PEMODELAN ARUS KENDARAAN MENGGUNAKAN AGENT-BASED MODELING STUDI KASUS LALU LINTAS JALAN TUASAN MEDAN

  • Abstract
  • Literature Map
  • Similar Papers
Abstract
Translate article icon Translate Article Star icon
Take notes icon Take Notes

Kemacetan lalu lintas menjadi tantangan signifikan di kota-kota besar seperti Medan, khususnya di ruas Jalan Tuasan yang kerap mengalami kepadatan pada jam sibuk. Penelitian ini bertujuan untuk memodelkan arus lalu lintas pada persimpangan Jalan Tuasan menggunakan pendekatan Agent-Based Modeling (ABM). Metode ini memungkinkan simulasi perilaku individu kendaraan sebagai agen yang saling berinteraksi dalam suatu sistem dinamis. Data primer dikumpulkan melalui observasi langsung selama tiga hari pada tiga rentang waktu (pagi, siang, sore). Hasil simulasi menunjukkan bahwa penerapan lampu lalu lintas dapat meningkatkan efisiensi pergerakan kendaraan, terlihat dari peningkatan kecepatan rata-rata dan pengurangan potensi konflik di titik simpang. Studi ini membuktikan bahwa model ABM efektif dalam mengevaluasi skenario manajemen lalu lintas secara mikro dan dinamis.

Similar Papers
  • Research Article
  • 10.62976/ierj.v1i3.406
The Level Of Community Compliance With The Use Of Traffic Signs In Barito Kuala District
  • Dec 16, 2023
  • Interdisciplinary Explorations in Research Journal
  • Norjannah + 1 more

This research started from the increasing number of traffic accidents that occurred due to a lack of compliance, understanding and awareness among the public regarding the importance of obeying existing traffic rules and signs, starting from the large number of traffic violations from various ages due to this lack of understanding. The problem that researchers took in this research was regarding "The Level of Community Compliance with the Use of Traffic Signs in Barito Kuala Regency" which was motivated by the increasing number of traffic accidents. The aim of this research is to find out the level of compliance and obstacles of the Barito Kuala community regarding the use of traffic signs. The method used in this research is an empirical legal or sociological method and the type of approach used is a legal sociology approach, namely an approach to studying law in a social context. The results of this research are that the level of community compliance is in categories that fluctuate from data on the number of traffic violations in Barito Kuala Regency in 2021, there were 1,700 cases of violators, while in 2022 there was an increase to 2,787 cases of violations, but in 2023 it decreased to 1,408 cases. violation. Meanwhile, the obstacles faced by the community are lack of knowledge, awareness and understanding of traffic signs, lack of willingness to know traffic signs and never participating in socialization held by the police, especially from traffic police. Keywords: Compliance, Traffic signs, Violations Abstrak Penelitian ini berawal dari semakin meningkatnya angka kecelakaan lalu lintas yang terjadi karena kurangnya kepatuhan, pemahaman dan kesadaran masyarakat akan pentingnya menaati peraturan dan rambu-rambu lalu lintas yang ada, berawal dari banyaknya pelanggaran lalu lintas dari berbagai kalangan usia karena kurangnya pemahaman tersebut. Permasalahan yang peneliti ambil dalam penelitian ini adalah mengenai "Tingkat Kepatuhan Masyarakat Terhadap Penggunaan Rambu Lalu Lintas di Kabupaten Barito Kuala" yang dilatarbelakangi oleh semakin meningkatnya angka kecelakaan lalu lintas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kepatuhan dan hambatan masyarakat Barito Kuala terhadap penggunaan rambu-rambu lalu lintas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode hukum empiris atau sosiologis dan jenis pendekatan yang digunakan adalah pendekatan sosiologi hukum, yaitu suatu pendekatan yang mempelajari hukum dalam konteks sosial. Hasil dari penelitian ini adalah tingkat kepatuhan masyarakat berada pada kategori yang berfluktuatif dari data jumlah pelanggaran lalu lintas di Kabupaten Barito Kuala pada tahun 2021 terdapat 1.700 kasus pelanggar, sedangkan pada tahun 2022 mengalami peningkatan menjadi 2.787 kasus pelanggaran, namun pada tahun 2023 mengalami penurunan menjadi 1.408 kasus pelanggaran. Sedangkan kendala yang dihadapi oleh masyarakat adalah kurangnya pengetahuan, kesadaran dan pemahaman tentang rambu-rambu lalu lintas, kurangnya kemauan untuk mengetahui rambu-rambu lalu lintas dan tidak pernah mengikuti sosialisasi yang diadakan oleh pihak kepolisian khususnya dari polisi lalu lintas. Kata kunci: Kepatuhan, Rambu Lalu Lintas, Pelanggaran: Kepatuhan, Rambu Lalu Lintas, Pelanggaran

  • Research Article
  • 10.26740/mitrans.v1n3.p326-336
Pengaruh Exit Ramp Jalan Tol Terhadap Kinerja Simpang Bersinyal di Simpang 4 Fatmawati Jakarta
  • Dec 28, 2023
  • Jurnal Media Publikasi Terapan Transportasi
  • Widiyo Subiantoro

Exit ramp jalan tol telah dibangun sebagai bagian dari pengembangan infrastruktur jalan raya di daerah tersebut. Pengaruh dari exit ramp ini dievaluasi dalam konteks volume lalu lintas, jenis kendaraan, pola lalu-lintas, sistem manajemen lalu lintas, rekayasa lalu lintas, dan tingkat kemacetan di sekitar simpang bersinyal. Studi ini menggunakan metode pengumpulan data lalu-linta sebelum simpang 4 Fatmawati dan setelah exit ramp tol, serta analisis data lalu-lintas yang mencakup volume kendaraan, waktu siklus lampu lalu lintas, kepadatan lalu lintas, dan tingkat kemacetan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh exit ramp jalan tol terhadap kinerja simpang bersinyal di simpang 4 Fatmawati, Jakarta. Hasil penelitian ini memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang dampak exit ramp jalan tol terhadap simpang bersinyal di simpang 4 Fatmawati. Hasil studi ini dapat digunakan sebagai dasar bagi otoritas lalu-lintas dan pengambil keputusan dalam merencanakan peningkatan atau perubahan pada infrastruktur jalan raya, seperti modifikasi simpang bersinyal atau penyesuaian kapasitas jalan tol. Diharapkan bahwa penelitian ini dapat memberikan wawasan yang berguna dalam upaya meningkatkan kinerja simpang bersinyal dan kemacetan lalu-lintasdi daerah tersebut.

  • Research Article
  • 10.56457/jjih.v1i1.41
Analisis Politik Hukum Undang-Undang Lalu Lintas Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Terkait Maraknya Kecelakaan Akibat Kerusakan Jalan
  • May 30, 2023
  • Justisia: Jurnal Ilmu Hukum
  • Budi Sulistiyono + 1 more

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara Undang-Undang Lalu Lintas Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan dengan maraknya kecelakaan akibat kerusakan jalan di Indonesia. Undang-Undang tersebut menjadi landasan hukum utama yang mengatur peraturan lalu lintas dan angkutan jalan di negara ini. Namun, meskipun ada peraturan yang jelas, masih terjadi banyak kecelakaan akibat kerusakan jalan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis politik hukum, yang melibatkan penelusuran dan pengumpulan data melalui studi pustaka dan dokumentasi terkait Undang-Undang Lalu Lintas Nomor 22 Tahun 2009 serta data kecelakaan akibat kerusakan jalan yang terjadi di Indonesia. Analisis politik hukum dilakukan dengan mempertimbangkan aspek-aspek politik, sosial, dan hukum yang terkait dengan implementasi undang-undang tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun Undang-Undang Lalu Lintas Nomor 22 Tahun 2009 telah memberikan kerangka hukum yang komprehensif untuk mengatur lalu lintas dan angkutan jalan, masih terdapat beberapa kelemahan dan tantangan dalam implementasinya. Salah satu tantangan utama adalah kurangnya penegakan hukum yang efektif terhadap pelanggaran aturan lalu lintas dan kerusakan jalan. Kerusakan jalan yang tidak segera diperbaiki atau tidak mendapatkan perawatan yang memadai dapat menjadi faktor penyebab kecelakaan lalu lintas. Selain itu, kurangnya pemeliharaan dan pengawasan jalan juga dapat memberikan kontribusi terhadap terjadinya kerusakan jalan yang lebih parah. Hal ini menunjukkan adanya kesenjangan antara regulasi yang ada dan implementasinya dalam praktik. Dalam penelitian ini, diusulkan beberapa rekomendasi kebijakan guna meningkatkan implementasi Undang-Undang Lalu Lintas Nomor 22 Tahun 2009 terkait dengan kerusakan jalan. Rekomendasi tersebut mencakup perbaikan sistem pemeliharaan jalan yang lebih efektif, peningkatan pemantauan dan pengawasan terhadap keadaan jalan, serta penegakan hukum yang lebih tegas terhadap pelanggaran aturan lalu lintas.

  • Research Article
  • 10.33373/pta.v5i2.6140
PENEGAKAN HUKUM BAGI PENGEMUDI KENDARAAN BERMOTOR DI BAWAH UMUR TANPA SURAT IZIN MENGEMUDI DITINJAU DARI UU NO 22 TAHUN 2009 TENTANG LALU LINTAS DAN ANGKUTAN JALAN DI WILAYAH SURABAYA PUSAT
  • Feb 20, 2024
  • PETITA
  • Muchammad Eko Pramono + 1 more

Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk membahas dan menganalisa tentang penegakan hukum bagi pengemudi kendaraan bermotor di bawah umur tanpa Surat Izin Mengemudi berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan di wilayah Surabaya Pusat serta membahas dan menganalisa tentang hambatan dalam penegakan hukum bagi pengemudi kendaraan bermotor di bawah umur tanpa Surat Izin Mengemudi berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan di wilayah Surabaya Pusat. Penelitian ini termasuk dalam penelitian yuridis normatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penegakan hukum bagi pengemudi kendaraan bermotor di bawah umur tanpa Surat Izin Mengemudi berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan di wilayah Surabaya pusat adalah dilakukan dengan beberapa upaya yakni: a) Memberikan penjelasan bahwa peraturan lalu lintas penting; b) Melakukan razia lalu lintas; c) Memberi informasi atau sosialisasi.; serta d) Peningkatan aktivitas teknis lalu lintas dalam bentuk perbaikan jalan, atau tanda lalu lintas dan sistem yang mengawal aliran lalu lintas. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa hambatan dalam penegakan hukum bagi pengemudi kendaraan bermotor di bawah umur tanpa Surat Izin Mengemudi berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan di wilayah Surabaya pusat antara lain: keterbatasan persnonil dan jumlah kendaraan untuk melakukan patroli, kurangnya dana untuk kegiatan operasional, kurangnya sosialsasi dan kesadaran masyarakat tentang rambu-rambu lalu lintas.

  • Research Article
  • 10.30997/karimahtauhid.v3i4.12735
Optimalisasi Kinerja Lalu Lintas Ruas Jalan Kebun Raya Bogor Berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan
  • Apr 4, 2024
  • Karimah Tauhid
  • Sasi Kirana Puspita + 2 more

Pemerintah Kota Bogor mengeluarkan Keputusan Walikota Nomor 551-45-109 Tahun 2016 tentang penerapan Manajemen Sistem Satu Arah (SSA) untuk mengatasi kemacetan di jalan seputaran Kebun Raya Bogor. Penetapan SSA ini berdasarkan pada Undang-undang Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah pertama, menganalisis optimalisasi kinerja lalu lintas ruas jalan Kebun Raya Bogor, kedua, untuk mengetahui hambatan yang dihadapi dalam kinerja lalu lintas ruas Jalan Kebun Raya Bogor berdasarkan Undang-undang Nomor 22 tahun 2009 tenang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis-empiris yaitu hukum dikonsepsikan sebagai norma, kaidah, asas atau dogma-dogma. Hasil penelitian ini Hasil penelitian diketahui bahwa fenomena kesemrawutan lalu lintas paling mudah terlihat yaitu pada saat jam sibuk (antara jam 06.30-08.00), dimana waktu tersebut merupakan waktu aktivitas sekolah dan para pekerja. Pengamatan yang dilakukan di 19 titik pos-pos polisi lalu lintas di seluruh Kota Bogor. Kesimpulan penelitian diperoleh bahwa optimalisasi kinerja lalu lintas ruas Jalan Kebun Raya Bogor berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yang dinilai memiliki dampak memudahkan akses perjalanan, tetapi perjalanan yang ditempuh menjadi jauh dan lama. Efek memutar dari sistem SSA mengakibatkan banyak berubahnya rute angkutan kota yang akhirnya juga banyak bersinggungan antar rute angkutan kota.

  • Research Article
  • 10.30822/eternitas.v4i1.4232
ANALISIS DAMPAK LALU LINTAS PADA FASILITAS KESEHATAN EVERGREEN MEDIKA KABUPATEN SORONG
  • Oct 31, 2024
  • Eternitas: Jurnal Teknik Sipil
  • Agus Abdullah + 4 more

Lalu lintas yang padat mengakibatkan tertumpuknya kendaraan di bahu jalan akibat tidak tersedianya lahan parkir yang memadai. Sehingga akan menyebabkaan lalu lintas menjadi terganggu di karenakan hanya mengoptimalkan satu jalur saja. Maka dari itu bangunan gedung Klinik Evergreen sangat memberikan pengaruh terhadap perubahan tata guna jalan, karena Klinik Evergreen tidak memiliki lahan parkir yang luas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengantisipasi terjadinya pengaruh lalu lintas yang lebih padat di sekitar kawasan Klinik Evergreen tersebut, Penelitian ini mengkaji Analisis dampak lalu lintas ditinjau dari pembebanan lalu lintas yang terjadi akibat adanya Fasilitas Kesehatan Evergreen Medika Kabupaten Sorong. Dimana Dampak parkir terhadap kinerja lalu lintas di ruas jalan sekitar Klinik Evergreen rata- rata berada pada kategori C, hal ini juga dapat menjelaskan bahwa adanya dampak negatif yaitu kemacetan akibat aktivitas parkir terhadap lalu lintas. Pengaruh parkir terhadap kinerja lalu lintas di ruas jalan sekitar Klinik Evergreen pada Hari Minggu dan Senin memiliki nilai koefisien korelasi sebesar 1,00 berarti terdapat hubungan sangat kuat yang mengindikasikan bahwa aktivitas parkir pada Hari Senin dan Minggu memiliki pengaruh sangat kuat terhadap volume lalu lintas ruas Jalan Sekitar Klinik Evergreen.

  • Research Article
  • 10.35328/keperawatan.v8i2.174
FAKTOR FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN SIKAP POLISI LALU LINTAS DALAM PEMBERIAN BANTUAN HIDUP DASAR (BHD) PADA PERTOLONGAN PERTAMA KECELAKAAN LALU LINTAS DI POLRESTA PEKANBARU
  • Jan 31, 2020
  • Al-Asalmiya Nursing: Jurnal Ilmu Keperawatan (Journal of Nursing Sciences)
  • Nur Izzati Hasanah + 2 more

Tingginya angka kecelakaan lalu lintas meningkatkan tingginya angka kematian. Bantuan hidup dasar dapat menekan angka kematian pada korban henti jantung dan henti nafas akibat kecelakaan lalu lintas dan salah satu tugas polisi lalu lintas adalah memberikan penanganan dengan cepat. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan sikap polisi lalu lintas dalam pemberian bantuan hidup dasar pada pertolongan pertama kecelakaan lalu lintas di POLRESTA Pekanbaru. Metode penelitian ini menggunakan korelasi dengan pendekatan cross sectional menggunakan teknik accidental sampling. Penelitian dilakukan di POLRESTA Pekanbaru dengan populasi 126 orang dan sampel 96 orang. Uji statistik yang digunakan adalah uji chi-square dan kolmogorov-smirnov. Hasil analisa univariat mayoritas responden berusia dewasa awal (26-35 tahun) (58.3%), berjenis kelamin laki-laki (81.2%), berpendidikan perguruan tinggi (66,7%), faktor emosional tinggi (65.6%), pengetahuan cukup (55.2%), pengaruh orang lain yang dianggap lebih penting (57.3%), pengalaman menangani korban sudah pernah (71.9%), sikap negatif (55.2%). Hasil analisa bivariat menunjukkan variabel yang berhubungan dengan sikap polisi lalu lintas dalam pemberian bantuan hidup dasar pada pertolongan pertama kecelakaan lalu lintas yaitu pengetahuan Pvalue = 0.022, pengalaman menangani korban Pvalue = 0.036. Untuk variebel yang tidak berhubungan dengan sikap polisi lalu lintas dalam pemberian bantuan hidup dasar pada pertolongan pertama kecelakaan lalu lintas yaitu faktor emosional Pvalue = 0.156, pengaruh orang lain yang dianggap lebih penting Pvalue = 0.638. Diharapkan sikap negatif dan pengetahuan yang cukup dalam pemberian bantuan hidup dasar dapat diperbaiki dengan cara meningkatkan pengalaman dan memberikan pelatihan
 Daftar Pustaka : 34 (2002-2017)Kata kunci : Sikap, faktor-faktor, polisi lalu lintas, bantuan hidup dasar.

  • Research Article
  • 10.36733/jikt.v14i1.11437
Analisis Tingkat Kebisingan Lalu Lintas pada Kawasan Perdagangan dan Jasa di Kabupaten Gianyar
  • May 21, 2025
  • Jurnal Ilmiah Kurva Teknik
  • I Gusti Agung Gde Suryadarmawan + 2 more

Perkembangan jumlah penduduk di Kabupaten Gianyar memicu terjadinya peningkatan aktifitas dan pergerakan kendaraan bermotor yang berdampak pada peningkatan kebisingan lalu lintas. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kebisingan lalu lintas pada kawasan perdagangan dan jasa, serta mengetahui pengaruh volume lalu lintas terhadap tingkat kebisingan pada kawasan perdagangan dan jasa di Jalan Ngurah Rai Kabupaten Gianyar. Hasil penelitian tingkat kebisingan lalu lintas pada kawasan perdagangan dan jasa di Jalan Ngurah Rai Kabupaten Gianyar menunjukkan bahwa pada semua waktu penelitian dari L1, L2, L3, L4, L5, L6, L7 menunjukkan hasil tingkat kebisingan yang melebihi baku mutu tingkat kebisingan sesuai Kep-48/MenLH/11/1996 kawasan perdagangan dan jasa sebesar 70 dB, dimana tingkat kebisingan sinambung (Leq) tertingginya untuk hari libur adalah 85,01 dB dan untuk hari kerja adalah 86,44 dB. Untuk intensitas tingkat kebisingan total (Leq siang dan malam) pada hari libur sebesar 66,21 dB, sedangkan pada hari kerja sebesar 67,01 dB. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa besarnya arus lalu lintas tidak selalu berbanding lurus dengan tingginya tingkat kebisingan lalu lintas yang terjadi di Kawasan tersebut. Hal ini terbukti dengan hasil salah satu hasil olah data pada grafik 4.3, bahwa pada grafik tersebut tingkat kebisingan sinambung (Leq) tertinggi sebesar 85,01 dB terjadi pada L5 disaat volume lalu lintas bukan merupakan volume lalu lintas tertinggi yaitu sebesar 61,50 Smp/jam. Sedangkan pada L2 saat volume lalu lintas tertinggi sebesar 168,45 Smp/jam tingkat kebisingan sinambungnya (Leq) hanya sebesar 81,93 dB.

  • Research Article
  • 10.24815/journalces.v6i4.32189
Perbedaaan Gender Dalam Pelanggaran Lalu Lintas dan Tingkat Risiko Kecelakaan Lalu Lintas (Studi Kasus Jalan Cut Nyak Dhien)
  • Dec 10, 2024
  • Journal of The Civil Engineering Student
  • Muhammad Lufthie + 2 more

Jalan Cut Nyak Dhien di Kota Banda Aceh sering terjadi pelanggaran lalu lintas oleh pengendara sepeda motor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya kecelakaan lalu lintas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik volume lalu lintas berdasarkan komposisi kendaraan, kecepatan rata-rata sepeda motor, perbedaan pelanggaran lalu lintas pengguna sepeda motor berdasarkan gender dan tingkat risiko pengendara sepeda motor terhadap kecelakaan lalu lintas pada ruas Jalan Cut Nyak Dhien. Pengumpulan data dilakukan di 2 lokasi rawan kecelakaan yaitu titik 1 (STA 2+600 m) dan titik 2 (STA 3+500 m). Data primer yang dikumpulkan untuk setiap titik berupa volume lalu lintas, spot speed sepeda motor, serta pelanggaran lalu lintas sepeda motor di antara lima variabel yang diamati (tidak memakai helm, penggunaan ponsel, melawan arus, tidak memakai spion dan membawa penumpang melebihi kapasitas). Data pelanggaran lalu lintas terkumpul dianalisis menggunakan uji chi-square dan odds ratio (OR). Hasil penelitian didapatkan bahwa Jalan Cut Nyak Dhien didominasi oleh kendaraan sepeda motor, kecepatan rata-rata sepeda motor melebihi ambang batas kecepatan. Nilai yang didapatkan dalam pengujian chi-square menunjukkan bahwa gender tidak berpengaruh terhadap pelanggaran lalu lintas di antara lima variabel tersebut (p-value 0,05). Meskipun tidak ada perbedaan signifikan secara statistik, nilai Odds Ratio didapatkan lebih dari satu (Odds Ratio 1) di hampir semua variabel kecuali penggunaan ponsel. Ini menunjukkan pria cenderung lebih sering melakukan pelanggaran lalu lintas dibanding wanita. Oleh karena itu, pria memiliki risiko kecelakaan lalu lintas lebih tinggi dibandingkan wanita akibat pria lebih cenderung melakukan pelanggaran.

  • Research Article
  • 10.58266/jpmb.v3i4.157
Peningkatan Literasi Lalu Lintas Melalui Magang Eksternal Sebagai Asisten Dosen Cilik untuk Siswa SD di FTIK Institut Teknologi Sumatera
  • Jul 1, 2025
  • Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka
  • Bernaditha Catur Marina + 9 more

Prodi Teknik Sipil ITERA merangkul Sekolah Alam Lampung dalam melaksanakan program pembelajaran. Program ini bertujuan untuk mengenalkan konsep dasar rekayasa lalu lintas kepada siswa kelas 5 SD Alam Lampung melalui program magang eksternal bertema ‘asisten dosen cilik’. Kegiatan dilaksanakan di Fakultas Teknologi Infrastruktur dan Kewilayahan Institut Teknologi Sumatera (ITERA), berlangsung selama 3 (tiga) hari dengan metode experiental learning: mulai dari pengenalan lingkungan kampus, pengamatan lalu lintas secara langsung, hingga pengolahan data penghitungan lalu lintas dalam bentuk diagram batang. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa magang mampu memahami konsep dasar elemen dalam rekayasa lalu lintas berikut fungsinya, dan dapat berperan aktif dalam pengamatan kendaraan dan simulasi penghitungan lalu lintas. Program ini juga menunjukkan bahwa pendekatan pembelajaran konstekstual di lingkungan pendidikan tinggi dapat meningkatkan literasi lalu lintas sejak dini.

  • Research Article
  • 10.36418/syntax-literate.v9i7.15835
Kawasan Potensial Tinggi Kemacetan Lalu Lintas di Kota Administrasi Jakarta Pusat
  • Jul 19, 2024
  • Syntax Literate ; Jurnal Ilmiah Indonesia
  • Wahyu Nur Chidayat + 2 more

Penelitian ini bertujuan untuk melihat seberapa besar potensi kemacetan yang terjadi di Kota Administrasi Jakarta Pusat dengan melihat potensi pembangkitan/daya tarik lalu lintas yang dihasilkan dari penggunaan lahan yang ada dan performa lalu lintas yang terjadi di jalan- jalan di wilayah penelitian. Data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi peta administrasi kota Jakarta Pusat, peta pola ruang kota administrasi Jakarta Pusat, serta data lalu lintas jalan-jalan di wilayah penelitian. Tujuan penelitian ini adalah 1) Menganalisis Penggunaan Lahan di Kota Administratif Jakarta Pusat; 2) Menganalisis Potensi Daerah Kemacetan Tinggi Berdasarkan Kinerja Jalan dan Tingkat Pelayanan di Kota Administrasi Jakarta Pusat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hampir 50% ketidaksejajaran lahan terjadi di wilayah penelitian dan menghasilkan daya tarik lalu lintas sebesar 236.513 pcu/jam. Kemudian, berdasarkan kondisi lapangan yang ada dilihat dari beberapa jalan di wilayah studi, kinerja lalu lintas di jalan-jalan di wilayah studi memiliki Tingkat Pelayanan Jalan. /Level of Service (LOS) pada rata-rata jalan D dan E, ini berarti tingkat kemacetan lalu lintas di jalan-jalan di wilayah studi sangat tinggi baik pada jam sibuk maupun non-jam sibuk.

  • Research Article
  • 10.25104/mtm.v22i2.2385
Analisis Kapasitas Jalan dan Derajat Kepadatan Berdasarkan Metode Manual Kapasitas Jalan Indonesia 1997 pada Ruas Jalan Underpass Mampang Prapatan, Jakarta Selatan
  • Dec 27, 2024
  • Jurnal Transportasi Multimoda
  • Rakha Dwi Putra Juniper + 25 more

Permasalahan transportasi perkotaan terjadi akibat ketidakseimbangan kapasitas jalan dengan kepadatan yang ditimbulkan oleh volume lalu lintas. Peningkatan jumlah kendaraan bermotor berdampak terhadap peningkatan kemacetan lalu lintas, kapasitas jalan, dan derajat kepadatan pada suatu ruas jalan. Studi ini mendiskusikan penilaian kapasitas jalan, derajat kepadatan, dan tingkat pelayanan di ruas jalan underpass Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. Hasil penilaian kapasitas jalan melalui pendekatan MKJI 1997 menunjukkan pada jalan perkotaan dengan empat lajur-dua arah terbagi (4/2 T) menunjukkan 2915 smp/jam. Arus lalu lintas arah utara-selatan dan sebaliknya menunjukkan hasil derajat kepadatan maksimal ( ) sebesar 0,26 dan 0,57, secara berturut-turut. Melalui metode forecasting, arah selatan-utara diprediksi selama 30 tahun ke depan memiliki yang bertambah secara signifikan mencapai kategori F dengan model persamaan =0,0005 +0,0113 +0,4147. Sebaliknya, arah utara-selatan memiliki model persamaan =0,0002 +0,0048 +0,1758. Kedua pendekatan menunjukkan bahwa arah selatan-utara cenderung lebih padat dibanding arah sebaliknya pada ruas underpass Mampang Prapatan yang diperiksa. Penelitian ini menunjukkan bahwa derajat kepadatan lalu lintas cenderung meningkat, yang dapat berdampak negatif terhadap tingkat pelayanan jalan. Oleh karena itu, disarankan agar pemangku kepentingan mengembangkan kebijakan dan regulasi yang mendukung peningkatan kapasitas jalan serta pengaturan lalu lintas yang lebih efisien.

  • Research Article
  • 10.31004/joecy.v5i2.1105
Simulasi dan Analisis Perbandingan Kinerja Sistem Lalu Lintas untuk Kendaraan Ambulans Darurat
  • Jun 19, 2025
  • Journal of Innovative and Creativity (Joecy)
  • Muhammad Hariz Izzuddin + 4 more

Keterlambatan kendaraan darurat (EV), seperti ambulans, di persimpangan perkotaan yang padat lalu lintas merupakan masalah kritis yang dapat membahayakan nyawa manusia. Sistem lampu lalu lintas waktu tetap konvensional sering kali gagal dalam memprioritaskan kendaraan darurat secara efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mensimulasikan dan menganalisis secara komparatif kinerja tiga skenario sistem lalu lintas untuk mengoptimalkan waktu perjalanan ambulans: (1) skenario tanpa lampu lalu lintas, (2) skenario dengan lampu lalu lintas statis, dan (3) skenario dengan lampu lalu lintas adaptif real-time. Simulasi dilakukan menggunakan platform simulasi lalu lintas mikroskopik SUMO (Simulation of Urban Mobility), dengan studi kasus yang dimodelkan berdasarkan kondisi lalu lintas tinggi di kawasan Keputih, Surabaya untuk menunjukkan aplikasi praktis. Kontrol adaptif diterapkan melalui skrip Python menggunakan Traffic Control Interface (TraCI) dari SUMO, yang secara dinamis mengubah fase sinyal setelah mendeteksi ambulans yang mendekat. Hasil simulasi menunjukkan bahwa skenario lampu lalu lintas adaptif secara signifikan mengurangi waktu perjalanan ambulans dan keterlambatan dibandingkan dengan dua skenario lainnya, membuktikan potensinya sebagai solusi efektif untuk meningkatkan efisiensi respon darurat di lingkungan perkotaan.

  • Research Article
  • 10.32832/yustisi.v11i2.16685
PENYELESAIAN HUKUM PIDANA TERHADAP PELANGGAR LALU LINTAS MELALUI SISTEM E-TILANG DI KABUPATEN BATANG
  • May 29, 2024
  • YUSTISI
  • Alfian Artur Jonathan + 1 more

Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi mendorong perkembangan terhadap penyelesaian hukum bagi pelanggar lalu lintas, penyelesaian hukum tersebut disebut dengen Tilang Elektronik (selanjutnya disebut E-Tilang). Pelanggar lalu lintas yang dimaksud dalam penelitian ini adalah masyarakat di Kabupaten Batang, yang juga aparat penegak hukumnya menggunakan E-tilang sebagai penyelesaian hukum pelanggar lalu lintas di jalan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa penyelesaian hukum terhadap pelangar lalu lintas melalui sistem E-tilang di Kabupaten Batang hambatan penegak hukum dalam penerapan sistem E-tilang di Kabupaten Batang. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis empiris, yaitu penelitian hukum mengenai pemberlakuan atau implementasi ketentuan hukum normatif secara in action pada setiap peristiwa hukum tertentu yang terjadi dalam masyarakat, penelitian dilakukan di Satlantas Polres Kabupaten Batang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses tilang elektronik ini juga melibatkan pengadilan, Mahkamah Agung (MA) menerbitkan Peraturan Mahkamah Agung (Perma) No. 12 Tahun 2016 tentang Tata Cara Penyelesaian Perkara Pelanggaran Lalu Lintas. Penyelesaian hukum pelanggaran lalu lintas dapat diselesaikan melalui Pengadilan Negeri Kabupaten Batang, bahwa penyelesaian pelanggaran lalu lintas dapat dilakukan dengan tahapan prapersidangan, tahapan persidangan, dan tahapan setelah persidangan. Hambatan yang ditemukan adalah keterbatasan alat pemasangan alat rekam CCTV yang ada di Kabupaten Batang hanya sedikit yaitu 8 titik, kemudian terdapat hambatan seperti budaya penegak hukum, hambatan kebiasaan masyarakat yang menggunakan plat nomor polisi palsu atau plat nomor duplikat dan kebiasaan tidak melakukan balik nama kepemilikan kendaraan sehingga yang tercantum bukan pemilik terbaru sebagai pelaku atau pelanggar, serta ditemukan juga hambatan lemahnya budaya penegakan hukum oleh aparat penegak hukum. Kata Kunci: e-tilang, pelanggaran, lalu lintas

  • Research Article
  • 10.21831/joppar.v2i5.22482
Evaluasi Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) dalam Penindakan Pelanggaran Lalu Lintas oleh Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah D.I. Yogyakarta
  • Oct 11, 2024
  • Journal of Public Policy and Administration Research
  • Karunia Ramadhani Karini Venardi + 1 more

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) dalam Penindakan Pelanggaran Lalu Lintas oleh Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah D.I. Yogyakarta. Studi ini dilatarbelakangi oleh peningkatan jumlah pelanggaran lalu lintas di wilayah tersebut yang mengindikasikan adanya kesenjangan antara kondisi aktual dengan harapan penegak hukum. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Metode ini dipilih untuk dapat mengeksplorasi informasi mendalam terkait efektivitas sistem ETLE, permasalahan yang dihadapi, serta upaya perbaikan yang diperlukan. Melalui wawancara mendalam dan telaah dokumentasi, data kualitatif dikumpulkan guna memperoleh pemahaman komprehensif tentang praktik penerapan ETLE di lapangan. Hasil penelitian mengindikasikan beberapa temuan penting: (1) Pelaksanaan ETLE oleh Ditlantas Polda D.I. Yogyakarta memberikan dampak positif dalam penegakan hukum lalu lintas; (2) Ditlantas menunjukkan komitmen dan inovasi dalam mengatasi berbagai tantangan implementasi sistem ETLE melalui serangkaian upaya strategis; (3) Teridentifikasi adanya perubahan perilaku pengguna jalan ke arah yang lebih konstruktif; (4) Terjadi peningkatan kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian. Penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi ETLE berpotensi dalam meningkatkan kepatuhan lalu lintas dan efisiensi penegakan hukum, namun masih memerlukan penyempurnaan berkelanjutan. Hasil analisis ini, dapat memberikan rekomendasi strategis dalam mengoptimalkan kinerja sistem ETLE yang bertujuan untuk memperkuat disiplin masyarakat.

Save Icon
Up Arrow
Open/Close
  • Ask R Discovery Star icon
  • Chat PDF Star icon

AI summaries and top papers from 250M+ research sources.