Year Year arrow
arrow-active-down-0
Publisher Publisher arrow
arrow-active-down-1
Journal
1
Journal arrow
arrow-active-down-2
Institution Institution arrow
arrow-active-down-3
Institution Country Institution Country arrow
arrow-active-down-4
Publication Type Publication Type arrow
arrow-active-down-5
Field Of Study Field Of Study arrow
arrow-active-down-6
Topics Topics arrow
arrow-active-down-7
Open Access Open Access arrow
arrow-active-down-8
Language Language arrow
arrow-active-down-9
Filter Icon Filter 1
Year Year arrow
arrow-active-down-0
Publisher Publisher arrow
arrow-active-down-1
Journal
1
Journal arrow
arrow-active-down-2
Institution Institution arrow
arrow-active-down-3
Institution Country Institution Country arrow
arrow-active-down-4
Publication Type Publication Type arrow
arrow-active-down-5
Field Of Study Field Of Study arrow
arrow-active-down-6
Topics Topics arrow
arrow-active-down-7
Open Access Open Access arrow
arrow-active-down-8
Language Language arrow
arrow-active-down-9
Filter Icon Filter 1
Export
Sort by: Relevance
  • Research Article
  • 10.28926/briliant.v11i2.2391
Hubungan Antara Resiliensi dan Flourishing yang Dimoderasi oleh Dukungan Sosial pada Caregiver Lansia
  • May 20, 2026
  • Briliant: Jurnal Riset dan Konseptual
  • Betwin Haris Sukmajaya + 3 more

Latar Belakang: Meningkatnya populasi lansia di Indonesia menciptakan kebutuhan mendesak akan caregiver yang tidak hanya dapat menanggung beban caregiving tetapi juga mencapai kondisi kesejahteraan yang optimal. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara resiliensi dan flourishing, dan mengkaji peran dukungan sosial sebagai variabel moderasi di antara caregiver lansia. Metode: Studi korelasional kuantitatif ini melibatkan 119 caregiver lansia (54 formal, 65 informal) yang dipilih melalui purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan tiga instrumen: Flourishing Measure (10 item, α=0,782), Skala Resiliensi Connor-Davidson (23 item, α=0,860), dan Skala Dukungan Sosial (15 item, α=0,818). Analisis data menggunakan Analisis Regresi Moderat. Hasil: Resiliensi menunjukkan hubungan positif yang signifikan dengan flourishing (Z=6,47, p<0,001). Dukungan sosial menunjukkan pengaruh langsung pada flourishing (Z=2,63, p=0,009) tetapi tidak terbukti sebagai moderator (Z=-1,66, p=0,097). Kesimpulan: Resiliensi berfungsi sebagai prediktor yang signifikan untuk flourishing di antara caregiver lanjut usia. Efektivitas dukungan sosial tergantung pada keselarasan dengan kebutuhan spesifik caregiver.

  • Research Article
  • 10.28926/briliant.v11i1.2124
Pengaruh Entrepreneurial education dan E-commerce Understanding Terhadap Entrepreneurial intention Melalui Penggunaan Media Sosial
  • Feb 22, 2026
  • Briliant: Jurnal Riset dan Konseptual
  • Elok Rosyida Proposalia + 2 more

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana entrepreneurial education dan kesadaran siswa tentang e-commerce mempengaruhi kecenderungan berwirausaha melalui penggunaan media sosial. Dalam penelitian ini terdapat dua faktor independen, entrepreneurial education (X1) dan e-commerce understanding (X2), satu variabel dependen, entrepreneurial intention (Y), dan satu variabel mediasi, penggunaan media sosial (Z). Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan metodologi penelitian kuantitatif. Responden untuk penelitian ini adalah siswa Jurusan Tata Busana di SMKN 1 Sooko Mojokerto dan SMKN Jatirejo yang telah mengambil mata pelajaran kewirausahaan. Penelitian ini melibatkan 237 siswa yang mengisi kuesioner dan dianalisis dengan menggunakan pemodelan persamaan struktural (SEM). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa entrepreneurial education berpengaruh positif dan signifikan terhadap penggunaan media sosial, e-commerce understanding tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap penggunaan media sosial, entrepreneurial education berpengaruh positif dan signifikan terhadap intensi berwirausaha, penggunaan media sosial berpengaruh positif dan signifikan terhadap intensi berwirausaha, e-commerce understanding.

  • Open Access Icon
  • Research Article
  • 10.28926/briliant.v11i1.2163
Sexual and Reproductive Health and Right Interventions: A Systematic Review
  • Feb 22, 2026
  • Briliant: Jurnal Riset dan Konseptual
  • Cherlys Tin Lutfiandini + 2 more

The interventions are regarding SRHR in different countries vary greatly. Sexual and reproductive health and rights (SRHR) are important components to ensure that young people are able to prevent pregnancy, prevent sexually transmitted diseases and utilize health services. The aim of this systematic review is to analyze interventions that have been provided to adolescents about sexual and reproductive health problems in various countries. The authors conducted a systematic review of research examining interventions to improve sexual and reproductive health at ages 10-35 years using systematic review and meta-analysis (PRISMA) guidelines. Articles used from 2018 to 2023 database in Scopus, Science Direct, Sage Journal, and Pubmed. The authors screened titles and full texts so that data was extracted and analyzed using a practice-based narrative synthesis approach. The search produced 223 results by entering the keywords "Sexual and Reproductive Health and Rights (SRHR)", "intervention" and "adolescent" in the database. Twelve articles met the inclusion criteria using the PICOS framework. Results from the adolescent perspective regarding the interventions provided include education, carrying out HIV tests, easy access to information and health services, communication with parents about SRH, and providing economic assistance. The various interventions have been carried out to improve sexual and reproductive health in adolescents in various countries. The interventions carried out depend about needs and problems in the country regarding SRH in adolescents. The intervention evaluated programs that had been implementing by the government and providing program modifications because they were deemed effective in the previous program.

  • Open Access Icon
  • Research Article
  • 10.28926/briliant.v11i1.2266
Curahan Waktu Kerja Wanita Tani Pada Usahatani Padi di Desa Purwokerto Kecamatan Ngimbang Kabupaten Lamongan
  • Feb 22, 2026
  • Briliant: Jurnal Riset dan Konseptual
  • Miftah Nur Erina + 2 more

Ketidakseimbangan beban kerja bahwa wanita tani memiliki tanggung jawab ganda yang menyebabkan keterbatasan waktu yang dapat dialokasikan untuk usahatani padi sehingga berpengaruh pada produktivitas usahatani padi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendikripsikan alokasi jam kerja petani perempuan dan petani pria, kontribusi petani perempuan pada kegiatan produktif dan kegiatan domestik dan faktor-faktor yang mempengaruhi curahan waktu wanita tani kerja pada usahatani padi. Analisis data yang digubnakan secara deskriptif dan regresi liner berganda Coubs Douglas. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa curahan waktu kerja wanita tani pada usahatani padi sebesar 14 HKO/ Musim dimana lebih rendah dibandingkan curahan waktu kerja pria yang lebih tinggi sebesar 17.3 HKO/Musim. Kontribusi cuarahan waktu kerja wanita tani pada kegiatan produktif sebesar 16,1 % sedangkan kegiatan domestik sebesar 83,9%. Dan vareabel –variabel yang mempengaruhi curahan waktu kerja wanita tani adalah jumlah tanggungan keluarga, upah wanita tani dan luas lahan dimana secara postif dan signifikan mempengaruhi cuarahan waktu kerja wanita tani sedangkan umur wanita tani juga signifikan mempengaruhi tetapi memiliki hubungan yang negatif.

  • Open Access Icon
  • Research Article
  • 10.28926/briliant.v11i1.2075
ANALISIS KEBUTUHAN IMPLEMENTASI SEKOLAH PENGGERAK DALAM UPAYA MENUMBUHKAN PROFIL PELAJAR PANCASILA
  • Feb 22, 2026
  • Briliant: Jurnal Riset dan Konseptual
  • Yuni Yuni + 2 more

Dalam konteks reformasi pendidikan di indonesia, Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan implementasi Sekolah Penggerak untuk menumbuhkan profil pelajar Pancasila di tiga satuan pendidikan di Kabupaten Lombok Utara. Metode penelitian kualitatif dengan wawancara, observasi, dan studi dokumen. Enam faktor kunci seperti Sumber Daya Manusia (SDM), sarana dan prasarana, kurikulum, ekstrakurikuler, pendanaan, dan lingkungan sekolah dianalisis. Hasil menunjukkan bahwa keberhasilan implementasi bergantung pada peningkatan kualifikasi guru dan kepala sekolah, perbaikan sarana sekolah, penyesuaian kurikulum untuk nilai-nilai Pancasila, peran penting ekstrakurikuler dalam membentuk karakter pelajar, serta manajemen dana yang memadai. Perhatian pada lingkungan sekolah dapat meningkatkan efektivitas implementasi. Studi ini memberikan kontribusi pada strategi implementasi pendidikan karakter di Indonesia.

  • Open Access Icon
  • Research Article
  • 10.28926/briliant.v11i1.2320
EFEKTIVITAS MODEL PROBLEM SOLVING DENGAN MEDIA AUGMENTED REALITY UNTUK MENINGKATKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN MOTIVASI BELAJAR GEOGRAFI
  • Feb 22, 2026
  • Briliant: Jurnal Riset dan Konseptual
  • Ulfi Munasyaroh + 3 more

Kemampuan berpikir kritis sangat dibutuhkan agar siswa tidak hanya mampu memahami materi namun juga mampu menyelesaikan masalah dalam kehidupan sehari-hari berdasarkan pengetahuan yang dimiliki. Kemampuan berpikir kritis tersebut akan semakin terasah apabila guru menciptakan suasana belajar yang mendukung siswa untuk mengasah kemampuan berpikir kritis terutama dalam belajar memahami materi geografi. Motivasi belajar diri siswa juga menjadi salah satu aspek penting dalam keberhasilan pembelajaran. Digitalisasi yang sudah masuk dalam aspek pendidikan juga harus dimanfaatkan dengan maksimal untuk meningkatkan motivasi dan ketertarikan siswa untuk belajar geografi. Augmented reality menjadi salah satu alternatif teknologi yang dapat digunakan sebagai media pembelajaran digital. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan model quasi eksperimen (eksperimen semu) dengan desain pretest-posttest control group. Teknik pengumpulan data yang digunakan diantaranya yaitu observasi untuk mengetahui kondisi pembelajaran Geografi di lokasi penelitian, tes digunakan untuk mengukur kemampuan berpikir kritis siswa, angket digunakan untuk mengetahui tingkat motivasi siswa, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu uji normalitas, uji homogenitas, uji N-Gain, dan analisis deskriptif presentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model dan media yang digunakan kurang efektif untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dibuktikan dengan rata-rata uji N-Gain pada kelas eksperimen menunjukkan hasil yang rendah yaitu sebesar .0392. Sementara, motivasi belajar siswa mengalami peningkatan sebanyak 0,33% dari 72,74% menjadi 73,07% dan termasuk dalam kategori motivasi tinggi.

  • Open Access Icon
  • Research Article
  • 10.28926/briliant.v11i1.2245
Tinjauan Yuridis Peran Penyuluh Agama Islam dalam Pencatatan Nikah di KUA
  • Feb 22, 2026
  • Briliant: Jurnal Riset dan Konseptual
  • Mochammad Arifin + 2 more

Pencatatan perkawinan bukan sekadar prosedur administratif, melainkan instrumen hukum yang menentukan keabsahan formal suatu perkawinan serta menjadi dasar perlindungan hak-hak keperdataan suami, istri, dan anak dalam sistem hukum nasional. Permasalahan hukum muncul ketika keterbatasan jumlah Pegawai Pencatat Nikah (PPN) di Kantor Urusan Agama (KUA) menyebabkan keterlibatan Penyuluh Agama Islam dalam proses pencatatan perkawinan, meskipun secara normatif kewenangan pencatatan perkawinan secara formal berada pada PPN. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kedudukan hukum Penyuluh Agama Islam di KUA Kecamatan Kanigoro serta mengkaji apakah kewenangan yang dijalankan bersifat atributif, delegatif, atau sekadar administratif. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus yang dipadukan dengan pendekatan yuridis normatif-empiris. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan pendekatan peraturan perundang-undangan dan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan Penyuluh Agama Islam bersifat administratif-asistif dan tidak memiliki dasar kewenangan atributif maupun delegatif secara eksplisit berdasarkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 dan Peraturan Menteri Agama Nomor 20 Tahun 2019, sehingga diperlukan pengaturan yang lebih jelas untuk mencegah cacat administratif yang dapat memengaruhi keabsahan hukum perkawinan.

  • Open Access Icon
  • Research Article
  • 10.28926/briliant.v11i1.2180
Analisis Kualitas Layanan Transportasi Umum Lanjutan di Stasiun Kereta Api Tanjung Karang
  • Feb 22, 2026
  • Briliant: Jurnal Riset dan Konseptual
  • Tri Nanda Arselia + 2 more

Di era globalisasi, tuntutan akan perpindahan barang atau jasa menjadi sangat penting. Tingkat mobilitas harus diimbangi dengan keberadaan transportasi yang nyaman, aman, murah, dan cepat. Layanan transportasi umum harus ditingkatkan agar menarik minat masyarakat. Penelitian dilakukan kepada pengguna jasa kereta api Stasiun Tanjung karang dengan jumlah pelanggan meningkat tiap tahunnya. Diperlukannya Transportasi umum lanjutan untuk melanjutkan perjalanan sampai ketujuan akhir. Penelitian ini bertujuan mengetahui kepuasan dan persepsi pengguna jasa kereta api terhadap kualitas layanan Transportasi umum lanjutan di Stasiun Tanjung Karang menggunakan Metode Servqual dan metode Importance Performace Analysis(IPA). Terdapat 11 variabel bernilai negative (Tidak puas) dan 3 variabel bernilai positif (puas). Selanjutnya, diagram kartesius digunakan untuk menentukan prioritas perbaikan variabel dalam 4 kuadran yang menunjukkan hubungan kepuasan-harapan, diantaranya 6 variabel pada Kuadran 1 (Prioritas Utama Perbaikan), 1 variable di kuadran 2 (Pertahankan Prestasi), 2 variabel di kuadran 3 (Prioritas Rendah), dan 5 Variabel di Kuadran 4 (Berlebihan).

  • Open Access Icon
  • Research Article
  • 10.28926/briliant.v11i1.2088
The Principal's Strategy in Improving Student Character in the Junior High School of Situraja District
  • Feb 22, 2026
  • Briliant: Jurnal Riset dan Konseptual
  • Yuli Sintanawati + 2 more

This research is motivated by the declining character of students in junior high school. This study aims to analyze and describe the principal's strategy in improving student character in junior high schools in Situraja District. Using a qualitative approach with descriptive method. Data collection was conducted through in-depth interviews, participatory observation, and documentation studies. The results showed that the principal's strategy in improving student character includes: Development of religious habituation programs and positive school culture, Strengthening cooperation with parents and communities, Implementation of integrated character mentoring programs, and Optimization of character values-based extracurricular activities. These programs have proven effective in improving student character. The conclusion of this study reveals that the success of student character building is highly dependent on the principal's visionary leadership and the consistency of program implementation. The implications of this study emphasize the importance of developing principals' competencies in designing contextual and sustainable character-building programs, as well as the importance of building a character education ecosystem that involves all education stakeholders.

  • Open Access Icon
  • Research Article
  • 10.28926/briliant.v11i1.2356
Ketersediaan dan Pola Spasial Ruang Terbuka Hijau Publik di Kota Pangkalpinang
  • Feb 7, 2026
  • Briliant: Jurnal Riset dan Konseptual
  • Rizka Liddiyawatie + 2 more

Ketersediaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Publik memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekologis dan kualitas lingkungan perkotaan. Di kota Pangkalpinang pertumbuhan Kawasan terbangun yang pesat menimbulkan tantangan terhadap proporsional dan distribusi RTH yang ideal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat ketersediaan serta pola spasial sebaran RTH Publik guna menilai kesesuaian dan pemerataan fungsinya di wilayah kota. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan dukungan analisis spasial berbasis sistem informasi geografis ( SIG) untuk memetakan distribusi dan menghitung rasio RTH publik terhadap luas wilayah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa luas total RTH publik di Kota Pangkalpinang belum mencapai standar minimal 20 % dari luas kota dan sebarannya cenderung mengelompok, khususnya pada kecamatan dan kepadatan penduduk tinggi. Kondisi ini menunjukkan ketidakseimbangan akses terhadap ruang hijau dan berimplikasi pada penurunan daya dukung lingkungan