Edukasi Upaya Penemuan Dini Kasus Lumpuh Layuh Mendadak (AFP) di Wilayah Kerja Puskesmas Ophir Kabupaten Pasaman Barat
Acute Flaccid Paralysis (AFP) atau lumpuh layuh mendadak merupakan kondisi klinis serius yang dapat menjadi tanda awal penyakit polio maupun gangguan saraf lainnya. Sejak Indonesia dinyatakan bebas polio pada tahun 2014, kegiatan surveilans AFP tetap menjadi prioritas untuk mencegah munculnya kembali transmisi virus polio liar. Namun, penemuan kasus AFP di wilayah kerja Puskesmas Ophir Kabupaten Pasaman Barat masih rendah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas kader posyandu dalam mendeteksi dan melaporkan kasus AFP melalui edukasi dan penguatan sistem pelaporan berbasis masyarakat. Kegiatan dilaksanakan di Jorong Pujorahayu pada bulan September 2025 dengan melibatkan 20 kader posyandu. Metode yang digunakan adalah pre-test, edukasi melalui ceramah, diskusi, simulasi pelaporan, dan post-test, dengan analisis data menggunakan uji Wilcoxon. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada aspek pengetahuan, sikap, dan tindakan kader setelah intervensi (p<0,05). Rata-rata pengetahuan meningkat dari 3,65 menjadi 5,00, sikap dari 4,40 menjadi 5,00, dan tindakan dari 4,30 menjadi 5,00. Edukasi interaktif terbukti efektif membentuk kesiapan kader dalam mengenali gejala AFP serta melaporkan kasus secara cepat. Selain itu, kegiatan memberikan dampak positif berupa penguatan jejaring komunikasi surveilans, tersedianya media edukasi berkelanjutan, serta integrasi materi AFP dalam pertemuan rutin posyandu. Kesimpulannya, kegiatan ini berhasil meningkatkan kapasitas kader posyandu dan memperkuat sistem surveilans berbasis komunitas. Disarankan agar kegiatan serupa dilakukan secara berkesinambungan dan diintegrasikan dalam pembinaan kader di tingkat puskesmas untuk menjaga keberlanjutan status bebas polio.
- Ask R Discovery
- Chat PDF
AI summaries and top papers from 250M+ research sources.