- Research Article
- 10.33222/pelitapaud.v9i2.4904
- Jun 28, 2025
- Jurnal Pelita PAUD
- Azlin Atika Putri + 1 more
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan menganalisis implementasi loose parts dalam Project Based Learning (PjBL) sebagai inovasi pembelajaran untuk anak usia dini di era Kurikulum Merdeka. Pendekatan survei digunakan untuk memahami tingkat pemahaman dan kesiapan guru, dampak integrasi loose parts dalam PBL terhadap keterampilan kognitif dan sosial anak, serta tantangan yang dihadapi dalam penerapannya. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan observasi pada 101 guru PAUD di Kecamatan Bukit Raya berbagai sekolah. hasil persentase integrasi loose parts dalam project based learning (PjBL) Pemahaman Guru tentang Loose Parts dan PjBL sebesar 22,7 %, Penerapan Loose Parts dalam PjBL sebesar 18,4%, Kendala yang Dihadapi dalam Implementasi sebesar 17,5 %, Dampak Integrasi Loose Parts pada Perkembangan Anak sebesar 22,4% dan Kebutuhan untuk Pengembangan Lebih Lanjut sebesar 19,0%.
- Research Article
- 10.33222/pelitapaud.v9i2.4844
- Jun 27, 2025
- Jurnal Pelita PAUD
- Elza Dwi Yulia + 2 more
Kemampuan berpikir kritis merupakan keterampilan penting yang perlu dikembangkan sejak anak berada pada tahap usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan menganalisis kemampuan berpikir kritis pada anak usia dini serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung pengembangannya. Metode yang digunakan adalah studi literatur, dengan menelaah berbagai hasil penelitian dari tahun 2018 ke atas yang relevan dengan topik ini. Hasil kajian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis pada anak mulai terbentuk melalui kegiatan eksploratif, interaksi sosial, permainan, dan bimbingan yang sesuai. Strategi pembelajaran seperti pendekatan berbasis proyek, storytelling interaktif, pertanyaan terbuka, dan permainan edukatif terbukti mampu menstimulasi aspek analisis, evaluasi, dan penyimpulan logis. Lingkungan belajar yang mendukung, keterlibatan guru dan orang tua, serta metode pembelajaran yang sesuai dengan tahap perkembangan anak menjadi faktor penting dalam proses ini. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan pembelajaran anak usia dini yang berfokus pada keterampilan berpikir mendalam, bukan semata penguasaan akademik. Penelitian lanjutan disarankan untuk menguji efektivitas pendekatan-pendekatan tersebut dalam konteks nyata dan jangka panjang.
- Research Article
- 10.33222/pelitapaud.v9i2.4723
- Jun 27, 2025
- Jurnal Pelita PAUD
- Meyke Garzia + 2 more
Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi tantangan, peluang, dan kebutuhan dalam implementasi literasi dasar danSTEAM di PAUD ‘Aisyiyah Kota Jakarta. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studikasus instrumental. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi.Analisis data dilakukan menggunakan metode analisis tematik berbantuan perangkat lunak NVivo. Kesimpulanutama penelitian ini menekankan pada tiga aspek penting. Pertama, kebutuhan pelatihan berkelanjutan bagi guruuntuk meningkatkan kompetensi pedagogis. Kedua, pentingnya penyediaan sarana pembelajaran yang memadai.Ketiga, perlunya penguatan kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan komunitas pendidikan. Secara teoritis,penelitian ini memperkaya literatur tentang penerapan STEAM pada tingkat PAUD di Indonesia, yang masih relatifterbatas, dengan menawarkan perspektif kontekstual di lingkungan berbasis nilai Islam. Penelitian ini tidak hanyamemperkuat teori pendidikan PAUD namun juga membuka ruang untuk pengembangan model pembelajaraninovatif yang berorientasi pada kebutuhan kontekstual dan nilai-nilai keagamaan. Secara praktis, hasil penelitian inimemberikan rekomendasi konkret terhadap komunitas praktik profesional antarguru PAUD ‘Aisyiyah untukberbagi pengalaman, merefleksikan praktik, dan mengembangkan kompetensi literasi dan STEAM secara kolektif.Dengan dukungan kebijakan, sumber daya, dan pelatihan berkelanjutan, guru PAUD ‘Aisyiyah dapat menjadimotor penggerak dalam mewujudkan pendidikan inklusif dan bermutu sejak usia dini, sebagaimana ditargetkandalam Agenda SDGs 2030
- Research Article
- 10.33222/pelitapaud.v9i2.4503
- Jun 27, 2025
- Jurnal Pelita PAUD
- Dyane Riri Arita Cindepuspita + 1 more
Peran ibu pada masa anak usia prasekolah memiliki dampak besar pada perkembangan anak. Namun kebutuhan ekonomi dapat menghambat pengawasan dan interaksi ibu dengan anak, terutama pada tahap kritis pembentukan kemampuan sosial emosional anak. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran mengenai perkembangan sosial emosi anak prasekolah dalam pengasuhan ibu yang bekerja. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara. Data dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan sosial emosi anak prasekolah dalam pengasuhan ibu bekerja tetap mampu mencapai perkembangan. Sebagai rekomendasi, diharapkan ibu yang bekerja tetap menjaga waktu berkualitas untuk berinteraksi dengan anak, melakukan pengasuhan secara baik sehingga dapat memberikan pengaruh positif terhadap tumbuh kembang anak.
- Research Article
- 10.33222/pelitapaud.v9i2.4726
- Jun 27, 2025
- Jurnal Pelita PAUD
- Ajeng Safira + 2 more
Penerapan Kurikulum Merdeka memberikan sebuah perubahan yang cukup besar dalam administrasi dan proses pembelajaran di Indonesia, sebagian besar sekolah masih mencoba menyesuaikan aktivitas pembelajaran dengan kurikulum. Kepala sekolah sebagai gawang dari sebuah sekolah memiliki tantangan dan upaya tersendiri sebagai educator di sekolah. Penting mengetahui tantangan dan upaya kepala sekolah dari sekolah penggerak agar menjadi persiapan bagi kepala sekolah lain yang baru menerapkan kurikulum ini. Penelitian dilakukan dengan melakukan survei pada 16 kepala sekolah penggerak di Kabupaten Bangkalan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kepala sekolah mengahadapi tidak begitu mengadapi tantangan yang besar dan hal tersebut diatas dengan berbagai upaya yang dilakuakn oleh kepala sekolah dalam menjalankan peran sebagai edukator dalam melakaksanakan kurikulum Merdeka.
- Research Article
- 10.33222/pelitapaud.v9i2.4859
- Jun 27, 2025
- Jurnal Pelita PAUD
- Wirda Hayani Syahputri + 1 more
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca permulaan anak usia 5–6 tahun melalui penggunaan media kartu kata dan gambar di RA Hajjah Zahara. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Sampel penelitian adalah 15 anak usia 5-6 tahun di RA. Hajjah Zahara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada pra tindakan, kemampuan membaca permulaan anak masih rendah. Setelah dilakukan tindakan melalui dua siklus menggunakan media kartu kata dan gambar, terjadi peningkatan signifikan pada seluruh indikator. Pada akhir siklus II, banyak anak telah mencapai kategori Berkembang Sangat Baik (BSB), menunjukkan peningkatan kemampuan mengenal huruf, menyebut bunyi awal, menyusun, dan membaca kata dari gambar. Penggunaan media visual terbukti efektif mendorong semangat, konsentrasi, dan keterlibatan aktif anak dalam proses belajar. Kesimpulannya bahwa melalui media kartu tata dan gambar mampu meningkatkan membaca pada anak usia5-6 tahun.
- Research Article
- 10.33222/pelitapaud.v9i2.4495
- Jun 27, 2025
- Jurnal Pelita PAUD
- Nina Hernawati + 11 more
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas strategi pembelajaran literasi siswa tunanetra dengan menggunakan alat bantu braille di SLB A Perwari Kuningan. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode kualitatif. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 22 siswa, sedangkan sampel berjumlah 8 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan literasi siswa tunanetra meningkat setelah menggunakan alat bantu braille dalam proses pembelajaran. Direkomendasikan kepada guru untuk menggunakan alat bantu braille sebagai alternatif dalam pembelajaran terutama dalam meningkatkan pembelajaran literasi siswa tunanetra.
- Research Article
- 10.33222/pelitapaud.v9i2.4834
- Jun 27, 2025
- Jurnal Pelita PAUD
- Evie Destiana
Penelitian ini mengeksplorasi pemanfaatan lagu anak dengan tema daerah dalam pembelajaran Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), berfokus pada penerimaan dan dampaknya terhadap proses pembelajaran di TK Aisyiyah Bustanul Athfal Bebekan, Sidoarjo. Melalui pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, penelitian ini menganalisis efektivitas lagu bertema lokal dalam memfasilitasi pembelajaran, serta bagaimana integrasi lagu tersebut dapat memperkaya pengalaman belajar anak. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan lagu daerah tidak hanya meningkatkan keterlibatan dan minat belajar anak, tetapi juga berkontribusi pada pengembangan keterampilan bahasa dan sosial mereka. Lagu-lagu yang dikenal dan memiliki makna budaya yang mendalam memfasilitasi interaksi sosial antar anak, mendorong kerja sama, dan memperkuat identitas budaya. Temuan ini menunjukkan pentingnya mengintegrasikan nilai-nilai kearifan lokal dalam kurikulum PAUD, di mana lagu menjadi alat efektif yang menyenangkan dalam proses pembelajaran. Implikasi penelitian ini memberikan rekomendasi bagi pendidik untuk lebih luas menerapkan lagu anak dalam pembelajaran, serta menciptakan variasi dalam penggunaannya untuk menjaga minat dan motivasi anak. Penelitian ini juga mengidentifikasi area yang perlu dieksplorasi lebih lanjut, seperti perbandingan pengaruh berbagai jenis lagu terhadap perkembangan anak di konteks yang berbeda. Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa pemanfaatan lagu anak dengan tema lokal dapat secara signifikan meningkatkan pengalaman belajar, mendorong perkembangan karakter, dan menumbuhkan kebanggaan terhadap budaya lokal di kalangan anak.
- Research Article
- 10.33222/pelitapaud.v9i2.4529
- Jun 27, 2025
- Jurnal Pelita PAUD
- Evita Parastiti + 1 more
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengaruh penerapan mindfulness terhadap penurunan kecemasan anak di TPA Masjid Al-Karim Gatak Sukoharjo. Metode yang digunakan adalah penelitian tindakan, yang melibatkan siklus intervensi mindfulness yang dirancang untuk membantu anak-anak mengelola emosi dan meningkatkan konsentrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik mindfulness yang diterapkan efektif dalam mengurangi tingkat kecemasan, dengan perbedaan yang signifikan antara nilai pretest dan postest. Penelitian ini juga menemukan bahwa mindfulness dapat membantu anak-anak menghadapi tantangan dengan lebih baik dan membangun ketahanan mental. Selain itu, penelitian ini menekankan pentingnya lingkungan yang kondusif dan dukungan nilai-nilai keagamaan dalam proses pengajaran mindfulness. Temuan ini memberikan wawasan baru untuk pengembangan program keagamaan yang lebih inklusif terhadap kesehatan mental anak. Kata kunci: Mindfulness, kecemasan, anak-anak
- Research Article
- 10.33222/pelitapaud.v9i2.4731
- Jun 27, 2025
- Jurnal Pelita PAUD
- Nur'ain Rahman + 2 more
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk kecerdasan majemuk pada anak usia 5-6 tahun melalui aktivitas mereka di TK Negeri Mekar Sari, Desa Potanga, Kecamatan Boliyohuto, Kabupaten Gorontalo. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya penerapan pendekatan kecerdasan majemuk di pendidikan anak usia dini, yang cenderung masih terfokus pada aspek akademik seperti membaca, menulis, dan berhitung. Padahal, anak memiliki potensi kecerdasan yang beragam seperti linguistik, logika-matematis, visual-spasial, kinestetik, musikal, interpersonal, intrapersonal, naturalistik, dan eksistensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berbagai aktivitas tematik di sekolah, seperti bercerita, berhitung, mewarnai, senam pagi, menyanyi, hingga kegiatan eksplorasi alam, mampu menstimulasi beragam jenis kecerdasan tersebut. Namun, masih ditemukan keterbatasan dalam perencanaan pembelajaran yang terstruktur dan kurangnya stimulasi optimal dari guru terhadap kecerdasan non-akademik anak. Oleh karena itu, penting bagi guru dan orang tua untuk memahami dan mengembangkan seluruh aspek kecerdasan anak secara seimbang guna menunjang pertumbuhan dan perkembangan mereka secara menyeluruh.