- New
- Research Article
- 10.33369/pendipa.10.2.409-416
- Apr 20, 2026
- PENDIPA Journal of Science Education
- Nadia Sri Febriani + 1 more
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kelayakan pengembangan Lembar Aktivitas Peserta Didik (LAPD) berbasis Problem Based Learning (PBL) untuk meningkatkan keterampilan pemecahan masalah pada materi laju reaksi fase F yang ditinjau berdasarkan aspek validitas, kepraktisan, dan keefektifan. Jenis penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model pengembangan 4D Thiagarajan yang terdiri dari define, design, develop, dan disseminate. Penelitian ini dibatasi sampai tahap development dan dilakukan uji coba terbatas. Subjek penelitian ini berupa LAPD berbasis PBL pada materi laju reaksi yang diujicobakan kepada peserta didik kelas XI-8 SMA Negeri 16 Surabaya. Sumber data diperooleh dari lembar telaah, validasi, observasi aktivitas, angket respon, serta pretest dan posttest keterampilan. Teknik pengumpulan data penelitian ini dengan metode angket, observasi, dan pretest-posttest keterampilan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LAPD berbasis PBL telah memenuhi kriteria validitas dengan skor modus validasi isi sebesar 4 dengan kategori baik dan skor modus validasi konstruk sebesar 4 dengan kategori baik. Kepraktisan ditinjau berdasarkan hasil angket respon peserta didik dengan persentase sebesar 96,1% dan didukung oleh hasil observasi aktivitas peserta didik dengan persentase sebesar 99,7%. Keefektifan ditinjau berdasarkan peningkatan keterampilan pemecahan masalah peserta didik dengan perolehan skor N-gain secara keseluruhan sebesar 0,71 dengan kategori tinggi (high-g), pada uji Paired Sample T-test didapatkan p-value sebesar 0,01 (<0,05) sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan yang signifikan pada keterampilan pemecahan masalah peserta didik dengan menggunakan LAPD berbasis PBL. Berdasarkan hasil penelitian yang didapatkan dapat disimpulkan bahwa LAPD berbasis PBL pada materi laju reaksi fase F layak digunakan dalam proses pembelajaran dan meningkatkan keterampilan pemecahan masalah.
- New
- Research Article
- 10.33369/pendipa.10.2.354-362
- Apr 6, 2026
- PENDIPA Journal of Science Education
- Suci Rahayu + 2 more
Keterampilan generik sains merupakan sebagai salah satu keterampilan yang dianggap harus dimiliki peserta didik abad saat ini karena dengan keterampilan ini proses pembelajaran dapat lebih bermaksan dan peserta didik dapat belajar melalui pengalamannya sendiri. Namum, pada saat ini keterampilan generik sains di salah satu sekolah yang ada di banten masih belum tercapai dikarenakan beberapa faktor yaitu bahan ajar dan strategi pembelajaran yang digunakan pada proses pembelajaran belum mendukung untuk menumbuhkan keterampilan generik sains peserta didik. Berdasarkan permasalah tersebut dengan demikian dikembangkannya bahan ajar e-booklet berbasis CCE (Cooperative Class Experiment) Tipe Group Investigation yang dirancang untuk menumbuhkan keterampilan generik sains peserta didik SMP. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk menganalisis tingkat validasi produk dan untuk mengetahuin respon peserta didik terhadap bahan ajar yang dikembangkan. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan menggunakan model ADDIE (Analize, Design, Develop, Implement, Evaluate) namun dibatasi hanya sampai tahapan Impelementasi (Implement) dalam skala kecil untuk mengetahui respon peserta didik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa e-booklet berbasis CCE (Cooperative Class Experiment) Tipe Group Investigation memperoleh persentase sebesar 88,20% yang dikategorikan “Sangat Valid” meliputi hasil validasi ahli bahan ajar, ahli materi dan praktisi. Kemudian, setelah melalui proses revisi dari para ahli, produk tersebut di uji cobakan kepada peserta didik dengan skala kecil dan mendapatkan persentase sebesar 84,23% dengan kategori “Sangat Valid”. Dengan demikian, e-booklet berbasis CCE (Cooperative Class Experiment) Tipe Group Investigation dinyatakan layak digunakan sebagai bahan ajar.
- Research Article
- 10.33369/pendipa.10.1.279-283
- Mar 11, 2026
- PENDIPA Journal of Science Education
- Elsa Yolanda Salsabillah Susanto + 1 more
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis profil dari keterampilan metakognitif peserta didik pada materi koloid berbantuan E-LAPD berbasis inkuiri POGIL di SMA. Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian ini dilakukan dengan metode penelitian pendahuluan, yakni dengan pengambilan data menggunakan instrumen yang berupa angket peserta didik, wawancara pendidik, dan tes tulis mengenai keterampilan metakognitif pada materi koloid. Data yang diperoleh dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif deskriptif. Penelitian ini dilaksanakan pada 26 peserta didik di SMAN 19 Surabaya. Berdasarkan hasil tes awal keterampilan metakognitif yang diberikan memperlihatkan bahwa keterampilan metakognitif yang dimiliki 26 peserta didik masih kurang dengan persentase pada indikator perencaan sebesar 51%, pemantuan sebesar 11%, dan evaluasi sebesar 46%. Berdasarkan hasil angket, diperoleh bahwa 96,2% peserta didik menganggap materi koloid sulit dipahami, karena dominannya aktivitas menghafal dan terdapat istilah yang sulit dipahami. Berdasarkan hasil tes wawancara pada salah satu guru kimia SMAN 19 Surabaya menyatakan bahwa penggunaan E-LAPD hanya digunakan ketika praktikum. Oleh karena itu, keterampilan metakognitif peserta didik masih rendah, sehingga dapat dikembangkan melalui penerapan E-LAPD berbasis inkuiri POGIL. Dengan demikian, hasil awal penelitian ini memberikan gambaran bahwa integrasi media pembelajaran E-LAPD berbasis inkuiri POGIL sangat diperlukan guna meningkatkan keterampilan metakognitif.
- Research Article
- 10.33369/pendipa.10.1.223-230
- Feb 5, 2026
- PENDIPA Journal of Science Education
- Koimah Koimah + 2 more
Penelitian ini berangkat dari masih minimnya penggunaan media pembelajaran, khususnya yang berbasis audio visual yang lebih menarik, sehingga siswa menemui kesulitan dalam memahami materi terkait tema Teknologi Kehidupanku serta masih kurangnya literasi digital. Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan tingkat validitas video Pembelajaran IPA tema Teknologi Kehidupanku dalam Menumbuhkan Minat Belajar dan Literasi Digital Siswa serta untuk mendeskripsikan tingkat respon siswa terkait video pembelajaran IPA tema Teknologi Kehidupanku dalam menumbuhkan minat belajar dan literasi digital siswa. Metode yang diterapkan adalah penelitian dan pengembangan (ADDIE). Alat yang dipakai dalam penelitian ini Adalah wawancara, lembar validasi dan instrumen tingkat respon siswa. Pada pengembangan ini dibatasi hanya sampai pengembangan atau development. Hasil penelitian menunjukan tingkat validitas video pembelajaran IPA tema Teknologi Kehidupanku dalam menumbuhkan minat belajar dan literasi digital siswa dengan kategori sangat valid, sebesar 93,53% dengan rincian, dari validator ahli media sebesar 92,5% dengan kategori sangat valid, validator ahli materi sebesar 90,41% dengan kategori sangat valid, validator ahli guru IPA sebesar 95,83% dengan kategori sangat valid dan tingkat respon siswa sebesar 91,9% dengan kategori sangat setuju. Indikator minat belajar memperoleh skor 94,5% dengan kategori sangat baik dan literasi digital mendapatkan skor 93,76% dengan kategori sangat baik.
- Research Article
- 10.33369/pendipa.10.1.211-222
- Jan 30, 2026
- PENDIPA Journal of Science Education
- Edi Susilo + 4 more
Dari dahulu hingga sekarang, pengendalian gulma dengan menggunakan herbisida sintetis masih menjadi metode yang utama. Penggunaan herbisida sintetis di dalam proses pertanian modern masih memiliki dampak negatif untuk lingkungan, kesehatan, dan gulma, sehingga berpotensi menimbulkan resistensi gulma. Oleh karena itu, penanaman bioherbisida herbal yang lebih merangkapakan pengendalian gulma lebih ramah lingkungan. Sorgum (Sorghum bicolor L. Moench), khususnya, memiliki eksudat alelopati yang sangat merepotkan gulma dari sorghum. Penelitian ini berfokus untuk menganalisis alelopati kimiawi dari ekstrak akar ratun sorgum dan untuk mengidentifikasi senyawa kandidat bioherbisida pada akar dengan menggunakan analisis Gas Chromatography-Mass Spectrometry (GC-MS). Sorgum diekstrak dengan metode maserasi dingin yang diperoleh dari campuran pelarut yang berbeda konfigurasi. Kemudian, melalui GC-MS pelarut diekstrak dan senyawa yang terpisahkan. Hasilnya, melalui analisis GC-MS, teridentifikasi sebanyak 20 senyawa, yang sebagian besar terdeteksi ke dalam kelompok steroid, sterol, serta turunan asam lemak. Senyawa yang paling unggul terdeteksi yaitu 4, 22-stigmastadien-3-on (20,74%); stigmasterol (total 16,47%); cholest-4-en-26-oic acid, 3-oxo- (11,68%); dan 9-octadecenamide (Z) (7,69%). Beberapa senyawa polar, seperti 9-octadecenamide (Z) dan turunan sikloheksanol, memiliki kemampuan yang sangat baik. Oleh karena itu, ekstrak akar ratun sorgum mempunyai senyawa alelokimia yang berpotensi bioherbisida yang tersedia secara berkelanjutan serta ramah lingkungan.
- Research Article
- 10.33369/pendipa.10.1.204-210
- Jan 29, 2026
- PENDIPA Journal of Science Education
- Nanda Luthfi + 2 more
Pembelajaran biologi menekankan kemampuan berpikir analitis, induktif, dan deduktif untuk memecahkan permasalahan yang berkaitan dengan lingkungan sekitar. Keberhasilan pembelajaran biologi dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain peserta didik, pendidik, lingkungan belajar, serta ketersediaan fasilitas laboratorium. Laboratorium yang lengkap dan dikelola secara profesional memiliki peran penting dalam mendukung pembelajaran sains berbasis praktikum. Namun, kesenjangan ketersediaan peralatan laboratorium antar sekolah berpotensi menyebabkan ketidakmerataan hasil belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil laboratorium biologi di SMA Negeri 1 Pemangkat. Penelitian dilaksanakan pada bulan November hingga Desember 2024 dengan menggunakan metode survei dan pendekatan deskriptif kuantitatif. Sampel penelitian terdiri atas kepala laboratorium biologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh aspek ruang laboratorium telah memenuhi standar Permendikbud Nomor 8 Tahun 2018. Namun, beberapa komponen yang berkaitan dengan penyimpanan alat dan bahan laboratorium belum memenuhi standar yang ditetapkan, antara lain lemari penyimpanan bahan yang tidak terkunci, kapasitas penyimpanan alat yang belum mencukupi, serta alat-alat yang belum diberi label. Secara keseluruhan, fasilitas dan prasarana laboratorium memperoleh skor antara 69% hingga 100%, sedangkan aspek pengelolaan laboratorium berada pada rentang 29% hingga 100%. Temuan ini menunjukkan perlunya peningkatan dalam manajemen penyimpanan untuk menjamin fungsi laboratorium yang lebih optimal dan mendukung pembelajaran biologi.
- Research Article
- 10.33369/pendipa.10.1.192-203
- Jan 28, 2026
- PENDIPA Journal of Science Education
- Fitri Anggraeni Sekar Dwianti + 3 more
Keselamatan pelayaran dan ketahanan infrastruktur maritim dipengaruhi oleh keakuratan sistem peringatan dini terhadap cuaca ekstrem. Pemanfaatan Geospatial Intelligence (GEOINT) berperan sebagai kerangka integratif yang menggabungkan data penginderaan jauh, analisis spasial, dan pemaknaan informasi geografi untuk meningkatnya kebutuhan akan deteksi dini berbasis teknologi dalam menghadapi dinamika iklim laut yang semakin kompleks, baik untuk kepentingan sipil maupun pertahanan nasional. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis perkembangan riset global selama 25 tahun terakhir terkait topik tersebut, serta mengaitkannya dengan kebijakan pertahanan dan ketahanan infrastruktur maritim. Metodologi yang digunakan adalah bibliometrik dengan pendekatan analisis kuantitatif terhadap data publikasi Scopus dan Google Scholar, serta visualisasi menggunakan VOSviewer. Analisis mencakup pemetaan tren kata kunci, klaster tematik, aktor institusional, dan evolusi riset yang berkaitan dengan GEOINT, penginderaan jauh, dan sistem peringatan dini maritim. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada topik pemanfaatan satelit (MODIS, Sentinel) dan integrasi big data dan analitik spasial GEOINT untuk sistem peringatan dini, namun riset tentang aplikasinya dalam konteks kebijakan pertahanan laut masih terbatas. Temuan ini memberikan arah strategis bagi pengembangan GEOINT sebagai instrumen pendukung kebijakan berbasis data yang mendukung resiliensi pelayaran nasional dan kesiapsiagaan militer di wilayah maritim strategis. Kajian ini juga merekomendasikan agenda riset lintas sektoral yang lebih adaptif terhadap ancaman cuaca laut ekstrem. Kata kunci: GEOINT, Penginderaan Jauh, Peringatan Dini Cuaca Maritim, Bibliometrik.
- Research Article
- 10.33369/pendipa.10.1.184-191
- Jan 27, 2026
- PENDIPA Journal of Science Education
- Sheryna Nur Khotimah + 3 more
Kecerdasan emosional merupakan salah satu elemen krusial yang berkontribusi terhadap pencapaian akademik siswa. Namun berdasarkan pengamatan awal di SMP IT Cordova Samarinda, teridentifikasi bahwa kemampuan regulasi emosi pada sebagian siswa kelas VIII belum mencapai tingkat optimal, meskipun prestasi akademik mereka dalam mata pelajaran IPA tergolong memuaskan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak kecerdasan emosional terhadap prestasi belajar siswa dalam bidang Ilmu Pengetahuan Alam di SMP IT Cordova Samarinda. Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif dengan rancangan korelasional ex-postfacto , dimana sampel dipilih melalui teknik purposive sampling dan analisis data yang digunakan adalah regresi linier sederhana dengan taraf signifikansi 0,05. Temuan dari uji regresi linier sederhana menyatakan nilai signifikansi (Sig.) mencapai 0,20, yang melebihi 0,05. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa tidak ada pengaruh kecerdasan emosional terhadap prestasi belajar siswa kelas VIII dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam di SMP IT Cordova Samarinda, dengan nilai R Square 0,031, yang menyimpulkan bahwa kecerdasan emosional hanya memberikan kontribusi 3,1% terhadap prestasi belajar siswa dalam bidang tersebut.
- Research Article
- 10.33369/pendipa.10.1.177-183
- Jan 22, 2026
- PENDIPA Journal of Science Education
- Siti Aisyah Dorojatin + 1 more
Fisika memiliki kontribusi besar dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, namun pembelajaran fisika di sekolah masih dianggap sulit dan sebagai salah satu bukti yang merefleksikan kemampuan literasi sains siswa masih belum memadai. Studi ini memiliki tujuan untuk melakukan evaluasi efektifitas media pembelajaran interaktif berbasis multimedia sebagai upaya meningkatan kemampuan literasi sains siswa SMA bidang pelajaran fisika. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kuantitatif. Dengan rancangan pre-eksperimental berupa one group pretest-posttest. Subjek dalam penelitian ini membentuk 36 anak kelas XI-1 di SMA di Kabupaten Kebumen. Alat pelaksana penelitian berbentuk tes literasi sains dengan membentuk lima indikator, yaitu mengamati, mengukur, memprediksi, menyimpulkan, dan berkomunikasi. Pengamatan data dengan melakukan analisis desktipstif kuantitatif dengan skor persentase dan analisis N-gain. Temuan dari penelitian ini menampilkan bahwa tingkat literasi sains para siswa masing-masing berbeda berjumlah 73,72%, 72,14%, 62,94%, 63,78%, dan 75,08%. Setelah penerapan media pembelajaran interaktif berbasis multimedia, nilai post-test meningkat menjadi 85,89%, 83,39%, 76,22%, 77,92%, dan 89,53%. Nilai N-Gain sebesar 0,46; 0,40; 0,36; 0,39; dan 0,58 termasuk dalam kategori sedang. Temuan ini mengindikasikan bahwa media pembelajaran interaktif berbasis multimedia efektif dalam meningkatkan kemampuan literasi sains siswa.
- Research Article
- 10.33369/pendipa.10.1.170-176
- Jan 20, 2026
- PENDIPA Journal of Science Education
- Nia Amalia Pradana + 2 more
Pelaksanaan praktikum IPA di SMP seharusnya mendukung pembelajaran yang bermakna. Tetapi, kenyataannya masih sering dianggap hanya sebagai pelengkap teori. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan persepsi peserta didik dan guru terhadap kebermaknaan praktikum IPA di SMP Kota Pontianak. Penelitian dilakukan dengan metode survei menggunakan angket tertutup Meaningful Learning in the Laboratory Instrument (MLLI) yang telah dimodifikasi untuk digunakan di level Sekolah Mengenah Pertama (SMP). Terdapat empat indikator sesuai dengan MLLI yaitu motivasi, berpikir kritis, keterampilan prosedural dan manfaat praktikum. Sampel diambil secara random dari 12 SMP yang memberikan izin untuk melaksanakan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta didik menilai kebermaknaan praktikum dengan rata-rata 74% (kategori tinggi), sedangkan guru menilai kebermaknaan praktikum dengan rata-rata 79% (kategori sangat tinggi). Indikator manfaat praktikum mendapatkan skor tertinggi, sedangkan indikator kemampuan berpikir kritis dan keterampilan masih rendah. Temuan ini menunjukkan bahwa praktikum sudah memberikan pengalaman belajar nyata, tetapi perlu dioptimalkan melalui pendekatan inkuiri dan bimbingan yang lebih intensif agar kemampuan berpikir kritis peserta didik berkembang.