PENYELESAIAN HUKUM PIDANA TERHADAP PELANGGAR LALU LINTAS MELALUI SISTEM E-TILANG DI KABUPATEN BATANG

  • Abstract
  • Literature Map
  • Similar Papers
Abstract
Translate article icon Translate Article Star icon
Take notes icon Take Notes

Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi mendorong perkembangan terhadap penyelesaian hukum bagi pelanggar lalu lintas, penyelesaian hukum tersebut disebut dengen Tilang Elektronik (selanjutnya disebut E-Tilang). Pelanggar lalu lintas yang dimaksud dalam penelitian ini adalah masyarakat di Kabupaten Batang, yang juga aparat penegak hukumnya menggunakan E-tilang sebagai penyelesaian hukum pelanggar lalu lintas di jalan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa penyelesaian hukum terhadap pelangar lalu lintas melalui sistem E-tilang di Kabupaten Batang hambatan penegak hukum dalam penerapan sistem E-tilang di Kabupaten Batang. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis empiris, yaitu penelitian hukum mengenai pemberlakuan atau implementasi ketentuan hukum normatif secara in action pada setiap peristiwa hukum tertentu yang terjadi dalam masyarakat, penelitian dilakukan di Satlantas Polres Kabupaten Batang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses tilang elektronik ini juga melibatkan pengadilan, Mahkamah Agung (MA) menerbitkan Peraturan Mahkamah Agung (Perma) No. 12 Tahun 2016 tentang Tata Cara Penyelesaian Perkara Pelanggaran Lalu Lintas. Penyelesaian hukum pelanggaran lalu lintas dapat diselesaikan melalui Pengadilan Negeri Kabupaten Batang, bahwa penyelesaian pelanggaran lalu lintas dapat dilakukan dengan tahapan prapersidangan, tahapan persidangan, dan tahapan setelah persidangan. Hambatan yang ditemukan adalah keterbatasan alat pemasangan alat rekam CCTV yang ada di Kabupaten Batang hanya sedikit yaitu 8 titik, kemudian terdapat hambatan seperti budaya penegak hukum, hambatan kebiasaan masyarakat yang menggunakan plat nomor polisi palsu atau plat nomor duplikat dan kebiasaan tidak melakukan balik nama kepemilikan kendaraan sehingga yang tercantum bukan pemilik terbaru sebagai pelaku atau pelanggar, serta ditemukan juga hambatan lemahnya budaya penegakan hukum oleh aparat penegak hukum. Kata Kunci: e-tilang, pelanggaran, lalu lintas

Similar Papers
  • Research Article
  • 10.62976/ierj.v1i3.406
The Level Of Community Compliance With The Use Of Traffic Signs In Barito Kuala District
  • Dec 16, 2023
  • Interdisciplinary Explorations in Research Journal
  • Norjannah + 1 more

This research started from the increasing number of traffic accidents that occurred due to a lack of compliance, understanding and awareness among the public regarding the importance of obeying existing traffic rules and signs, starting from the large number of traffic violations from various ages due to this lack of understanding. The problem that researchers took in this research was regarding "The Level of Community Compliance with the Use of Traffic Signs in Barito Kuala Regency" which was motivated by the increasing number of traffic accidents. The aim of this research is to find out the level of compliance and obstacles of the Barito Kuala community regarding the use of traffic signs. The method used in this research is an empirical legal or sociological method and the type of approach used is a legal sociology approach, namely an approach to studying law in a social context. The results of this research are that the level of community compliance is in categories that fluctuate from data on the number of traffic violations in Barito Kuala Regency in 2021, there were 1,700 cases of violators, while in 2022 there was an increase to 2,787 cases of violations, but in 2023 it decreased to 1,408 cases. violation. Meanwhile, the obstacles faced by the community are lack of knowledge, awareness and understanding of traffic signs, lack of willingness to know traffic signs and never participating in socialization held by the police, especially from traffic police. Keywords: Compliance, Traffic signs, Violations Abstrak Penelitian ini berawal dari semakin meningkatnya angka kecelakaan lalu lintas yang terjadi karena kurangnya kepatuhan, pemahaman dan kesadaran masyarakat akan pentingnya menaati peraturan dan rambu-rambu lalu lintas yang ada, berawal dari banyaknya pelanggaran lalu lintas dari berbagai kalangan usia karena kurangnya pemahaman tersebut. Permasalahan yang peneliti ambil dalam penelitian ini adalah mengenai "Tingkat Kepatuhan Masyarakat Terhadap Penggunaan Rambu Lalu Lintas di Kabupaten Barito Kuala" yang dilatarbelakangi oleh semakin meningkatnya angka kecelakaan lalu lintas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kepatuhan dan hambatan masyarakat Barito Kuala terhadap penggunaan rambu-rambu lalu lintas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode hukum empiris atau sosiologis dan jenis pendekatan yang digunakan adalah pendekatan sosiologi hukum, yaitu suatu pendekatan yang mempelajari hukum dalam konteks sosial. Hasil dari penelitian ini adalah tingkat kepatuhan masyarakat berada pada kategori yang berfluktuatif dari data jumlah pelanggaran lalu lintas di Kabupaten Barito Kuala pada tahun 2021 terdapat 1.700 kasus pelanggar, sedangkan pada tahun 2022 mengalami peningkatan menjadi 2.787 kasus pelanggaran, namun pada tahun 2023 mengalami penurunan menjadi 1.408 kasus pelanggaran. Sedangkan kendala yang dihadapi oleh masyarakat adalah kurangnya pengetahuan, kesadaran dan pemahaman tentang rambu-rambu lalu lintas, kurangnya kemauan untuk mengetahui rambu-rambu lalu lintas dan tidak pernah mengikuti sosialisasi yang diadakan oleh pihak kepolisian khususnya dari polisi lalu lintas. Kata kunci: Kepatuhan, Rambu Lalu Lintas, Pelanggaran: Kepatuhan, Rambu Lalu Lintas, Pelanggaran

  • Research Article
  • 10.56457/jjih.v1i1.41
Analisis Politik Hukum Undang-Undang Lalu Lintas Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Terkait Maraknya Kecelakaan Akibat Kerusakan Jalan
  • May 30, 2023
  • Justisia: Jurnal Ilmu Hukum
  • Budi Sulistiyono + 1 more

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara Undang-Undang Lalu Lintas Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan dengan maraknya kecelakaan akibat kerusakan jalan di Indonesia. Undang-Undang tersebut menjadi landasan hukum utama yang mengatur peraturan lalu lintas dan angkutan jalan di negara ini. Namun, meskipun ada peraturan yang jelas, masih terjadi banyak kecelakaan akibat kerusakan jalan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis politik hukum, yang melibatkan penelusuran dan pengumpulan data melalui studi pustaka dan dokumentasi terkait Undang-Undang Lalu Lintas Nomor 22 Tahun 2009 serta data kecelakaan akibat kerusakan jalan yang terjadi di Indonesia. Analisis politik hukum dilakukan dengan mempertimbangkan aspek-aspek politik, sosial, dan hukum yang terkait dengan implementasi undang-undang tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun Undang-Undang Lalu Lintas Nomor 22 Tahun 2009 telah memberikan kerangka hukum yang komprehensif untuk mengatur lalu lintas dan angkutan jalan, masih terdapat beberapa kelemahan dan tantangan dalam implementasinya. Salah satu tantangan utama adalah kurangnya penegakan hukum yang efektif terhadap pelanggaran aturan lalu lintas dan kerusakan jalan. Kerusakan jalan yang tidak segera diperbaiki atau tidak mendapatkan perawatan yang memadai dapat menjadi faktor penyebab kecelakaan lalu lintas. Selain itu, kurangnya pemeliharaan dan pengawasan jalan juga dapat memberikan kontribusi terhadap terjadinya kerusakan jalan yang lebih parah. Hal ini menunjukkan adanya kesenjangan antara regulasi yang ada dan implementasinya dalam praktik. Dalam penelitian ini, diusulkan beberapa rekomendasi kebijakan guna meningkatkan implementasi Undang-Undang Lalu Lintas Nomor 22 Tahun 2009 terkait dengan kerusakan jalan. Rekomendasi tersebut mencakup perbaikan sistem pemeliharaan jalan yang lebih efektif, peningkatan pemantauan dan pengawasan terhadap keadaan jalan, serta penegakan hukum yang lebih tegas terhadap pelanggaran aturan lalu lintas.

  • Research Article
  • 10.57096/blantika.v3i2.288
Kepastian Hukum Penerapan Tilang Elektronik Berbasis Teknologi (Electronic Traffic Law Enforcement) yang Mempengaruhi Efektifitas Penegakan Hukum Lalu Lintas
  • Dec 18, 2024
  • Blantika: Multidisciplinary Journal
  • Tuti Samsiah + 2 more

Penerapan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) di Indonesia, yang bertujuan untuk meningkatkan kepatuhan pengguna jalan terhadap peraturan lalu lintas. Penggunaan teknologi dalam penegakan hukum diharapkan dapat mengurangi angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis efektivitas sistem tilang elektronik dalam meningkatkan kepastian hukum dan disiplin berlalu lintas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan yuridis normatif, dengan analisis terhadap regulasi yang ada dan penerapan ETLE di beberapa kota besar di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan ETLE telah memberikan dampak positif dalam hal pengurangan pelanggaran lalu lintas. Data dari kepolisian menunjukkan penurunan signifikan dalam pelanggaran seperti tidak menggunakan sabuk pengaman dan melanggar lampu merah. Selain itu, masyarakat semakin memahami konsekuensi dari pelanggaran yang dapat dikenakan melalui sistem ini. Namun, masih terdapat tantangan dalam hal sosialisasi dan pemahaman masyarakat mengenai prosedur tilang elektronik. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa penerapan ETLE tidak hanya meningkatkan disiplin pengguna jalan, tetapi juga memberikan kepastian hukum yang lebih baik. Oleh karena itu, diperlukan upaya lebih lanjut dalam penyempurnaan sistem dan peningkatan sosialisasi agar manfaat ETLE dapat dirasakan secara maksimal oleh seluruh lapisan masyarakat.

  • Research Article
  • 10.36915/jish.v2i2.332
Peran Kepolisian dalam mengurangi pelanggaran lalu lintas terhadap Anak di kota Mamuju
  • May 29, 2024
  • JISH: Jurnal Ilmu Syariah dan Hukum
  • Yusuf T + 2 more

Permasalahan yang dikaji pada penelitian ini adalah: (1) Bagaimana peran kepolisian dalam penanggulangan pelanggaran lalu lintas oleh anak sebagai pengendara sepeda motor di kota mamuju.? (2) Apakah kendala yang dihadapi kepolisian dalam penanggulangaan pelanggaran lalu lintas yang dilakukan oleh anak sebagai pengendara sepeda motor.? Penelitian ini adalah penelitian Pustaka maka tempat penelitian dilaksanakan di berbagai tempat seperti perpustakaan, perpuatakaan daerah, perputakaan kampus dan media-media online. Jika dalam penelitian ini memerlukan data tambahan yang mengacu pada kuesioner penelitian yang digunakan maka penelitian dilaksanakan di kantor wilayah kesatuan kepolisian resort mamuju. Hasil penlitian menunjukan Salah satu tindakan yang dilakukan oleh pihak kepolisian untuk menanggulangi pelanggaran lalu lintas yang dilakukan oleh anak sebagai pengendara sepeda motor adalah berupa himbauan, terutama himbauan kepada orang tua agar selalu mengawasi anak-anak untuk tidak mengendarai sepeda motor. Penyuluhan ke sekolah-sekolah ini bertujuan untuk mengenalkan etika berlalu lintas sejak dini kepada anak-anak dengan mengajarkan tata cara dan tata tertib berlalu lintas yang baik, dan pembinaan program keselamatan berlalu lintas sejak dini dan etika dalam berlalu lintas. Faktor yang menjadi kendala adalah internal dimana factor personil kepolisian lalu lintas yang kurang, dan pos-pos jaga polisi yang masih minim dan aktif hanya berada di jalur pintu keluar masuk kota selebihnya daerah yang rawan jarang sekali ditemui pos polisi lalu lintas. Faktor eksternal seperti orang tua yang membela anaknya ketika diberikan tindakan langsung oleh polisi lalu lintas karena terjaring melakukan pelanggaran lalu lintas, masyarakat yang kurang peduli kepada anak yang membawa sepeda motor dilingkungan mereka tinggal, di jalan raya dan membawa motor ke sekolah.

  • Research Article
  • Cite Count Icon 2
  • 10.30997/karimahtauhid.v3i4.12735
Optimalisasi Kinerja Lalu Lintas Ruas Jalan Kebun Raya Bogor Berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan
  • Apr 4, 2024
  • Karimah Tauhid
  • Sasi Kirana Puspita + 2 more

Pemerintah Kota Bogor mengeluarkan Keputusan Walikota Nomor 551-45-109 Tahun 2016 tentang penerapan Manajemen Sistem Satu Arah (SSA) untuk mengatasi kemacetan di jalan seputaran Kebun Raya Bogor. Penetapan SSA ini berdasarkan pada Undang-undang Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah pertama, menganalisis optimalisasi kinerja lalu lintas ruas jalan Kebun Raya Bogor, kedua, untuk mengetahui hambatan yang dihadapi dalam kinerja lalu lintas ruas Jalan Kebun Raya Bogor berdasarkan Undang-undang Nomor 22 tahun 2009 tenang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis-empiris yaitu hukum dikonsepsikan sebagai norma, kaidah, asas atau dogma-dogma. Hasil penelitian ini Hasil penelitian diketahui bahwa fenomena kesemrawutan lalu lintas paling mudah terlihat yaitu pada saat jam sibuk (antara jam 06.30-08.00), dimana waktu tersebut merupakan waktu aktivitas sekolah dan para pekerja. Pengamatan yang dilakukan di 19 titik pos-pos polisi lalu lintas di seluruh Kota Bogor. Kesimpulan penelitian diperoleh bahwa optimalisasi kinerja lalu lintas ruas Jalan Kebun Raya Bogor berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yang dinilai memiliki dampak memudahkan akses perjalanan, tetapi perjalanan yang ditempuh menjadi jauh dan lama. Efek memutar dari sistem SSA mengakibatkan banyak berubahnya rute angkutan kota yang akhirnya juga banyak bersinggungan antar rute angkutan kota.

  • Research Article
  • 10.33373/pta.v5i2.6140
PENEGAKAN HUKUM BAGI PENGEMUDI KENDARAAN BERMOTOR DI BAWAH UMUR TANPA SURAT IZIN MENGEMUDI DITINJAU DARI UU NO 22 TAHUN 2009 TENTANG LALU LINTAS DAN ANGKUTAN JALAN DI WILAYAH SURABAYA PUSAT
  • Feb 20, 2024
  • PETITA
  • Muchammad Eko Pramono + 1 more

Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk membahas dan menganalisa tentang penegakan hukum bagi pengemudi kendaraan bermotor di bawah umur tanpa Surat Izin Mengemudi berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan di wilayah Surabaya Pusat serta membahas dan menganalisa tentang hambatan dalam penegakan hukum bagi pengemudi kendaraan bermotor di bawah umur tanpa Surat Izin Mengemudi berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan di wilayah Surabaya Pusat. Penelitian ini termasuk dalam penelitian yuridis normatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penegakan hukum bagi pengemudi kendaraan bermotor di bawah umur tanpa Surat Izin Mengemudi berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan di wilayah Surabaya pusat adalah dilakukan dengan beberapa upaya yakni: a) Memberikan penjelasan bahwa peraturan lalu lintas penting; b) Melakukan razia lalu lintas; c) Memberi informasi atau sosialisasi.; serta d) Peningkatan aktivitas teknis lalu lintas dalam bentuk perbaikan jalan, atau tanda lalu lintas dan sistem yang mengawal aliran lalu lintas. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa hambatan dalam penegakan hukum bagi pengemudi kendaraan bermotor di bawah umur tanpa Surat Izin Mengemudi berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan di wilayah Surabaya pusat antara lain: keterbatasan persnonil dan jumlah kendaraan untuk melakukan patroli, kurangnya dana untuk kegiatan operasional, kurangnya sosialsasi dan kesadaran masyarakat tentang rambu-rambu lalu lintas.

  • Research Article
  • 10.26740/mitrans.v2n2.p107-118
Strategi untuk Menanggulangi Dampak Lalu Lintas Akibat Pembangunan Jalan Layang (Flyover) Aloha Juanda pada Jalan Raya Waru Arah Sidoarjo - Surabaya
  • Aug 28, 2024
  • Jurnal Media Publikasi Terapan Transportasi
  • Lila Dearestriyani Pranoto + 1 more

Juanda termasuk bandara tersibuk kedua di Indonesia. Bandara ini diperkirakan mampu menampung 6 juta hingga 8 juta penumpang per tahun. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak lalu lintas yang disebabkan dari pembangunan jalan layang Aloha Juanda. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode MKJI 1997, yaitu dengan melakukan analisis perhitungan pada kinerja ruas jalan pada ruas jalan Aloha Juanda dari Sidoarjo menuju Surabaya. Hasil penelitian disampaikan bahwa pembagian volume terbesar dari data survey dengan kapasitas terbesar didapatkan hasil ratio perbandingan untuk menentukan tingkat kinerja ruas jalan Aloha – Juanda dan dari hasil tabel hubungan antara tingkat pelayanan, karakteristik arus lalu lintas, dan ratio volume terhadap kapasitas (MKJI, 1997) tingkat pelayanan berada pada huruf D dan E, dimana D adalah arus mendekati tidak stabil, kecepatan masi bisa dikendalikan, V/C masih dapat ditolerir. Sedangkan E volume lalu lintas mendekati/berada pada kapasitas arus tidak stabil, terkadang terhenti. Namun kepadatan arus lalu lintas mengalami penurunan dengan tingkat pelayanan A dan B setelah selesai konstruksi.

  • PDF Download Icon
  • Research Article
  • 10.30651/ag.v8i1.17440
Analisis Pengawasan Ketertiban Lalu Lintas Pada Daerah Rawan Kemacetan dan Kecelakaan di Kabupaten Gresik
  • May 31, 2023
  • AGREGAT
  • R Endro Wibisono + 1 more

Kabupaten Gresik merupakan salah satu kabupaten dengan tingkat kemacetan dan kecelakaan yang cukup tinggi sehingga perlu adanya analisis mengenai langkah kerja hingga penilaian pengawasan ketertiban lalu lintas. Metode penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif melalui survei pengamatan, wawancara dan studi pustaka serta pengolahan data. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui langkah kerja, pelaksanaan, permasalahan dan solusi pengawasan dan penilaian pengawasan pada daerah rawan kemacetan dan kecelakaan di Kabupaten Gresik. hasil pengamatan adalah Langkah kerja dan K3 yang menjadi pedoman oleh petugas pengawasan. Dalam pelaksanaan pengawasan terdapat beberapa data yang perlu diperoleh, diantaranya data lingkungan, data lalu lintas, data geometri, dll. Dalam perhitungan Kinerja ruas jalan perkotaan dengan menggambil salah satu lokasi dan diperoleh nilai derajat kejenuhan 0.43, kecepatan kendaraan ringan rata-rata dan indeks tingkat pelayanan jalan adalah B yaitu lalu lintas masih stabil. Namun, untuk peramalan untuk 5 tahun mendatang diperoleh nilai derajat kejenuhan 3.49, kecepatan rata – rata kendaraan dan indeks tingkat pelayanan adalah F yaitu kondisi lalu lintas buruk. Permasalahan kerap kali muncul namun, akan diselesaikan dengan solusi yang berdasar pada hasil diskusi. Kriteria penilaian pelaksanaan pengawasan terdiri atas penilaian ketepatan, kedisiplinan, Kesesuaian Petugas dalam melaksanakan tugas pengawasan ketertiban lalu lintas dan keakuratan.

  • Research Article
  • 10.24815/journalces.v6i3.29476
Kajian Pelanggaran Lalu Lintas Oleh Pengemudi Sepeda Motor di Simpang Dodik Kota Banda Aceh
  • Dec 10, 2024
  • Journal of The Civil Engineering Student
  • Amanda Raju Akbar + 2 more

Kendaraan bermotor, termasuk sepeda motor telah menjadi alat transportasi penting dalam aktivitas sehari-hari. Meskipun demikian, penggunaan sepeda motor seringkali menimbulkan berbagai masalah, terutama terkait pelanggaran lalu lintas. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi kaitan volume, kecepatan sepeda motor, pelanggaran dengan jumlah kecelakaan, mengeksplorasi beragam signifikan antara pelanggaran yang dilakukan oleh pengemudi sepeda motor di simpang Dodik Kota Banda Aceh, khususnya di Jalan Cut Nyak Dien dan Jalan Tengku Abdurrahman. Disebut sebagai perbedaan utama, perbedaan antara kedua kategori pengemudi dibahas dalam penelitian ini. Contoh pelanggaran pengemudi sepeda motor termasuk helm, kaca spion, atau lampu depan, serta perilaku pengemudi seperti mengemudi melawan arus, kehilangan fokus, dan membawa muatan berlebih. Fokus penelitian ini adalah volume angkutan, kecepatan sepeda motor, pelanggaran pengemudi sepeda motor. Data dikumpulkan kemudian diproses menggunakan rumus chi-square pada Microsoft Excel. Nilai hipotesis dihitung dengan uji statistik chi-square dan distribusi frekuensi. Berdasarkan penelitian, Jalan Cut Nyak Dien memiliki volume yang turun, kecepatan sepeda motor yang tinggi, beserta pelanggaran yang signifikan, seperti tidak menggunakan helm, tidak memiliki kaca spion, tidak menyalakan lampu depan, melawan arus lalu lintas, dan membawa muatan berlebih. Sedangkan Jalan Tengku Abdurrahman memiliki nomor kecelakaan rendah, volume lalu lintas tinggi, kecepatan sepeda motor rendah, serta memiliki karakteristik pelanggaran lalu lintas oleh pengemudi sepeda motor yang signifikan yakni konsentrasi saat berkendara. Hipotesis H0 yang ditolak dan Ha diterima karena pelanggaran pengemudi sepeda motor berbeda dijalan dengan nomor kecelakaan tinggi beserta rendah. Hasil pengujian chi-square menentukan bahwa nominal chitung lebih besar dibandingkan nilai chi-square tabel, mengindikasikan perbedaan signifikan dalam pelanggaran pengemudi sepeda motor di kedua jalan tersebut.

  • Research Article
  • 10.36418/syntax-literate.v9i7.15835
Kawasan Potensial Tinggi Kemacetan Lalu Lintas di Kota Administrasi Jakarta Pusat
  • Jul 19, 2024
  • Syntax Literate ; Jurnal Ilmiah Indonesia
  • Wahyu Nur Chidayat + 2 more

Penelitian ini bertujuan untuk melihat seberapa besar potensi kemacetan yang terjadi di Kota Administrasi Jakarta Pusat dengan melihat potensi pembangkitan/daya tarik lalu lintas yang dihasilkan dari penggunaan lahan yang ada dan performa lalu lintas yang terjadi di jalan- jalan di wilayah penelitian. Data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi peta administrasi kota Jakarta Pusat, peta pola ruang kota administrasi Jakarta Pusat, serta data lalu lintas jalan-jalan di wilayah penelitian. Tujuan penelitian ini adalah 1) Menganalisis Penggunaan Lahan di Kota Administratif Jakarta Pusat; 2) Menganalisis Potensi Daerah Kemacetan Tinggi Berdasarkan Kinerja Jalan dan Tingkat Pelayanan di Kota Administrasi Jakarta Pusat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hampir 50% ketidaksejajaran lahan terjadi di wilayah penelitian dan menghasilkan daya tarik lalu lintas sebesar 236.513 pcu/jam. Kemudian, berdasarkan kondisi lapangan yang ada dilihat dari beberapa jalan di wilayah studi, kinerja lalu lintas di jalan-jalan di wilayah studi memiliki Tingkat Pelayanan Jalan. /Level of Service (LOS) pada rata-rata jalan D dan E, ini berarti tingkat kemacetan lalu lintas di jalan-jalan di wilayah studi sangat tinggi baik pada jam sibuk maupun non-jam sibuk.

  • Research Article
  • 10.36733/jikt.v14i1.11437
Analisis Tingkat Kebisingan Lalu Lintas pada Kawasan Perdagangan dan Jasa di Kabupaten Gianyar
  • May 21, 2025
  • Jurnal Ilmiah Kurva Teknik
  • I Gusti Agung Gde Suryadarmawan + 2 more

Perkembangan jumlah penduduk di Kabupaten Gianyar memicu terjadinya peningkatan aktifitas dan pergerakan kendaraan bermotor yang berdampak pada peningkatan kebisingan lalu lintas. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kebisingan lalu lintas pada kawasan perdagangan dan jasa, serta mengetahui pengaruh volume lalu lintas terhadap tingkat kebisingan pada kawasan perdagangan dan jasa di Jalan Ngurah Rai Kabupaten Gianyar. Hasil penelitian tingkat kebisingan lalu lintas pada kawasan perdagangan dan jasa di Jalan Ngurah Rai Kabupaten Gianyar menunjukkan bahwa pada semua waktu penelitian dari L1, L2, L3, L4, L5, L6, L7 menunjukkan hasil tingkat kebisingan yang melebihi baku mutu tingkat kebisingan sesuai Kep-48/MenLH/11/1996 kawasan perdagangan dan jasa sebesar 70 dB, dimana tingkat kebisingan sinambung (Leq) tertingginya untuk hari libur adalah 85,01 dB dan untuk hari kerja adalah 86,44 dB. Untuk intensitas tingkat kebisingan total (Leq siang dan malam) pada hari libur sebesar 66,21 dB, sedangkan pada hari kerja sebesar 67,01 dB. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa besarnya arus lalu lintas tidak selalu berbanding lurus dengan tingginya tingkat kebisingan lalu lintas yang terjadi di Kawasan tersebut. Hal ini terbukti dengan hasil salah satu hasil olah data pada grafik 4.3, bahwa pada grafik tersebut tingkat kebisingan sinambung (Leq) tertinggi sebesar 85,01 dB terjadi pada L5 disaat volume lalu lintas bukan merupakan volume lalu lintas tertinggi yaitu sebesar 61,50 Smp/jam. Sedangkan pada L2 saat volume lalu lintas tertinggi sebesar 168,45 Smp/jam tingkat kebisingan sinambungnya (Leq) hanya sebesar 81,93 dB.

  • Research Article
  • 10.26740/mitrans.v1n3.p326-336
Pengaruh Exit Ramp Jalan Tol Terhadap Kinerja Simpang Bersinyal di Simpang 4 Fatmawati Jakarta
  • Dec 28, 2023
  • Jurnal Media Publikasi Terapan Transportasi
  • Widiyo Subiantoro

Exit ramp jalan tol telah dibangun sebagai bagian dari pengembangan infrastruktur jalan raya di daerah tersebut. Pengaruh dari exit ramp ini dievaluasi dalam konteks volume lalu lintas, jenis kendaraan, pola lalu-lintas, sistem manajemen lalu lintas, rekayasa lalu lintas, dan tingkat kemacetan di sekitar simpang bersinyal. Studi ini menggunakan metode pengumpulan data lalu-linta sebelum simpang 4 Fatmawati dan setelah exit ramp tol, serta analisis data lalu-lintas yang mencakup volume kendaraan, waktu siklus lampu lalu lintas, kepadatan lalu lintas, dan tingkat kemacetan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh exit ramp jalan tol terhadap kinerja simpang bersinyal di simpang 4 Fatmawati, Jakarta. Hasil penelitian ini memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang dampak exit ramp jalan tol terhadap simpang bersinyal di simpang 4 Fatmawati. Hasil studi ini dapat digunakan sebagai dasar bagi otoritas lalu-lintas dan pengambil keputusan dalam merencanakan peningkatan atau perubahan pada infrastruktur jalan raya, seperti modifikasi simpang bersinyal atau penyesuaian kapasitas jalan tol. Diharapkan bahwa penelitian ini dapat memberikan wawasan yang berguna dalam upaya meningkatkan kinerja simpang bersinyal dan kemacetan lalu-lintasdi daerah tersebut.

  • Research Article
  • 10.30656/prosisko.v12i2.10453
Pemanfaatan Teknik Machine Learning dalam Memprediksi Kepadatan Lalu Lintas Guna Efisiensi Transportasi
  • Jul 1, 2025
  • PROSISKO: Jurnal Pengembangan Riset dan Observasi Sistem Komputer
  • Rizal Muslim Sinaga + 4 more

Kemacetan lalu lintas di kota-kota besar semakin meningkat akibat pertumbuhan jumlah kendaraan yang tidak sebanding dengan kapasitas jalan. Kondisi ini berdampak pada peningkatan waktu perjalanan, polusi udara, serta risiko kecelakaan. Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi tingkat kepadatan lalu lintas di Kota Medan menggunakan metode pembelajaran mesin. Tiga algoritma yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi linear, random forest, dan XGBoost. Data yang digunakan mencakup informasi lalu lintas dan cuaca yang diperoleh dari sumber terbuka. Tahapan penelitian meliputi eksplorasi data, pra-pemrosesan, rekayasa fitur, pelatihan model, dan evaluasi menggunakan beberapa metrik pengukuran kesalahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa algoritma Random Forest dengan penyesuaian parameter memiliki performa terbaik dibandingkan dengan algoritma lainnya. Model ini dapat digunakan sebagai alternatif dalam pengelolaan lalu lintas guna meningkatkan efisiensi mobilitas di kawasan perkotaan.

  • Research Article
  • 10.35328/keperawatan.v8i2.174
FAKTOR FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN SIKAP POLISI LALU LINTAS DALAM PEMBERIAN BANTUAN HIDUP DASAR (BHD) PADA PERTOLONGAN PERTAMA KECELAKAAN LALU LINTAS DI POLRESTA PEKANBARU
  • Jan 31, 2020
  • Al-Asalmiya Nursing: Jurnal Ilmu Keperawatan (Journal of Nursing Sciences)
  • Nur Izzati Hasanah + 2 more

Tingginya angka kecelakaan lalu lintas meningkatkan tingginya angka kematian. Bantuan hidup dasar dapat menekan angka kematian pada korban henti jantung dan henti nafas akibat kecelakaan lalu lintas dan salah satu tugas polisi lalu lintas adalah memberikan penanganan dengan cepat. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan sikap polisi lalu lintas dalam pemberian bantuan hidup dasar pada pertolongan pertama kecelakaan lalu lintas di POLRESTA Pekanbaru. Metode penelitian ini menggunakan korelasi dengan pendekatan cross sectional menggunakan teknik accidental sampling. Penelitian dilakukan di POLRESTA Pekanbaru dengan populasi 126 orang dan sampel 96 orang. Uji statistik yang digunakan adalah uji chi-square dan kolmogorov-smirnov. Hasil analisa univariat mayoritas responden berusia dewasa awal (26-35 tahun) (58.3%), berjenis kelamin laki-laki (81.2%), berpendidikan perguruan tinggi (66,7%), faktor emosional tinggi (65.6%), pengetahuan cukup (55.2%), pengaruh orang lain yang dianggap lebih penting (57.3%), pengalaman menangani korban sudah pernah (71.9%), sikap negatif (55.2%). Hasil analisa bivariat menunjukkan variabel yang berhubungan dengan sikap polisi lalu lintas dalam pemberian bantuan hidup dasar pada pertolongan pertama kecelakaan lalu lintas yaitu pengetahuan Pvalue = 0.022, pengalaman menangani korban Pvalue = 0.036. Untuk variebel yang tidak berhubungan dengan sikap polisi lalu lintas dalam pemberian bantuan hidup dasar pada pertolongan pertama kecelakaan lalu lintas yaitu faktor emosional Pvalue = 0.156, pengaruh orang lain yang dianggap lebih penting Pvalue = 0.638. Diharapkan sikap negatif dan pengetahuan yang cukup dalam pemberian bantuan hidup dasar dapat diperbaiki dengan cara meningkatkan pengalaman dan memberikan pelatihan
 Daftar Pustaka : 34 (2002-2017)Kata kunci : Sikap, faktor-faktor, polisi lalu lintas, bantuan hidup dasar.

  • Research Article
  • 10.36312/ej.v4i1.1282
Analisis Faktor yang Mempengaruhi Kemacetan Lalu Lintas dan Upaya Penanggulangan pada Simpang Dakota Dr. Wahidin Mataram
  • Jun 30, 2023
  • Empiricism Journal
  • Ratna Sari + 3 more

Simpang Dakota Jalan Dr. Wahidin merupakan salah satu simpang yang berada di Jalan Dr. Wahidin yang merupakan jalan penghubung lalu lintas dari luar kota seperti Lombok Utara ke pusat Kota Mataram. Tingginya volume kendaraan dan hambatan samping serta kurangnya kesadaran masyarakat akan sistem prioritas berkendara mengakibatkan waktu tunda bagi pengendara dan kemacetan sulit dihindari pada simpang tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan solusi sebagai alternatif untuk meningkatkan kinerja simpang. Variabel yang digunakan untuk menganalisis kinerja simpang pada penelitian ini adalah volume dan kapasitas, dimana volume kendaraan diperoleh dari survei langsung dilapangan dan dianalisis menggunakan metode Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI 1997). Metode ini merupakan langkah sebagai manual untuk kegiatan analisis perencanaan, perancangan, dan operasi fasilitas lalu lintas jalan, metode MKJI 1997 merupakan produk hasil penelitian yang dilakukan secara empiris dibeberapa tempat yang dianggap mewakili kondisi karakteristik lalu lintas diwilayah Indonesia yang berdasarkan pada satuan mobil penumpang (smp). Hasil analisis pada kondisi eksisting didapatkan kapasitas (C) 2.756,134 smp/jam sehingga memperoleh nilai derajat kejenuhan (DS) 2,29 > 1,00. Hal ini dapat diartikan bahwa simpang termasuk dalam tingkat pelayanan F (kepadatan lalu lintas sangat tinggi). Alternatif dilakukan dengan penurunan nilai hambatan samping dan pelebaran pada jalan utama dengan menggunakan median sudah mendapatkan nilai derajat kejenuhan sebesar (DS) 0,74 < 0,75 sehingga tingkat pelayanan sudah memenuhi persyaratan (MKJI 1997). Analysis of Factors Affecting Traffic Congestion and Mitigation Efforts at the Dakota Dr. Wahidin Mataram Abstract Dakota Intersection Jalan Dr. Wahidin is one of the intersections on Jalan Dr. Wahidin which is a connecting road for traffic from outside cities such as North Lombok to the center of Mataram City. The high volume of vehicles and side barriers as well as the lack of public awareness of the priority driving system result in delays for drivers and congestion that is difficult to avoid at these intersections. This study aims to find a solution as an alternative to improve intersection performance. The variables used to analyze the performance of the intersections in this study were volume and capacity, where vehicle volume was obtained from direct surveys in the field and analyzed using the Indonesian Highway Capacity Manual (MKJI 1997). This method is a step as a manual for planning, designing, and operating road traffic facility analysis activities, the 1997 MKJI method is a product of research conducted empirically in several places which are considered to represent the condition of traffic characteristics in the Indonesian region based on passenger car units (smp). The results of the analysis in the existing conditions obtained a capacity (C) of 2,756.134 pcu/hour so as to obtain a degree of saturation (DS) value of 2.29 > 1.00. This can be interpreted that the intersection is included in the service level F (very high traffic density). An alternative is to reduce the value of the side barriers and widen the main road by using the median to obtain a degree of saturation value of (DS) 0.74 <0.75 so that the level of service meets the requirements (MKJI 1997).

Save Icon
Up Arrow
Open/Close
  • Ask R Discovery Star icon
  • Chat PDF Star icon

AI summaries and top papers from 250M+ research sources.