Problematika Mahasiswa dalam Berkomunikasi Tulis Kepada Dosen Sebuah Kajian Kesantunan Berbahasa

  • Abstract
  • Literature Map
  • Similar Papers
Abstract
Translate article icon Translate Article Star icon

Abstrak: Problematika mahasiswa dalam berkomunikasi dengan dosen terdapat kalimat yang melanggar aturan dalam berbahasa. Tujuan penelitian ini mengkaji problematika yang dihadapi mahasiswa dengan mengidentifikasi ragam bahasa mahasiswa akademisi dari segi pemilihan kalimat, emoji, dan tanda baca saat untuk mengetahui pelanggaran yang dilakukan oleh mahasiswa. Metode penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Data dalam penelitian adalah bukti chat mahasiswa kepada dosen yang mengandung problematika kesantunan dalam berbahasa virtual di Whatsapp. Sumber data dalam penelitian ini adalah mahasiswa yang menempuh jenjang sarjana saat berkonsultasi skripsi dan penanggung jawab mata kuliah. Teknik pengumpulan data penelitian ini adalah metode simak atau pengamatan dan teknik catat yang diberikan kode. Analisis data dalam penelitian ini meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini terdapat 5 data problematika penggunaan kalimat dalam pesan mahasiswa yang terbagi, dua data problematika penggunaan tanda baca dalam pesan mahasiswa.

Similar Papers
  • Research Article
  • 10.30651/else.v8i2.23654
HUBUNGAN PERHATIAN ORANG TUA DENGAN KESIAPAN BELAJAR SISWA KELAS III SD NEGERI PORIS PELAWAD 6
  • Jan 29, 2025
  • ELSE (Elementary School Education Journal): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar
  • Nasya Uriani Fugri + 2 more

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara perhatian orang tua dengan kesiapan belajar siswa kelas III SDN Poris Pelawad 6. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas III SDN Poris Pelawad 6. Objek penelitian ini adalah perhatian orang tua dan kesiapan belajar siswa. Metode Penelitian ini menggunakan pendekatan ex-post facto yang digunakan adalah korelasi dan data yang digunakan adalah data kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah seluruh peserta kelas III A dan III B SDN Poris Pelawad 6. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 60 responden, Pengambilan sampel menggunakan Teknik total sampling. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini berupa Skala Instrumen soal angket. Teknik pengujian Hipotesis menggunakan rumus korelasi Product Moment. Sebelum dilakukan uji analisis, dilakukan uji persyaratan yakni uji normalitas dan homogenitas, uji linieritas, uji signifikansi, dan uji korelasi. Hasil Pada penelitian ini diperoleh r hitung 0,618 < r tabel 1,671 , maka dapat disimpulkan bahwa H0 diterima dan H1 ditolak pada rxy = 0,081 yang berarti penelitian ini berhasil menguji kebenaran hipotesis yaitu bahwa perhatian orang tua tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan kesiapan belajar siswa kelas III di SD Negeri Poris Pelawad 6. Karena koefisien korelasi adalah negatif, maka semakin rendah perhatian orang tua dan semakin rendah pula kesiapan belajar siswa. Dengan nilai koefisien determinasi sebesar menunjukkan nilai R Square 0,007 berasal dari pengkuadratan nilai koefisien korelasi atau “R” yaitu 0,081 x 0,081 = 0,07 yang menunjukkan bahwa perhatian orang tua memberikan konstribusi terhadap kesiapan belajar sebesar 0,07 x 100 % = 7 % selebihnya 93 % difaktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Kata Kunci: Hakikat Pembelajaran, Teori Belajar, Perhatian orang tua, Kesiapan belajar, Karakteristik Siswa

  • Research Article
  • 10.31602/jt.v7i1.18384
PENYITAAN BARANG BUKTI BERGERAK PERSPEKTIF SOSIOLOGI HUKUM (Studi Kasus di Kantor Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara Kelas I Kupang)
  • Mar 13, 2025
  • Jurnal Terapung : Ilmu - Ilmu Sosial
  • Betania Maygawati Christy

Abstrak Penyitaan barang bukti merupakan satu langkah penting dalam sistem peradilan pidana yang berfungsi untuk membuktikan keterkaitan antara pelaku dan tindak pidana yang dilakukan. Namun, dalam praktiknya, tindakan penyitaan sering kali menimbulkan permasalahan, terutama terkait dengan pelanggaran hak asasi manusia, di mana barang yang disita ternyata bukan milik pelaku kejahatan, melainkan milik pihak lain yang tidak terlibat. Tulisan ini didasarkan pada hasil penelitian di Kantor Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara (Rupbasan) Kelas I Kupang yang menggali mekanisme penyitaan, peran aparat penegak hukum, serta dampaknya terhadap masyarakat, terutama pemilik barang yang sah. Pendekatan sosiologi hukum digunakan untuk memahami hubungan antara hukum, masyarakat, dan keadilan dalam proses penyitaan, serta untuk memberikan solusi terhadap permasalahan yang muncul dalam pelaksanaan penyitaan barang bukti bergerak. Metode pendekatan kualitatif yang digunakan dalam penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji proses penyitaan barang bukti bergerak dalam perspektif sosiologi hukum dengan studi RUPBASAN Kelas I Kupang. Subjek penelitian meliputi pihak penyidik, pengelola RUPBASAN, dan masyarakat yang terdampak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun penyitaan barang bukti memiliki dasar hukum yang jelas, pelaksanaannya sering kali menimbulkan kontroversi karena kurangnya sosialisasi, kesalahan prosedur, dan lemahnya pemahaman masyarakat terhadap hak-haknya. Untuk itu, diperlukan upaya perbaikan dalam mekanisme penyitaan, pengelolaan benda sitaan, serta pemberian edukasi kepada masyarakat untuk meminimalkan konflik dan menjaga kepercayaan publik terhadap sistem hukum. Penelitian ini memberikan sumbangan yang signifikan dalam menggali hubungan antara aspek hukum dan masyarakat, khususnya dalam konteks pelaksanaan penyitaan barang bukti yang bersifat bergerak. Kata Kunci: Penyitaan, Rupbasan, Prespektif Sosiologi Hukum. Abstract The seizure of evidence is a crucial step in the criminal justice system, serving to establish the connection between the perpetrator and the crime committed. However, in practice, this action often leads to issues, particularly concerning human rights violations, where the seized items do not belong to the offender but to unrelated third parties. This paper is based on research conducted at the State Confiscated Property Storage House (Rupbasan) Class I Kupang, which examines the mechanism of seizure, the role of law enforcement officers, and its impact on society, especially the rightful owners of the items. A sociological legal approach was employed to understand the relationship between law, society, and justice in the seizure process and to provide solutions to the problems arising in the implementation of movable evidence seizures.This research utilized a qualitative approach. The study aimed to examine the process of movable evidence seizure from a sociological legal perspective with a case study at Rupbasan Class I Kupang. The research subjects included investigators, Rupbasan managers, and affected community members. The findings revealed that while the seizure of evidence has a clear legal basis, its implementation often sparks controversy due to a lack of public dissemination, procedural errors, and the limited understanding of citizens regarding their rights. Therefore, improvements are needed in the seizure mechanism, management of confiscated items, and public education to minimize conflicts and maintain public trust in the legal system. This research makes a significant contribution to understanding the relationship between law and society in the context of movable evidence seizures. Keywords: Seizure, Rupbasan, Legal Sociology Perspective. PENDAHULUAN Penyitaan barang bukti merupakan langkah krusial dalam proses penegakan hukum, yang berfungsi untuk membuktikan keterkaitan antara pelaku dan tindak pidana yang terjadi. Dalam hukum acara pidana, penyitaan bertujuan untuk mengamankan barang bergerak atau tidak bergerak sebagai alat bukti untuk kepentingan penyidikan, penuntutan, dan peradilan. Namun, proses penyitaan sering kali mendapat kritik karena dianggap melanggar hak asasi manusia, terutama ketika barang yang disita bukan milik pelaku, melainkan milik pihak lain yang tidak terlibat.Masalah yang dikaji dalam penelitian ini adalah bagaimana pelaksanaan penyitaan barang bukti bergerak dalam perspektif sosiologi hukum, dengan studi kasus di Kantor Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara (RUPBASAN) Kelas I Kupang. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengidentifikasi kendala yang dihadapi dalam pengelolaan barang sitaan di RUPBASAN, termasuk tantangan yang dirasakan oleh masyarakat akibat tindakan penyitaan yang tidak sesuai prosedur.Penelitian terdahulu telah membahas penyitaan barang bukti dari berbagai aspek. Ferdian (2015) menyoroti prosedur penyitaan barang bukti oleh penyidik Polri dan hambatan yang dihadapi, terutama dalam kaitannya dengan peraturan perundang-undangan. Elias Zadrach Leasa (2015) fokus pada penyitaan barang bukti dalam pelanggaran lalu lintas, dengan perhatian khusus pada profesionalitas penyidik dalam menangani barang bukti. Sementara itu, Abdul Rosyad (2014) mengkaji penyitaan aset dalam kasus korupsi, yang menekankan pentingnya kehati-hatian aparat hukum dalam mengaitkan aset dengan tindak pidana.Kebaruan penelitian ini terletak pada fokusnya yang spesifik pada penyitaan barang bukti bergerak dalam perspektif sosiologi hukum, khususnya dengan studi kasus di RUPBASAN Kelas I Kupang. Penelitian ini menggali bagaimana proses penyitaan tersebut memengaruhi masyarakat, termasuk permasalahan yang muncul akibat kurangnya pemahaman hukum di kalangan masyarakati.Tujuan utama penelitian ini adalah mendeskripsikan dan menjelaskan pelaksanaan penyitaan barang bukti bergerak serta kendala yang dihadapi dalam pengelolaan benda sitaan. Dengan menggunakan pendekatan sosiologi hukum, penelitian ini juga berupaya memahami hubungan antara hukum, masyarakat, dan keadilan dalam konteks penyitaan barang bukti.Fenomena penyitaan barang bukti dalam kasus tindak pidana, seperti pencurian kendaraan bermotor, menggambarkan bagaimana hukum berperan dalam menciptakan ketertiban. Namun, permasalahan timbul ketika pelaksanaan penyitaan dianggap tidak adil, terutama ketika barang yang disita tidak memiliki hubungan langsung dengan tindak pidana yang terjadi.Penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi penting dalam perbaikan mekanisme penyitaan barang bukti. Dengan memahami kendala yang dihadapi, penelitian ini juga memberikan rekomendasi bagi aparat penegak hukum untuk meningkatkan transparansi dan profesionalitas dalam pelaksanaan tugas mereka.Secara keseluruhan, penelitian ini mempertegas pentingnya sosialisasi hukum kepada masyarakat, perbaikan prosedur penyitaan, serta pengelolaan barang sitaan yang lebih baik. Hal ini diperlukan untuk menciptakan keadilan hukum sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap sistem hukum yang berlaku.METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus yang bertujuani menggambarkan objek secara mendalam dan menyeluruh. Studi kasus digunakan karena sifat objek penelitian yang khusus, memungkinkan eksplorasi mendalam melalui wawancara dan analisis data terintegrasi. Lokasi penelitian dilakukan di Kantor Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara Kelas I Kupang, dengan jadwal penelitian dari awal Maret hingga pertengahan April 2024. Informan dipilih menggunakan teknik purposive sampling yang melibatkan pegawai kantor tersebut sebagai sumber data utama. Penelitian ini mengandalkan data primer berupa hasil observasi dan wawancara, serta data sekunder dari dokumen-dokumen yang relevan dengan penelitian.Metode pengumpulan data dalam penelitian ini meliputi observasi, wawancara (baik yang terstruktur maupun tidak terstruktur), serta dokumentasi. Observasi dilakukan untuk memperoleh pemahaman langsung mengenai fenomena sosial, sementara wawancara digunakan untuk menggali informasi lebih mendalam dari para informan. Dokumentasi berfungsi untuk melengkapi data dengan menggunakan dokumen primer dan sekunder. Analisis data dilakukan dengan pendekatan deskriptif kualitatif, dimulai dengan pengelompokan data hingga penyusunan kesimpulan yang komprehensif. Penelitian ini bertujuan untuk mendalami lebih lanjut mengenai proses penyitaan barang bukti bergerak dalam perspektif sosiologi hukum serta mengidentifikasi kendala yang muncul dalam proses penyimpanannya.HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan wawancara dan observasi di RUPBASAN Kelas I Kupang, diketahui bahwa penyitaan barang bukti bergerak merupakan langkah hukum yang sangat penting dalam penegakan hukum di Indonesiai, khususnya dalam kasus tindak pidana. Berdasarkan Pasal 39 KUHAP, penyitaan barang bukti dilakukan untuk mendukung pembuktian dalam perkara pidana, baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja. Langkah ini diambil untuk mencegah barang bukti yang terkait dengan tindak pidana disalahgunakan, rusak, atau hilang. Penyitaan ini sangat penting untuk memastikan keutuhan proses peradilan dan memastikan keadilan bagi semua pihak yang terlibat.Dari sudut pandang sosiologi hukum, penyitaan barang bukti menggambarkan kewajiban negara dan aparat penegak hukum untuk menjaga tatanan sosial serta memberikan kepastian hukum. Proses penyitaan harus dilakukan sesuai dengan prosedur yang ada, yang mana penyidik harus mendapatkan persetujuan dari Ketua Pengadilan Negeri, kecuali dalam kondisi mendesak. Hal ini mencerminkan adanya pengawasan yang ketat untuk mencegah penyitaan yang melanggar hak-hak individu.Proses penyitaan dimulai dengan pembuatan surat perintah yang berisi rincian barang yang akan disita, alasan penyitaan, serta identitas penyidiki. Barang yang disita kemudian diamankan, diperiksa, dan didokumentasikan dengan cermat untuk memastikan keasliannya sebagai barang bukti. Penyidik bertanggung jawab menjaga keamanan dan kelengkapan barang tersebut selama proses penyelidikan dan peradilan berlangsung. Dalam beberapa kasus, penyitaan dapat melibatkan ahli untuk memastikan relevansi barang bukti dalam perkara pidana.Jika ada kekhawatiran bahwa barang bukti akan dihancurkan, dipindahkan, atau disembunyikan, penyitaan dapat dilakukan segera tanpa menunggu izin formal, dalam keadaan mendesak. Keadaan ini membutuhkan tindakan cepat oleh penyidik untuk memastikan barang bukti tetap berada di bawah kontrol negara. Penyitaan dapat mencakup benda berwujud maupun benda tak berwujud, selama barang tersebut relevan dengan tindak pidana dan dapat dimiliki.Secara keseluruhan, penyitaan barang bukti memegang peranan penting dalam menjamin proses hukum yang adil dan transparan. Pentingnya menjaga barang bukti hingga penyelesaian perkara menunjukkan bahwa barang bukti adalah elemen yang sangat vital dalam sistem peradilan pidanai. Langkah ini tidak hanya mengamankan hak-hak korban dan tersangka, tetapi juga memastikan bahwa pengadilan dapat menjalankan tugasnya secara efektif dan berkeadilan.Rumah Penyimpanani Barang Sitaan Negara (RUPBASAN)Rumah Penyimpanan Barang Sitaan Negara (RUPBASAN) memainkan peran vital dalam sistem pemasyarakatan Indonesia, dengan tanggung jawab untuk menyimpan dan mengelola barang bukti serta barang sitaan negara sampai proses hukum selesai. RUPBASAN memiliki peran penting dalam mendukung sistem peradilan dengan memastikan bahwa barang-barang yang berkaitan dengan tindak pidana disimpan dengan aman dan sesuai prosedur hukum yang berlaku. Peran ini menjadi elemen krusial dalam penegakan hukum yang bertujuan menciptakan keadilan bagi masyarakat.Sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang berada di bawah naungan Kementerian Hukum dan HAM, RUPBASAN, termasuk RUPBASAN Kelas I Kupang, bertugas untuk menyimpan barang bukti yang terkait dengan kasus pidana maupun perdata yang melibatkan negara. Keberadaan RUPBASAN memastikan barang bukti yang disita tidak disalahgunakan dan tetap terjaga keasliannya, sehingga dapat digunakan sebagai bukti dalam proses hukum yang sedang berjalan. Hal ini mendukung prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan barang bukti.Kinerja RUPBASAN memiliki peran penting dalam mencapai tujuan organisasi, yakni mengelola barang bukti secara aman, tepat waktu, dan sesuai dengan peraturan hukum. Kinerja yang optimal akan mendukung sistem pemasyarakatan untuk menciptakan keadilan bagi masyarakat melalui pengelolaan barang bukti yang profesional. Beberapa indikator keberhasilan kinerja RUPBASAN antara lain adalah keamanan barang, kepatuhan terhadap prosedur hukum, serta efisiensi dan efektivitas dalam pengelolaannya.Pengelolaan barang bukti oleh RUPBASAN tidak hanya berfungsi untuk mendukung penegakan hukum, tetapi juga menjadi bagian integral dari sistem pemasyarakatan yang lebih luas. Pemasyarakatan bertujuan untuk membina narapidana agar dapat diterima kembali oleh masyarakat, sementara pengelolaan barang sitaan memastikan bahwa setiap proses hukum dilaksanakan sesuai dengan aturan yang berlaku. Keterkaitan ini menggambarkan pentingnya peran RUPBASAN dalam mendukung keseluruhan sistem hukum pidana.Penilaian dan pengukuran kinerja RUPBASAN sangat penting untuk memastikan bahwa tugas yang diemban dijalankan dengan efisien dan efektif. Dengan kinerja yang maksimal, RUPBASAN dapat berperan optimal sebagai bagian dari sistem hukum yang lebih luas, yang bertujuan untuk mewujudkan keadilan dan penegakan hukum yang adil di Indonesia. Keberhasilan RUPBASAN juga berkontribusi dalam mencapai tujuan strategis dalam sistem pemasyarakatan dan penegakan hukum.Prosedur Penyitaan Barang BuktiProses penyitaan barang bukti bergerak adalah tindakan yang diatur dalam hukum untuk menyita barang-barang yang berkaitan dengan tindak pidana, baik barang yang dipakai untuk melakukan tindak kejahatan maupun yang diperoleh sebagai hasil dari kejahatan tersebut. Tindakan ini menjadi bagian dari proses penyelidikan, penuntutan, dan peradilan. Tujuan dari penyitaan adalah untuk memastikan bahwa barang bukti dapat digunakan dalam proses hukum guna menentukan kebenaran suatu kasus sesuai dengan ketentuan yang berlaku dalam KUHAP.Langkah awal dalam proses penyitaan adalah penyusunan surat perintah penyitaan oleh penyidik. Surat tersebut mencantumkan informasi tentang barang yang akan disita, alasan penyitaan, dan identitas penyidik yang bertanggung jawab. Surat ini harus ditandatangani oleh penyidik dan disaksikan oleh pihak yang hadir saat penyitaan berlangsung, sehingga memberikan landasan hukum yang jelas bagi tindakan tersebut.Setelah surat perintah diterbitkan, penyitaan dilaksanakan di lokasi yang relevan, seperti tempat kejadian perkara (TKP) atau lokasi lain tempat barang bukti ditemukan. Penyitaan juga dapat dilakukan terhadap barang yang berada pada tersangka atau pihak terkait lainnya. Selama proses penyitaan, penyidik wajib memastikan barang bukti tetap utuh dan tidak rusak, mengingat barang tersebut sangat penting dalam proses hukum selanjutnya.Setelah barang bukti disita, barang tersebut harus diamankan dan disimpan dengan aman di tempat yang terkunci, dengan akses yang hanya diperbolehkan bagi pihak yang berwenang. Sebuah daftar inventarisasi juga dibuat untuk mencatat detail barang bukti, seperti nomor inventaris, jenis barang, dan kondisinya, untuk mencegah kehilangan atau kerusakan selama proses hukum berlangsung.Prosedur penyitaan ditutup dengan pemeriksaan dan pengembalian barang bukti. Pemeriksaan bertujuan untuk mengumpulkan informasi tambahan terkait dengan tindak pidana yang dilakukan, dan sering kali melibatkan ahli forensik atau pihak berkompeten lainnya. Jika barang bukti sudah tidak relevan, barang tersebut dapat dikembalikan kepada pemiliknya setelah melalui evaluasi menyeluruh untuk memastikan bahwa barang tersebut tidak diperlukan lagi dalam pembuktian di persidangan.Aspek Hukum dalam PenyitaanPenyitaan barang bukti dalam sistem hukum pidana Indonesia dijelaskan secara terperinci dalam Pasal 39 KUHAP, yang meliputi baik barang bergerak maupun barang tidak bergerak yang relevan dengan tindak pidana. Barang bergerak mencakup dokumen, uang, kendaraan, dan barang lain yang mudah dipindahkan, sementara barang tidak bergerak meliputi tanah dan bangunan. Tujuan utama penyitaan adalah untuk memastikan barang bukti dapat digunakan dalam proses penyidikan, penuntutan, dan persidangan. Barang yang disita harus relevan dengan tindak pidana, baik sebagai alat kejahatan, hasil tindak pidana, atau objek yang dapat membantu mengungkap kebenaran peristiwa pidana.Penyitaan harus dilakukan sesuai dengan prosedur hukum untuk memastikan keabsahannya. Dalam hal penyitaan barang bergerak, penyidik hanya dapat melakukannya setelah mendapatkan izin tertulis dari Ketua Pengadilan Negeri setempat. Izin ini bertujuan untuk memastikan agar penyitaan dilakukan dengan pengawasan yang tepat dan tidak sewenang-wenang. Namun, dalam situasi darurat, penyidik dapat segera melakukan penyitaan untuk mencegah hilangnya barang bukti atau gangguan terhadap penyidikan. Setelah penyitaan dilakukan, penyidik harus melaporkan tindakan tersebut kepada pengadilan untuk memperoleh persetujuan selanjutnya.Berdasarkan Pasal 1 angka 16 KUHAP, penyitaan merupakan tindakan yang dilakukan oleh penyidik untuk mengambil dan menyimpan barang yang memiliki keterkaitan dengan tindak pidana, guna mendukung proses pembuktian dalam jalannya hukum. Barang yang disita akan menjadi milik negara dan tetap berada di bawah pengawasan negara hingga proses hukum selesai, memastikan keutuhan dan kesiapan barang tersebut sebagai alat bukti sah di pengadilan.Setelah barang disita, penyidik bertanggung jawab untuk memastikan barang tersebut disimpan dengan aman. Umumnya, barang tersebut ditempatkan di Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara (RUPBASAN) untuk memastikan kondisinya tetap terjaga hingga proses hukum selesai. Penyimpanan yang baik sangat penting untuk benda bergerak, seperti kendaraan dan perangkat elektronik, untuk mencegah kerusakan atau penurunan nilai. Pengelolaan yang efektif juga mencerminkan transparansi dan akuntabilitas aparat penegak hukum dalam menangani barang sitaan.Meski prosedur penyitaan telah diatur dengan jelas, praktik di lapangan sering kali menghadapi tantangan, seperti potensi pelanggaran hak asasi manusia. Salah satu masalah yang sering timbul adalah penyitaan terhadap barang yang ternyata bukan milik pelaku kejahatan, melainkan milik orang lain yang tidak memiliki keterlibatan dalam tindak pidana tersebut. Hal ini dapat memicu konflik hukum dan merusak kepercayaan masyarakat terhadap sistem peradilan. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang hukum dan menyediakan pelatihan bagi penyidik, sehingga proses penyitaan dapat dilakukan secara adil serta sesuai dengan prinsip keadilan dan ketentuan hukum yang berlaku.Kendala Penyimpanan Benda Sitaan/Bukti Bergerak Tindakan Pidana di Kantor RUPBASAN Kelas I KupangPenyimpanan barang bukti bergerak dalam perkara pidana merupakan aspek krusial dalam sistem peradilan untuk memastikan barang bukti dapat digunakan dalam tahap penyelidikan, penuntutan, dan persidangan. Namun, proses ini menghadapi sejumlah tantangan yang dapat mengurangi efektivitasnya. Salah satu kendala utama adalah semakin berkembangnya modus operandi kejahatan yang lebih kompleks, seperti kasus pencurian kendaraan bermotor yang melibatkan penghilangan identitas kendaraan. Hal ini mempersulit proses identifikasi dan penyimpanan barang bukti, yang berpotensi menghambat jalannya proses hukum.Selain itu, ada risiko kehilangan atau penghilangan barang bukti, baik berupa barang fisik maupun dokumen pendukung, yang sering dilakukan oleh pelaku kejahatan untuk menghilangkan jejak. Kehilangan barang bukti ini dapat merusak integritas perkara hukum dan menghambat proses peradilan. Untuk itu, pengamanan barang bukti perlu dilakukan dengan sangat ketat untuk memastikan bahwa barang bukti tetap terjaga, termasuk menjaga identitas barang sebagai bagian penting dalam penyelidikan.Permasalahan lain yang kerap terjadi adalah ketidakpatuhan terhadap prosedur yang telah ditentukan dalam proses penyitaan dan penyimpanan. Kelalaian atau kesalahan dalam pengelolaan barang bukti dapat menyebabkan hilangnya atau kerusakan barang bukti, yang berdampak buruk pada kelancaran proses hukum. Pelanggaran terhadap prosedur ini dapat mengakibatkan sanksi yang serius sesuai dengan peraturan hukum yang berlaku, termasuk ancaman hukuman pidana berdasarkan Pasal 233 KUHP lama atau Pasal 365 KUHP yang baru.Selain itu, penyimpanan barang bukti elektronik atau digital, seperti ponsel, komputer, atau data digital, menghadirkan tantangan tersendiri. Risiko perubahan atau penghilangan data elektronik memerlukan prosedur pengelolaan yang lebih ketat, mengingat data tersebut sangat krusial dalam proses pembuktian. Kelalaian dalam pengelolaan barang bukti digital dapat dikenai sanksi berdasarkan ketentuan dalam UU ITE, yang mencakup ancaman pidana hingga delapan tahun penjara dan denda maksimal Rp 2 miliar. Sebagai langkah penyelesaian, masyarakat dapat melaporkan masalah tersebut ke Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri, sedangkan pengelolaan barang bukti diatur melalui Peraturan Kapolri No. 10 Tahun 2010.KESIMPULAN Artikel ini menjelaskan bahwa meskipun penyitaan barang bukti bergerak merupakan bagian penting dari penegakan hukum, proses tersebut tetap menghadapi berbagai tantangan. Perkembangan metode kejahatan, hilangnya atau penghilangan barang bukti, serta kelalaian dalam pengelolaan barang bukti menjadi hambatan utama yang harus diatasi oleh aparat penegak hukum.Namun, dengan pengelolaan yang lebih baik, termasuk penerapan prosedur yang lebih ketat dan pengawasan yang lebih intensif, masalah-masalah tersebut dapat diminimalkan. Penyidik dan aparat penegak hukum perlu memastikan bahwa barang bukti yang disita tetap aman, baik dalam bentuk fisik maupun digital, untuk memastikan kelancaran dan keadilan dalam proses hukum. Pengawasan yang ketat serta penerapan sanksi tegas terhadap pelanggaran dalam pengelolaan barang bukti akan memberikan efek jera dan memastikan tercapainya keadilan dalam sistem peradilan pidana.DAFTAR PUSTAKA Abiding Yunus, Strategi Membaca, Teori dan Pembelajarannya, Bandung, RIZQI Press.Agus Harjito dan Martono . 2010 . Manajemen Keuangan. Yogyakarta : Ekonisia Belas. Yogyakarta : LibertyAbdul Rosyad, 2014 dengan Judul Pembaharuan Hukum Dalam Penyitaan Barang Bukti Hasil Korupsi. Dalam jurnal Pembaharuan Hukum Vol 1 No 2. 2014Burhan Bungin.2012. Analisa Data Penelitian Kualitatif. Jakarta: Rajawali.Elias Zadrach Leasa, yang dimuat dalam jurnal Sinta 2 Vol 21 Nomor 2 tahun 2015 dengan judul Penyitaan Barang Bukti Dalam Pelanggaran Lalulintas.Ferdian, 2015 dengan judul, Penyitaan Barang Bukti Yang Dilakukan Oleh Penyidik Polri Dan Hambatannya Di Polrest Kutim Dan Hambatannya. Journal of Law Jurnal ilmu hukum, Ejurnal Untag Samarinda Vol 1 No 1. Hartono, Jogiyanto. 2010. Metodologi Penelitian Bisnis Edisi 6. Yogyakarta: BPFE.Harahap, M. Yahya.2007. Ruang Lingkup Permasalahan Eksekusi Bidang Perdata. Jakarta : PT. Sinar Grafika.Hadawi Nawawi, M. Martini hadari.,1995,Instrumen Penelitian bidang social, Jogyakarta, Gajah Mada UniversityMoenir H,A.S, 2001, Manajemen Pelayanan Umum di Indonesia, Bina Aksara, Jakarta.Michael Quinn Patton, 1980, Qualitative Evaluation Methods, Edisi, 2, berilustrasi, cetak ulang. Penerbit, Sage Publications OC.D. Hendropuspito, 1989, Sosiologi Sistematika. Kanisius. Yogyakarta.Priya Santosa, Bima, dkk, 2010, Lembaga Pengelola Aset Tindak Pidana, Jakarta:Poerdarminto, 1985, Kamus Saku. Pustaka Pelajar.Sarwono, Sarlito Wirawan. 2001. Psikologi Remaja. Jakarta: Raja Grafindo Persada.Soekanto, Soerjono. 2000. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.Soekanto, Soerjono. 1983. Beberapa Aspek Sosial Yuridis Masyarakat. Offset Alumni: BandungSuranto, Aw,Komunikasi Interpersonal, Yogyakarta: Graha Ilmu, 2011.Sugiyono. (2011). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: AlfabetaSugiyono. (2012). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: AlfabetaLiteratur Tambahan :Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945Undang-Undang No 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana (KUHAP)Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu LintasPeraturan Pemerintah Nomor 80 Tahun 2012 tentang Tata Cara Pemeriksaan Kendaraan Bermotor mengatur hubungan antara barang bukti fisik yang disita dengan pelanggaranPeraturan Menteri Kehakiman Republik Indonesia Nomor E.2.UM.01.06 Tahun 1986 tanggal 17 Februari 1986 dan disempurnakan tanggal 7 November 2002 Nomor E.1.35.PK.03.10 Tahun 2002 tentang Petunjuk Pelaksanaan (Juklak) dan Petunjuk Teknis (Juknis) RUPBASANPeraturan Menteri Kehakiman RI No. M.05.UM.01.06 tahun 1983 tentang Pengelolaan Benda Sitaan Negara dan Barang Rampasan Negara di RUPBASAN.

  • Research Article
  • 10.24114/isj.v7i1.56759
MINAT DAN MOTIVASI WANITA MEMILIH SEKOLAH TINGGI OLAHRAGA DAN KESEHATAN BINA GUNA
  • Mar 19, 2024
  • Indonesia Sport Journal
  • Muhammad Reza Destya + 4 more

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui minat dan motivasi perempuan dalam memilih Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Lingkungan Medan untuk melanjutkan pendidikannya. Jumlah mahasiswi Sekolah Olahraga dan Kesehatan Pembangunan Medan jauh lebih sedikit dibandingkan jumlah mahasiswi laki-laki. Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan desain studi kasus. Subyek dalam penelitian ini adalah : Seluruh siswi angkatan 2019 s/d 2022 yang terdaftar di Sekolah Olahraga dan Kesehatan Bina Lingkungan Medan yang berjumlah 140 orang dan yang menjadi subjek dalam penelitian ini berjumlah 52 orang dengan kriteria sampel yang dipilih menggunakan conditional sampling. , Syarat penelitian ini adalah mahasiswi yang menempuh pendidikan pada Angkatan 2019, 2020, 2021 dan 2022. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, data minat responden memilih Perguruan Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Lingkungan Medan dengan kategori Rendah 50-70, jumlah 4, persentase 7,69%, dapat ditemukan. Kategori Sedang 71-85 sebanyak 9 persentase 17,31% dan Kategori Tinggi 86-100 sebanyak 39 persentase 75,00%. Hasil penelitian menunjukkan motivasi perempuan dalam memilih Sekolah Olahraga dan Kesehatan Bina Masyarakat Medan dengan kategori Rendah 50-70 sebanyak 5 persentase 9,61%, Kategori Sedang 71-85 sebanyak 15 persentase 28,85% dan Kategori Tinggi 86-100 sebanyak 32 persentase 61,54%. Kesimpulan dalam penelitian ini terlihat bahwa minat dan motivasi perempuan dalam memilih Sekolah Olahraga dan Kesehatan Bina Lingkungan Medan berbeda-beda. Setiap wanita mempunyai alasannya masing-masing. Namun hasil yang dapat dikemukakan dari penelitian ini adalah minat dan motivasi perempuan dalam memilih Sekolah Olahraga dan Kesehatan Bina Lingkungan Medan dapat dikategorikan tinggi.Keywords: Minat, Motivasi, Wanita, Studi Femenisme

  • Research Article
  • 10.55526/sjs.v2i2.352
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR GERAK DASAR LARI GAWANG KIDS ATLETIK MENGGUNAKAN PENDEKATAN SAINTIFIK PADA SISWA KELAS V SD NEGERI 19 KOTA BANDA ACEH
  • Dec 28, 2022
  • SJS: Silampari Journal Sport
  • Afrizal + 1 more

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar lari gawang Kids Atletik pada siswa kelas V SD Negeri 19 Kota Banda Aceh. Metode penelitian ini tindakan kelas dan subjek penelitian ini adalah kelas V yang terdiri dari 32 siswa, objek dalam penelitian ini adalah menggunakan pendekatansaintifik Untuk memperoleh data dalam penelitian ini maka dilakukan tes siklus I yang berbentuk teknik lari larigawang. Setelah siklus I dilaksanakan maka diperoleh peningkatan hasil belajar siswa dari 32 orang siswa terdapat 21 siswa yang telah tuntas yaitu sebesar 65,62% dengan nilai rata-rata 2,53. Ini berarti ketuntasan belajar klasikal (>85%) belum tercapai, untuk itu peneliti masih perlu melakukan beberapa perbaikan dalam pembelajaran, dan peneliti melanjutkan penelitiannya dengan dilakukannya tes siklus II yang sama perlakuannya di siklus I. Setelah siklus II dilaksanakan maka diperoleh peningkatan hasil belajar siswa dari 32 orang siswa terdapat 29 siswa yang telah tuntas yaitu sebesar 90,62 % dengan nilai rata-rata 2,68. Ini berarti ketuntasan belajar secara klasikal(>85%) telah tercapai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar lari gawang Kids Atletik pada siswa kelas V SD Negeri 19 Kota Banda Aceh. Metode penelitian ini tindakan kelas dan subjek penelitian ini adalah kelas V yang terdiri dari 32 siswa, objek dalam penelitian ini adalah menggunakan pendekatansaintifik Untuk memperoleh data dalam penelitian ini maka dilakukan tes siklus I yang berbentuk teknik lari larigawang. Setelah siklus I dilaksanakan maka diperoleh peningkatan hasil belajar siswa dari 32 orang siswa terdapat 21 siswa yang telah tuntas yaitu sebesar 65,62% dengan nilai rata-rata 2,53. Ini berarti ketuntasan belajar klasikal (>85%) belum tercapai, untuk itu peneliti masih perlu melakukan beberapa perbaikan dalam pembelajaran, dan peneliti melanjutkan penelitiannya dengan dilakukannya tes siklus II yang sama perlakuannya di siklus I. Setelah siklus II dilaksanakan maka diperoleh peningkatan hasil belajar siswa dari 32 orang siswa terdapat 29 siswa yang telah tuntas yaitu sebesar 90,62 % dengan nilai rata-rata 2,68. Ini berarti ketuntasan belajar secara klasikal(>85%) telah tercapai.

  • Research Article
  • 10.51881/jak.v22i2.132
HUBUNGAN ENTREPRENEURSHIP EDUCATION TERHADAP ENTREPRENEURIAL PROMOTION MELALUI ENTREPRENEURIAL MINDSET SEBAGAI VARIABEL INTERVENING PADA PESERTA DIDIK SMK SE-MALANG RAYA
  • Aug 7, 2024
  • Akademika
  • Dieva Dieva Zahrohtu Anfi + 1 more

Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat hubungan entrepreneurship education terhadap entrepreneurial promotion melalui entrepreneurial mindset. Dimana dalam penelitian ini entrepreneurial mindset ditempatkan sebagai mediator hubungan antara entrepreneurship education dan entrepreneurial promotion. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif. Responden penelitian ini adalah siswa Sekolah Menengah Kejuruan di Kota Malang yakni SMK Negeri 1 Malang, SMK Negeri 11 Malang, dan SMK Negeri 7 Malang yang telah mendapatkan pendidikan kewirausahaan dan telah memiliki usaha yakni siswa kelas XI dan XII. Sampel penelitian ini berjumlah 350 siswa yang mengisi survei menggunakan google form. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Structural Equation Modeling-Partial Least Square (SEM-PLS) dengan menggunakan software Smart PLS versi 3. Penelitian ini menggunakan 2 model perhitungan PLS, yaitu Model pengukuran (Outer Model) dan Model Struktural (Inner Model). Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa pendidikan kewirausahaan berpengaruh positif signifikan terhadap promosi kewirausahaan pendidikan kewirausahaan berpengaruh positif signifikan terhadap mindset kewirausahaan, promosi kewirausahaan berpengaruh positif siginifikan terhadap mindset kewirausahaan, serta mindset kewirausahaan memediasi secara signifikan pendidikan kewirausahaan terhadap promosi kewirausahaan. Penelitian ini memberikan bukti terhadap penelitian yang masih diperdebatkan bahwasannya pendidikan kewirausahaan dan mindset kewirausahaan mampu mempengaruhi secara positif dan signifikan terhadap promosi kewirausahaaan. Temuan ini juga menjadi bekal untuk calon wirausahawan dalam memahami dan menerapkan ilmu yang sudah diajarkan dalam berwirausaha

  • Research Article
  • 10.55606/jupumi.v2i1.707
PENGARUH DEBT FINANCING, EQUITY FINANCING DAN LEASE FINANCING TERHADAP PROFIT EXPENSE RATIO PADA BANK BUKOPIN SYARIAH
  • Oct 25, 2022
  • Jurnal Publikasi Manajemen Informatika
  • Reni

Penurunan yang dialami oleh Profit expense ratio (PER) dan lease financing meskipun tanpa diikuti oleh penurunan debt financing dan equity financing pada PT Bank Bukopin Syariah yang menjadi latar belakang dalam penelitian ini. Permasalahan dalam penelitian ini adalah apakah terdapat pengaruh debt financing, equity financing dan lease financing terhadap profit expense ratio (PER) pada PT. Bank Bukopin Syariah periode 2010-2021 baik secara parsial maupun secara simultan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh debt financing, equity financing dan lease financing secara parsial dan simultan terhadap profit expense ratio (PER) pada PT Bank Bukopin Syariah periode 2010-2021. Kegunaan penelitian ini adalah bagi peneliti, pembaca, perbankan, dan peneliti berikutnya. Penelitian ini membahas bagaimana kaitannya bidang ilmu kegiatan usaha bank syariah dan perbankan syariah. Dengan adanya teori yang berkaitan dengan penelitian ini adalah profit expense ratio (PER), debt financing, equity financing dan lease financing. Teori yang digunakan adalah apabila debt financing mengalami kenaikan maka profit expense ratio (PER) juga mengalami kenaikan. Apabila equity financing mengalami kenaikan maka profit expense ratio (PER) juga mengalami kenaikan. Apabila lease financing mengalami kenaikan maka profit expense ratio (PER) juga mengalami kenaikan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik sampel sampling jenuh dengan jumlah data sebanyak 48 data. Teknik analisis yang digunakan adalah uji deskriptif, uji normalitas, uji asumsi klasik berupa uji multikolinearitas, uji heteroskedastisitas dan uji autokorelasi, analisis regresi berganda, uji koefisien determinasi, dan uji hipotesis berupa uji t dan uji F yang digunakan sebagai metode analisis. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat pengaruh debt financing terhadap profit expense ratio (PER) pada PT Bank Bukopin Syariah, terdapat pengaruh secara negative equity financing terhadap profit expense ratio (PER) pada PT Bank Bukopin Syariah dan tidak terdapat pengaruh lease financing terhadap profit expense ratio (PER) pada PT. Bank Bukopin Syariah. Serta, terdapat pengaruh debt financing, equity financing dan lease financing terhadap profit expense ratio (PER) secara simultan pada PT. Bank Bukopin Syariah.

  • Research Article
  • 10.47024/js.v12i2.870
PERAN KEPUASAN PELANGGAN SEBAGAI PEMEDIASI PADA PENGARUH KUALITAS PELAYANAN TERHADAP LOYALITAS PELANGGAN PADA PELANGGAN DZ BILLIARD
  • Aug 5, 2024
  • JURSIMA
  • Deangga Yusuf Rosyidi + 1 more

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis peran kepuasan pelanggan sebagai pemediasi pada pengaruh kualitas pelayanan terhadap loyalitas pelanggan pada pelanggan Dz Billiard. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer. Populasi penelitian ini ialah setiap masyarakat yang pernah bermain billiard di DZ Billiard Dalam penelitian ini menggunakan teknik pengambilan sampel nonprobability sampling dengan teknik purposive. Perhitungan sampel penelitian ini dengan perhitungan Malhottra. Jumlah sampel penelitian ini ialah 110 responden. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dan analisis Structural Equation Model (SEM) dengan Smart Partial Least Square (PLS). Hasil penelitian ini adalah kualitas pelayanan mempunyai pengaruh yang positif dan signifikan terhadap loyalitas pelanggan. Kualitas pelayanan mempunyai pengaruh yang positif dan signifikan terhadap kepuasan pelanggan. Kepuasan pelanggan mempunyai pengaruh yang positif dan signifikan terhadap loyalitas pelanggan. Kepuasan pelanggan berperan dalam memediasi kualitas pelayanan terhadap loyalitas pelanggan.

  • Research Article
  • 10.37729/autotech.v17i02.2655
Mengembangkan Perilaku Kemandirian Siswa pada Pembelajaran Teknik Instalasi Tenaga Listrik (TITL) Siswa SMK
  • Jun 22, 2022
  • Auto Tech: Jurnal Pendidikan Teknik Otomotif Universitas Muhammadiyah Purworejo
  • Sakiman Sakiman

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan perilaku kemandirian siswa pada pembelajaran Teknik Instalasi Tenaga Listrik (TITL) kelas XI TITL1 SMK Negeri 2 Pengasih. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) dengan dua siklus. Setting penelitian ini adalah kegiatan pembelajaran Teknik Intalasi Tenaga Listrik (TITL). Penelitian ini dilaksanakan di kelas XI TITL1 pada semester genap tahun pelajaran 2021/2022 pada bulan Januari sampai dengan bulan Maret 2022. Subjek penelitian ini adalah semua siswa kelas XI TITL1 yang berjumlah 36 orang dan pengampu mata pelajaran tersebut. Prosedur dalam penelitian ini adalah (1) perencanaan (planning), (2) pelaksanaan tindakan (action), (3) observasi (observation), dan (4) refleksi (reflection) dalam setiap siklus. Instrumen penelitian ini menggunakan angket, catatan lapangan, lembar observasi, dan dokumentasi.Indikator keberhasilan penelitian tindakan kelas ini dilihat berdasarkan keberhasilan produk dan keberhasilan proses. Indikator keberhasilan produk dilihat dari peningkatan hasil belajar siswa yakni memperoleh rata-rata nilai 75 dan berkembangnya perilaku mandiri siswa; sedangkan indikator keberhasilan proses dilihat dari proses pembelajaran yang dilakukan. Penelitian ini menggunakan dua kriteria validitas penelitian yaitu democratic validity dandialogic validity. Analisis data tentang internalisasi nilai-nilai kemandirian dalam pembelajaran Teknik Instalasi Tenaga Listrik (TITL) ditafsirkan secara kualitatif dan kuantitatif, sedangkan data prestasi belajar siswa ditafsirkan secara kuantitatif. Temuan penelitian ini adalah (1) Penggunaan model pembelajaran integrasi nilai-nilai kemandirian dalam pembelajaranTeknik Instalasi Tenaga Listrik (TITL) dapat meningkatkan hasil belajar siswa, hal ini dibuktikan dengan adanya peningkatan nilai rata-rata yang diperoleh siswa berdasarkan hasil postes Siklus I 7,7 meningkat menjadi 8,6 pada postes siklus II. (2) Terjadi peningkatan proses pembelajaran Teknik Instalasi Tenaga Listrik yang ditandai dengan berkurangnya kepasifan siswa dan peningkatan partisipasi siswa dalam kegiatan pembelajaran. Penguasaan materi dan peningkatan proses pembelajaran tersebut disertai pula dengan peningkatan perilaku mandiri seperti kemampuan fisik dan fungsi tubuh, percaya diri, bertanggung jawab, disiplin, pandai bergaul, mau berbagi, dan mampu mengendalikan emosi di kalangan siswa.

  • Research Article
  • 10.30998/jh.v8i1.2478
Tokoh dan Penokohan dalam Naskah Drama Panembahan Reso dan Pengejaran
  • Jun 30, 2024
  • Hortatori : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
  • Maria Fransisca + 3 more

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tokoh dan penokohan yang terdapat pada naskah drama Panembahan Reso (PR) dan naskah drama Pengejaran (Pn). Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan objektif. Penelitian ini berfokus pada kajian atau analisis tokoh dan penokohan dengan menggunakan teori penokohan Burhan Nurgiyantoro. Data penelitian ini berupa lakuan tokoh yang tertulis dalam bentuk dialog tokoh atau ungkapan tokoh lain. Sumber data penelitian ini adalah buku teks Bahasa Indonesia SMA Kelas XI yang di dalamnya terdapat naskah drama. Instrumen penelitian ini adalah peneliti sendiri. Teknik pengumpulan data penelitian ini menggunakan teknik membaca intensif, teknik simak, dan teknik catat. Teknik analisis data penelitian ini menggunakan teknik analisis data kualitatif model alir yang terdiri dari tiga langkah yakni reduksi data, display data atau penyajian data, dan verifikasi atau kesimpulan. Hasil penelitian mendeskripsikan bahwa terdapat delapan tokoh protagonis dan dua tokoh antagonis yang didasarkan pada karakter setiap tokoh. Simpulan penelitian menjelaskan bahwa tokoh protagonis adalah pemain dalam drama yang sifatnya selalu positif sehingga memberikan dampak baik bagi pembaca naskah drama maupun penonton drama sedangkan tokoh antagonis adalah pemain dalam drama yang memiliki sifat negatif yang menimbulkan konflik baik fisik maupun batin dan baik langsung maupun tidak langsung. Tokoh protagonis maupun tokoh antagonis dilukiskan secara dramatik oleh pengarang. Rekomendasi hasil penelitian ini ada tiga. Pertama, guru dapat menerapkan hasil penelitian ini dalam pembelajaran materi drama di sekolah khususnya dari segi tokoh dan penokohan kepada peserta didik. Kedua, peserta didik dapat memahami tokoh dan penokohan naskah drama serta mampu mendemonstrasikan naskah drama yang terdapat dalam buku teks Bahasa Indonesia SMA Kelas XI sesuai dengan tuntutan kurikulum yang berlaku di sekolah. Ketiga, bagi peneliti selanjutnya dapat menjadikan hasil penelitian ini sebagai bahan rujukan untuk melakukan penelitian selanjutnya yang relevan dengan penelitian ini.Kata Kunci: Tokoh; Penokohan; Naskah Drama

  • Research Article
  • Cite Count Icon 2
  • 10.62775/edukasia.v4i2.347
Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Berbantuan Media 3D Watercycle untuk Meningkatan Hasil Belajar Siswa Kelas V di SDN Kasreman 1 Kasreman
  • Jul 3, 2023
  • EDUKASIA: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
  • Septa Devi Auliatul Alifah + 2 more

Berdasarkan hasil observasi yang dilaksanakan di SDN Kasreman 1 Kasreman Kab. Ngawi, kegiatan pembelajaran masih berjalan secara tradisional yakni guru memberikan materi dan peserta didik mendengarkan penjelasan dari guru. Sehingga siswa merasa bosan kurang fokus dalam mendengarkan penjelasan dari guru. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan menggunakan analaisis kualitatif dan kuantitatif. Penelitian ini berkolaborasi dengan guru kelas sebagai kolaborator dan berperan sebagai observer penelitian. Subjek dari penelitian ini adalah siswa kelas V SDN Kasreman 1 Kasreman, Kecamatan Kasreman, Kabupaten Ngawi yang berjumlah 34 siswa yang terdiri dari 17 perempuan dan 17 laki-laki. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah melalui lembar observasi dan soal tes posttest. Penelitian ini menggunakan model siklus dari Kurt Lewin yang dilaksanakan dalam dua siklus, dan masing-masing siklusnya terdiri dari empat tahapan yaitu: perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Penelitian ini dikatakan tuntas atau berhasil apabila rata-rata nilai peserta didik yang mencapai KKM 70 pada soal evaluasi atau posttest sebanyak 80%. Dalam penelitian ini, analisis data yang digunakan adalah analisis data kualitatif dan kuantitatif . Penelitian ini bertujuan ntuk mendeskripsikan penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Berbantuan Media 3D Watercycle untuk Meningkatan Hasil Belajar Siswa Kelas V di SDN Kasreman 1 Kasreman. Dari hasil penelitian yang telah dikumpulkan maka didapatkan hasil presentase nilai ketuntasan pada prasiklus hanya sebesar 26,47 %. Kemudian terjadi peningkatan hasil belajar yaitu pada siklus I dengan presentase ketuntasan sebesar 52,94 % dan pada siklus II mengalami peningkatan lagi dengan presentase sebesar 82,35% .

  • Research Article
  • 10.51178/jpspr.v4i2.1981
Kecemasan Dengan Prestasi Belajar Matematika Siswa Kelas VI SD Negeri 104244 Jati Sari
  • Jul 6, 2024
  • Jurnal Pusat Studi Pendidikan Rakyat
  • Rachyana Fahira + 2 more

Permasalahan yang ada dalam penelitian ini adalah bagaimana hubungan kecemasan dengan prestasi matematika siswa kelas VI SD negeri 104244 Jati Sari. Karena kecemasan merupakan faktor psikologis negative yang terdapat dalam diri siswa yang tidak mendasar dapat mempengaruhi prestasi belajar anak dan tidak mampu menyelesaikan pekerjaan sehingga presatsi pun terhambat. Subjek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VI SD negeri 104244 Jati Sari. Dan yang menjadi objek penelitian ini adalah kecemasan siswa dan prestasi belajar matematika siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kecemasan siswa dan prestasi belajar matematika siswaserta untuk mengetahui hubungan kecemasan dengan prestasi belajar. Penelitian ini dilakukan dengan pengumpulan data kelas VI di SD Laro 104244 Jati Sari. Untuk memperoleh data yang diperlukan dalam penelitian ini digunakan angket yaitu angket kecemasan terdiri dari 25 item dan tes hasil belajar yang terdiri dari 5 soal. Prosedur penelitian ini trdiri dari pengolahan data dan analisi data dengan terlebih dahulu mengubaha data kuantitaf menjadi kualitatif. Hasil penelitian ini memberi kesimpulan yaitu ada hubungan yang positif dan signifikan antara kecemasan terhadap prestasi belajar matematika siswa kelas VI SD negeri 104244 Jati Sari. Dari hasil pembahasan dan analisis data di atas, maka diperoleh besarnya nilai korelasi adalah 0,207. Dapat diterima kebenarannyasebab besarnya nilai r (hitung) > r (tabel) atau 0,466 > 0,207.

  • Research Article
  • 10.23887/jear.v8i3.82297
Pendidikan Seksual Sejak Dini Bagi Orang Tua Siswa Terhadap Kemampuan Menjaga Diri Pada Anak Usia Dini
  • Aug 15, 2024
  • Journal of Education Action Research
  • Yuni Husniati + 1 more

Pendidikan seksual sering dianggap tabu untuk dibahas bersama anak. Orang tua dan siswa cenderung malu untuk membahas pendidikan seksual. Padahal pendidikan seksual sangat penting dibelajarkan sejak dini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pendidikan seksual sejak dini bagi orang tua siswa terhadap kemampuan menjaga diri pada anak usia dini. Jenis penelitian ini yakni penelitian ex post facto. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh orang tua pada siswa-siswi di TK. Adapun jumlah populasi dalam penelitian ini yakni berjumlah 102. Sampel pada penelitian ini yakni orang tua siswa dari kelas kelompok B. dengan jumlah sampel 59. Metode dan instrument pengumpulan data yang dilakukan di penelitian ini adalah non tes yakni dengan kuesioner (angket). Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis statistik deskriptif dan data analisis statistik inferensial. Hasil penelitian menunjukkan terdapat korelasi antara Pendidikan seksual sejak dini bagi orang tua siswa dengan kemampuan menjaga diri pada anak usia dini. Implikasi penelitian ini diharapkan mampu memotivasi orang tua terkait pentingnya pendidikan seksual bagi anak di taman kanak-kanak.

  • Research Article
  • 10.24036/gltdor11011
Analisis Mekanik Renang Gaya Bebas
  • Jun 5, 2023
  • Jurnal Gladiator
  • Khairunisah Khairunisah + 4 more

Masalah dalam penelitian ini adalah masih banyaknya kesalahan teknis yang dilakukan oleh mahasiswa pada saat melakukan renang gaya bebas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah mahasiswa Jurusan Kepelatihan FIK UNP sudah melakukan teknik mekanik renang gaya bebas menurut aturan yang semestinya.Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2020. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa jurusan kepelatihan yang mengambil mata kuliah renang pendalaman semester Juni-Desember 2020 sebanyak 33 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik purposive sampling, maka jumlah sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 16 orang mahasiswa. Instrumentasi dalam penelitian ini menggunakan format penilaian teknik renang gaya bebas. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis statistik deskriptif persentatif.Hasil dari penelitian ini adalah: Tingkat penguasaan mekanik teknik Renang Gaya Bebas sebesar (62,8%), tergolong pada kategori Baik.Artinya berdasarkan parameter biomekanika, rata-rata mahasiswa sudah menguasai teknik renang gaya bebas sesuai dengan petunjuk teknis gaya yang ada

  • Research Article
  • 10.26877/ijes.v3i2.17704
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN REALISTIC MATHEMATICS EDUCATION BERBANTU MEDIA KANTONG BILANGAN TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA MATERI PENJUMLAHAN KELAS II SD NEGERI 3 GENENGSARI KEC.KEMUSU KAB.BOYOLALI
  • Dec 22, 2023
  • Indonesian Journal of Elementary School
  • Dewi Rochmana + 2 more

Latar belakang yang mendorong penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar siswa pada materi penjumlahan. Siswa-siswi cenderung menghafal penjumlahan saja tanpa mengetahui konsep penjumlahan tersebut. Ini dibuktikan dengan sulitnya siswa menjawab pertanyaan yang diberikan oleh guru mengenai materi penjumlahan serta Kurangnya guru dalam menerapkan model pembelajaran dan media pembelajaran membuat tujuan pembelajaran belum tercapai dengan baik. Permasalahan dalam penelitian ini adalah apakah model pembelajaran Realistic Mathematics Education (RME) berbantu media kantong bilangan terhadap hasil belajar siswa materi penjumlahan kelas II SD Negeri 3 Genengsari Kec.Kemusu Kab.Boyolali? Tujuan pelaksanaan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya pengaruh model pembelajaran Realistic Mathematics Education berbantu media kantong bilangan terhadap hasil belajar siswa materi penjumlahan kelas II SD Negeri 3 Genengsari Kec.Kemusu Kab.Boyolali. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif. Desain penelitian ini menggunakan Pre Eksperimental Design yang berbentuk One Group Pretest Posttest Design. Populasi dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas 3 SD Negeri 3 Genengsari. Sampel yang digunakan yaitu peserta didik kelas II SD Negeri 3 Genengsari yang terdiri dari 16 peserta didik. Teknik sampling dalam penelitian ini adalah mengggunakan sampling jenuh. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui wawancara, observasi, tes dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan pada analisis awal adalah uji normalitas. Analisis akhir menggunakan uji normalitas, uji hipotesis, dan uji ketuntasan belajar. Rata-rata hasil belajar peserta didik yang menunjukkan pembelajaran tanpa menggunakan model pembelajaran Realistic Mathematics Education berbantu media kantong (pretest) sebanyak 64,375%. Sedangkan rata-rata hasil belajar peserta didik setelah diberi perlakuan (posttest) dengan menggunakan pembelajaran Realistic Mathematics Education berbantu media kantong sebanyak 78,125 %. Hal tersebut diperkuat dengan hasil perhitungan uji t berpasangan dapat disimpulkan bahwa uji t berpasangan pada hasil pretest dan posttest menghasilkan nilai signifikansi 0,002 < 0,05 maka H0 ditolak dan Ha diterima atau dapat dikatakan bahwa model pembelajaran Realistic Mathematics Education berbantu media kantong bilangan berpengaruh untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas II materi penjumlahan SD Negeri 3 Genengsari. Berdasarkan hasil penelitian ini saran yang dapat peneliti sampaikan hendaknya guru supaya menggunakan model pembelajaran Realistic Mathematics Education digunakan dalam kegiatan pembelajaran materi penjumlahan.

  • Research Article
  • 10.30651/pbjppb.v12i1.19370
Identifikasi Keanekaragaman Jenis Ikan (Class Pisces) Di Kepulauan Kangean Sebagai Sumber Belajar Biologi
  • Jun 6, 2024
  • Pedago Biologi : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Biologi
  • Siti Hadijah + 1 more

Penelitian ini bertujuan untuk : (1) Mengetahui keanekaragaman jenis ikan di kepulauan kangean; (2) Membuat bentuk bahan ajar sebagai sumber belajar biologi dari hasil penelitian keanekaragaman jenis ikan di kepulauan kangean. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Subyek pada penelitian ini adalah tokoh masyarakat atau nelayan pulau kangean yang memiliki pengetahuan tentang ikan. Sedangkan obyek dari penelitian ini adalah keanekaragaman jenis ikan yang ada di pulau kangean. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif dengan menentukan macam, jumlah dan indeks keanekaragaman jenis ikan. Data yang diperoleh dari hasil penelitian ini adalah (1) terdapat 36 jenis ikan; (2) jumlah 1.072 ekor ikan; dan (3) indeks keanekaragaman pada plot 1 yaitu pasar ikan desa arjasa memiliki tingkat keanekaragaman sedang sebesar (2,9224), indeks keanekaragaman pada plot 2 yaitu pasar ikan desa kangayan tingkat keanekaragamannya sedang sebesar (2,6363). Kesimpulan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai rata-rata keanekaragaman jenis ikan secara keseluruhan 36 jenis yaitu (2,7793) yang termasuk kedalam kategori keanekaragaman sedang; Bahan ajar yang dibuat dari penelitian ini berupa buku pengayaan keanekaragaman jenis ikan (class pisces).

Save Icon
Up Arrow
Open/Close