ml pelarut. Masukkan magnetic stirer lalu aduk hingga larut sempurna di atas pemanas listrik. Tambahkan 2 tetes indikator phenolphthalein 1% ke dalam erlenmeyer. Tuang larutan KOH 0.2 alkoholik ke dalam buret 50ml. Titrasi dilakukan hingga terjadi perubahan dari larutan tak berwarna menjadi merah muda. Catat volume yang didapatkan (ml). Dari penelitian yang dilakukan semakin kecil sampel yang ditimbang maka penyimpangan hasil analisa bilangan asam dari penimbangan sampel secara teori (10 gram) semakin besar. Berdasarkan % akurasi yang diizinkan adalah yaitu 3% maka variabel penimbangan yang dapat ditoleransi adalah 8–14 gram. Penimbangan sampel kurang dari 8-gram atau di atas 14 gr akan menghasilkan bilangan asam yang memiliki penyimpangan yang sangat besar.
 
 Kata kunci : Alkyd resin, Bilangan asam, Larutan KOH, Titrasi

  • Open Access Icon
  • PDF Download Icon
  • Research Article
  • Cite Count Icon 1
  • 10.26740/ujc.v11n3.p153-159
Karakterisasi Abu Sekam Padi dengan Menggunakan XRD
  • Jan 31, 2023
  • Unesa Journal of Chemistry
  • Samik Samik + 6 more

Abu sekam padi merupakan salah satu bahan yang kebanyakan mengandung silika (SiO2). Silika dapat digunakan sebagai bahan baku untuk beragam industri. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental, meliputi sintesis abu sekam padi dengan variasi berbagai suhu kalsinasi yaitu 800 oC, 900 oC, dan 1000 oC. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi jenis padatan dan fase kristal dari RHA sehingga hasil dari penelitian ini bisa digunakan sebagai dasar untuk penelitian selanjutnya dalam penggunaan RHA. Hasil sintesis menghasilkan empat jenis sampel yaitu sampel kalsinasi pada suhu 800 oC (diberi kode S-800), kalsinasi pada suhu 900 oC berwarna abu-abu (S-900 A), kalsinasi pada suhu 900 oC berwarna putih (S-900 P), dan sampel kalsinasi pada suhu 1000 oC (S-1000). Karakterisasi menggunakan X-Ray Diffraction (XRD) menunjukkan bahwa semua sampel termasuk padatan kristalin dengan fase kristal tridimit dan kristobalit yang terdeteksi pada sampel S-800, S-900 P, S-900 A, dan S-1000. Kristobalit dan tridimit adalah polimorf mineral silika dan memiliki rumus kimia yang sama dengan kuarsa yaitu SiO2, tetapi struktur kristalnya berbeda. Persentase kristalinitas sampel dihitung dengan pembanding sampel yang memiliki intensitas puncak tertinggi (S-1000) didapatkan hasil kristalinitas untuk S-1000, S-900 P, dan S-900 A secara berturut-turut adalah 100%, 96%, 79%, dan 32%. Makin kecil suhu kalsinasi mengakibatkan makin kecil persentase kristalinitasnya.
 
 Kata kunci : abu sekam padi, kalsinasi, silika, XRD, padatan kristalin