Year Year arrow
arrow-active-down-0
Publisher Publisher arrow
arrow-active-down-1
Journal
1
Journal arrow
arrow-active-down-2
Institution Institution arrow
arrow-active-down-3
Institution Country Institution Country arrow
arrow-active-down-4
Publication Type Publication Type arrow
arrow-active-down-5
Field Of Study Field Of Study arrow
arrow-active-down-6
Topics Topics arrow
arrow-active-down-7
Open Access Open Access arrow
arrow-active-down-8
Language Language arrow
arrow-active-down-9
Filter Icon Filter 1
Year Year arrow
arrow-active-down-0
Publisher Publisher arrow
arrow-active-down-1
Journal
1
Journal arrow
arrow-active-down-2
Institution Institution arrow
arrow-active-down-3
Institution Country Institution Country arrow
arrow-active-down-4
Publication Type Publication Type arrow
arrow-active-down-5
Field Of Study Field Of Study arrow
arrow-active-down-6
Topics Topics arrow
arrow-active-down-7
Open Access Open Access arrow
arrow-active-down-8
Language Language arrow
arrow-active-down-9
Filter Icon Filter 1
Export
Sort by: Relevance
  • Open Access Icon
  • Research Article
  • 10.24036/8851412722023779
Penguatan Moderasi Beragama dalam Perspektif Politik di Kabupaten Kotawaringin Timur
  • Nov 5, 2023
  • Journal of Moral and Civic Education
  • Abdul Gofur + 2 more

Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan penguatan moderasi beragama melalui pendidikan politik di Kabupaten Kotawaringin Timur. Penguatan ini dilakukan melalui dua kegiatan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB). Jenis penelitian menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskripstif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data melalui tahapan berupa: pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Pada hasil penelitian didapatkan data bahwa penguatan moderasi beragama di Kabupaten Kotawaringin Timur dilakukan atas kerjasama antar lembaga pemerintah maupun non pemerintah, elemen masyarakat dan organisasi kemasyarakatan (ormas). Penekanan dilakukan terhadap penanaman nilai-nilai toleransi dalam berpolitik melalui; menghormati pilihan masing-masing individu didalam pemilu, menghindari praktik kecurangan maupun terlibat di dalam politik uang, praktik penggunaan hak pilih, berserikat dan berkumpul tanpa adanya intervensi dari pihak manapun, persamaan terhadap hak-hak setiap warga negara dalam berpolitik dan perubahan sikap mental generasi muda. Pengembangan konsep moderasi beragama di kota ini perlu dilihat lagi keefektifan di tengah masyarakat.

  • Open Access Icon
  • Research Article
  • Cite Count Icon 1
  • 10.24036/8851412722023774
Ethical Reflections on the Boundaries of Moral Indifference -To what extent are we responsible for others?
  • Nov 5, 2023
  • Journal of Moral and Civic Education
  • Wenyu Lv

When the lines between moral indifference and indifference blur, it is easy to fall into one of two misunderstandings. it is easy to fall into one of two misunderstandings: moral nihilism or moral disenchantment. If we define moral indifference as any behavior, it tends to lead to moral nihilism. If we define any behavior as non-moral indifference, moral indifference is susceptible to moral disenchantment. Only a clear delineation of the boundaries of moral indifference can aid in the dissipation of the phenomenon. Moral indifference is a moral judgment, a moral psychological behavior, and a social phenomenon. Effectively addressing the boundary issue of moral indifference is a key way to mitigate moral indifference. Specifically, collaborative governance is an effective mechanism for dealing with moral crises, contractual governance is an important channel for upholding moral authority, and network governance is a preferred choice for shaping a moral community.

  • Open Access Icon
  • Research Article
  • 10.24036/8851412712023764
Pengembangan Media Pembelajaran Komik Berbasis Budaya Lokal Minangkabau untuk Penguatan Karakter Pelajar Pancasila
  • Sep 3, 2023
  • Journal of Moral and Civic Education
  • Enjoni Enjoni + 3 more

This research is entitled Development of Learning Media Using Comics Based on Local Minangkabau Culture to Strengthen Character According to Pancasila Student Profiles of Grade V Students at Elementary School in Padang City. This research was carried out in three stages, namely: Preliminary Research, Prototyping Phase and Assessment Phase. The subjects of this research data trial were fifth grade elementary school students, totaling 52 students, obtained by observation, assessment sheets, observations, tests and questionnaires. Field trials were carried out by 3 validators who were considered experts. The practicality of teacher and student responses was tested with three school categories namely: High, Medium and Low. Data analysis in the form of a questionnaire was carried out descriptively about the impact of local culture-based comic media. Test analysis using Anava. The analysis phase begins with a review with pedagogical experts, linguists and media design experts, as well as field trials with large groups. Expert validation results with very valid categories with an average of 94.99%. Meanwhile, according to the teacher, the practicality aspect is in the very practical category with a percentage of 93.33%. While the practicality test according to students is in the very practical category with an average of 89.51% in the three schools. Thus this research is included in the category of valid, practical and effective.

  • Open Access Icon
  • Research Article
  • 10.24036/8851412712023763
Rancangan Modul Digital Hukum Islam Berbasis Kebhinnekaan di Perguruan Tinggi
  • Jul 25, 2023
  • Journal of Moral and Civic Education
  • Heri Effendi + 3 more

Artikel ini membahas pembuatan modul digital untuk mata kuliah hukum Islam yang mempromosikan kebhinekaan di tingkat Perguruan Tinggi. Artikel ini berkontribusi pada wacana yang sedang berlangsung tentang metode pengajaran yang efektif dalam menghadapi tantangan yang ditimbulkan oleh era digital. Artikel ini menggunakan pendekatan kualitatif, khususnya penelitian kepustakaan, yang melibatkan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Temuan menyoroti aspek-aspek penting yang terkait dengan modul digital hukum Islam di Perguruan Tinggi, yang berbasiskan kebhinekaan. Aspek-aspek tersebut meliputi penyertaan berbagai kisah inspiratif, kegiatan kelompok terstruktur, dan kemampuan mendorong pembelajaran reflektif. Sebagai fasilitator pembelajaran, pendidik harus merancang bahan ajar digital yang selaras dengan karakteristik siswa kontemporer dan mengatasi masalah terkait, menumbuhkan sikap adaptif dan toleran terhadap masalah yang dihadapi bersama di kalangan siswa.

  • Open Access Icon
  • Research Article
  • 10.24036/8851412712023719
Nilai-Nilai Kearifan Lokal Pada Penciptaan Kapal Kayu Tradisional Pesisir Riau dalam Kajian Sosiologi-Antropologi
  • Jul 23, 2023
  • Journal of Moral and Civic Education
  • Hambali Hambali + 2 more

Pembuatan kapal kayu tradisional dapat dilihat dari sudut pandang yang berbeda, yaitu dari industri dan tradisi dan budaya. Sebagai tradisi dan budaya, pembuatan kapal kayu tradisional menjadi sarana pengembangan karakter dan local wisdom (kearifan lokal) yang sangat lekat dengan kehidupan masyarakat pelakunya. Maka, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai kearifan lokal penciptaan kapal kayu tradisional di kawasan pesisir Riau dan Kepulauan Riau. Penelitian merupakan hasil analisis metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara. Hasil kajian dari tinjauan sosiologi-antropologi menunjukkan bahwa kebudayaan dan tradisi penciptaan kapal kayu tradisional masyarakat melayu pesisir dipengaruhi budaya asing, membentuk identitas nasional, pengetahuan yang dimiliki para tukang (pekerja) dalam pembuatan kapal adalah manual sekalipun ukuran kapal yang dibuat adalah relatif cukup besar hingga 1.500 GT. Selain itu, keberadaan kapal kayu tradisional tersebut dinilai kokoh sehingga diminati dan banyak dipakai kalangan nelayan dunia terutama di nusantara. Akantetapi, saat ini keberadaan kapal kayu tradisional menjadi langka karena sulitnya bahan baku. Nilai-nilai karakter kearifan lokal yang terdapat dalam penciptaan kapal kayu tradisional adalah pekerja keras (nenek moyangku orang pelaut) di antara nilai-nilai karakter bangsa itu adalah: bekerja keras (bertungkus lumus), bertindak secara benar, amanah, menjaga persatuan, tidak merusak alam (cinta lingkungan), dan seterusnya.

  • Open Access Icon
  • Research Article
  • 10.24036/8851412712023729
Mohammad Sjafe'i Educational Thought: It's Relation to the Independent Study Curriculum
  • Jun 27, 2023
  • Journal of Moral and Civic Education
  • Etmi Hardi + 2 more

This study examines the relationship between Mohammad Sjafe'i educational ideas and the self-learning curriculum in schools. Education is an effort to help students develop normatively better in the intellectual, moral, and psychological dimensions. Mohammad Sjafe'i's educational thinking contains character values with the active-creative method he has developed, which can encourage students to learn actively and independently. This research is using qualitative descriptive methods. The data were obtained through interviews, observations, and document studies. The results of this study prove that Sjafe'i's thinking is in line with the current education curriculum in Indonesia, which implements an independent learning curriculum. An independent learning curriculum is a lesson plan that provides opportunities for students to study in a calm, comfortable, relaxed, enjoyable, and pressure-free manner to show their natural talents. This self-study curriculum focuses on student freedom and creative thinking.

  • Open Access Icon
  • Research Article
  • Cite Count Icon 4
  • 10.24036/8851412712023733
Kendala Guru dalam Mengimplementasikan Kurikulum Merdeka Pada Pembelajaran IPS Tingkat Sekolah Menengah Pertama
  • Jun 17, 2023
  • Journal of Moral and Civic Education
  • Wahidul Basri + 1 more

Kebijakan pemerintah tentang kurikulum baru yakni kurikulum merdeka khususnya pada tingkat SMP bertujuan untuk menyempurnakan kurikulum sebelumnya agar bisa disesuiakan dengan tuntutan dan perkembangan zaman. Selain itu, perubahan kurikulum juga bertujuan untuk dapat menjawab tantangan masa depan dalam hal penguasaan pengetahuan, sikap, dan keterampilan untuk bisa beradaptasi atau menyesuaikan dengan lingkungan yang selalu berubah. Namun demikian hadirnya kurikulum baru tentunya menjadi sebuah tantangan bagi guru di sekolah dalam melaksanakanya, khususnya guru IPS di SMP yang dihadapkan dengan berbagai kendala dalam melaksanakan kurikulum merdeka. Penelitian ini bertujuan untuk melihat kendala yang dihadapi oleh Guru IPS dalam mengimpentasikan kurikulum merdeka di tingkat SMP. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian kualitatif bertujuan untuk memahami fenomena yang dialami oleh subyek penelitian. Teknik pengumpulan data menggunakan tiga jenis yaitu: Observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Implementasi Kurikulum Merdeka yang dilakukan oleh guru-guru mata pelajaran IPS di SMPN 1 IV Koto diwarnai oleh beberapa Kendala, diataranya: 1. Masih kurangnya pemahaman guru-guru mata pelajaran IPS terhadap Kurikulum Merdeka dan susahnya merubah mindset mereka dari K13 ke kurikulum merdeka. 2. Kurangnya pelatihan dan sosialisasi tentang Kurikulum Merdeka yang diberikan kepada guru-guru mata pelajaran IPS. 3. Masalah literasi dan sulitnya akses digital. 4. Kompetensi guru-guru mata pelajaran IPS dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka masih kurang. 5. Sarana dan prasarana belajar belum memadai.

  • Open Access Icon
  • Research Article
  • Cite Count Icon 1
  • 10.24036/8851412622022664
Kearifan Lokal dalam Budaya Bertani Masyarakat Atoni Pah Meto Berdasarkan Nilai-Nilai Pancasila
  • Dec 30, 2022
  • Journal of Moral and Civic Education
  • Heribertus Binsasi

Penelitian ini mengkaji tentang kearifan lokal yang terkandung dalam budaya bertani Atoni Pah Meto berdasarkan nilai-nilai Pancasila. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan dekriptif dimana data diperoleh melalui data fisik dan non fisik. Data fisik diperoleh melalui pengambilan foto dan studi dokumen. Sedangkan data non fisik melalui wawancara terhadap tokoh adat dan tokoh masyarakat. Analisis data dilakukan dengan deskripsi hasil temuan di lapangan untuk mengungkapkan kearifan lokal dalam budaya bertani Atoni Pah Meto berdasarkan nilai-nilai Pancasila di Kabupaten Timor Tengah Utara. Hasil penelitian menunjukan bahwa kearifan lokal yang terkandung dalam budaya bertani Atoni Pah Meto berdasarkan nilai-nilai Pancasila yaitu Toe noe Afinit Aneset (percaya kepada Tuhan Yang Maha Kuasa) sebagai Apakaet (pencipta, penyelenggara), Amafot (pelindung, penjaga), Atukus Anonot (penuntun) dalam bertani berdasarkan nilai-nilai Pancasila sila pertama; Tmeup tabua nekaf mese ansaof mese (bekerja bersama, sehati sepikiran) berdasarkan nilai-nilai Pancasila sila kedua dan ketiga; Fani Benas Naik Ike Sute N’keo (laki-laki dan perempuan memiliki keterampilan masing-masing, tidak boleh memaksakan kehendak terhadap orang lai) berdasarkan nilai-nilai Pancasila sila ke empat dan lima; Meop on ate tah on usif (bekerja seperti hamba makan seperti raja) berdasarkan nilai-nilai Pancasila.

  • Open Access Icon
  • Research Article
  • 10.24036/8851412622022700
Urgensi Mata Kuliah Pengembangan dan Praktik Pembelajaran PPKn pada Calon Guru Sekolah Dasar
  • Dec 27, 2022
  • Journal of Moral and Civic Education
  • Lisa Retnasari + 3 more

Sebagai calon seorang pendidik sekolah dasar, mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) perlu membekali diri menguasai materi ajar secara komprehensif. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pemahaman konsep dasar PPKn melalui mata kuliah P3PPKn SD. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif dengan responden mahasiswa PGSD semester IV. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui: observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data adalah menggunakan triangulasi data. Hasil penelitian memperlihatkan mahasiswa PGSD memiliki tingkat pemahaman konsep dasar PPKn SD yang baik. Konsep dasar materi PPKn seperti: Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, UUD NRI 1945 dan NKRI harus menjadi pengetahuan utama calon pendidik di tingkat SD. Mata kuliah P3PPKn menuntut siswa tidak hanya paham mengenai konsep materi, akan tetapi bagaimana cara mengajarkannya melalui desain pembelajaran yang telah disusun. Oleh karena itu kualitas mata kuliah P3PPKn perlu untuk ditingkatkan dalam menyiapkan pendidik profesional sesuai tantangan perkembangan zaman.

  • Open Access Icon
  • Research Article
  • Cite Count Icon 1
  • 10.24036/8851412622022680
Analisis Struktural Fungsional: Peran Sekolah dalam Implementasi Nilai Karakter Religius dan Cinta Tanah Air Siswa MI Afkaaruna Islamic School
  • Dec 6, 2022
  • Journal of Moral and Civic Education
  • Hidar Amaruddin + 4 more

Studi pendahuluan menunjukkan bahwa MI Afkaaruna Islamic School (AIS) sudah memiliki kurikulum keagamaan dan pendidikan karakter cinta tanah air namun terdapat beberapa siswa yang belum secara eksplisit mempraktikkannya. Tujuan penelitian untuk menganalisis teori struktural fungsional dan mengategorikan peran sekolah dalam implementasi nilai-nilai karakter religius dan cinta tanah air di MI Afkaaruna Islamic School. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif. Informan terdiri dari, guru kelas I-VI, guru agama, kepala sekolah, guru agama, dan dewan yayasan. Teknik pengumpulan data yang menggunakan wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Keabsahan menggunakan uji kredibilitas untuk menguji teori Struktural Fungsional dari Talcott Parsons dan untuk menguji peran sekolah dalam implementasi nilai karakter religius dan cinta tanah air siswa. Teknik analisis data dengan cara induktif interaktif. Analisis data Miles dan Huberman terbagi dalam tiga alur, (1) reduksi data; (2) penyajian data; dan (3) penarikan simpulan. Hasil penelitian bahwa peran sekolah dalam implementasi nilai karakter religius dan cinta tanah air siswa antara lain, manajer, edukator, dan evaluator. Sebagai manajer, sekolah (guru & kepala sekolah) memandang setara latar belakang semua siswa dan memberikan bantuan finansial kepada siswa yang kesulitan secara ekonomi. Sebagai edukator, sekolah (guru & kepala sekolah) mengimplementasikan nilai-nilai religius melalui ketauhidan. Sebagai evaluator, mengevaluasi karakter religius & cinta tanah air menggunakan dua cara yakni kepala sekolah dan dewan guru menjadi oberserver partisipatif dan memverifikasi daily journal. Hasil dan pembahasan dari penelitian secara eksplisit membuktikan jika sekolah selain menjadi institusi yang memiliki struktur, pun demikian memiliki peran yang fungsional. Kunci keberhasilan sekolah dalam berperan menyelenggarakan implementasi nilai karakter religius dan cinta tanah air terletak dalam indikator latency, yang menurut Talcott Parson adalah proses internalisasi dan sosialiasi nilai. Oleh karena itu, latency membutuhkan habituasi dan kontinuitas.