ESTIMASI CADANGAN KLAIM IBNR: PENDEKATAN METODE BORNHUETTER FERGUSON DAN METODE MUNICH CHAIN LADDER
Estimasi cadangan klaim pada suatu perusahaan asuransi menjadi hal yang krusial. Ketidakakuratan hasil estimasi dapat mempengaruhi kondisi suatu perusahaan asuransi. Sehingga, hasil estimasi diharapkan dapat mendekati klaim aktual dari suatu perusahaan. Tujuan dari penelitian ini adalah membandingkan estimasi cadangan klaim dengan menggunakan metode Bornhuetter Ferguson dan Munich Chain Ladder. Metode Bornhuetter Ferguson memanfaatkan informasi internal berupa data klaim dan informasi eksternal berupa earned premium (pendapatan perusahaan yang berasal dari premi yang dibayar oleh tertanggung). Metode Munich Chain Ladder merupakan perkembangan dari metode Chain Ladder yang mempertimbangkan unsur korelasi antara data klaim incurred dengan data klaim paid. Metode Munich Clain Ladder dikembangkan untuk meminimalkan gap antara klaim incurred dengan klaim paid. Pada penelitian ini, kedua metode diterapkan untuk menghitung cadangan klaim suatu perusahaan asuransi di Malaysia. Hasil estimasi yang diperoleh adalah Metode Bornhuetter-Ferguson mengahsilkan estimasi cadangan klaim sebesar RM2668458000 pada data paid dan sebesar RM3026005600 pada data incurred sedangkan, Metode Munich Chain Ladder menghasilkan estimasi cadangan klaim sebesar RM2938886000 pada data paid dan RM2134746600 pada data incurred.
- Ask R Discovery
- Chat PDF
AI summaries and top papers from 250M+ research sources.