Year Year arrow
arrow-active-down-0
Publisher Publisher arrow
arrow-active-down-1
Journal
1
Journal arrow
arrow-active-down-2
Institution Institution arrow
arrow-active-down-3
Institution Country Institution Country arrow
arrow-active-down-4
Publication Type Publication Type arrow
arrow-active-down-5
Field Of Study Field Of Study arrow
arrow-active-down-6
Topics Topics arrow
arrow-active-down-7
Open Access Open Access arrow
arrow-active-down-8
Language Language arrow
arrow-active-down-9
Filter Icon Filter 1
Year Year arrow
arrow-active-down-0
Publisher Publisher arrow
arrow-active-down-1
Journal
1
Journal arrow
arrow-active-down-2
Institution Institution arrow
arrow-active-down-3
Institution Country Institution Country arrow
arrow-active-down-4
Publication Type Publication Type arrow
arrow-active-down-5
Field Of Study Field Of Study arrow
arrow-active-down-6
Topics Topics arrow
arrow-active-down-7
Open Access Open Access arrow
arrow-active-down-8
Language Language arrow
arrow-active-down-9
Filter Icon Filter 1
Export
Sort by: Relevance
  • Research Article
  • 10.25077/bina.v8i4.827
Family Education And Empowerment Program For Childhood Tuberculosis Prevention With Digital Platform Support At The Pauh Community Health Center
  • Dec 9, 2025
  • BULETIN ILMIAH NAGARI MEMBANGUN
  • Sri Siswati + 4 more

Tuberkulosis (TB) pada anak masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat dengan proporsi kasus mencapai 16,2% dari total kasus TB di Indonesia pada tahun 2024. Kelurahan Pisang, yang merupakan wilayah kerja Puskesmas Pauh Kota Padang, memiliki jumlah kasus TB anak positif dan suspek tertinggi, disertai dengan rendahnya pemahaman keluarga terkait pencegahan dan pengobatan TB anak. Program ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran keluarga dalam pencegahan TB anak melalui edukasi partisipatif berbasis platform digital. Pelaksanaan program menggunakan pendekatan deskriptif partisipatif dengan tiga bentuk kegiatan, yaitu skrining TB, program TB Smart Family melalui kunjungan rumah kepada keluarga anak dengan TB positif dan suspek, serta pemberian media edukasi digital berupa leaflet dan video animasi kepada Puskesmas Pauh. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pengetahuan keluarga, dengan rata-rata skor meningkat dari 8,70 menjadi 14,85 (p-value = 0,001). Keluarga menunjukkan peningkatan pemahaman terhadap mekanisme penularan, pencegahan TB anak, serta peran Pengawas Minum Obat (PMO). Media edukasi digital juga telah dimanfaatkan oleh Puskesmas Pauh dalam berbagai kegiatan penyuluhan. Program edukasi dan pemberdayaan keluarga berbasis platform digital terbukti efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan dan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan TB anak.

  • Research Article
  • 10.25077/bina.v8i4.703
PENINGKATAN PENGETAHUAN SANITASI, PERSONAL HYGIENE DAN FOOD HANDLING PADA PELAKU USAHA DAN PEDAGANG MAKANAN DI KECAMATAN PAUH, PADANG TAHUN 2024
  • Dec 9, 2025
  • BULETIN ILMIAH NAGARI MEMBANGUN
  • Aulia Rahman + 5 more

Pedagang makanan memiliki peranan penting dalam pengolahan makanan bagi keamanan dan kesehatan konsumen. Hal ini disebabkan karena dalam proses pengolahan makanan, pedagang melakukan kontak langsung pada makanan yang diolah. Dalam hal ini, penting bagi para pedagang untuk menerapkan personal hygiene dan sanitasi lingkungan. Personal hygiene merupakan upaya dalam menjaga kebersihan diri, seperti mencuci tangan, membersihkan diri, menjaga kesehatan tubuh, dan sebagainya. Sanitasi merupakan upaya dalam mengkondisikan lingkungan dalam keadaan bersih dan sehat. Dalam penerapan prinsip personal hygiene dan sanitasi lingkungan dibutuhkan pengetahuan dan wawasan yang luas sehingga dapat mempengaruhi sikap dan perilaku pedagang. Pemberian edukasi menjadi langkah yang penting dilakukan untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian pedagang untuk menerapkan personal hygiene dan sanitasi lingkungan di lokasi tempat berdagangnya. Metode yang digunakan pada kegiatan pengabdian ini adalah edukasi dan wawancara secara door to door kepada 119 pedagang yang berada di lokasi Kelurahan Cupak Tangah Kota Padang. Berdasarkan kegiatan pengabdian, diperoleh tingkat pengetahuan pedagang terkait personal hygiene sebelum diberikan edukasi, yaitu sebesar 3,3%. Sedangkan tingkat pengetahuan pedagang terkait sanitasi lingkungan sebelum diberikan edukasi diperoleh sebesar 4,4%. Kesimpulan yang dapat diambil dari kegiatan pengabdian ini adalah adanya peningkatan yang signifikan terhadap pengetahuan pedagang terkait personal hygiene, sanitasi lingkungan, dan food handling yaitu sebesar 100% setelah dilakukannya edukasi.

  • Research Article
  • 10.25077/bina.v8i4.837
Literasi Aksara Jawa untuk Penguatan Citra Diri dan Produk Budaya Sanggar Seni Larasati Purbalingga
  • Dec 9, 2025
  • BULETIN ILMIAH NAGARI MEMBANGUN
  • Exwan Andriyan Verrysaputro + 3 more

Larasati Art Studio in Purbalingga represents a cultural community with significant potential in performing arts and local heritage preservation. However, the studio faces challenges in leveraging literacy-related competencies, particularly in Javanese script, for cultural product development and digital marketing. This gap limits the studio’s ability to strengthen its image as a center for Javanese cultural preservation at the Banyumas Regency level. This study aims to enhance the studio’s capacity in Javanese script literacy and cultural product creation. A community service program was conducted involving 45 participants, utilizing lectures, group discussions, demonstrations, and hands-on practice to produce handicrafts incorporating Javanese script. Pre- and post-training evaluations were administered to assess literacy improvement and skill acquisition. The results indicate a significant increase in participants’ literacy and product-making abilities, with the average pre-training score of 61.47% improving to a post-training score of 84.33%. Participants successfully produced 50 cultural handicraft items integrating Javanese script, which were subsequently documented and promoted through digital platforms. These outcomes demonstrate that structured literacy training and practical product development can effectively strengthen the studio’s public image and enhance its role in cultural preservation. In conclusion, the program successfully improved Javanese script literacy, facilitated cultural product creation, and reinforced Larasati Art Studio’s function as an inheritor, preserver, and developer of local Javanese culture. The study recommends continued literacy-based interventions to sustain cultural engagement and community empowerment.

  • Research Article
  • 10.25077/bina.v8i4.826
Artificial Intelligence in Digital Health and Learning Transformation
  • Dec 9, 2025
  • BULETIN ILMIAH NAGARI MEMBANGUN
  • Sri Siswati + 3 more

Perkembangan teknologi digital yang sangat pesat telah membawa perubahan signifikan dalam bidang pendidikan dan kesehatan, dengan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) sebagai salah satu inovasi yang paling berpengaruh. Integrasi AI dalam pendidikan tinggi memiliki peran penting dalam mendukung pengembangan literasi digital, kemampuan berpikir kritis, dan kesadaran etis di kalangan mahasiswa. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap konsep, penerapan, dan penggunaan etis AI guna mendukung transformasi pembelajaran dan kesehatan digital di era Society 5.0. Workshop dilaksanakan pada tanggal 2 Oktober 2025 di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Andalas dengan melibatkan 220 mahasiswa sebagai peserta. Metode kegiatan terdiri atas tiga tahapan, yaitu tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Tahap pelaksanaan mencakup penyampaian materi secara interaktif, demonstrasi penggunaan berbagai aplikasi AI seperti ChatGPT, Gemini, dan Canva AI, serta diskusi reflektif. Evaluasi dilakukan melalui sesi tanya jawab dengan beberapa peserta terpilih untuk menilai tingkat pemahaman dan sikap mereka terhadap penggunaan AI. Hasil kegiatan menunjukkan antusiasme tinggi dari peserta serta peningkatan pemahaman terhadap konsep, manfaat, dan implikasi etis penggunaan AI dalam konteks pembelajaran dan kesehatan. Workshop ini berhasil menjembatani kesenjangan antara pengetahuan teoretis dan penerapan praktis, sekaligus menumbuhkan sikap inovatif dan bertanggung jawab terhadap pemanfaatan teknologi digital. Secara keseluruhan, kegiatan ini berhasil meningkatkan literasi digital dan kesadaran etis mahasiswa, serta mendorong perilaku belajar adaptif dan reflektif dalam menghadapi tantangan transformasi digital di masa depan.

  • Research Article
  • 10.25077/bina.v8i4.821
Developing A Golden Generation: Implementing Sexual Education And Adaptive Nutrition Programs For Pre-Adolescents To Promote A Healthy Puberty
  • Dec 9, 2025
  • BULETIN ILMIAH NAGARI MEMBANGUN
  • Eka Darmayanti Putri Siregar + 9 more

pengetahuan dan penerapan gizi seimbang menjadi tantangan penting dalam masa transisi menuju pubertas. Kondisi tersebut dapat berdampak pada munculnya perilaku berisiko dan ketidakseimbangan pertumbuhan fisik maupun psikologis. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan pra-remaja mengenai kesehatan reproduksi dan gizi adaptif sebagai langkah promotif dalam mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan produktif. Program dilaksanakan pada 9 Oktober 2025 di SD Negeri 047 Tanjung Pasir, Tarakan Timur, dengan melibatkan 52 siswa kelas VI sebagai peserta. Metode kegiatan menggunakan pendekatan penyuluhan interaktif melalui media edukatif berupa leaflet dan poster, disertai evaluasi menggunakan pretest dan posttest untuk mengukur tingkat pemahaman siswa. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta mengenai organ reproduksi, perubahan masa pubertas, pentingnya menjaga kebersihan diri, kemampuan mengenali perilaku seksual berisiko, serta penerapan pola makan bergizi seimbang. Hasil evaluasi melalui pretest dan posttest menunjukkan pengetahuan siswa dan siswi, yaitu semula 56,7% menjadi 67,3% pada aspek kesehatan reproduksi dan pada aspek gizi adaptif semula 61,5% menjadi 63,5%. Antusiasme dan partisipasi aktif peserta selama sesi tanya jawab mencerminkan efektivitas metode interaktif yang diterapkan. Temuan ini menegaskan bahwa edukasi berbasis visual dan komunikasi dua arah mampu meningkatkan literasi kesehatan di kalangan anak sekolah dasar, khususnya di wilayah pesisir. Kegiatan ini berimplikasi pada penguatan program promotif dan preventif di sekolah. Rekomendasi yang diajukan adalah pelaksanaan program secara berkelanjutan dengan melibatkan guru, puskesmas, dan orang tua guna membentuk perilaku hidup sehat dan bertanggung jawab pada pra-remaja.

  • Research Article
  • 10.25077/bina.v8i4.814
EDUKASI CITRA TUBUH, STRES, DAN STATUS GIZI UNTUK MENDUKUNG KESEHATAN FISIK DAN MENTAL REMAJA DI SMPN 14 PAUH KOTA PADANG
  • Dec 6, 2025
  • BULETIN ILMIAH NAGARI MEMBANGUN
  • Fhadilla Amelia + 4 more

Remaja merupakan kelompok usia yang rentan mengalami tekanan psikologis akibat perubahan fisik, sosial, dan emosional yang berlangsung secara cepat. Tekanan akademik, pengaruh teman sebaya, eksposur media sosial, serta kebiasaan makan yang tidak sehat dapat memengaruhi citra tubuh, tingkat stres, dan status gizi remaja. Kondisi ini dapat berdampak pada kesejahteraan fisik dan mental jika tidak disertai dengan pemahaman dan kebiasaan hidup sehat yang memadai. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan sikap positif siswa terkait citra tubuh, stres, dan status gizi melalui pendekatan edukatif. Kegiatan dilaksanakan di SMPN 14 Pauh, Kota Padang dengan melibatkan 53 siswa kelas IX. Metode yang digunakan meliputi penyampaian materi menggunakan media presentasi yang menarik, diskusi partisipatif, ice breaking, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Selain itu, siswa juga diminta mengisi kuesioner kepuasan untuk menilai persepsi mereka terkait berbagai aspek dalam pelaksanaan kegiatan. Hasil analisis menunjukkan peningkatan signifikan skor pengetahuan siswa setelah edukasi (p<0,001), dengan peningkatan proporsi jawaban benar tertinggi pada topik citra tubuh dan status gizi. Lebih dari 90% siswa menyatakan puas terhadap materi, metode penyampaian, serta manfaat kegiatan dalam kehidupan sehari-hari. Temuan ini menunjukkan bahwa intervensi edukasi singkat berbasis sekolah efektif untuk meningkatkan literasi gizi dan kesehatan mental remaja. Diperlukan program lanjutan yang terintegrasi dalam kegiatan UKS maupun kurikulum pembelajaran untuk memastikan keberlanjutan dan dampak jangka panjangnya.

  • Research Article
  • 10.25077/bina.v8i4.813
Optimalisasi Gizi dan Sanitasi Melalui Upaya Pemberdayaan Masyarakat untuk Meningkatkan Status Kesehatan Masyarakat di Kelurahan Sungai Pisang
  • Dec 6, 2025
  • BULETIN ILMIAH NAGARI MEMBANGUN
  • Frima Elda + 9 more

Sungai Pisang merupakan salah satu kelurahan pesisir di Kecamatan Bungus Teluk Kabung, Kota Padang, dengan jumlah penduduk ±2.116 jiwa yang sebagian besar bermata pencaharian sebagai nelayan. Wilayah ini menghadapi tantangan gizi dan sanitasi yang saling berkaitan dengan persoalan pengelolaan sampah. Sampah rumah tangga dan limbah hasil laut umumnya dibakar atau ditimbun akibat keterbatasan sarana pengelolaan, yang pada akhirnya memicu pencemaran lingkungan dan meningkatkan risiko penyakit infeksi. Kondisi ini berkontribusi pada permasalahan gizi masyarakat, terutama pada kelompok rentan seperti balita dan ibu hamil. Program pengabdian masyarakat dilakukan melalui pendekatan partisipatif dengan tahapan persiapan, sosialisasi, dan implementasi awal intervensi. Kegiatan meliputi pertemuan resmi dengan kelurahan, edukasi kesehatan kepada ibu rumah tangga, ibu dengan balita, dan kader, serta Focus Group Discussion (FGD) mengenai solusi pengelolaan sampah. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat tentang gizi seimbang dan kesehatan keluarga, serta kesepakatan bersama untuk memulai pengolahan sampah organik menjadi kompos dan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Temuan ini menunjukkan bahwa intervensi gizi tidak dapat dilepaskan dari perbaikan sanitasi lingkungan. Kolaborasi antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan masyarakat menjadi kunci untuk menciptakan lingkungan sehat yang berkelanjutan sehingga status gizi dapat diperbaiki secara menyeluruh.

  • Research Article
  • 10.25077/bina.v8i4.818
PENINGKATAN KAPASITAS PEMASARAN UMKM MELALUI SOSIALISASI DIGITAL MARKETING DI NAGARI KOTO KOCIAK
  • Dec 6, 2025
  • BULETIN ILMIAH NAGARI MEMBANGUN
  • Yindrizal Yindrizal + 4 more

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan sektor usaha yang konsisten dan terus berkembang dalam perekonomian nasional. Perkembangan teknologi informasi dan internet telah membawa perubahan signifikan dalam strategi pemasaran produk, di mana tren pemasaran tradisional (offline) bergeser ke pemasaran berbasis digital (online). Kondisi ini menuntut pelaku UMKM untuk beradaptasi agar tidak tertinggal dalam persaingan pasar yang semakin kompetitif. UMKM di Nagari Koto Kociak didominasi oleh usaha makanan ringan seperti ganepo, rendang, olahan ubi lainnya, serta usaha kerajinan tangan berupa rajutan. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah memberikan sosialisasi dan pelatihan mengenai pemanfaatan digital marketing sebagai strategi pemasaran yang efektif, efisien, dan relevan dengan kebutuhan pelaku UMKM setempat. Metode pelaksanaan meliputi observasi dan wawancara awal untuk mengidentifikasi kebutuhan, dilanjutkan dengan ceramah dan diskusi, serta demonstrasi dan praktik langsung penggunaan media digital dalam pemasaran. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman pelaku UMKM terhadap strategi pemasaran digital, khususnya dalam memanfaatkan media sosial dan platform online untuk memperluas jangkauan pasar. Para peserta juga lebih memahami keunggulan digital marketing yang minim biaya, praktis, serta mampu meningkatkan daya saing produk lokal. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah bahwa sosialisasi digital marketing memberikan dampak positif bagi pelaku UMKM dalam mengubah pola pemasaran manual menjadi digital. Rekomendasi dari kegiatan ini adalah perlunya pendampingan berkelanjutan dan kolaborasi dengan pemerintah daerah agar penerapan digital marketing dapat berjalan optimal dan memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan pendapatan masyarakat maupun daerah

  • Research Article
  • 10.25077/bina.v8i4.829
Edukasi Gizi Seimbang Untuk Kesehatan Remaja Di SMPN 14 Padang
  • Dec 6, 2025
  • BULETIN ILMIAH NAGARI MEMBANGUN
  • Tazkia Putri Kagami + 3 more

Adolescents are prone to nutritional problems due to poor eating habits and limited nutrition knowledge. Low levels of nutrition knowledge are one of the key factors influencing their nutritional status, indicating the need for engaging and effective nutrition education. This community service activity aimed to improve junior high school students' knowledge of balanced nutrition through a participatory educational approach. The activity was conducted at SMP Negeri 14 Padang in September 2025 involving 57 ninth-grade students. The educational methods included presentations, visual media (posters and leaflets), and interactive games based on “Tumpeng Gizi Seimbang” and “Isi Piringku” concepts. Evaluation was performed using pre-test and post-test questionnaires. Results indicated that before the intervention, 75.4% of students had high knowledge levels, while 24.6% were in the low category. Post-intervention, the proportion of students with high knowledge increased to 87.7%, with a decrease in the low category to 12.3%. Statistical analysis showed a significant improvement in students’ knowledge (p = 0.001). These findings suggest that varied and interactive educational media are effective in improving adolescents’ nutrition knowledge. To ensure sustainable impact, continued implementation is necessary to promote not only knowledge gain but also behavioral changes. Development of digital-based educational media is recommended as an innovative approach aligned with the characteristics of adolescents.

  • Research Article
  • 10.25077/bina.v8i4.833
Peningkatan Kesadaran Siswa Sekolah Dasar Terhadap Bahaya Minuman Berpemanis Melalui Edukasi Kesehatan
  • Dec 6, 2025
  • BULETIN ILMIAH NAGARI MEMBANGUN
  • Syafrawati Syafrawati + 2 more

Minuman berpemanis (Sugar-Sweetened Beverages/SSB) merupakan salah satu faktor risiko meningkatnya kasus diabetes pada anak, terutama karena kandungan gula tambahan yang tinggi serta tingginya intensitas konsumsi pada usia sekolah dasar. Data Survei Kesehatan Indonesia (2023) menunjukkan bahwa 53% anak usia 5–9 tahun mengonsumsi minuman manis minimal satu kali per hari. Kurangnya regulasi, harga terjangkau, dan masifnya iklan menjadi faktor pendorong konsumsi SSB. Diperlukan intervensi edukatif, khususnya pada anak-anak usia sekolah dasar yang masih belum terlalu memahami bahaya ataupun batasan konsumsi gula harian. Sekolah Dasar Negeri 14 Pauh, yang berlokasi di Kecamatan Pauh merupakan wilayah dengan angka kasus diabetes yang cukup tinggi di Kota Padang, dipilih sebagai lokasi kegiatan pengabdian masyarakat untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai bahaya konsumsi SSB terhadap kesehatan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan siswa sekolah dasar mengenai risiko kesehatan akibat konsumsi minuman berpemanis. Metode yang digunakan meliputi edukasi melalui pre-test, ceramah interaktif, sesi tanya jawab, dan post-test. Penyampaian ceramah didukung oleh media visual PowerPoint yang menarik dan sesuai dengan tingkat pemahaman siswa. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan terhadap pengetahuan siswa mengenai bahaya minuman berpemanis. Rata-rata nilai pre-test sebesar 64,56 meningkat menjadi 89,09 pada post-test, menandakan peningkatan pemahaman siswa sebesar 38%. Kesimpulan dari kegiatan ini yaitu edukasi yang diberikan terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan siswa mengenai risiko kesehatan akibat konsumsi minuman berpemanis. Disarankan agar kegiatan edukatif seperti ini dilakukan secara berkelanjutan sehingga bahaya akan kelebihahan mengkonsumsi minuman berpemanis tertanam sejak usia dini.