- Research Article
- 10.29313/ethos.v8i1.5321
- Jan 31, 2020
- ETHOS (Jurnal Penelitian dan Pengabdian)
- Vina Oktaviani + 2 more
Abstract. This course should be done to develop the independence of creative industry with graphic design for Pasir kuda village society that will be one of effort for developing potency improvement Pasir kuda village. And also it will help to carry out the mission from the village to optimize the village’s potency and resource within the society economy enhancement, Improve human resource quality, skillful, knowledgeable, also realize a safe society with environmental knowledge. The used method for problem solving includes analytical method. The step to resolve partner’s problem are: 1) Field Observation; 2) Identify partner weakness and problems; 3) Offering solution to partner; 4) System designing; 5) System implementation; 6) Integrating the system with previous system that already exist. The result of this course showed skill improvement of Youth organization of Galuh Pakuan in the amount of 80% in graphic design product creating, based on presentation result that every course participant had understood the course matery.Keywords: Graphic Design; Pasir Kuda; Region Potency Improvement Abstrak. Pelatihan ini perlu dilakukan untuk mengembangkan kemandirian pelaku industri kreatif melalui desain grafis kepada masyarakat kelurahan Pasir Kuda yang akan menjadi salah satu upaya pengembangan peningkatan potensi wilayah Pasir Kuda. Selain itu juga dapat membantu menjalankan misi dari kelurahan itu sendiri yaitu mengoptimalkan potensi dan sumber daya yang ada dalam peningkatan ekonomi masyarakat, meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang beriman, berketerampilan dan berpengetahuan, serta mewujudkan pemukiman yang aman dengan berwawasan lingkungan. Metode yang digunakan dalam pemecahan permasalahan termasuk metode analisis. Tahapan-tahapan yang dilakukan dalam menyelesaikan permasalahan mitra adalah sebagai berikut: 1) observasi lapangan; 2) identifikasi permasalahan dan kelemahan mitra; 3) penawaran solusi pada mitra; 4) perancangan sistem; 5) implementasi sistem; 6) integrasi sistem tambahan pada sistem yang telah ada pada mitra. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan keterampilan anggota Karang Taruna Galuh Pakuan sebesar 80% dalam membuat produk design grafis yang ditunjukkan berdasarkan hasil presentasi bahwa secara prinsip semua peserta pelatihan sudah memahami materi pelatihan.Kata Kunci: Design Grafis; Pasir Kuda; Peningkatan Potensi Wilayah
- Research Article
- 10.29313/ethos.v8i1.5252
- Jan 31, 2020
- ETHOS (Jurnal Penelitian dan Pengabdian)
- Rochmad Effendy + 2 more
Abstract. Clean water is an indicator of life and quality of human life. It is no wonder that the provision of clean water and sanitation is included in the sixth goal of the 17 items Sustainable Development Goals agreed in the UN General Assembly Resolution by 193 Member States and global civil society on 25 September 2015. Unfortunately this mulya goal has not been fully achieved, especially for residents of Malang Regency. Data released by the Central Statistics Agency (BPS) of Malang Regency shows that households that still use river / rain water as a necessity of life reached 0.44 and 0.54 in 2016 and 2017. Those included in this category are residents of Segenggeng Hamlet, Wonokerso Village Pakisaji District. As a result of the poverty that plagued which was then exacerbated by the contours of the land in their area which required them to dig 50 meters more to obtain ground water. For the process of managing this service, the Mangga 2 Water User Occupation Association (HIPPAM) was formed as a continuation of the Mangga 1 clean water supply program which was established in mid-2010 in the Wonokerso sub-village. The capacity of the built water reservoir can accommodate 15 thousand cubic meters to serve 365 households in 10 RTs and two RWs. However there are several obstacles encountered; (1) Institutional; This community-based clean water mining organization does not yet have a legal entity; (2) The financial administration and administration of the HIPPAM secretariat are simple and not yet neatly archived. (3) Structured formal communication with customers and stakeholders has not been carried out properly. This is evidenced by the large arrears in account payments. Through this Community Partnership Program a draft of the initial draft of the Statutes and by-laws has been prepared by a drafting team representing all elements of the community. They can do this after participating in a series of training activities from authorized sources. Also, the capacity of individual administrators has increased by providing some printed materials as guidelines for working with water services. The performance of the institution is also the case through the provision of a computer that functions for the operational SIM application for payment of drinking water tariffs. Communication with customers that had not previously been carried out has also been carried out.Keywords: HIPPAM; Provision of Community-Based Drinking Water; Community Self-Reliance Institutions; National Program for Community Empowerment in Urban AreasAbstrak. Air bersih merupakan indikator kehidupan dan kualitas kehidupan manusia. Tidak heran kalau penyediaan air bersih dan sanitasi (Clean water and Sanitation) dimasukkan dalam tujuan keenam dari 17 butir Sustainable Development Goals (tujuan Pembangunan Berkelanjutan) yang telah disepakati dalam Resolusi Majelis Umum PBB oleh 193 Negara Anggota dan masyarakat sipil global tanggal 25 September 2015. Sayang tujuan mulya ini belum sepenuhnya tercapai terutama untuk warga Kabupaten Malang. Data yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Malang menunjukkan rumah tangga yang masih menggunakan air sungai/ hujan sebagai kebutuhan kehidupan mencapai 0,44 dan 0,54 pada tahun 2016 dan 2017. Mereka yang termasuk dalam kategori ini adalah penduduk Dusun Segenggeng Desa Wonokerso Kecamatan Pakisaji. Akibat kemiskinan yang mendera yang kemudian diperburuk dengan kontur tanah di wilayah mereka yang mengharuskan mereka untuk menggali 50 meter lebih untuk memperoleh air tanah. Untuk proses pengelolaan layanan ini dibentuk Himpunan Pendudukan Pengguna Air Minum (HIPPAM) Mangga 2 sebagai kelanjutan dari program pengadaan air bersih Mangga 1 yang telah yang didirikan pertengahan 2010 di dusun Wonokerso. Kapasitas tandon air yang terbangun dapat menampung 15 ribu meter kubik dapat melayani 365 rumah tangga di 10 RT dan dua RW. Namum ada beberapa kendala yang dihadapi; (1) Kelembagaan ; organisasi pengambangan air bersih berbasis masyarakat ini belum memiliki badan hukum; (2)Administrasi keuangan dan ketata usahaan sekretariat HIPPAM yang sederhana dan belum rapi terarsipkan. (3) Komunikasi formal terstruktur dengan pelanggan dan stakeholder belum terlaksanan dengan baik. Ini dibuktikan dengan banyakanya tunggakan pembayaran rekening. Lewat Program Kemitraan Masyarakat ini telah tersusun sebuah naskah draft awal Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga oleh tim penyusun yang mewakili semua unsur warga masyarakat. Mereka dapat melakukan ini setelah mengikuti serangkaian kegiatan pelatihan dari nara sumber yang berwenang. Juga kapasitas individu pengurus telah meningkat dengan memberikan beberapa materi cetak sebagai panduan kerja layanan air minum. Kinerja lembaga juga demikian lewat pemberian satu komputer yang berfungsi untuk operasional SIM aplikasi rekening pembayaran tarif air minum. Komunikasi dengan pelanggan yang sebelumnya belum pernah dilaksanakan juga telah dilakukan.Kata Kunci : HIPPAM; Penyediaan Air Minum Berbasis Masyarakat ; Lembaga Keswadayaan Masyarakat; Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perkotaan
- Research Article
1
- 10.29313/ethos.v8i1.5249
- Jan 31, 2020
- ETHOS (Jurnal Penelitian dan Pengabdian)
- Suri Dwi Lesmana + 2 more
Abstract. Dengue hemorrhagic fever (DHF) is a very serious health problem, especially in Indonesia. Dengue hemorrhagic fever is caused by the Dengue Virus transmitted by Aedes aegypti mosquito vector as the actual vector and Aedes albopictus as the potential vector. Various efforts have been implemented but the incidence of dengue is still high. One of the spearheads in eradicating DHF is to break the chain of transmission through the Mosquito Nest Eradication program. To support the PSN program, Jumantik Monitors are formed in each village. However, due to limited resources, monitoring by jumantik has not been entirely successful. Based on this, it is necessary to consider the effectiveness of the implementation of this jumantik through the SARUJU program, namely the one jumantik per house program. Jumantik was a medical student at the University of Riau who became a foster child in village namely Pelita Medika Buluh Cina Village. Jumantik has the duty to monitor the existence and density of larvae, implement PSN and appoint a second jumantik who is a member of the original family. Through the first stage larvae survey, there was a high rate of larvae density. Through Saruju activities, it is expected that a decrease in larvae density will reduce the incidence of DHF. Keywords: Dengue hemorrhagic fever, Saruju, JumantikAbstrak. Demam berdarah dengue (DBD) merupakan masalah kesehatan yang sangat serius, terutama di Indonesia. Demam berdarah dengue disebabkan oleh Virus Dengue dengan perantaraan vektor nyamuk Aedes aegypti sebagai vektor aktual dan Aedes albopictus sebagai vektor potensial. Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah melalui program yang telah dilaksanakan, namum kejadian DBD masih tetap tinggi. Salah satu ujung tombak pemberantasan DBD adalah dengan memutus rantai penularan melalui program Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). Namun demikian program tersebut tidak dilaksanakan secara efektif pada berbagai lapisan masyarakat. Untuk menunjang program PSN dibentuklah Juru Pemantau Jentik (Jumantik) pada tiap kelurahan. Namun demikian karena keterbatasan sumber daya menyebabkan pemantauan oleh jumantik tidak berhasil Berdasarkan hal tersebut perlu dipikirkan efektifitas pelaksanaan jumantik ini melalui gerakan SARUJU yaitu gerakan satu rumah satu jumantik. Jumantik berasal dari mahasiswa Fakultas Kedokteran UNRI yang merupakan anak asuh dari Desa Binaan Kampung Pelita Medika II Buluh Cina. Jumantik berkewajiban memantau keberadaan dan kepadatan jentik di rumahnya, melaksanakan PSN, serta menunjuk dan mengedukasi jumantik kedua yang merupakan anggota keluarga asli. Berdasarkan survey jentik didapatkan kepadatan jentik yang tinggi di daerah tersebut. Melalui kegiatan saruju diharapkan kejadian DBD di daerah tersebut dapat ditekan.Kata kunci: Demam berdarah dengue, Saruju, Jumantik
- Research Article
1
- 10.29313/ethos.v8i1.4929
- Jan 31, 2020
- ETHOS (Jurnal Penelitian dan Pengabdian)
- Riswandha Risang Aji
Abstract. Tourism nowaday is a potential sector to be developed by government. It can be seen as year by year the visiting tourists is incerasing. This research aims is to determine the impact coastal tourism component to regional economy as coastal tourism is the most wellknown tourism in Gunungkidul regency. This research uses varied methods such as scoring analysis, contribution analysis, and correlation analysis. The findings of this research are the coastal tourism components in medium range, the contribution is around 26,9% per year, and there is a very strong correlation between regional economy and tourist’s expenditure in Gunungkidul regency. This research conclude that coastal tourism components in Gunungkidul regency can be developed more in order to increase its range to maximum (high), the contribution of coastal tourism components is in high contribution compared to the other sectors to regional economy, and tourism development should be maintained and upgraded as tourist’s expenditure has strong correlation with Gunungkidul regency’s regional economy.Kata Kunci. Coastal tourism components, tourist’s expenditure, regional economy.Abstrak. Pariwisata dewasa ini adalah sektor potensial untuk dikembangkan oleh pemerintah. Hal ini dapat dilihat sebagai tahun demi tahun wisatawan yang berkunjung semakin meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak komponen wisata pantai terhadap perekonomian daerah karena wisata pantai merupakan pariwisata paling terkenal di Kabupaten Gunungkidul. Penelitian ini menggunakan berbagai metode seperti analisis skoring, analisis kontribusi, dan analisis korelasi. Temuan penelitian ini adalah komponen wisata pantai dalam kisaran sedang, kontribusinya sekitar 26,9% per tahun, dan ada korelasi yang sangat kuat antara ekonomi daerah dan pengeluaran wisatawan di Kabupaten Gunungkidul. Penelitian ini menyimpulkan bahwa komponen wisata pantai di Kabupaten Gunungkidul dapat lebih dikembangkan untuk meningkatkan jangkauannya secara maksimal (tinggi), kontribusi komponen wisata pantai dalam kontribusi tinggi dibandingkan dengan sektor lain terhadap perekonomian daerah, dan pengembangan pariwisata harus dipertahankan dan ditingkatkan karena pengeluaran wisatawan memiliki korelasi kuat dengan perekonomian daerah Kabupaten Gunungkidul.Kata Kunci. Komponen wisata pantai, pengeluaran wisatawan, ekonomi regional.
- Research Article
- 10.29313/ethos.v8i1.5199
- Jan 31, 2020
- ETHOS (Jurnal Penelitian dan Pengabdian)
- Zainal Muttaqin + 2 more
Abstract. Land management through planting agroforestry patterns is very beneficial for the community because ecologically it can maintain soil balance, while economically increasing income because land productivity increases. The aim of the Community Partnership Program (PKM) is to increase the knowledge and technical skills of the Leuwisadeng village farmers on optimal management of agroforestry patterns. Technical guidance to the community about managing non-arable land, especially degraded / critical land, by developing Agroforestry demonstration plots and nurseries for forest plants and Multipurpose tree species (MPTS) in the form of fruit trees. In agroforestry demonstration plot land, biochar was applied as much as ± 50-100 gr in each planting hole in the upper soil layer, in addition to providing manure as much as 1-3 kg. The PKM results in the form of increasing understanding of Leuwisadeng village farmers in non-rice land management techniques and making biochar from a set of wood and bamboo that will be applied to land that has been planted with forest plants, MPTS and intercropping.agroforestry, biochar, a set of wood, bamboo Abstrak. Pengelolaan lahan melalui penanaman pola Agroforestri sangat menguntungkan bagi masyarakat karena secara ekologi dapat mempertahankan keseimbangan tanah, sedangkan secara ekonomi meningkatkan pendapatan karena produktivitas lahan meningkat. Tujuan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan teknis para petani desa Leuwisadeng tentang pengelolaan optimal pola agroforestri. Bimbingan teknis terhadap masyarakat tentang mengelola tanah non sawah garapan terutama lahan terdegradasi/kritis dengan membuat demplot Agroforestri dan persemaian untuk tanaman hutan dan Multipurpose tree species (MPTS) berupa tanaman buah-buahan. Pada lahan demplot agroforestri diaplikasikan biochar sebanyak ±50-100 gr pada setiap lubang tanamn pada lapisan tanah atas selain pemberian pupuk kandang sebanyak 1-3 kg. Hasil PKM ini berupa peningkatan pemahaman petani desa Leuwisadeng dalam teknik pengelolaan tanah non sawah dan pembuatan biochar dari sebetan kayu dan bambu yang akan diaplikasikan pada tanah yang telah ditanam tanaman hutan, MPTS dan tanaman tumpangsari.Abstract. Land management through planting agroforestry patterns is very beneficial for the community because ecologically it can maintain soil balance, while economically increasing income because land productivity increases. The aim of the Community Partnership Program (PKM) is to increase the knowledge and technical skills of the Leuwisadeng village farmers on optimal management of agroforestry patterns. Technical guidance to the community about managing non-arable land, especially degraded / critical land, by developing Agroforestry demonstration plots and nurseries for forest plants and Multipurpose tree species (MPTS) in the form of fruit trees. In agroforestry demonstration plot land, biochar was applied as much as ± 50-100 gr in each planting hole in the upper soil layer, in addition to providing manure as much as 1-3 kg. The PKM results in the form of increasing understanding of Leuwisadeng village farmers in non-rice land management techniques and making biochar from a set of wood and bamboo that will be applied to land that has been planted with forest plants, MPTS and intercropping.
- Research Article
1
- 10.29313/ethos.v8i1.5208
- Jan 31, 2020
- ETHOS (Jurnal Penelitian dan Pengabdian)
- Ardelia Astriany Rizky + 2 more
Abstract. DKUKB (Dari Kita Untuk Kita Bersama) waste bank of Sumbersari Village, Ciparay District, Bandung Regency is part of ecovillage which is a community production waste management program. Along with its development, the waste bank requires the development of the ability to manage and develop the waste bank program. In addition, the waste bank can attract villagers to save in the garbage bank. The problem encountered is that the administrator have not optimally understood the management of the waste bank and the administration system of the waste bank that has not been managed properly. The solutions provided provide knowledge and training on waste bank information systems. The method of implementation is with the training and mentoring model. The expected result is knowledge and expertise in carrying out administrative activities of the waste bank.Keywords: waste bank management, DKUKB Waste Bank, marketing communication training, financial management training, information system introduction trainingAbstrak. Bank Sampah DKUKB (Dari Kita Untuk Kita Bersama) Desa Sumbersari, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung merupakan bagian dari ecovillage merupakan program penanggulangan sampah produksi masyarakat. Seiring dengan perkembangannya, bank sampah memerlukan pengembangan terutama pada kemampuan pengelola dan pengembangan program bank sampah. Selain itu, bank sampah yang dapat menarik minat warga desa lainnya untuk menabung di bank sampah. Permasalahan yang dihadapi adalah masih perlunya pemahaman pengelolaan bank sampah dan sistem administrasi bank sampah yang belum terkelola dengan baik dan masih dilakukan secara manual. Solusi diantaranya memberikan pengetahuan dan pelatihan sistem informasi bank sampah. Metoda pelaksanaan dengan penyuluhan dan pelatihan. Hasil yang diharapkan adalah meningkatnya pengetahuan dan keterampilan pengelola dalam melakukan kegiatan administrasi bank sampah.Kata kunci: pengelolaan bank sampah, Bank Sampah DKUKB, pelatihan komunikasi pemasaran, pelatihan manajemen keuangan, pelatihan pengenalan sistem informasi
- Research Article
5
- 10.29313/ethos.v8i1.5214
- Jan 31, 2020
- ETHOS (Jurnal Penelitian dan Pengabdian)
- Sri Wahyuni + 3 more
Abstract. The Target that is wanted to be achieved from the Program Kemitraan Masyarakat Stimulus (PKMS) is the application of the sale of salted fish online (e-comerce) at the Fisherman Society. Bagan Deli that has a search for the people of fishermen, if the fish is not sold or discharged, the wives of fishermen process it into salted fish. However, the salty fish market has constraints that are only limited to traditional markets in Bagan Deli and to brokers that are selling prices very cheap. The main Target of this program is to implement good online sales with existing applications such as Shopee, Buka Lapak and social media. Training and mentoring was directly acquired by the team to the UKM Desi group of the salty fish-making fishermen in Bagan Deli fisherman who would later become a pilot for another UKM group of salted fish processing. The result of this activity is that the group of salty fish makers know and apply the online salty fish distribution (e-comerce). Where before sales are made only limited to traditional sales in Bagan Deli market.Keywords: E-Comerce, Salted Fish, UKMAbstrak. Target yang ingin dicapai dari Program Pengabdian Masyarakat Stimulus (PKMS) adalah penerapan penjualan ikan asin secara online (e-comerce) pada Masyarakat Nelayan Bagan Deli. Bagan Deli yang mayorita mata pencarian penduduknya Nelayan, jika ikan tidak laku atau habis dijual maka para istri nelayan mengolahnya menjadi ikan asin. Namun penjualanan ikan asin memiliki kendala yaitu penjualan hanya sebatas pasar tradisional di Bagan Deli dan kepada tengkulak yang mengakibatakan harga yang dijual sangat murah. Target utama program ini yaitu mengimplementasikan penjualan secara online baik dengan aplikasi yang sudah ada seperti shopee, buka lapak atau pun melalui media sosial. Pelatihan dan pendampingan dilakuakn langsung oleh tim kepada UKM Desi kelompok para istri nelayan pembuat ikan asin di Bagan Deli nelayan yang nantinya akan menjadi percontohan bagi kelompok UKM lain pengolah ikan asin. Hasil dari kegiatan ini adalah para kelompok UKM pembuat ikan asin mengetahui dan menerapkan penjulanan ikan asin secara online (e-comerce). Dimana sebelum penjualan dilakukan hanya sebatas penjualan tradisional di pasar bagan Deli.Kata kunci: Penjualan Online, UKM, Ikan Asin
- Research Article
3
- 10.29313/ethos.v8i1.5058
- Jan 31, 2020
- ETHOS (Jurnal Penelitian dan Pengabdian)
- Noor Fauzi Isniarno + 2 more
Abstract. The absence of outcrops in the field will make it difficult to interpret geoelectric data. To be able to determine the lithological limit below the surface, a geoelectric resistivity method with a Schlumberger (Vertical Electrical Sounding) configuration with different iteration and Root Mean Square (RMS) is used. Measurements were made with 4 geoelectric points and at the first point 2 intersections were intersected with each stretch length of 50 meters. Data processing is done manually and continued using the PROGRESS software to interpret the data and adjust the iteration and Root Mean Square (RMS). Based on the results of the interpretation of the intersection between stretch 1 and stretch 2 depict the inside of the Top Soil and the iteration obtained will be a reference to interpret the next geoelectric data. Keywords: geoelectrical method, schlumberger configuration, iteration, RMS Abstrak. Tidak terdapatnya singkapan dilapangan akan membuat kesulitan dalam menginterpretasi data geolistrik. Untuk dapat mengetahui batas litologi dibawah permukaan digunakan metode geolistrik tahanan jenis dengan konfigurasi schlumberger (Vertical Electrical Sounding) dengan perbedaan iterasi dan Root Mean Square (RMS). Pengukuran dilakukan dengan 4 titik geolistrik dan pada titik pertama dilakukan 2 bentangan secara berpotongan dengan masing – masing panjang bentangannya 50 meter. Pengolahan data dilakukan secara manual dan dilanjutkan menggunakan perangkat lunak PROGRESS untuk menginterpretasi data dan menyesuaikan iterasi dan Root Mean Square (RMS). Berdasarkan hasil interpretasi perpotongan antara bentangan 1 dan bentangan 2 menggambarkan kedalam dari Top Soil dan iterasi yang didapatkan akan menjadi acuan untuk menginterpretasi data geolistrik selanjutnya. Kata Kunci : metode geolistrik, konfigurasi schlumberger, Iterasi, RMS
- Research Article
1
- 10.29313/ethos.v8i1.5315
- Jan 31, 2020
- ETHOS (Jurnal Penelitian dan Pengabdian)
- Muhammad Muhammad + 3 more
Abstract. One impact of the development of information technology is the use of websites as a medium to facilitate the dissemination of information. One type of website that is widely used by government agencies, education, industry and public organizations is a website profile. Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Tarakan is one of the public organizations engaged in humanity in Tarakan City. Current conditions, PMI Kota Tarakan does not yet have a media information in the form of a website that can be used to disseminate various information related to PMI Kota Tarakan activities to the public, so a process of developing a profile website for the PMI Kota Tarakan is needed. The main objective of this community service activity is to produce a PMI Kota Tarakan Profile Website to support the PMI Kota Tarakan. Website development process is done by using PHP (PHP: Hypertext Preprocessor) as a scripting language and MySQL as a database server. The final result of community service activities in terms of developing this website is a website that is able to provide convenience for the PMI Kota Tarakan in terms of providing information to the public, specifically related to the activities carried out by the PMI Kota Tarakan.Keywords: information, PMI, Tarakan, websiteAbstrak. Salah satu dampak dari berkembangnya teknologi informasi adalah pemanfaatan website sebagai salah satu media untuk memudahkan dalam menyebarkan sebuah informasi. Salah satu jenis website yang banyak digunakan baik oleh instansi pemerintahan, pendidikan, industri maupun organisasi publik adalah website profile. Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Tarakan merupakan salah satu organisasi publik yang bergerak dibidang kemanusiaan yang ada di Kota Tarakan. Kondisi yang ada saat ini, PMI Kota Tarakan belum memiliki media informasi berupa website yang dapat digunakan untuk menyebarkan berbagai informasi terkait dengan kegiatan PMI Kota Tarakan kepada masyarakat, sehingga dibutuhkan sebuah proses pengembangan terhadap website profile bagi PMI Kota Tarakan. Tujuan utama dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah menghasilkan sebuah Website Profile PMI Kota Tarakan untuk mendukung PMI Kota Tarakan. Proses pengembangan website dilakukan dengan menggunakan PHP (PHP: Hypertext Preprocessor) sebagai bahasa scripting dan MySQL sebagai database server. Hasil akhir dari kegiatan pengabdian masyarakat dalam hal pengembangan website ini adalah sebuah website yang mampu memberikan kemudahan bagi pihak PMI Kota Tarakan dalam hal memberikan informasi kepada masyarakat, khususnya terkait dengan kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh PMI Kota Tarakan.Kata kunci: informasi, PMI, tarakan, website.
- Research Article
- 10.29313/ethos.v8i1.5039
- Jan 31, 2020
- ETHOS (Jurnal Penelitian dan Pengabdian)
- Tia Setiawati + 2 more
Abstract. Medicinal plants can be used as an alternative that is more economical, easily obtained, and has minimal side effects in the treatment of diseases, one of which is Chrysanthemum which has long been known as an ornamental plant. Chrysanthemum can be used to treat various diseases such as the influenza, improve vision system, cough, fever, abdominal pain, breathless and headaches. The use of Chrysanthemum as a medicinal plant is not widely known to the community, as well as its processing into healthy food. This Community Service Program is carried out in Cinanjung Village, Jatinangor District, Sumedang Regency with participants from activator team of PKK and Women Farmers Group (KWT) in July 2019. The purpose of this activity is to socialize the benefits of Chrysanthemum as an alternative herbal medicine and its processing into healthy food/drink in the form of chips, syrup and tea. The survey resulst show that in general the Cinanjung village has fertile soil so it is possible to cultivate Chrysanthemum, supported by people who have high motivation to develop medicinal plants by always adding to the collection of TOGA / apotek hidup in their environment. The methods used in this activity are survey, counseling and demonstration. The counseling material is delivered using a presentation method using projector aids and discussion while the processing of Chrysanthemum as an alternative healthy food in the form of chips, syrup and tea was carried out by demonstration. The results of this activity show that there is an increase in understanding of PKK and KWT activator team on the benefits of Chrysanthemum as an alternative herbal medicine and its processing into healthy food/drink that is easily made and high interest to cultivate Chrysanthemum in the yard.Keywords : Chrysanthemum, healty food, medicine plants Abstrak. Tanaman obat dapat dijadikan sebagai alternatif yang lebih ekonomis, mudah diperoleh, dan memiliki efek samping minim dalam pengobatan penyakit, salah satunya adalah tanaman krisan yang sudah lama dikenal sebagai tanaman hias. Tanaman krisan dapat digunakan untuk mengobati berbagai penyakit seperti flu, meningkatkan sistem penglihatan, batuk, demam, nyeri perut, sesak nafas dan sakit kepala. Pemanfaatan tanaman krisan sebagai tanaman obat belum banyak diketahui masyarakat luas, demikian pula dengan pengolahannya menjadi pangan sehat. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PPM) ini dilaksanakan di desa Cinanjung Kecamatan Jatinangor Kabupaten Sumedang dengan peserta tim penggerak PKK dan Kelompok Wanita Tani (KWT) pada bulan Juli 2019. Tujuan dari kegiatan PPM ini adalah untuk mensosialisasikan manfaat tanaman krisan sebagai obat herbal alternatif serta pengolahannya menjadi pangan sehat dalam bentuk keripik, sirup dan teh. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan PPM yaitu survey, penyuluhan dan demonstrasi. Hasil survei menunjukkan bahwa secara umum desa Cinanjung mempunyai lahan tanah subur sehingga sangat memungkinan untuk budidaya tanaman krisan, didukung dengan masyarakatnya yang memiliki motivasi tinggi untuk mengembangkan tanaman obat dengan selalu menambah koleksi TOGA/apotek hidup di lingkungannya. Materi penyuluhan disampaikan dengan metode presentasi menggunakan alat bantu proyektor dan diskusi sedangkan pengolahan tanaman krisan sebagai pangan sehat alternatif berupa keripik, sirup dan teh dilakukan dengan demonstrasi. Hasil kegiatan PPM ini menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pemahaman ibu-ibu PKK dan KWT terhadap manfaat tanaman krisan baik sebagai obat herbal alternatif maupun pengolahannya menjadi pangan sehat yang mudah dibuat serta minat yang tinggi untuk membudidayakan tanaman krisan di pekarangan rumahnya.Kata kunci: krisan, tanaman obat, pangan sehat