Internal Conflict of Jama'ah Tabligh (2015-2023): A Case Study from Parongpong West Bandung

  • Abstract
  • Literature Map
  • Similar Papers
Abstract
Translate article icon Translate Article Star icon
Take notes icon Take Notes

Jama’ah Tabligh (JT), a global Islamic revivalist movement, experienced an unprecedented internal conflict that shattered nearly a century-long tradition of organizational harmony. A significant leadership rift emerged, splitting the movement into two factions: the Nizamuddin-based MS (Maulana Saad) group and the Pakistan-based SA (Syuro Alami) faction, led by Sheikh Abdul Wahab. Over time, noticeable differences in characteristics developed between the two factions. These distinctions became particularly evident in Parongpong, though similar patterns emerged in other regions. The distinction between Syuro Alami (SA) and Maulana Sa'ad (MS) in Parongpong—and more broadly across Indonesia—is observable in several key dimensions. In terms of numerical strength, the MS faction holds clear dominance. This article explores the internal conflict’s local impact, particularly in Parongpong, West Bandung, and examines the broader consequences stemming from the leadership division in India and Pakistan. This study employs a historical method encompassing heuristic, critical, interpretive, and historiographical stages. It draws on oral sources—collected from 2015 to 2023 through informal conversations and interviews with JT members in West Java, especially Parongpong and Bandung—and written materials including the Buku Musyawarah Halakoh and publications from tablighi-jamaat.com. The conflict's roots involve differing views on leadership structures, spiritual allegiance (bai‘at), missionary methods, and theological interpretations. The SA group, often more digitally engaged and scholarly, contrasted with the orally oriented MS followers. The conflict has had profound implications for JT’s internal social structure and its global reach. In Parongpong, the rift manifests in disrupted religious routines and divided loyalties. This study contributes to understanding the organizational dynamics of Islamic movements and the sociological consequences of internal fragmentation. It offers valuable insights for religious scholars and policymakers into how spiritual authority is contested and redefined in a transnational religious context. Jama’ah Tabligh (JT), sebuah gerakan kebangkitan Islam berskala global, mengalami konflik internal yang belum pernah terjadi sebelumnya, yang menghancurkan tradisi harmoni organisasi yang telah berlangsung hampir satu abad. Sebuah perpecahan kepemimpinan yang signifikan terjadi, membelah gerakan ini menjadi dua faksi: kelompok MS (Maulana Saad) yang berbasis di Nizamuddin, dan faksi SA (Syuro Alami) yang berbasis di Pakistan dan dipimpin oleh Sheikh Abdul Wahab. Seiring waktu, perbedaan karakteristik yang mencolok berkembang antara kedua faksi tersebut. Perbedaan ini tampak jelas di Parongpong, meskipun pola serupa juga muncul di wilayah lain. Perbedaan antara Syuro Alami (SA) dan Maulana Saad (MS) di Parongpong—dan secara umum di seluruh Indonesia—terlihat dalam beberapa dimensi utama. Dari segi jumlah pengikut, faksi MS memiliki dominasi yang jelas. Artikel ini mengeksplorasi dampak lokal dari konflik internal ini, khususnya di Parongpong, Bandung Barat, serta menelaah konsekuensi yang lebih luas akibat perpecahan kepemimpinan di India dan Pakistan. Penelitian ini menggunakan metode sejarah yang mencakup tahapan heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Sumber lisan dikumpulkan dari tahun 2015 hingga 2023 melalui percakapan informal dan wawancara dengan anggota JT di Jawa Barat, terutama di Parongpong dan Bandung. Sumber tertulis meliputi Buku Musyawarah Halakoh dan publikasi dari situs tablighi-jamaat.com. Akar konflik ini mencakup perbedaan pandangan mengenai struktur kepemimpinan, bai‘at (loyalitas spiritual), metode dakwah, dan interpretasi teologis. Kelompok SA, yang umumnya lebih aktif secara digital dan akademis, kontras dengan kelompok MS yang lebih mengandalkan penyampaian lisan. Konflik ini berdampak besar terhadap struktur sosial internal JT serta jangkauan globalnya. Di Parongpong, perpecahan ini memengaruhi rutinitas keagamaan dan membelah loyalitas anggota. Studi ini berkontribusi dalam memahami dinamika organisasi gerakan Islam serta konsekuensi sosiologis dari fragmentasi internal. Penelitian ini menawarkan wawasan berharga bagi akademisi dan pembuat kebijakan tentang bagaimana otoritas spiritual diperebutkan dan didefinisikan ulang dalam konteks keagamaan transnasional.

Similar Papers
  • Research Article
  • 10.22373/substantia.v26i2.26313
Pandangan Teologis Jamaah Tabligh tentang Kerja, Usaha, dan Takdir di Kota Medan
  • Oct 30, 2024
  • Substantia: Jurnal Ilmu-Ilmu Ushuluddin
  • Maulana Andi Surya

The Jamaah Tabligh is a religious movement that emphasizes missionary work (dakwah) as a form of devotion, but this emphasis often raises concerns regarding the balance with economic responsibilities and family welfare. This study aims to explore the theological views of the Jamaah Tabligh in Medan regarding work, effort, and fate, and how these three concepts are interrelated in their daily lives. A qualitative approach was employed, using in-depth interviews, observation, and and relevant literature review. The findings reveal that Jamaah Tabligh perceive work as a religious obligation, where individuals must exert maximum effort, but the outcomes are ultimately left to God’s will. They also distinguish between immutable fate (takdir mubram) and changeable fate (takdir muallaq), which can be altered through effort and prayer. In conclusion, the theological views of Jamaah Tabligh integrate the doctrine of human effort with submission to divine fate. The implications of this study highlight the importance of balancing missionary activities with economic responsibilities in religious practice.Abstrak: Jamaah Tabligh merupakan gerakan keagamaan yang menekankan dakwah sebagai bentuk pengabdian, namun hal ini sering dipertentangkan dengan tanggung jawab terhadap kerja dan kesejahteraan ekonomi keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pandangan teologis Jamaah Tabligh di Kota Medan terkait kerja, usaha, dan takdir, serta bagaimana ketiga konsep ini saling berhubungan dalam kehidupan mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara mendalam, observasi dan kajian litratur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Jamaah Tabligh memandang kerja sebagai kewajiban yang memiliki nilai ibadah, di mana manusia diwajibkan berusaha semaksimal mungkin, tetapi hasilnya tetap dikembalikan kepada kehendak Tuhan. Mereka juga membedakan antara takdir yang tidak dapat diubah (takdir mubram) dan takdir yang bisa diubah melalui usaha dan doa (takdir muallaq). Kesimpulannya, pandangan teologis Jamaah Tabligh menggabungkan antara doktrin usaha manusia dengan kepasrahan terhadap takdir Tuhan. Implikasi dari penelitian ini memperlihatkan pentingnya keseimbangan antara aktivitas dakwah dan tanggung jawab ekonomi dalam praktik beragama Jamaah Tabligh.

  • Research Article
  • 10.56799/jim.v2i10.2263
Strategi Dakwah Jamaah Tabligh Kepada Mantan Preman di Masjid Al-Burhan Kota Palembang
  • Sep 2, 2023
  • ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin
  • Dingga Putra + 2 more

Penelitian ini bertujuan untuk mengentahui unsur dari strategi dakwah kepada mantan preman dan metode dakwah Jamaah Tabligh di Kota Palembang. Dan semoga karya ini dapat bermanfaat serta menjadi khazanah pengentahuan dan wawasan tentang ilmu strategi dakwah secara umum bagi pembaca dan khususnya bagi pribadi penulis karya ini. Jenis penelitian menggunakan metode penelitian kualitatif, mengumpulkan sumber data primer dan skunder, teknik wawancara dan teknik analisa, dokumentasi, dan observasi lapangan lokasi penelitian di markas Jamaah Tabligh Masjid Al-Burhan Jl. Basuki Rahmat, Kec. Kemuning, Kota Palembang. Hasil penelitian ini adalah penerapan strategi dakwah yang dilakukan Jamaah Tabligh pada mantan preman sedang khuruj dari awal sampai akhir mulai proses awal musyawarah Ijtima’, kelompok pengorganisasian Holaqoh, penerapan Khuruj, dan evaluasi Kargozari. Kemudian metode dakwah kepada mantan preman Semua proses tahapan ini merupakan bentuk rangkaian unsur strategi dakwah sebagaimana sesuai dengan teori M. Munir yaitu sebuah pengaturan secara sistematis dan koordinatif yang memiliki suatu rangkaian unsur yang disebut Takhtith perencanaan, Thanzim pengorganisasian, Tawjih Penggerakan, dan Riqabah evaluasi, dari beberapa unsur manajemen dakwah ini Jamaah Tabligh relevan dan memiliki unsur manajemen dakwah teratur serta termanajemen dengan baik. Dan metode dakwah yang dilakukan oleh Jamaah Tabligh yaitu Khuruj’ Fii Sabilillah dengan maksud keluar dijalan Allah SWT untuk berdakwah dengan program kegiatan Bayan, Ta’lim, Mudzakarah, Jaulah, Musyawarah.

  • Research Article
  • 10.22373/quranicum.v1i1.4409
Pemahaman Ayat-ayat Dakwah Perspektif Jamaah Tabligh di Masjid Jamik Bukit Baro Montasik
  • Apr 9, 2024
  • QURANICUM: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
  • Urwatul Wusqa

Jamaah Tabligh is a missionary group that employs specific methods of proselytization, namely Khurūj fī Sabīlillāh (going out in the path of Allah) and Jaulah (building connections by visiting homes). These methods are not commonly found in general missionary activities, raising questions about Jamaah Tabligh’s understanding of the verses related to proselytization and their impact on society. In order to address these questions, this research focuses on field studies. Based on the conducted research, it has been found that in Surah Āli ‘Imrān verse 110, they interpret “ukhrijat” as going out in the path of Allah, referring to the Khurūj fī Sabīlillāh method of proselytization. Furthermore, in the context of enjoining good and forbidding evil, they understand that forbidding evil is a result of enjoining good. Additionally, in Surah al-Ḥajj verse 78, they equate jihad with Khurūj fī Sabīlillāh, drawing parallels between the sacrifice involved in both, such as the use of personal wealth and temporarily leaving family and employment. In conclusion, there is a difference in understanding between Jamaah Tabligh and the interpretations put forth by traditional commentators. Jamaah Tabligh merupakan suatu kelompok dakwah yang memiliki metode-metode dakwah khusus, yaitu Khurūj fī Sabīlillāh (keluar di jalan Allah) dan Jaulah (silaturahmi dengan mendatangi rumah-rumah). Metode ini tidak ditemukan dalam dakwah-dakwah yang dilakukan secara umum. Sehingga memunculkan persoalan bagaimana pemahaman Jamaah Tabligh tentang ayat-ayat dakwah serta dampaknya bagi masyarakat. Untuk menjawab persoalan tersebut, maka penelitian ini difokuskan pada kajian lapangan (field research). Berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan, ditemukan bahwa: Pada Surah Āli ‘Imrān ayat 110, mereka mengartikan “ukhrijat” sebagai keluar di jalan Allah, yaitu metode dakwah Khurūj fī Sabīlillāh. Kemudian pada anjuran amal makruf nahi mungkar, mereka memahami bahwa nahi mungkar merupakan hasil dari amal makruf. Selanjutnya pada Surah al-Ḥajj ayat 78, mereka menyamakan jihad dengan Khurūj fī Sabīlillāh, karena adanya kesamaan pengorbanan dengan jihad, seperti menggunakan harta pribadi serta meninggalkan keluarga dan pekerjaan dalam kurun waktu tertentu. Dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan pemahaman antara Jamaah Tabligh dengan apa yang telah dicetuskan oleh para mufasir.

  • PDF Download Icon
  • Research Article
  • Cite Count Icon 5
  • 10.30595/jppm.v1i2.1705
Penyuluhan Program Literasi Informasi Kesehatan dalam Meningkatkan Kualitas Sanitasi bagi Masyarakat di Kaki Gunung Burangrang Kab. Bandung Barat
  • Dec 14, 2017
  • JPPM: JURNAL PENGABDIAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
  • Ditha Prasanti + 1 more

The ability of the community to access information needs is still uneven among urban people and rural communities. The ability to access information is an open door that must be open to be able to process and understand information, especially in this case is health information. Sanitation is one component of environmental health, a deliberate behavior to civilize a clean life to prevent humans directly touched with dirt and other hazardous waste materials, in the hope of maintaining and improving human health. Therefore, the authors perform Community Service activities entitled "Health Information Literacy Program Counseling in Improving the Quality of Sanitation for the Community at the foot of Mount Burangrang Kab. Bandung Barat."Community Service Activities has a purpose to produce outcomes, namely: 1) Provide concrete knowledge and insight about health information literacy in improving the quality of sanitation for people in West Bandung regency; 2) Providing comprehensive knowledge and insight about health information literacy in improving the quality of sanitation for people in West Bandung Regency.Method of PKM implementation conducted in this extension activity is ice breaking method; Workshop methods, lectures, and action studies. Keywords:Counseling, Literacy, Information, Health, Sanitation, West Bandung

  • Research Article
  • Cite Count Icon 3
  • 10.14710/tataloka.21.3.390-406
ARAHAN PENGEMBANGAN LAHAN UNTUK PADI SAWAH DI KABUPATEN BANDUNG BARAT, JAWA BARAT
  • Aug 31, 2019
  • TATALOKA
  • Asep Anwar Nugraha + 2 more

Rice is still a staple food in Indonesia, including in West Bandung Regency West Java Province. West Bandung regency was reached food self-sufficiency in 2010. The objectives at this study were: i) to identify land use land cover (LULC) in West Bandung; ii) to analyze suitability and availability for paddy field in West Bandung and iii) to arrange the direction of rice field development in West Bandung. Data analysis using geografis information system (GIS). Identify land use land cover by interpretation of SPOT imagery 6 2016. Analysis of the suitability and availability of paddy fields by overlapping land use maps, maps of forest areas and soil maps. The direction of paddy fields development based on actual land and a potential land of paddy fields. The alignment of wetland land use by overlapping maps of suitability and availability of land and spatial pattern patterns (RTRW) Kabupaten Bandung Barat 2009-2029. The result of land use interpretation is dominated by forest area of 37,335 ha, while paddy field area 15,953 ha. Land suitability evaluation consists of suitable (S2) and marginally suitable (S3) using matching criteria. The analysis result shows that the land suitability and available for paddy field was 25,147 ha. Direction of land development for Paddy field area was directed to actual paddy field largely 14,923 ha for intensification and potential land available for paddy field largely 10,224 ha for extensification. The land use of paddy fields has alignment with RTRW covering 2,018 ha and recommended as sustainable food agriculture land.

  • Research Article
  • 10.22373/ujhk.v5i1.14816
Pemenuhan Nafkah Bagi Keluarga Jamaah Tabligh di Montasik Aceh Besar
  • Jun 29, 2022
  • El-Usrah: Jurnal Hukum Keluarga
  • Salman Abdul Muthalib

Tanggungan nafkah dalam keluarga muslim menjadi kewajiban suami dengan cara yang baik dan sesuai dengan kesanggupannya. Dalam kenyataannya, terdapat fenomena di kalngan yang sering meninggalkan keluarga mereka untuk melakukan khuruj (keluar daerah untuk berdakwah) dalam jangka waktu yang lama, sehingga pemenuhan hak-hak keluarga menjadi terbengkalai. Karena itu, topik kajian ini menjadi penting dibahas untuk melihat bagaimana pemenuhan nafkah terhadap keluarga jamaah tabligh. Penelitian ini bersifat lapangan dengan mengambil lokasi di Kecamatan Montasik Kabupaten Aceh Besar. Data diperoleh melalui observasi dan wawancara mendalam terhadap anggota jamaah tabligh dan keluarga mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik pemberian nafkah keluarga Jamaah Tabligh selama khuruj telah memenuhi standar dalam hal nafkah lahir, dimana tidak ada anggota Jamaah Tabligh yang menelantarkan keluargannya dan tidak ditemukan keluarga yang mengeluh terkait pemberian nafkah lahir. Adapun nafkah batin dalam bentuk kasih sayang, sebagian keluarga tetap memiliki komunikasi yang baik meskipun terbatas, sementara sebagian lainnya sama sekali tidak dapat berkomunikasi selama khuruj, sehingga menyebabkan anak-anak kurang rasa hormat terhadap orangtua karena putus komunikasi dan kehilangan sosok ayah dalam keseharian mereka. Terkait dengan hubungan suami-istri, mereka tidak dapat memenuhinya, namun para istri tetap rela dan tidak mempersoalkan.

  • Research Article
  • 10.22146/jpkm.78308
Efforts to Improve Health Cadres’ Knowledge about Maternal Education Concerning Parental Feeding as a Stunting Prevention
  • Sep 26, 2023
  • Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (Indonesian Journal of Community Engagement)
  • Maya Amalia

Stunting is a condition that results from chronic malnutrition during childhood in low- and middle-income countries. The national prevalence of stunting in children under 5 years is 9 million children out of 24.5 million children. Factors that contribute to stunting include poor feeding and sanitation practices. The purpose of this community service is to provide education to health cadres in the Jaya Mekar Health Center area, West Bandung, regarding parental feeding practices as an effort to prevent stunting. The community service method is to provide education to health cadres through parental feeding booklets. This community service was carried out for 1 day, 10-10-2022, with 26 RW represented by 36 cadres in the Jaya Mekar Public Health Center area, Bandung Barat. The benefits of Community Service are expected after the cadres know about parental feeding, then it becomes a cadre education strategy for mothers (community) about how to give good food for children. The result of this education increases the knowledge of cadres significantly (0.019; 0.001) before and after providing education about parental feeding, then it becomes a cadre education strategy for mothers about how to give good food to children. Recommendations are needed for further programs to monitor cadres in providing education to mothers.

  • Research Article
  • 10.15575/idajhs.v19i1.45960
The Transformation of Tablighi Jamaat's Da'wah: Digital Adaptation and Political Engagement in Indonesia
  • Jun 28, 2025
  • Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies
  • Umdatul Hasanah + 3 more

This research examines the evolving da'wah dynamics among Tablighi Jamaat adherents in Indonesia. Founded by Muhammad Ilyas Al-Kandahlawi in India in 1926, this transnational movement has significantly impacted Indonesia's Islamic landscape through systematic propagation practices including khuruj (preaching journeys), jaulah (local rounds), and chillah (40-day periods). The movement's da'wah methodologies are rooted in Jamaat tradition, transmitted through written texts, particularly Fadhailul A'mal, and oral bayan (lectures) by amirs (leaders). This investigation addresses a scholarly gap by uncovering transformative shifts in Tablighi Jamaat's da'wah practices—previously underexplored areas that reveal how traditional Islamic missionary methods adapt to contemporary Indonesian contexts while maintaining doctrinal authenticity. Using qualitative analysis, this study demonstrates that da'wah exhibits inherent dynamism, evolving alongside cultural and civilizational advancements. This dynamism is evident in Tablighi Jamaat's traditions, where the movement maintains strict adherence to core principles while implementing modifications in practical application methods.The findings reveal notable conceptual adaptability in how current followers execute da'wah activities, representing a balance between preserving traditional methodology and responding to contemporary challenges. This adaptability demonstrates the movement's capacity to navigate modern contexts without compromising fundamental beliefs. The study contributes new insights into the intersection of traditional Islamic practices and contemporary Indonesian society, showing how religious movements maintain authenticity while embracing necessary adaptations. However, the research acknowledges methodological limitations and restricted thematic scope, indicating areas requiring further exploration in future research endeavors to fully understand these complex transformation processes.

  • Research Article
  • 10.36002/litera.v8i2.2017
THE PSYCHOLOGICAL ASPECT OF MAIN AND SECONDARY CHARACTERS IN THE MOVIE HOW TO TRAIN YOUR DRAGON 2
  • Sep 9, 2022
  • LITERA : Jurnal Bahasa Dan Sastra
  • I Gusti Agung Wira Wangsa

ABSTRACTThe title of this study is The Psychological Aspect Of Main and Secondary Character In TheMovie How to Train Your Dragon 2 (2014). How to Train Your Dragon 2 premiered at the 2014Cannes Film Festival on May 16, 2014, and was released in the United States on June 13. Thismovie was launched by DreamWorks Animation and distributed by 20th Century Fox. How toTrain Your Dragon 2 is an interesting movie with Exciting, emotionally resonant, and beautifullyanimated story. The discussion of this study focussed on the topic psychological analysis. Thepsychological analysis focuses only on psychological aspect of main and secondary character andthe conflict experienced together with problems of main and secondary character. According toWilliam Kenney (1966:5) states that there are two types of conflicts and they are external andinternal conflict. Internal conflict is mostly occurs within a single man or conflict between an ideaand another. The definition of psychological aspect through the conflict is analyzed based on thetheory proposed by Bernhardt (1953) who divides the psychological aspect into want, emotions,and feelings. This study will be collected by documentation method. The data collection will betaken from the movie. The data will be collected by watching and understanding the movie andrelate to the topic. Listen the dialogue carefully and read the movie scripts reapetedly. Afterward,finding the statement relate to the psychological and conflict of the Hiccup as the main character.This study result brought some conclusions. The conflict of the main character could becategorized into two general types of the conflict: internal and external conflict arise betweenHiccup the protagoinst against Drago Bludvist the main antagonist of How To Train Your Dragon2. Drago Bludvist is a cruel, ruthless, twisted man whose main goal is to conquer the world withhis enormous army of both humans and dragons, he is feared by all and destroys anyone who getsin his way. Pyschological aspect means anything that relate to the psychological condition of thecharacter as the inside things in human being , for instance ; ego, temperament, mentality,ambition, frustration, attitude, qualities, abilities, etc. It deals with the personal qualities whichrelated with a character behavior and activites of human being as a reflection of psychological life.The psychology of main character can be analyzed through mentality, manner, feeling,imagination, thought, sense, etc. Therefore, the effect of literature an influence upon its readers oraudience psychology. Psychology discovers the stream of consciousness as the real of reproductionof the actual mental processes for the mind.The analysis of psychological aspect of main characterdivides into five classes of human motive those are: the appetites, the wants, the emotion, andsocial movies.Keywords : Psychological, Character, and MotivationABSTRAKJudul penelitian ini adalah Aspek Psikologis Karakter Utama dan Sekunder Dalam Film How toTrain Your Dragon 2 (2014). How to Train Your Dragon 2 tayang perdana di Festival FilmCannes 2014 pada 16 Mei 2014, dan dirilis di Amerika Serikat pada 13 Juni. Film ini diluncurkanoleh DreamWorks Animation dan didistribusikan oleh 20th Century Fox. How to Train YourDragon 2 adalah film menarik dengan cerita animasi yang seru, bergema secara emosional, danindah. Pembahasan penelitian ini difokuskan pada topik analisis psikologi. Analisis psikologishanya berfokus pada aspek psikologis karakter utama dan sekunder dan konflik yang dialamibersama dengan masalah karakter utama dan sekunder. Menurut William Kenney (1966:5)menyatakan bahwa ada dua jenis konflik yaitu konflik eksternal dan konflik internal. Konflikinternal sebagian besar terjadi dalam satu orang atau konflik antara ide dan ide lainnya. Definisiaspek psikologis melalui konflik dianalisis berdasarkan teori yang dikemukakan oleh Bernhardt(1953) yang membagi aspek psikologis menjadi keinginan, emosi, dan perasaan. Penelitian iniakan dikumpulkan dengan metode dokumentasi. Pengumpulan data akan diambil dari film. Dataakan dikumpulkan dengan menonton dan memahami film dan berhubungan dengan topik.Dengarkan dialognya dengan seksama dan baca kembali naskah filmnya. Setelah itu, ditemukanpernyataan yang berkaitan dengan psikologis dan konflik Hiccup sebagai tokoh utama. Hasilpenelitian ini membawa beberapa kesimpulan. Konflik karakter utama dapat dikategorikanmenjadi dua jenis umum konflik: konflik internal dan eksternal muncul antara Hiccup protagonismelawan Drago Bludvist antagonis utama How To Train Your Dragon 2. Drago Bludvist adalahpria yang kejam, kejam, bengkok yang tujuan utamanya adalah menaklukkan dunia denganpasukan besar manusia dan naga, dia ditakuti oleh semua orang dan menghancurkan siapa sajayang menghalangi jalannya. Aspek psikologis berarti segala sesuatu yang berhubungan dengankondisi psikologis karakter sebagai hal-hal yang ada di dalam diri manusia, misalnya; ego,temperamen, mentalitas, ambisi, frustrasi, sikap, kualitas, kemampuan, dll. Ini berkaitan dengankualitas pribadi yang terkait dengan perilaku karakter dan aktivitas manusia sebagai cerminankehidupan psikologis. Psikologi tokoh utama dapat dianalisis melalui mentalitas, sikap, perasaan,imajinasi, pemikiran, rasa, dll. Oleh karena itu, pengaruh sastra mempengaruhi psikologipembaca atau penontonnya. Psikologi menemukan aliran kesadaran sebagai reproduksi nyatadari proses mental yang sebenarnya untuk pikiran. Analisis aspek psikologis karakter utamamembagi menjadi lima kelas motif manusia yaitu: perasaan, keinginan, emosi, dan sosial.Kata Kunci : Psikiologi, Konflik, dan karakter

  • Research Article
  • 10.19109/ra.v8i1.21784
Penerapan Model Pembelajaran BCCT Pada Aspek Perkembangan Anak Usia Dini Di Kelompok Bermain Assa’idiyah Bandung Barat
  • Jun 29, 2024
  • Raudhatul Athfal: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini
  • Ibnu Imam Al Ayyubi + 4 more

Penelitian ini bertujuan untuk melihat penerapan model pembelajaran Beyond Centre and Circle Time (BCCT) pada aspek perkembangan anak usia dini khususnya pada usia 4-5 tahun. Penelitian ini menggunakan metode penelitian one sample t-test dengan pendekatan kuantitatif yang dilaksanakan di Kelompok Bermain Assa’idiyah. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh anak di Kelompok Bermain Assa’idiyah dengan sampel sebanyak 36 dengan kategori usia 4-5 tahun. Pengujian persyaratan analisis data yang digunakan terdiri dari uji normalitas menggunakan Kolmogorov-Smirnov berbantuan software SPSS versi 26 dengan skor maksimal ideal 4 dimana skor 1 menunjukkan anak belum berkembang, skor 2 anak mulai berkembang, skor 3 anak berkembang sesuai harapan, dan skor 4 anak berkembang sangat baik. Pada penelitian ini menunjukkan bahwa nilai rata-rata aspek perkembangan anak pada usia 4-5 tahun di Kelompok Bermain Assa’idiyah lebih dari tahapan mulai berkembang yakni pada skor 3 dan skor 4. Hal tersebut juga dapat dibuktikan dengan persentase anak yang memiliki nilai 5,6%, 22,2%, 41,7%, dan 30,6% pada skor 1,2,3, dan 4.

  • Research Article
  • 10.26593/risa.v7i03.6926.249-268
STRATEGI TRANSFORMASI ARSITEKTUR PADA STUDIO AKANOMA DI PADALARANG, KABUPATEN BANDUNG BARAT
  • Jul 5, 2023
  • Riset Arsitektur (RISA)
  • Neysa Amanda Irawan + 1 more

Abstrak - Arsitektur Indonesia, seperti halnya arsitektur banyak negara dan kawasan di dunia, akhir-akhir ini mengalami berbagai perubahan karena fenomena globalisasi. Modernisasi dan perkembangan arsitektur yang pesat menyebabkan besarnya peluang akan masuknya nilai-nilai kebudayaan asing. Hal ini dapat menyebabkan perubahan dan transformasi secara cepat yang terjadi pada arsitektur. Kondisi ini diduga dapat mengakibatkan terjadinya transformasi arsitektur tradisional sebagai peninggalan arsitektur masa lalu, baik pada fungsi, tata ruang ataupun bentuk. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana Studio Akanoma menyikapi fenomena globalisasi ini dengan melakukan transformasi arsitekturnya, serta mengungkap strategi transformasi arsitektur pada bangunan Studio Akanoma di Padalarang, Kabupaten Bandung Barat. Studio Akanoma merupakan karya Yu Sing, yang saat ini berfungsi sebagai kantor biro konsultan arsitektur. Teori yang digunakan pada kajian ini merujuk pada (1) teori transformasi arsitektur, (2) teori proses transformasi arsitektur (3) teori fungsi, ruang, dan bentuk dalam arsitektur, dan (4) teori arsitektur tradisional Jawa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa transformasi arsitektur yang terjadi pada bangunan Studio Akanoma di Padalarang, Kabupaten Bandung Barat ini menunjukkan strategi transformasi yang terjalin erat antara unsur lokalitas arsitektur tradisional dalam konteks kehidupan modern. Untuk memperlihatkan hal tersebut, perancang menggunakan strategi transformasi pragmatik dan ikonik. Hal ini terlihat pada ekspresi arsitekturnya, baik pada fungsi, tata ruang, serta bentuk bangunannya. Upaya untuk mempertahankan eksistensi arsitektur tradisional pada masa kini dan yang akan datang merupakan permasalahan faktual dan menarik bagi pengembangan ilmu pengetahuan arsitektur. Studi ini diharapkan dapat memberikan gambaran tentang perkembangan dan strategi transformasi arsitektur tradisional yang diharapkan dapat menjawab tantangan arsitektur masa depan, dan dapat diterapkan dalam kegiatan merancang dan membangun arsitektur sebagai sebuah karya lingkungan binaan
 Kata-kata kunci: globalisasi, transformasi arsitektur, identitas Padalarang Bandung Barat

  • Research Article
  • 10.33024/jpm.v6i2.10397
STRATEGI COPING PADA REMAJA PEREMPUAN YANG MENIKAH USIA DINI (Studi Kasus Pada Remaja Perempuan Di Kecamatan Kalirejo, Lampung Tengah)
  • Sep 14, 2024
  • Jurnal Psikologi Malahayati
  • Paula Laudira Arum Pertiwi + 1 more

Abstrak Fenomena di masyarakat saat ini banyak dijumpai dispensasi pernikahan dini oleh individu yang berusia di bawah 19 tahun. Penyebab umum pernikahan dini terjadi karena para remaja sudah hamil terlebih dahulu sebelum menikah. Remaja perempuan yang menjalani pernikahan dini tak lepas dari adanya permasalahan yang muncul dalam sebuah keluarga, permasalahan tersebut dapat berasal dari konflik internal maupun eksternal. Dalam menyelesaikan permasalahan ini individu tidak terlepas dari coping sebagai cara untuk mengubah situasi yang menyebabkan terjadinya stress atau mengatur reaksi emosional yang muncul karena suatu masalah. Penelitian ini ditujukan untuk mendeskripsikan pengalaman psikologis partisipan yang menikah usia dini. Selain itu mendapatkan informasi mengenai strategi coping pada emosi dan coping pada masalah dari partisipan yang menikah dini. Peneliti menggunakan metode kualitatif dengan melibatkan 3 partisipan, dimana partisipan dalam penelitian ini dipilih berdasarkan teknik purposive sampling. Data penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan proses wawancara fenomenologis deskriptif guna memperoleh esensi coping ke dalam tema-tema fenomenologis. Temuan dari penelitian ini adalah strategi coping pada remaja perempuan yang menikah dini akibat perilaku seksual pranikah yaitu a) distancing, b) seeking social support, c) escape / avoidance, d) positive reappraisal, dan e) fokus pada masalah, penyelesaian secara hati-hati dan teliti terhadap pengambilan keputusan. Hasil penelitian ini memberikan implikasi bahwa remaja membutuhkan dukungan dari lingkungan sosial untuk mengatasi tekanan yang dialami dalam rumah tangga. Kata Kunci: Coping, Remaja, Menikah Dini AbstractThe phenomenon in today's society is that there are many dispensations for early marriage by individuals under the age of 19. The common cause of early marriage occurs because teenagers are already pregnant before getting married. Adolescent girls who undergo early marriage cannot be separated from the problems that arise in a family, these problems can come from internal and external conflicts. In solving this problem the individual cannot be separated from coping as a way to change situations that cause stress or regulate emotional reactions that arise because of a problem. This study aims to describe the psychological experiences of participants who marry at an early age. In addition to getting information about the strategy coping on emotions and coping on the problems of participants who married early. Researchers used qualitative methods involving 3 participants, where the participants in this study were selected based on the technique purposive sampling. The research data was collected using a descriptive phenomenological interview process to obtain the essence coping into phenomenological themes. Coping strategies for young women who marry early due to premarital sexual behavior, namely a) distancing, b) seeking social support, c) escape / avoidance, d) positive reappraisal, and e) focusing on problems, careful and thorough resolution of decision making. The results of this research have the implication that teenagers need support from the social environment to overcome the pressures experienced in the household Keywords: Coping, Teenager, Early Marriage

  • Research Article
  • 10.54010/wnesrd.v3i1.7
Strategi Pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dalam Upaya Meningkatkan Pendapatan Asli Desa di Desa Margalaksana Bandung Barat
  • Jul 29, 2022
  • Wikara National Economic and Social Research Development
  • Siti Nurisa Maryam + 1 more

This study aims to analyze the effect of the Village Owned Enterprise Management Strategy (BUMDES) in Efforts to Increase Village Original Income in Magalaksana Village, West Bandung. Sources of data in this study obtained by means of interviews conducted to several respondents. Village-Owned Enterprises (BUMDes) are business entities that or most of the capital is owned by the Village through direct participation directly derived from Village assets which are separated to manage assets, services and other businesses to the greatest extent possible. In this thesis the author discusses the role of BUMDes Laksana Makmur in helping to increase village original income through businesses in the field of fisheries. This thesis is a qualitative research with descriptive research methods described in written and spoken words and uses a naturalistic approach to seek and find meaning or understanding of phenomena in a special contextual setting. The data was obtained from the results of village documents, Village-Owned Enterprises (BUMDes), observations, documentation studies and interviews with the Village Government and BUMDes Management Laksana Makmur Margalaksana Village, West Bandung. Sources of data used are Primary Data and Secondary Data. The data analysis technique used is Data Reduction, Data Display and Conclusion/Verification. The results obtained that in an effort to manage BUMDes Laksana Makmur aims to increase Village Original Income (PAD) in order to get the welfare of village life and society through business and economic development that is getting better. It can be seen that the assets owned by BUMDes Laksana Makmur have increased every year. It's just that there are still obstacles in the operational process of BUMDes Laksana Makmur, namely the difficulty of managing finances and time in working together from each of its human resources. This is because the manager of BUMDes Laksana Makmur still does not have human resources who are experts in the field of management.

  • Research Article
  • 10.30740/jee.v1i1p45-50
APPLICATION RECIPROCAL TEACHING IN BUILDING OF STUDENTS' MATHEMATICAL CONNECTIONS ABILITY
  • Jan 8, 2018
  • Journal Of Educational Experts (JEE)
  • Aang Rohimat + 1 more

This research is motivated by the lack of connection capabilities junior high school students in Bandung West. This study will examine the achievement of matemati connection capabilities of students usinglearning reciprocalteaching with the usual approach. The method used is an experimental method to design pretest-posttest control group, ie design involving at least two groups and randomly sampling classes. At the beginning and end of the study both classes were given the test. The population in this sample is the entire junior high school students in Bandung West whose characteristics have a low ability mathematical connections. Of the entire junior high school in West Bandung randomly selected and elected SMP Negeri Bandung Barat representing the characteristics of the population. The sample was selected randomly, where class G into the experimental class VIII, and VIII F be the class of the control. Collecting data in this study using a test description that has been tested first, and then score the mathematical connection capabilities of students were analyzed by descriptive and inferential statistics using two different test average. Based on the results, good data analysis and hypothesis testing, with α = 0.05 mathematical connection capability turns the achievement of students usinglearning model reciprocal teaching is better than the students who used the usual approach

  • Research Article
  • 10.36002/litera.v8i2.2009
PSYCHOLOGICAL ANALYSIS OF THE MAIN CHARACTER IN PAULO COELHO’S THE ALCHEMIST
  • Sep 9, 2022
  • LITERA : Jurnal Bahasa Dan Sastra
  • Galih Gharizata

ABSTRACTThis topic was chosen to get more understanding about the main psychology character of Santiagoin the novel and the conflicts faced by the main character. The main character in the novel interactswith the character in the story and plays an important role. The data was taken from the novel TheAlchemist. The data was collected through the documentation by using note-taking and reading.The first step of collecting data was to read the novel frequently and intensively. Then, the secondstep was to identify and classify the data to find out the relevant statement in the novel that can berelated to intrinsic and extrinsic elements. There are two different theories used in analyzing thestudy, and those are the psychology theory and the conflict theory. The psychology theory that isused in this study is the theory proposed by Bernhardt (1953), who analyzed the psychology of themain character. The conflict theory that is used is the theory proposed by Kenney (1966). Thisstudy is conducted on how the psychological aspect influence the main character and whatconflicts affect his personality. The conclusions of this study are as follows: Santiago, as the maincharacter in the story, is faced with many internal conflicts that shaped his psychologicalmotivation, appetite, and emotions. It shows that psychology and conflict had a great impact oneach other in the development of character.Keywords: main character, psychological analysis, literature.ABSTRAKTopik ini dipilih untuk lebih memahami psikologi tokoh utama Santiago dalam novel dan konflikyang dihadapi tokoh utama. Karakter utama dalam novel berinteraksi dengan karakter dalamcerita dan memainkan peran penting dalam cerita itu sendiri. Data diambil dari novel TheAlchemist. Pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi dengan cara mencatat danmembaca. Langkah awal pengumpulan data adalah sering membaca novel secara intensif.Kemudian, langkah kedua adalah mengidentifikasi dan mengklasifikasikan data untuk mengetahuipernyataan relevan dalam novel yang dapat dikaitkan ke dalam unsur intrinsik dan ekstrinsik. Adadua teori berbeda yang digunakan dalam menganalisis penelitian ini, yaitu: teori psikologi danteori konflik. Teori psikologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori yang dikemukakanoleh Bernhardt (1953) yang menganalisis psikologi tokoh utama. Teori konflik yang digunakanadalah teori yang dikemukakan oleh Kenney (1966). Penelitian ini dilakukan tentang bagaimanaaspek psikologis mempengaruhi karakter utama dan konflik apa yang mempengaruhikepribadiannya. Kesimpulan dari penelitian ini adalah sebagai berikut: Santiago sebagai tokohutama dalam cerita dihadapkan pada banyak konflik internal yang membentuk motivasipsikologis, nafsu makan, dan emosinya, ini menunjukkan bahwa psikologi dan konflik memilikidampak besar satu sama lain dalam perkembangan karakter.Keywords: karakter utama, analisis psikologis, sastra.

Save Icon
Up Arrow
Open/Close
  • Ask R Discovery Star icon
  • Chat PDF Star icon

AI summaries and top papers from 250M+ research sources.