PENGEMBANGAN BAHAN AJAR DIGITAL MENGGUNAKAN BOOK CREATOR UNTUK OPTIMALISASI PEMBELAJARAN IPAS MATERI HARMONI EKOSISTEM

  • Abstract
  • Literature Map
  • Similar Papers
Abstract
Translate article icon Translate Article Star icon
Take notes icon Take Notes

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar digital berbasis Book Creator untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam Sosial (IPAS), khususnya materi harmoni dalam ekosistem. Menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan model Borg & Gall, penelitian ini melibatkan observasi, wawancara, angket, dan tes hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan bahan ajar digital ini berhasil meningkatkan rata-rata nilai siswa dari 70 pada pretest menjadi 85 pada posttest, mencerminkan peningkatan sebesar 21,4%. Umpan balik positif dari siswa dan guru menunjukkan bahwa bahan ajar ini tidak hanya meningkatkan pemahaman konsep tetapi juga membuat proses pembelajaran lebih menarik dan menyenangkan. Temuan ini mengindikasikan bahwa integrasi teknologi dalam pendidikan dapat secara signifikan mempengaruhi hasil belajar siswa dan mendukung kebijakan pendidikan yang mendorong penggunaan media pembelajaran interaktif di sekolah dasar.

Similar Papers
  • Research Article
  • 10.36002/jmk.v7i1.3089
PENERAPAN METODE DEMONSTRASI UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS DAN HASIL BELAJAR TABLE SET-UP DI SMK NEGERI 2 SUKAWATI GIANYAR
  • Aug 22, 2024
  • MEDIA EDUKASI : JURNAL ILMU PENDIDIKAN
  • Agus Narayana + 2 more

Tujuan penelitian ini adalah:1) mengetahui efektivitas implementasi metode demonstrasi pada mata pelajaran tata hidang untuk meningkatkan kreativitas siswa kelas XI Jasa Boga 2, 2) mengetahui efektivitas implementasi metode demonstrasi pada mata pelajaran tata hidang untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas XI Jasa Boga 2. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas, jumlah sampel sebanyak 31 siswa. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner untuk mengukur kreativitas belajar serta tes penilaian unjuk kerja untuk mengukur hasil belajar siswa. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan: 1) terjadi peningkatkan kreativitas belajar siswa kelas XI Jasa Boga 2 setelah diterapkan metode demonstrasi pada mata pelajaran tata hidang khususnya pada materi table set-up Tahun Pelajaran 2015/2016. Hal ini dilihat dari kreativitas belajar siswa siklus I memperoleh rata-rata 65,82% berada pada kategori “cukup” pada siklus II rata-rata kreativitas siswa 79,13% berada pada kategori “baik”. Hal ini menunjukkan terjadi peningkatan kreativitas belajar siswa pada siklus II, peningkatan rata-rata sebesar 13,31%; 2) terjadi peningkatkan hasil belajar siswa kelas XI Jasa Boga 2 setelah diterapkan metode demonstrasi pada mata pelajaran melakukan persiapan dan pengolahan Tahun Pelajaran 2015/2016. Hal ini dapat dilihat dari hasil belajar siswa pada siklus I memperoleh rata-rata 75,13% berada pada kategori “baik” sedangkan pada siklus II rata-rata hasil belajar siswa 84,36% berada pada kategori “baik”. Hal ini menunjukkan telah terjadi peningkatan hasil belajar siswa pada siklus II, peningkatan rata-rata sebesar 9,23%. Penerapan metode demonstrasi dalam penelitian ini telah dikatakan berhasil meningkatkan kreativitas serta hasil belajar siswa. Hasil penelitian ini diharapkan mampu dijadikan metode belajar yang dapat digunakan pada pembelajaran jasa boga untuk meningkatkan kreativitas dan hasil belajar siswa

  • Research Article
  • 10.59632/sjpp.v2i2.311
Penggunaan Media Puzzle untuk Meningkatkan Minat dan Hasil Belajar PKN Siswa Sekolah Dasar
  • Dec 31, 2024
  • SIBERNETIK: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
  • Eunike Mandolang + 3 more

Penelitian ini menelaah minat dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran PKn materi pengamalan Pancasila dikelas II SD GMIM 11 Manado. Masalah penelitian ini adalah minat dan hasil belajar siswa pada pelajaran PKn masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan minat dan hasil belajar PKn siswa kelas II SD GMIM 11 Manado. Media dalam penelitian ini menggunakan media puzzle. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, tes dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis statistik deskriptif untuk menggambarkan tentang peningkatan nilai hasil belajar siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hasil belajar PKn mengalami peningkatan, di mana pada Pra- siklus siswa yang tuntas berjumlah 5 orang siswa dengan persentase 16% dan siswa yang tidak tuntas berjumlah 25 siswa dengan persentase 84%, dengan rata-rata mencapai 44. Pada siklus I hasil belajar siswa meningkat, siswa yang tuntas berjumlah 8 siswa dengan persentase 27% dan siswa yang tidak tuntas berjumlah 22 siswa dengan persentase 73% dengan rata-rata mencapai 50. Pada siklus II hasil belajar siswa meningkat dengan jumlah siswa yang tuntas sebanyak 24 siswa dan siswa yang tidak tuntas berjumlah 6 siswa, sehingga persentase ketuntasan siswa pada siklus II mencapai 80%. Minat belajar siswa pada siklus I mendapat skor rata-rata 74,8 dengan kategori ‘baik’; sedangkan pada siklus II mendapat skor 93 dengan kategori ‘sangat baik’. Dengan demikian disimpulkan bahwa penggunaan media puzzle dapat meningkatkan minat dan hasil belajar siswa.

  • Research Article
  • 10.24260/add.v1i2.1131
ANALISIS PERBANDINGAN HASIL BELAJAR SISWA SECARA DARING DAN LURING MATA PELAJARAN MATEMATIKA
  • Dec 24, 2022
  • Al-'Adad : Jurnal Tadris Matematika
  • Selvie Selvie + 2 more

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar matematika secara daring dan luring pada siswa jurusan MIA angkatan 19 di SMA Negeri 1 Tebas. Penelitian ini merupakan penelitian pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian fenomenologi untuk mencari tahu rata-rata hasil belajar matematika siswa ketika pembelajaran daring dan pembelajaran luring. Adapun tahapan penelitian ini terdiri dari tahap orientasi yang dilakukan melalui wawancara awal dengan salah satu guru Matematika di SMA Negeri 1 Tebas. Tahap kedua yaitu tahap ekplorasi dengan teknik pengumpulan data adalah menggunakan teknik non tes melalui wawancara dan dokumentasi. Kemudian tahap yang ketiga yaitu analisis data dengan cara triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar matematika siswa secara luring lebih unggul dibanding hasil belajar siswa secara daring. Dimana rata-rata hasil belajar siswa kelas XI MIA dalam pembelajaran daring adalah 74,13 sedangkan rata-rata hasil belajar siswa kelas XII MIA dalam pembelajaran luring adalah 79,66. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan dari hasil belajar matematika secara daring dan luring pada siswa jurusan MIA angkatan 19 di SMA Negeri 1 Tebas.

  • Research Article
  • 10.54371/jiepp.v5i1.650
Implementasi Model Pembelajaran Problem Basic Learning untuk meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas IV Sekolah Dasar
  • Apr 12, 2025
  • Jurnal Inovasi, Evaluasi dan Pengembangan Pembelajaran (JIEPP)
  • Irka Hardianti + 3 more

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana menerapkan model pembelajaran berbasis masalah dapat meningkatkan hasil belajar siswa di kelas IVC SD Negeri Wonotingal, Kecamatan Candisari, Kota Semarang. Jenis penelitian tindakan kelas (PTK) yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Pendekatan ini terdiri dari dua siklus, dengan setiap siklus terdiri dari dua pertemuan dengan tahapan kegiatan seperti perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Fokus penelitian ini adalah aplikasi model pembelajaran berbasis masalah dan hasil belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik aktivitas guru maupun hasil belajar siswa telah meningkat dalam pembelajaran. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa siswa di kelas IVC SDN Wonotingal, Kecamatan Candisari, Kota Semarang, dapat memperoleh hasil belajar yang lebih baik dengan menerapkan model pembelajaran berbasis masalah.

  • Research Article
  • 10.70713/pjp.v2i3.31051
Peningkatkan Hasil Belajar IPA Melalui Penerapan Model Problem Based Learning Di Sekolah Dasar
  • Nov 15, 2022
  • Pinisi Journal Pendidikan Guru Sekolah Dasar
  • Putri Nuryani + 2 more

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar siswa kelas V SDN Kramat 2 muatan pelajaran IPA. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar IPA menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL). Subjek penelitian adalah siswa kelas V SDN Kramat 2 dengan jumlah 25 siswa. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan observasi, tes dan dokumentasi. Penelitian ini terdiri dari 2 siklus dimana terdapat satu kali pertemuan kegiatan pembelajaran pada tiap siklusnya. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Kriteria keberhasilan penelitian yang ditetapkan untuk hasil belajar siswa adalah 75 untuk skala penilaian 1-100 sesuai dengan kriteria ketuntasan minimal muatan pelajaran IPA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model PBL dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada pembelajaran IPA, keaktifan siswa meningkat berdasarkan data observasi yang diperoleh dari observer. Kemudian hasil belajar siswa yang menjadi fokus utama dalam penelitian ini juga mengalami peningkatan tiap siklusnya. Rata-rata hasil belajar siswa pada pra siklus hanya mencapai 67,9. Setelah diterapkan model PBL pada siklus I rata-rata nilai hasil belajar siswa meningkat menjadi 77,5 dan pada siklus II meningkat menjadi 85,4. Berdasarkan hasil di atas, dapat disimpulkan bahwa model PBL berpengaruh terhadap hasil belajar IPA pada siswa kelas V di SDN Kramat 2. Kata kunci: IPA; hasil belajar; Project Based Learning

  • Research Article
  • 10.59698/afeksi.v6i5.543
Pengaruh Metode Peer Teaching Terhadap Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran PAI Kelas VIII di SMP Negeri 9 Sampit
  • Jun 16, 2025
  • Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan
  • Fissa Iidwita Utami + 2 more

Permasalahan utama yang melatarbelakangi penelitian ini adalah rendahnya tingkat pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran yang disampaikan oleh pendidik, yang berdampak pada kurang optimalnya pencapaian hasil belajar. Berdasarkan kondisi tersebut, penelitian ini diarahkan untuk: (1) mengkaji secara mendalam implementasi metode peer teaching dalam proses pembelajaran di kelas VIII SMP Negeri 9 Sampit; (2) membandingkan capaian hasil belajar siswa sebelum dan sesudah penerapan metode tersebut; serta (3) menilai tingkat peningkatan hasil belajar yang terjadi sebagai akibat dari penggunaan metode peer teaching. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis pra-eksperimen, mengadopsi desain one group pretest-posttest untuk memperoleh gambaran perubahan yang terukur. Hasil analisis menunjukkan bahwa pelaksanaan metode peer teaching berjalan dengan efektivitas yang cukup tinggi, tercermin dari nilai rata-rata implementasi sebesar 37,34 yang tergolong dalam kategori baik. Sebelum metode ini diterapkan, hasil belajar siswa berada dalam kategori tinggi, dengan rata-rata nilai pretest 17,53; setelah intervensi, terjadi peningkatan yang signifikan ke kategori sangat tinggi, ditandai oleh rata-rata nilai posttest sebesar 20,83. Selain itu, peningkatan hasil belajar yang dicapai memiliki efektivitas sedang namun berarti secara statistik, dengan nilai rata-rata N-Gain sebesar 57,3651%, yang menunjukkan bahwa metode peer teaching mampu memberikan dampak positif terhadap peningkatan pemahaman dan prestasi akademik siswa dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam.

  • Research Article
  • 10.36002/jmk.v8i1.3082
PENINGKATAN HASIL BELAJAR SANITASI, HYGIENE DAN KESELAMATAN KERJA SISWA MENGGUNAKAN MODEL QUANTUM LEARNING
  • Aug 13, 2024
  • MEDIA EDUKASI : JURNAL ILMU PENDIDIKAN
  • Rahma Ayu + 2 more

Penelitian tindakan kelas, khususnya mengkaitkan Hasil Belajar Sanitasi, Hygiene dan Keselamatan Kerja Siswa dengan menggunakan Model Quantum Learning di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) termasuk langka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar sanitasi, hygiene dan keselamatan kerja siswa kelas X Jurusan Jasa Boga di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Bali Dewata Denpasar dengan penerapan model pembelajaran kuantum (Quantum learning). Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas, dengan jumlah sampel sebanyak 41 siswa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes essay untuk mengukur hasil belajar siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa kelas X jurusan jasa boga Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Bali Dewata tahun ajaran 2015/2016 setelah diterapkannya model pembelajaran quantum learning pada mata pelajaran sanitasi, hygiene dan keselamatan kerja. Hal ini dapat dilihat dari hasil belajar siswa pada siklus I menunjukkan rata-rata skor 70,95% berada pada kategori “cukup baik”, selanjutnya setelah melalui siklus II, rata-rata hasil belajar siswa menjadi 84,29% dan berada pada kategori “baik”. Hal ini menunjukkan telah terjadi peningkatan hasil belajar siswa dari siklus I ke siklus II sebesar 13,34%. Serta terjadi peningkatan ketuntasan klasikal dari yang sebelumnya 31,71% pada siklus I menjadi 100% pada siklus II. Hasil ini menunjukkan bahwa penerapan model quantum learning dalam penelitian ini berhasil meningkatkan hasil belajar siswa. Hasil penelitian ini diharapkan mampu dijadikan salah satu alternatif model pembelajaran yang dapat digunakan pada pembelajaran jasa boga untuk meningkatkan hasil belajar siswa.

  • Research Article
  • 10.60126/maras.v2i2.299
Model Pembelajaran Quantum Teaching pada Mata Pelajaran IPA di Sekolah Dasar
  • Jun 3, 2024
  • MARAS: Jurnal Penelitian Multidisiplin
  • Jelvi Monica Mangundap + 2 more

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar IPA materi tentang sifat-sifat cahaya dengan penerapan model quantum teaching di kelas V SD. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas dengan jenis penelitian model Kemmis dan Mc. Taggart. Penelitian ini dilakukan terhadap siswa kelas V SD dengan subjek dalam penelitian ini sebanyak 25 siswa. Teknik pengumpulan data melalui tes, observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis hasil belajar. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus dengan menggunakan empat tahapan yakni perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran quantum teaching dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Hasil belajar siswa pada siklus satu memperoleh nilai rata-rata 83 dengan presentase ketuntasan sebesar 72%. Pada siklus dua hasil belajar siswa memperoleh nilai rata-rata 91 dengan presentase ketuntasan mengalami peningkatan sebesar 95%. Selama proses pembelajaran IPA dengan menggunakan quantum teaching aktivitas belajar siswa lebih antusias, termotivasi, dan dalam memahami materi semakin lebih baik. Adapun rekomendasi yang dapat diberikan adalah iklim belajar dengan menggunakan media atau model pembelajaran yang menarik perlu ditingkatkan di kalangan guru sekolah dasar.

  • Research Article
  • 10.28926/jtpdm.v2i1.330
Penerapan Metode Jigsaw dalam Upaya Meningkatkan Hasil Belajar IPS tentang Kegiatan Ekonomi Masyarakat pada Siswa Kelas V Semester 1 SD Negeri 3 Sumberdadap Pucanglaban Tulungagung Tahun Pelajaran 2019/2020
  • Mar 1, 2022
  • Jurnal Terapan Pendidikan Dasar dan Menengah
  • Siti Kolipah

Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan di Kelas V pada waktu pembelajaran IPS diperoleh hasil bahwa Hasil belajar siswa kurang memuaskan, yaitu dari 14 siswa hanya 6 siswa yang nilainya dapat mencapai KKM atau ≥ 70, sedangkan 8 siswa lainnya masih belum dapat mencapai KKM atau ≤ 69. Hal ini disebabkan karena guru kurang memberikan penekanan materi yang jelas tentang Kegiatan ekonomi masyarakat tersebut, setelah memberikan tugas kepada siswa, guru meninggalkan ruangan, guru tidak menggunakan strategi, maupun metode yang dapat digunakan untuk mengembangkan kreatif siswa, serta masih banyak siswa yang bermain sendiri pada saat pembelajaran berlangsung. Untuk itu agar dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam menyelesaikan soal tentang Kegiatan ekonomi masyarakat serta untuk tercapainya tujuan pembelajaran perlu diadakan perbaikan pembelajaran dengan menerapkan Metode Jigsaw.
 Rumusan masalah penelitian ini: (a) Bagaimana penerapan Metode Jigsaw untuk meningkatkan hasil belajar IPS tentang kegiatan ekonomi masyarakat pada Siswa Kelas V SD Negeri 3 Sumberdadap Pucanglaban Tulungagung? b) Apakah penerapan Metode Jigsaw dapat meningkatkan pemahaman Siswa pada IPS tentang kegiatan ekonomi masyarakat Kelas V SD Negeri 3 Sumberdadap Pucanglaban Tulungagung? (c) Apakah penerapan Metode Jigsaw dapat meningkatkan hasil belajar IPS tentang kegiatan ekonomi masyarakat pada Siswa Kelas V SD Negeri 3 Sumberdadap Pucanglaban Tulungagung?
 Penelitian ini menggunakan jenis penelitian tindakan kelas (PTK). Subjek penelitian adalah siswa Kelas V. Dalam penelitian ini peneliti sebagai guru (pengajar), guru kelas (mitra peneliti) sebagai observer proses pembelajaran Kegiatan ekonomi masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Metode Jigsaw untuk meningkatkan Hasil belajar siswa pada materi Kegiatan ekonomi masyarakat siswa Kelas V SD Negeri 3 Sumberdadap Pucanglaban Tulungagung mempunyai kriteria keberhasilan baik. Hal ini dibuktikan dengan adanya peningkatan Hasil belajar siswa berdasarkan nilai post test per siklus dengan nilai di atas KKM yaitu persentase pada siklus I 64,3% dan pada siklus II 85,7%.
 Simpulan yang diperoleh dari hasil penelitian ini adalah bahwa penerapan pembelajaran Kegiatan ekonomi masyarakat melalui Metode Jigsaw dapat meningkatkan Hasil belajar siswa Kelas V SD Negeri 3 Sumberdadap Pucanglaban Tulungagung dan dapat mempermudah siswa dalam menyelesaikan persoalan Kegiatan ekonomi masyarakat. Oleh karena itu guru menggunakan Metode Jigsaw dalam pembelajaran IPS pada materi Kegiatan ekonomi masyarakat agar Hasil belajar siswa meningkat.

  • Research Article
  • 10.28926/jtpdm.v2i1.328
Efektivitas Metode Discovery Learning dalam Upaya Peningkatan Hasil Belajar Pendidikan Kewarganegaraan yang Memuat Makna Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada Siswa Kelas VII-C Semester 1 SMP Negeri 2 Campurdarat Tahun Pelajaran 2019/2020
  • Mar 1, 2022
  • Jurnal Terapan Pendidikan Dasar dan Menengah
  • Anik Mujiati

Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan di Kelas VII-C pada waktu pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan diperoleh hasil bahwa Hasil belajar siswa kurang memuaskan, yaitu dari 36 siswa hanya 11 siswa yang nilainya dapat mencapai KKM atau ≥ 73, sedangkan 27 siswa lainnya masih belum dapat mencapai KKM atau ≤ 69. Hal ini disebabkan karena guru kurang memberikan penekanan materi yang jelas tentang Makna Proklamasi Kemerdekaan Indonesia tersebut, setelah memberikan tugas kepada siswa, guru meninggalkan ruangan, guru tidak menggunakan strategi, maupun metode yang dapat digunakan untuk mengembangkan kreatif siswa, serta masih banyak siswa yang bermain sendiri pada saat pembelajaran berlangsung. Untuk itu agar dapat meningkatkan Hasil belajar siswa dalam menyelesaikan soal tentang Makna Proklamasi Kemerdekaan Indonesia serta untuk tercapainya tujuan pembelajaran perlu diadakan perbaikan pembelajaran dengan menerapkan Metode discovery learning.
 Rumusan masalah penelitian ini: (a) Bagaimana penerapan Metode discovery learning untuk meningkatkan Hasil belajar Pendidikan Kewarganegaraan yang memuat Makna Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada Siswa Kelas VII-C SMP Negeri 2 Campurdarat? (b) Apakah penerapan Metode discovery learning dapat meningkatkan pemahaman Siswa pada Pendidikan Kewarganegaraan yang memuat Makna Proklamasi Kemerdekaan Indonesia Kelas VII-C SMP Negeri 2 Campurdarat? (c) Apakah penerapan Metode discovery learning dapat meningkatkan Hasil belajar Pendidikan Kewarganegaraan yang memuat Makna Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada Siswa Kelas VII-C SMP Negeri 2 Campurdarat?
 Penelitian ini menggunakan jenis penelitian tindakan kelas (PTK). Subjek penelitian adalah siswa Kelas VII-C. Dalam penelitian ini peneliti sebagai guru (pengajar), guru kelas (mitra peneliti) sebagai observer proses pembelajaran Makna Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Metode discovery learning untuk meningkatkan Hasil belajar siswa pada materi Makna Proklamasi Kemerdekaan Indonesia siswa Kelas VII-C SMP Negeri 2 Campurdarat mempunyai kriteria keberhasilan baik. Hal ini dibuktikan dengan adanya peningkatan Hasil belajar siswa berdasarkan nilai post test per siklus dengan nilai di atas KKM yaitu persentase pada siklus I 63,9% dan pada siklus II 88,9%.
 Simpulan yang diperoleh dari hasil penelitian ini adalah bahwa penerapan pembelajaran Makna Proklamasi Kemerdekaan Indonesia melalui Metode discovery learning dapat meningkatkan Hasil belajar siswa Kelas VII-C SMP Negeri 2 Campurdarat dan dapat mempermudah siswa dalam menyelesaikan persoalan Makna Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Oleh karena itu guru menggunakan Metode discovery learning dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan pada materi Makna Proklamasi Kemerdekaan Indonesia agar Hasil belajar siswa meningkat.

  • Research Article
  • 10.28926/jtpdm.v2i1.324
Penerapan Pembelajaran Peer Teaching Method dalam Upaya Peningkatan Hasil Belajar Teknik Elektronika Industri yang Memuat Pemasangan PCB pada Siswa Kelas XI TEI-1 Semester 2 SMK Negeri 3 Boyolangu Tulungagung Tahun Pelajaran 2018/2019
  • Mar 1, 2022
  • Jurnal Terapan Pendidikan Dasar dan Menengah
  • Achmad Anang Aswanto

Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan di Kelas XI TEI-1 pada waktu pembelajaran Teknik Elektronika Industri diperoleh hasil bahwa Hasil Belajar siswa kurang memuaskan, yaitu dari 34 siswa hanya 11 siswa yang nilainya dapat mencapai KKM atau ≥ 70, sedangkan 23 siswa lainnya masih belum dapat mencapai KKM atau ≤ 69. Hal ini disebabkan karena guru kurang memberikan penekanan materi yang jelas tentang Pemasangan PCB tersebut, setelah memberikan tugas kepada siswa, guru meninggalkan ruangan, guru tidak menggunakan strategi, maupun metode yang dapat digunakan untuk mengembangkan kreatif siswa, serta masih banyak siswa yang bermain sendiri pada saat pembelajaran berlangsung. Untuk itu agar dapat meningkatkan Hasil Belajar siswa dalam menyelesaikan soal tentang Pemasangan PCB serta untuk tercapainya tujuan pembelajaran perlu diadakan perbaikan pembelajaran dengan menerapkan Metode Peer Teaching Method.
 Rumusan masalah penelitian ini: (a) Bagaimana penerapan Pembelajaran Peer Teaching Method untuk meningkatkan hasil belajar tugas Teknik Elektronika Industri yang memuat Pemasangan PCB pada Siswa Kelas XI TEI-1 SMK Negeri 3 Boyolangu Tulungagung? (b) Apakah penerapan Pembelajaran Peer Teaching Method dapat meningkatkan pemahaman Siswa pada tugas Teknik Elektronika Industri yang memuat Pemasangan PCB Kelas XI TEI-1 SMK Negeri 3 Boyolangu Tulungagung? (c) Apakah penerapan Pembelajaran Peer Teaching Method dapat meningkatkan hasil belajar tugas Teknik Elektronika Industri yang memuat Pemasangan PCB pada Siswa Kelas XI TEI-1 SMK Negeri 3 Boyolangu Tulungagung?
 Penelitian ini menggunakan jenis penelitian tindakan kelas (PTK). Subjek penelitian adalah siswa Kelas XI TEI-1. Dalam penelitian ini peneliti sebagai guru (pengajar), guru kelas (mitra peneliti) sebagai observer proses pembelajaran Pemasangan PCB. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode Peer Teaching Method untuk meningkatkan Hasil Belajar siswa pada materi Pemasangan PCB siswa Kelas XI TEI-1 SMK Negeri 3 Boyolangu Tulungagung mempunyai kriteria keberhasilan baik. Hal ini dibuktikan dengan adanya peningkatan Hasil Belajar siswa berdasarkan nilai post test per siklus dengan nilai di atas KKM yaitu persentase pada siklus I 58,8% dan pada siklus II 94,1%.
 Simpulan yang diperoleh dari hasil penelitian ini adalah bahwa penerapan pembelajaran Pemasangan PCB melalui Metode Peer Teaching Method dapat meningkatkan Hasil Belajar siswa dan dapat mempermudah siswa dalam menyelesaikan soal Pemasangan PCB Kelas XI TEI-1 SMK Negeri 3 Boyolangu Tulungagung. Oleh karena itu guru disarankan untuk menggunakan Metode Peer Teaching Method dalam pembelajaran Teknik Elektronika Industri pada materi Pemasangan PCB agar Hasil Belajar siswa meningkat.

  • Research Article
  • 10.31942/sd.v9i1.11008
Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Lompat Jauh Melalui Pendekatan Permainan Tradisional Pada Siswa Kelas V SD 3 Jepangpakis
  • Jun 13, 2024
  • SOSIO DIALEKTIKA
  • Miftachul A’La + 1 more

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan keaktifan dan gerak dasar pada lompat jauh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan pembelajaran pendidikan jasmani materi pokok lompat jauh dengan menggunakan metode permainan tradisional pada siswa kelas V SD 3 Jepangpakis, Kab. Kudus.Desain penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang berlangsung dua siklus. Subjek penelitian adalah siswa kelas V SD 3 Jepangpakis, Kab. Kudus sebanyak 30 siswa. Data diambil sebelum proses pembelajaran dan sesudah pembelajaran oleh peneliti bersama kolaborator, dengan menggunakan table observasi. Penelitian ini dianalisis dengan menggunakan teknik deskriptif kuantitatif presentase.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ada peningkatan pembelajaran suasana kelas di tunjukan Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa secara keseluruhan hasil belajar siswa pada siklus I sebanyak 46,7% atau 14 siswa tuntas KKM, dan 53,3% atau 16 siswa tidak tuntas KKM. dan pada pelaksanaan siklus II hasil belajar siswa secara keseluruan meningkat sebanyak 86,7% atau 26 siswa tuntas KKM dan 13,3% atau 4 siswa tidak mencapai kriteria ketuntasan (KKM) yang di tentukan sekolah.Berdasarkan data hasil penelitian menunjukan bahwa hasil belajar siswa pada materi lompat jauh kelas V SD 3 Jepangpakis mengalami peningkatan. Peningkatan hasil belajar siswa di tandai dengan meningkatnya nilai ketuntasan hasil belajar siswa dalam setiap siklus, dan sikap siswa dalam mengikuti pembelajaran Penjasorkes. Berdasarkan hasil penelitian dapat di simpulkan bahwa penerapan lompat tali dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam materi lompat jauh.

  • Research Article
  • 10.36002/jmk.v7i1.3097
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA JURUSAN JASA BOGA
  • Aug 22, 2024
  • MEDIA EDUKASI : JURNAL ILMU PENDIDIKAN
  • Putu Mahardika Mahardika + 2 more

Tujuan penelitian ini adalah: 1) untuk menganalisis penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw pada mata pelajaran pengelolaan masakan kontinental dalam meningkatkan motivasi belajar siswa kelas X jurusan jasa boga tahun pelajaran 2015/2016 di SMK Seni Ukir Tangeb, 2) untuk menganalisis penerapan model pembelajaran kooperatif jigsaw pada mata pelajaran pengelolaan masakan kontinental dalam meningkatkan hasil belajar siswa kelas X jurusan jasa boga tahun pelajaran 2015/2016 di SMK Seni Ukir Tangeb. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan di kelas X Jurusan Tata Boga SMK Seni UkirTangeb dengan jumlah sampel sebanyak 42 siswa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuisioner untuk mengukur motivasi belajar siswa serta tes esaay untuk mengukur hasil belajar siswa. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan: 1) terjadi peningkatan motivasi belajar siswa kelas X jurusan jasa boga tahun pelajaran 2015/2016 di SMK Seni Ukir Tangeb setelah diterapkannya model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw pada mata pelajaran pengelolaan masakan kontinental. Hal ini dapat dilihat dari motivasi belajar siswa pada siklus I memperoleh rata-rata 65,27% berada pada kategori “cukup” sedangkan pada siklus II rata-rata motivasi belajar siswa 81,89% berada pada kategori “baik”. Hal ini menunjukkan telah terjadi peningkatan motivasi belajar siswa dari siklus I ke siklus II sebesar 16,62%, 2) terjadi peningkatan hasil belajar siswa kelas X jurusan jasa boga tahun pelajaran 2015/2016 di SMK Seni Ukir Tangeb setelah diterapkannya model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw pada mata pelajaran pengelolaan masakan kontinental. Hal ini dapat dilihat dari hasil belajar siswa pada siklus I memperoleh rata-rata 68,47% berada pada kategori “cukup” sedangkan pada siklus II rata-rata hasil belajar siswa 84,21% berada pada kategori “baik”. Hal ini menunjukkan telah terjadi peningkatan hasil belajar siswa dari siklus I ke siklus II sebesar 15,74%. Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dalam penelitian ini telah dikatakan berhasil meningkatkan motivasi serta hasil belajar siswa. Hasil penelitian ini diharapkan mampu dijadikan salah satu alternatif model belajar yang dapat digunakan pada pembelajaran jasa boga untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa.

  • Research Article
  • 10.69866/dp.v17i2.194
Penerapan Discovery Learning Kombinasi Media Trasi Sele (TRAiner reSIstor Seri paraLEl) Sebagai Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kompetensi Dasar Listrik Dan Elektronika SMKN 1 Lengkong
  • Oct 30, 2022
  • Dharma Pendidikan
  • Noventy Prasetyaningsih

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendiskripsikan (1) Penerapan Media “TRASI SELE” (TRAiner ReSIStor SEri paraLEl ) pada kompetensi Dasar Listrik dan Elektronika untuk kelas X TAV SMKN 1 Lengkong (2) Penerapan Media TRASI SELE (TRAiner reSIstor Seri paraLEl) dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada kompetensi Dasar Listrik dan Elektronika di kelas X TAV SMKN 1 Lengkong. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas dan dilakukan sebanyak 2 putaran yang bertujuan untuk mengetahui hasil belajar siswa kelas X TAV SMKN 1 Lengkong setelah penerapan media TRASI SELE (TRAiner reSIstor Seri paraLEl) dengan metode pembelajaran Discovery Learning.pada kompetensi Dasar Listrik dan Elektronika. Media pembelajaran TRASI SELE (TRAiner reSIstor Seri paraLEl) dibuat khusus untuk siswa agar mudah dalam belajar pembacaan resistor dengan praktek langsung dan melakukan pegukuran menggunakan AVO meter. Dengan penggunaan media ini pembelajaran bersifat student centre dimana siswa berperan aktif dengan guru hanya sebagai fasilitator. Metode Pembelajaran yang digunakan adalah Discovery Learning sangat sesuai dengan pemakaian media. Penyampaian materi menjadi tidak monoton dan dapat menumbuhkan sikap positif siswa terhadap materi dan proses belajar. Dengan media pembelajaran TRASI SELE (TRAiner reSIstor Seri paraLEl) membuat siswa lebih tertarik dan bersemangat serta gembira dalam pembelajaran sehingga dapat meningkatkan hasil belajar. Hasil penelitian pada putaran I, II menunjukkan bahwa (1) Penerapan Media TRASI SELE (TRAiner reSIstor Seri paraLEl) dengan metode pembelajaran Discovery Learning.pada kompetensi Dasar Listrik dan Elektronika. sangat mudah dilakukan dan anak-anak tertarik serta antusias di karenakan media sangat mudah di praktekan dan mampu meningkatkan pemahaman siswa (2) Penilaian hasil belajar siswa pada penelitian ini berupa post test. Hasil belajar klasikal pada setiap putaran sebesar 78,57 % dan 81,25%, Sehingga menunjukkan bahwa dengan penerapan Media TRASI SELE (TRAiner reSIstor Seri paraLEl) dengan metode pembelajaran Discovery Learning.pada kompetensi Dasar Listrik dan Elektronika mampu meningkatkan hasil belajar siswa.

  • Research Article
  • 10.55324/jgi.v1i11.107
Efektivitas Media Pembelajaran Interaktif Berbasis Power Point terhadap Hasil Belajar IPA Kelas IV SDN 2 Kerandon Kabupaten Cirebon
  • Aug 21, 2024
  • Jurnal Global Ilmiah
  • Sefina Sefina + 2 more

Penelitian ini dilatar belakangi oleh hasil belajar siswa yang rendah diakibatkan oleh kurang menariknya proses pembelajaran sehingga menimbulkan permasalahan Hasil Belajar siswa yang rendah. Alasan digunakannya Media Pembelajaran Interaktif Berbasis Power Point ini dapat memberikan proses belajar menjadi lebih efektif, interaktif, dan menyenangkan dengan menampilkan sebuah media interaktif melalui layar Projector. Tujuan penelitian ini adalah 1) Untuk mengetahui seberapa tinggi hasil belajar IPA sebelum menerapkan Media Interaktif Power Point; 2) Untuk mengetahui seberapa tinggi hasil belajar IPA setelah menerapkan media interaktif Power Point; 3) Untuk mengetahui perbedaan hasil belajar sebelum dan sesudah menerapkan media interaktif Power Point. Rancangan dalam penelitian ini, menggunakan pendekatan kuantitatif dan menggunakan metode eksperimen. Desain penelitian ini adalah Pre-Eksperimental Design dengan metode One Group Pre-Test dan Post-Test Design. Populasi dalam penelitian ini adalah kelas IV SDN 2 Kerandon yang berjumlah 25 siswa. Hasil penelitian ini adalah 1) hasil belajar siswa sebelum menggunakan Media Pembelajaran interaktif power point adalah sebesar 80% 2) Hasil belajar siswa setelah menggunakan media pembelajaran interaktif Power Point adalah sebesar 87% 3) terlihat dari presentase antara Pre-Test dan Post-Test terdapat perbedaan dengan selisih sebesar 7%. Dari hasil wilcoxon diketahui nilai Asymp.Sig.(2-tailed) bernilai 0.021. Karena nilai signifikansi 0,021 lebih kecil dari 0,05 maka dapat dinyatakan bahwa “Ha diterima” berarti terdapat perbedaan yang signifikansi antara Hasil Belajar untuk Pre-Test dan Post-Test. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa adanya peningkatan Hasil Belajar Siswa setelah menerapkan Media Pembelajaran Interaktif berbasis Power Point. Dengan demikian, Media Pembelajaran Interaktif berbasis Power Point dinyatakan efektif digunakan untuk meningkatkan Hasil Belajar IPA di kelas IV SDN 2 Kerandon Kecamatan Talun.

Save Icon
Up Arrow
Open/Close
  • Ask R Discovery Star icon
  • Chat PDF Star icon

AI summaries and top papers from 250M+ research sources.

Search IconWhat is the difference between bacteria and viruses?
Open In New Tab Icon
Search IconWhat is the function of the immune system?
Open In New Tab Icon
Search IconCan diabetes be passed down from one generation to the next?
Open In New Tab Icon