Pembuatan Plastik Biodegradable Berbahan Pati dan Selulosa dari Tanaman Pisang Ambon (Musa paradisiaca var. sapientum L.)
Plastik menjadi masalah serius karena limbah plastik sulit terurai secara alami. Pada tahun 2023 limbah plastik menduduki peringkat kedua di Indonesia. Bonggol dan batang pisang seringkali dibiarkan menjadi limbah. Sementara kandungan pati yang tinggi pada bonggol pisang 76%. dan selulosa pada batang pisang 39,63-83,3% dapat digunakan dalam pembuatan bioplastik. Tujuan penelitian ini adalah mempelajari pembuatan bioplastik, menganalisis pengaruh kombinasi selulosa bonggol dan pati batang pisang ambon dengan parameter ketebalan, daya serap air dan biodegradasi. Penelitian ini menggunakan RAL (Rancangan Acak Lengkap) dua faktor; variasi selulosa batang pisang (S0, S1, S2 dan S3) dan pati bonggol pisang termodifikasi asam asetat (P1, P2 dan P3) serta penggunaan gliserol sebagai plasticizer. Analisis data menggunakan ANOVA dan uji lanjut DMRT pada taraf 5%. Hasil pengujian ketebalan dan daya serap air tidak berbeda nyata antar perlakuan. ketebalan yang memenuhi standar JIS Z-1707 (<0,25 mm) hanya 4 sampel. Perlakuan terbaik pada pengujian daya serap air (%) yaitu perlakuan S2P3 sebesar 25,15%. Hasil pengujian biodegradasi yang sudah memenuhi SNI 7188.7 2016 yaitu sampel S1P1 sebesar 64,56%.