Year Year arrow
arrow-active-down-0
Publisher Publisher arrow
arrow-active-down-1
Journal
1
Journal arrow
arrow-active-down-2
Institution Institution arrow
arrow-active-down-3
Institution Country Institution Country arrow
arrow-active-down-4
Publication Type Publication Type arrow
arrow-active-down-5
Field Of Study Field Of Study arrow
arrow-active-down-6
Topics Topics arrow
arrow-active-down-7
Open Access Open Access arrow
arrow-active-down-8
Language Language arrow
arrow-active-down-9
Filter Icon Filter 1
Year Year arrow
arrow-active-down-0
Publisher Publisher arrow
arrow-active-down-1
Journal
1
Journal arrow
arrow-active-down-2
Institution Institution arrow
arrow-active-down-3
Institution Country Institution Country arrow
arrow-active-down-4
Publication Type Publication Type arrow
arrow-active-down-5
Field Of Study Field Of Study arrow
arrow-active-down-6
Topics Topics arrow
arrow-active-down-7
Open Access Open Access arrow
arrow-active-down-8
Language Language arrow
arrow-active-down-9
Filter Icon Filter 1
Export
Sort by: Relevance
  • Open Access Icon
  • Research Article
  • 10.25015/21202560892
Pengaruh Peran Kelompok Wanita Tani dan Faktor Internal Anggota KWT terhadap Keberdayaan Masyarakat dalam Pemanfaatan Lahan Pekarangan
  • Nov 12, 2025
  • Jurnal Penyuluhan
  • Ranny Nursiam Jati + 2 more

Pemberdayaan wanita tani melalui pemanfaatan lahan pekarangan merupakan salah satu bentuk usaha pelibatan perempuan pada program pembangunan pertanian di Indonesia, termasuk di Kabupaten Bantul, DIY. Keberhasilan pemberdayaan (keberdayaan) tentunya tidak dapat terlepas dari peran KWT sebagai wadah bagi para wanita tani dan faktor internal anggota KWT itu sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh peran KWT dan faktor internal anggota KWT terhadap keberdayaan masyarakat dalam program pemanfaatan lahan pekarangan di Kabupaten Bantul. Metode penelitian ini adalah deskriptif analisis dengan pendekatan kuantitatif yang menggunakan teknik pengumpulan data berupa wawancara dengan kuesioner kepada 173 anggota KWT sebagai responden penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran KWT dan faktor internal anggota KWT saling berhubungan dan berpengaruh signifikan terhadap keberdayaan masyarakat. Peran KWT serta faktor internal anggota KWT secara bersama-sama mempengaruhi keberdayaan masyarakat dalam pemanfaatan lahan pekarangan sebesar 26%. Kurang optimalnya pengaruh bersama antara kedua variabel tersebut dikarenakan adanya demotivasi anggota KWT serta disonansi kognitif pada nilai kerja wanita. Temuan pada penelitian ini diharapkan dapat menjadi salah satu acuan dalam rangka optimalisasi kegiatan pemberdayaan melalui pemanfaatan lahan pekarangan.

  • Open Access Icon
  • Research Article
  • 10.25015/21202561178
Hubungan Elemen Pemasaran Sosial GEMARIKAN dengan Perilaku Konsumsi Ikanpada Kelompok Penerima Manfaat di Kota Bogor
  • Nov 11, 2025
  • Jurnal Penyuluhan
  • Alvi Nur Yudistira + 4 more

Provinsi Jawa Barat merupakan penghasil produksi perikanan terbesar keempat di Indonesia, namun konsumsi ikan per kapita di Kota Bogor masih rendah. Penelitian ini bertujuan menguji hubungan antara pemasaran sosial GEMARIKAN di Kota Bogor dengan frekuensi mengonsumsi ikan pada penerima manfaat GEMARIKAN di Kota Bogor. Penelitian ini merupakan penelitian survei yang dilaksanakan pada dua kelurahan yang menjadi lokus Kampanye GEMARIKAN di Kota Bogor pada Oktober 2024. Pengumpulan data dilakukan dengan pengisian kuesioner. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman rho dengan bantuan aplikasi IBM SPSS 22 pada α=0,05. Dari 100 orang responden yang diminta untuk mengisi kuesioner penelitian, terdapat 29 responden yang tidak mengisi kuesioner secara lengkap. Berdasarkan hasil uji korelasi Spearman rho, terdapat lima variabel yang berhubungan positif signifikan dengan frekuensi mengonsumsi ikan, yakni frekuensi kampanye GEMARIKAN, dan paparan informasi bahwa ikan mengonsumsi ikan mampu mencegah stunting, jarak penjual ikan yang dekat dengan tempat tinggal responden, banyaknya bagian uang yang dikeluarkan untuk membeli ikan dan gaya hidup sebagai vegetarian. Sedangkan variabel yang tidak berhubungan signifikan adalah persepsi tentang harga ikan, karakteristik individu, dan pendapatan keluarga.

  • Open Access Icon
  • Research Article
  • 10.25015/21202554422
The Factors Influencing Farmers’ Adoption of Agricultural Technology Innovations in Pacitan Agricultural Technology Park, East Java, Indonesia
  • Oct 29, 2025
  • Jurnal Penyuluhan
  • Ugik Romadi + 2 more

Agricultural Technology Park Pacitan is a venue that showcases innovations developed in Pacitan for farmers in the region. Based on data from the Agricultural Technology Park Pacitan, the interest of farmers in adopting innovations offered by the Park is very low. Moreover, it can be observed from the continued use of conventional farming patterns by some individuals. This study aims to describe the role of the Agricultural Technology Park Pacitan for farmers, and analyze the factors that influence farmer adoption of agricultural technology innovations in the Agricultural Technology Park Pacitan. The research method employed was a descriptive quantitative approach. Determination of the number of samples using the saturated sampling method was 43 respondents. The results revealed that the Agricultural Technology Park Pacitan needs to socialize innovations developed for farmers in the Pacitan Regency area, as well as those around it. Furthermore, the Agricultural Technology Park in Pacitan also serves as a forum for pilots to develop agricultural technologies that farmers can utilize. The factors that influence the level of adoption of agricultural technology innovations at the Agricultural Technology Park Pacitan are the type of innovation, methods, media, frequency of extension, perceived benefits, and suitability for needs.

  • Open Access Icon
  • Research Article
  • 10.25015/21202554886
Efektivitas Pola Distribusi dan Minat Petani terhadap Benih Padi Sawah NutriZincdan Cakrabuana di Provinsi Gorontalo
  • Oct 28, 2025
  • Jurnal Penyuluhan
  • Zainal Abidin + 4 more

Dalam upaya memotong alur distribusi yang panjang maka Badan Litbang membentuk Unit Pengelolaan Benih Sumber (UPBS) ditiap-tiap BPTP yang ada disetiap provinsi di seluruh Indonesia. Berbagai alasan petani dalam memilih dan memutuskan benih padi untuk dibudidayakan, Penelitian ini bertujuan untuk melihat efektifitas dari pola pendistribusian benih yang dilakukan oleh pihak BPTP Gorontalo serta melihat kecenderungan dan minat petani dalam mengadopsi suatu jenis benih yang akan dibudidayakan terutama pada benih NutriZinc dan benih Cakrabuana. Penelitian ini dilaksanakan di BPTP Gorontalo dan Kabupaten Bone Bolango, waktu penelitian pada bulan Januari sampai Maret 2023. Penelitian ini menggunakan metode kajian pola distribusi yang dianalisis secara deskriptif dengan mentabulasi data penjualan benih. Untuk mengukur efektivitas pola distribusi benih serta minat petani terhadap suatu varietas benih dilakukan dengan menggunakan model multiatribut fishbein. Hasil penelitian menunjukan bahwa pola distribusi yang diterapkan oleh BPTP Gorontalo terbagi menjadi 2, yaitu distribusi berdasarkan swadana dan distribusi berdasarkan bantuan. Distribusi terbilang efektif, dan kemudahan akses benih menjadi poin penting dalam adopsi suatu varietas benih padi oleh petani.

  • Open Access Icon
  • Research Article
  • 10.25015/21202561652
Penguatan Kapasitas Ibu-Ibu Rumah Tangga untuk Mendukung Penurunan dan Pencegahan Stunting di Kecamatan Baguala, Kota Ambon
  • Oct 9, 2025
  • Jurnal Penyuluhan
  • Inta P N Damanik + 4 more

Penurunan dan pencegahan stunting menjadi tanggung jawab semua pihak, termasuk ibu-ibu rumah tangga, di antaranya dengan menyediakan makanan sehat dan bergizi. Bagi masyarakat di Kecamatan Baguala, khususnya di daerah Benteng Karang, Desa Passo sebagai lokasi khusus penanganan stunting di Kota Ambon, pemenuhan sayur sehat masih menjadi kendala karena hanya tergantung dari membeli. Keadaan ekonomi rumah tangga sering menyebabkan kebutuhan sayur tidak terpenuhi. Penelitian ini bertujuan menganalisis kapasitas kelompok ibu-ibu rumah tangga anggota kelompok Arika Ama Ory dalam membudidayakan sayuran secara hidroponik dan mengolah makanan bergizi dan sehat untuk penurunan dan pencegahan stunting serta melakukan upaya untuk meningkatkan kapasitas tersebut. Penelitian dilakukan dengan mengambil kelompok Arika Ama Ory sebagai populasi sekaligus sampel penelitian. Seluruh anggota kelompok dijadikan responden dan sumber data primer. Data sekunder diperoleh dari berbagai instansi terkait. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapasitas kelompok Arika Ama Ory masih perlu ditingkatkan dan kegiatan sosialisasi dan pelatihan menggunakan pendekatan kelompok berhasil meningkatkan kapasitas kelompok Arika Ama Ory dalam membudidayakan sayuran secara hidroponik dan menyediakan makanan bergizi dan sehat. Diharapkan kelompok ini dapat membantu memenuhi kebutuhan sayur rumah tangga di Benteng Karang Desa Passo sehingga dapat mendukung penurunan dan pencegahan stunting.

  • Open Access Icon
  • Research Article
  • 10.25015/21202555878
Peran Komunikasi Pembangunan Partisipatif untuk Pengembangan Pariwisata dan Keberdayaan Masyarakat
  • Oct 6, 2025
  • Jurnal Penyuluhan
  • Muhammad Nur Jaya + 2 more

Pemberdayaan penting dilakukan oleh stokeholder untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat olehnya itu keberdayaan dapat dicapai oleh para pengelola pariwisata Papua. Pengelola Pariwisata mampu berdaya secara sosial, budaya, ekonomi, politik, Pendidikan dan lingkungan apabilah ada kesadaran diri sendiri untuk maju dan berdaya disamping didorong oleh pemerintah dan dunia usaha. Keberdayaan dalam hal ini diwujudkan melalui peran pengelola pariwisata, pemerintah dan dunia usaha melalui komunikasi pembangunan partisipatif dan pengembangan pariwisata. Pengembangan pariwasata ada banyak hal yang harus dikerjakan diantaranya pengembangan sarana prasarana dan objek wisata. Untuk pengembangan pariwisata melalui model komunikasi pembangunan partisipatif. Urgensi: sebagai sumber devisa daerah, membanguan pariwisata partisipatif, sumber daya manusia inovatif, kompotetif dan kreatif. Penelitian ini menggunakan paradigma positivistik dengan metode survey. Populasi adalah seluruh pengelola usaha wisata di Kota dan Kabupaten Jayapura, memilih sampel secara purposive. Analisis data penelitian dilakukan dengan pendekatan deskreptif dan infrensial. Tujuan: menganalisis pengaruh implementasi komunikasi pembangunan partisipatif terhadap pengembangan pariwisata dan keberdayaan masyarakat. Hasil: Pengaruh implementasi komunikasi pembangunan partisipatif sifatnya positif, signifikan dan langsung terhadap pengembangan pariwisata dan keberdayaan masyarakat.

  • Open Access Icon
  • Research Article
  • 10.25015/20202463727
Efektivitas Demfarm dan Strategi Komunikasi Inovasi IPB 3S di Kabupaten Karawang
  • Oct 6, 2025
  • Jurnal Penyuluhan
  • Suparman + 3 more

Varietas padi IPB 3S memiliki potensi besar untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan ketahanan pangan di Indonesia. Namun, adopsi varietas ini oleh petani masih terhambat oleh berbagai faktor, meskipun program demfarm telah menunjukkan keunggulannya. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi komunikasi inovasi yang efektif guna mempercepat difusi varietas IPB 3S di kalangan petani. Pendekatan kualitatif dengan metode analisis SWOT digunakan untuk mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang memengaruhi adopsi inovasi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, diskusi kelompok terfokus, dan analisis dokumen, melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa IPB 3S memiliki keunggulan produktivitas tinggi, efisiensi sumber daya, dan ketahanan terhadap hama penyakit. Namun, hambatan signifikan mencakup harga jual gabah yang rendah, persepsi negatif terhadap kualitas beras, serta akses benih yang terbatas. Strategi komunikasi inovasi yang direkomendasikan mencakup peningkatan promosi IPB 3S sebagai varietas hemat pupuk dan air, pengembangan jejaring distribusi untuk menjangkau pasar lahan tadah hujan, dan pelibatan pemerintah dalam program mitigasi perubahan iklim. Kesimpulannya, pendekatan komunikasi yang terintegrasi dan kolaboratif diperlukan untuk mengatasi hambatan adopsi dan memaksimalkan potensi varietas IPB 3S dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

  • Research Article
  • 10.25015/21202550715
Faktor Determinan Kompetensi Komunikasi Sarjana Pendamping Desa Sejahtera dalam Pelayanan Sosial di Kabupaten Hulu Sungai Selatan
  • May 6, 2025
  • Jurnal Penyuluhan
  • Rakhmani + 3 more

Kompetensi komunikasi yang dirasakan atau Self-Perceived Communication Competence (SPCC) merupakan satu cara yang umum untuk mengukur kompetensi komunikasi dalam dunia bisnis, namun hingga saat ini belum dilakukan dalam bidang pelayanan sosial. Padahal dengan mengetahui kompetensi komunikasi maka efektivitas pelayanan sosial dapat dicapai. Penelitian ini untuk mengetahui SPCC Sarjana Pendamping Desa Sejahtera (SPDS) dan faktor-faktor determinan yang mempengaruhinya dalam pelayanan sosial. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, kuesioner penilaian diri diberikan kepada 148 SPDS sebagai pekerja sosial di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Provinsi Kalimantan Selatan, Indonesia. Pengolahan data menggunakan statistik deskriptif untuk menentukan tingkat kompetensi komunikasi dan aplikasi SEMPLS3 dengan embedded two stage approach - model second order factor untuk menentukan faktor determinan yang mmpengaruhinya. Hasil penelitian menunjukkan SPCC SPDS dalam pelayanan sosial berkategori Sangat Kompeten. SPCC SPDS dalam pelayanan sosial ditentukan ciri personal (jenis kelamin), faktor lingkungan (sosial budaya, dukungan organisasi, afiliasi keagamaan), motivasi, pengetahuan, dan kemampuan, yang diaplikasikan dalam perilaku komunikasi secara tepat sehingga mencapai efektivitas komunikasi dalam pelayanan sosial. Temuan penting penelitian ini secara umum memperkaya pandangan bahwa jenis kelamin, aspek sosial budaya, dukungan organisasi dan afiliasi keagamaan berkontribusi terhadap kompetensi komunikasi, khususnya pada bidang pelayanan sosial, yang belum ada peneliti yang melakukannya.

  • Research Article
  • 10.25015/21202552492
Kompetensi Penyuluh Pertanian untuk Pemberdayaan Peternak Sapi Potong di Kabupaten Banjarnegara
  • May 6, 2025
  • Jurnal Penyuluhan
  • Mochamad Sugiarto + 2 more

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kompetensi penyuluh yang perlu ditingkatkan berdasarkan persepsi peternak sapi potong di Kabupaten Banjarnegara. Survei dilakukan terhadap 83 peternak sapi potong yang dipilih melalui teknik simple random sampling, mewakili 20% dari populasi di empat kecamatan utama: Bawang, Mandiraja, Rakit, dan Wanadadi. Responden dipilih berdasarkan daftar resmi peternak aktif yang diperoleh dari Dinas Pertanian setempat. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif untuk mengidentifikasi area kompetensi yang perlu ditingkatkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 95,43% peternak menerima kunjungan dari penyuluh satu kali dalam sebulan. Peternak berpendapat bahwa penyuluh perlu memiliki setidaknya 13 kompetensi untuk mendukung pemberdayaan mereka. Namun, mereka menekankan perlunya peningkatan kemampuan dalam dua bidang utama: (1) membantu peternak mengatasi masalah terkait permodalan, teknologi, sarana produksi, dan kemitraan eksternal, serta (2) memberikan ide-ide untuk mengoptimalkan agribisnis sapi potong. Penguatan kapasitas penyuluh dalam membangun jejaring eksternal dan kewirausahaan sangat penting untuk meningkatkan keberlanjutan dan kinerja usaha ternak sapi potong di wilayah ini.

  • Research Article
  • 10.25015/21202552999
Accelerating The Adoption of Technological Innovations through of Hybrid Paddy Varieties in Bone District, South Sulawesi
  • May 5, 2025
  • Jurnal Penyuluhan
  • Mikhael + 2 more

Demonstration Farming is one method of delivering research results and studies to farmer and other users through technology demonstrations to accelerate technology adoption. The purpose of disseminating technological innovation of new superior varieties of hybrid paddy through demonstration farming is to accelerate technology adoption. The activity was carried out in Mandiri Farmer Group, Mallinrung Village, Libureng District, Bone Regency, South Sulawesi. The implementation time started from May to September 2022. The hybrid paddy cultivation technology package was carried out using the Integrated Crop Management (ICM) approach. Variables observed included: 1). Implementation of hybrid paddy demfarm technology innovation, 2). Rice productivity, and 3). Technology dissemination and adoption opportunities. The results of the activity showed that the paddy Demfarm implemented by Mandiri farmer group through the introduction of hybrid varieties combined with ICM approach was able to increase the average productivity of rice by 11.23 tons.ha-1 or 106.73% of the average initial productivity of 5.43 tons.ha-1. Technology dissemination through paddy demfarm and farmer field meetings gave a good response to farmers participating in demfarm and other farmers both in implementation location area and farmers outside the area. Farmers and extension workers can witness firsthand and feel confident in the superiority of technology being demonstrated. Demfarm paddy technology innovations that are likely to be adopted based on the result of interviews include: the use of hybrid varieties (92%), integrated pest control according to target pest organism (90%), the use of quality/ certified seeds and seed treatment (88%), Balanced fertilization (84%), and complete tillage system (80%).