- Research Article
- 10.31849/zdbnt372
- Apr 30, 2025
- Siklus : Jurnal Teknik Sipil
- Habrio Ilva + 1 more
Penelitian bertujuan untuk menganalisis variabilitas curah hujan dan pengaruhnya terhadap debit sungai di Pantai Cermin selama 2013 – 2022. Data curah hujan harian dari Stasiun Petapahan dan debit sungai dari Stasiun AWLR Pantai Cermin dianalisis menggunakan pendekatan kuantitatif melalui statistik deskriptif dan analisis tren tahunan. Hasil menunjukkan rata-rata curah hujan tahunan sebesar 2.906,71 mm, dengan puncak tertinggi pada 2014 (3.802,00 mm) dan terendah pada 2021 (1.169,00 mm). Debit sungai rata-rata tahunan mencapai 1.540,05 m³/s, dengan nilai tertinggi pada 2018 (2.763,55 m³/s) dan terendah pada 2021 (1.140,02 m³/s). Secara musiman, curah hujan dan debit sungai sama-sama memuncak pada Oktober–Desember. Temuan ini mengonfirmasi adanya hubungan erat antara variabilitas curah hujan dan fluktuasi debit sungai, sehingga data hidrologi perlu dimanfaatkan sebagai dasar perencanaan pengelolaan sumber daya air dan mitigasi banjir di wilayah pesisir.
- Journal Issue
- 10.31849/siklus.v11i1
- Apr 30, 2025
- Siklus : Jurnal Teknik Sipil
- Research Article
- 10.31849/siklus.v10i2.20670
- Oct 31, 2024
- Siklus : Jurnal Teknik Sipil
- Annisa Zahara + 4 more
Area pesisir Kota Bengkulu terletak pada posisi strategis di pertemuan lempeng Indo-Australia dan Eurasia, menjadikannya sebagai wilayah dengan risiko tinggi terhadap aktivitas seismik. Pertemuan lempeng ini menyebabkan intensitas gempa yang signifikan sehingga berdampak pada berbagai permasalahan geoteknik di kawasan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan dua metode analisis, yaitu linier ekuivalen dan nonlinier dalam menilai respon seismik pada wilayah pesisir Kota Bengkulu serta menguji keandalannya dalam analisis respon seismik. Metodologi yang digunakan mencakup studi literatur, pengumpulan data, dan analisis respon seismik menggunakan perbandingan metode linier ekuivalen dan nonlinier model Pressure Dependent Hyperbolic (PDH) yang menghasilkan Peak Ground Acceleration (PGA), percepatan respon spektra, dan faktor amplifikasi. Hasil analisis mengindikasikan respon spektra melampaui spektra desain pada periode 0,1-0,4 detik, yang dapat membahayakan bangunan berlantai rendah. Metode nonlinier memiliki faktor amplifikasi sebesar 0,91–1,52g, sementara metode linier ekuivalen sebesar 1,01–1,60g, yang menunjukkan bahwa metode linier ekuivalen berpotensi menyebabkan kerusakan struktural yang lebih besar. Selain itu, metode linier ekuivalen menghasilkan nilai PGA yang lebih tinggi di permukaan, tetapi lebih rendah di lapisan bawah jika dibandingkan dengan metode nonlinier. Secara keseluruhan, metode linier ekuivalen memberikan hasil yang lebih konservatif, terutama dalam analisis struktur sederhana dengan nilai PGA kecil. Sebaliknya, metode nonlinier lebih akurat dalam memperhitungkan perilaku nonlinier tanah, terutama pada percepatan gempa besar. Penelitian ini mengindikasikan perlu adanya studi lanjutan mengenai analisis bangunan gedung pada kawasan pesisir kota bengkulu untuk mengidentifikasi risiko yang lebih spesifik terkait infrastruktur yang ada.
- Research Article
- 10.31849/siklus.v10i2.21182
- Oct 31, 2024
- Siklus : Jurnal Teknik Sipil
- Reni Suryanita + 2 more
Bata ringan cellular lightweight concrete (CLC) merupakan alternatif bahan bangunan untuk dinding yang memiliki densitas lebih rendah daripada bata merah, sehingga dapat memperkecil beban yang diterima oleh struktur dan memperkecil dimensi strukturnya. Namun bata ringan memiliki kelemahan rentan rapuh dan patah karena mengandung pori-pori akibat campuran material menggunakan busa dari foam agent. Umumnya bata ringan dibuat dengan menambahkan bahan aditif untuk meningkatkan mutu berdasarkan sifat mekanis kuat tekan, tegangan dan regangannya agar dapat memikul beban yang lebih berat. Salah satunya dengan menggunakan limbah abu terbang (fly ash) yang merupakan hasil pembakaran batu bara. Tujuan dari penelitian adalah untuk menentukan kadar penggunaan fly ash yang optimum dalam menentukan bata ringan dengan kuat tekan maksimum melalui studi eksperimental sifat mekanis bata ringan CLC. Penelitian menggunakan variasi komposisi dengan kadar fly ash sebesar 0%, 5%, 10%, 15%, 20% dan 25% dari berat semen pada sampel kubus dengan panjang sisi 10 cm. Pengujian kuat tekan dilakukan pada umur 7, 14, dan 28 hari. Pengujian deformasi (penurunan) dilakukan pada umur 28 hari. Hasil kuat tekan dan penurunan digunakan untuk analisis nilai tegangan dan regangan pada bata ringan. Berdasarkan hasil penelitian variasi fly ash 10% pada umur 28 hari mendapatkan nilai kuat tekan yang paling besar yaitu sebesar 10,20 kg/cm2, penurunan sebesar 9,440 mm, tegangan sebesar 1,20 N/mm2 dan regangan sebesar 0,094. Kesimpulannya yaitu penambahan fly ash 10% dapat meningkatkan nilai kuat tekan bata ringan. Sehingga dapat memberikan rekomendasi kepada produsen bata ringan untuk komposisi campuran bata ringan yang optimal menggunakan fly ash.
- Research Article
- 10.31849/siklus.v10i2.17170
- Oct 31, 2024
- Siklus : Jurnal Teknik Sipil
- Dovita Jointina + 1 more
Inovasi material maju dilakukan untuk mengurangi dampak kerusakan lingkungan karena memanfaatkan limbah sebagai bahan penyusun paving block. Limbah karbit memiliki unsur yang menyerupai semen berupa SiO2 dan CaO sehingga penggantian sebagian semen dengan limbah karbit diharapkan mampu menghasilkan peran perekat dalam campuran. Dari sisi ukuran butiran, limbah karbit lolos ayakan no.100 sehingga bisa dikategorikan sebagai serbuk. Limbah kaca, dari sisi kehalusan butirannya, dijadikan sebagai pengganti pasir karena butirannya lolos ayakan no.4, sesuai dengan ketentuan agregat halus pada SK SNI S-04-1989-F. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh limbah las karbit dan kaca sebagai material substitusi terhadap mutu paving block (PB). Limbah kaca digunakan sebagai pengganti pasir secara konstan pada persentase 20%, sedangkan limbah karbit sebagai pengganti semen pada persentase 2,5%, 5%, 7,5%, dan 10%. Penelitian diawali dengan melakukan pemeriksaan propertis material, penentuan proporsi campuran, pembuatan dan perawatan benda uji. Selanjutnya dilakukan pengujian mekanik untuk mendapatkan nilai kuat tekan, keausan, dan penyerapan air. Hasil pengujian menunjukkan mutu optimal didapatkan pada paving block kontrol (G0C0) dengan nilai kuat tekan, ketahanan aus, dan penyerapan air sebesar 37,03 MPa, 0,27 mm/menit, 7,63%. Kemudian, diikuti oleh variasi dengan penggantian 2,5% limbah karbit terhadap semen (G0C2,5) dengan nilai 22,18 MPa; 0,58 mm/menit; dan 10,41%. Setelah itu, diikuti oleh variasi dengan penggantian 5% limbah karbit terhadap semen dan penggantian 20% limbah kaca terhadap pasir (G20C5) dengan nilai 14,91 MPa; 0,62 mm/menit; dan 10,84%. Berdasarkan hasil pengujian, didapat kesimpulan adanya penurunan mutu paving block saat ditambahkan kedua limbah.
- Research Article
- 10.31849/siklus.v10i2.19036
- Oct 31, 2024
- Siklus : Jurnal Teknik Sipil
- Theresia Agustina + 2 more
Research was conducted by testing the connection of solid red meranti wood beam and column using intermediate steel plate with lag screw as fasteners. There were 3 connection samples tested under monotonic load. Material properties of red meranti wood, testing of steel tensile strength, and testing of lag screw bending yield momen has been done to design connection. The behaviour studied in this research is moment capacity, rotation of connection, and ductility of connection. The test results show that initial stiffness of connections B-1, B-2, and B-3 resulting in ranges 10,17 N/mm – 19,05 N/mm. The connections experience plastic hinge with the plastic hinge load is 1617,37 N. The plastic hinges occur in the lag screws tightening area characterized by yielding in that area. The connection ductility resulting in ranges 4,0097 – 4,7642.
- Research Article
- 10.31849/siklus.v10i2.17962
- Oct 31, 2024
- Siklus : Jurnal Teknik Sipil
- Sari Anton + 1 more
Salah satu inisiatif penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan vokasi adalah pembangunan ruang praktik siswa di SMKN 9 Bandar Lampung, dengan tujuan untuk meningkatkan fasilitas dan meningkatkan lingkungan belajar siswa. Evaluasi kinerja yang akurat, mengoptimalkan sumber daya dan memastikan penyelesaian tepat waktu dan sesuai anggaran adalah kunci keberhasilan. Metode kurva S dan metode nilai perolehan digunakan untuk mengevaluasi kinerja proyek karena keduanya dapat memberikan analisis kinerja, biaya, dan waktu yang menyeluruh secara bersamaan. Nilai rencana, nilai aktual, biaya aktual, varian rencana, varian biaya, indeks aktual rencana, dan indeks kinerja biaya adalah parameter utama yang digunakan. Tujuan penelitian adalah untuk menilai kemajuan proyek berdasarkan biaya dan waktu serta efisiensi pelaksanaannya. Kegiatan konstruksi dan penyediaan fasilitas pendukung adalah bagian dari proyek, dengan fokus pada pemenuhan jadwal dan anggaran. Salah satu asumsi yang digunakan adalah stabilitas harga material dan tenaga kerja Namun, keterbatasan penelitian termasuk kurangnya data dan faktor eksternal yang mempengaruhi kinerja. Sebagai hasil dari analisis, proyek pembangunan ruang praktik siswa di SMKN 9 Bandar Lampung telah berjalan sesuai rencana dan tim telah memiliki kemampuan untuk menyelesaikan beberapa bagian proyek lebih cepat dari yang direncanakan. Studi ini sangat membantu manajemen proyek konstruksi, terutama dalam hal evaluasi dan optimalisasi kinerja dengan menggunakan pendekatan analisis biaya dan waktu. Diharapkan temuan ini akan menjadi pedoman untuk manajemen proyek pendidikan serupa, meminimalkan biaya dan keterlambatan jadwal, dan membantu meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.
- Research Article
- 10.31849/siklus.v10i2.19770
- Oct 31, 2024
- Siklus : Jurnal Teknik Sipil
- Merley Misriani + 4 more
Konstruksi infrastruktur jalan tol dapat mengalami kerusakan sebelum masa layanan yang direncanakan tercapai. Penurunan tanah dapat terjadi apabila infrastruktur transportasi dibangun di atas lapisan tanah lunak, sehingga menyebabkan kerusakan struktur dan geoteknik yang cukup besar. Penelitian menjadi sangat penting dengan mengambil studi kasus pada Jalan Tol Palembang-Indralaya STA 1+670 yang berada di atas lapisan tanah dengan nilai N-SPT < 10 dan tanah lunak mencapai kedalaman 16,95 m. Penelitian bertujuan untuk menguji efektivitas aplikasi preloading dan prefabricated vertical drain (PVD) dalam mempercepat proses penurunan tanah dasar pada jalan tol tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah dengan mengombinasikan metode preloading dan PVD. Metode preloading menggunakan sistem surcharge, menempatkan beban timbunan pada tanah dasar dengan tinggi desain 5 m. Metode PVD dengan memasang alat vertical drain ke dalam lapisan tanah lunak. Data yang diperlukan meliputi layout lokasi dan data tanah dasar, yaitu data tanah hasil uji lapangan dan laboratorium. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penurunan yang terjadi sebesar 1,556 m dengan derajat konsolidasi 90% selama 2,149 tahun. Selanjutnya, setelah memasukkan metode PVD, waktu penurunan tanah dasar dengan derajat konsolidasi 90% menjadi lebih cepat, yaitu dua bulan dengan pola pemasangan segitiga dengan jarak 3 meter. Pada jalan tol dari Palembang menuju Indralaya, pendekatan gabungan antara preloading dengan PVD terbukti bermanfaat dalam mempercepat proses penurunan tanah dasar. Penelitian mengimplikasikan bahwa kombinasi metode preloading dan prefabricated vertical drain (PVD) dapat dipilih sebagai metode perbaikan tanah lunak untuk mempercepat penurunan tanah dasar.
- Research Article
- 10.31849/siklus.v10i2.16127
- Oct 31, 2024
- Siklus : Jurnal Teknik Sipil
- Ario Bintang Koesalamwardi + 2 more
Bangunan hijau (green building) merupakan salah satu cara untuk mengatasi permasalahan lingkungan yang bersumber dari aktivitas konstruksi dan operasional bangunan karena pada dasarnya konsep bangunan hijau dimulai dari perancangan, pembangunan, hingga operasional dan perawatannya memperhatikan dampaknya terhadap lingkungan dan penghuninya. Namun sampai saat ini pembangunan dengan konsep bangunan hijau masih sangat sedikit terutama untuk bangunan hunian. Konsumen enggan untuk menerapkan konsep bangunan hijau untuk hunian mereka, demikian pula dengan pihak pengembang, dimana keengganan untuk membuat dan memasarkan unit hunian dengan konsep bangunan hijau. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang menjadi penghambat dari penerapan bangunan hijau untuk bangunan residensial dari perspektif konsumen dan developer menggunakan metode meta analisis dari penelitian terdahulu dalam 10 tahun ke belakang. Penelitian ini menemukan 5 faktor utama yang menghambat penerapan bangunan hijau untuk bangunan residensial dari perspektif konsumen, yaitu: biaya investasi yang lebih tinggi, tidak adanya insentif dari pemerintah, kurangnya pendidikan dan pengetahuan tentang bangunan hijau, kurangnya kontraktor yang ahli dan berpengalaman dalam bangunan hijau serta kurangnya kesadaran masyarakat tentang bangunan ramah lingkungan. Dengan teridentifikasinya 5 faktor utama ini, penelitian selanjutnya dapat lebih dapat difokuskan untuk permasalahan utama tersebut.
- Research Article
- 10.31849/siklus.v10i2.19568
- Oct 31, 2024
- Siklus : Jurnal Teknik Sipil
- Bagos Armansyah + 1 more
Pekerjaan konstruksi di industri minyak dan gas sangat berisiko tinggi terhadap keselamatan dan kesehatan pekerja. Salah satu faktor yang sangat mempengaruhi keselamatan dan kesehatan kerja adalah faktor beban kerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor beban kerja dan persepsi keselamatan serta menganalisis pengaruh hubungan beban kerja terhadap persepsi keselamatan pada pekerja lapangan di industri minyak dan gas, khususnya di wilayah kerja Provinsi Riau. Responden adalah pada pekerja lapangan dan berjumlah 106 orang. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dan kuantitatif. Terdapat 66,51% responden mengungkapkan bahwa penerapan beban kerja saat ini sudah baik dan 97,80% responden menyatakan bahwa pemahaman dan implementasi terhadap persepsi keselamatan sudah sangat baik. Hasil uji regresi linier menunjukkan beban kerja berpengaruh negatif dan signifikan terhadap persepsi keselamatan pada pekerja lapangan. Semakin tinggi beban kerja, maka pekerja akan cenderung lalai dan kurang peduli terhadap persepsi keselamatan yang dapat menyebabkan terjadinya kecelakaan kerja.