Deteksi Leptospira Patogenik pada Urin Anjing dengan Polymerase Chain Reaction (PCR) di Kota Semarang
Abstract : Semarang city was one of an endemic area of leptospirosis that had increasing case during 2007-2009. Leptospirosis is a zoonotic. The dog is one of animal that able transmitted leptospirosis to humans. The objectives of this study was to detect pathogenic Leptospira in dogs in 16 Districts of Semarang city, Central Java in March- July 2012. Study was conducted by taking a sample of dog urine and performed PCR using specific primers pathogenic Leptospira. The results showed that 4 dog urine (13.80%) detected positive leptospira pathogenic from 29 dogs urine sample that examinated. Dogs were positive leptospirosis were belongs to District East Semarang, South Semarang, Candisari, and Central Semarang. The presence of pathogenic Leptospira in the urine of dogs potentially transmitted leptospirosis to humans. Vaccination of Leptospira in dog for prevention transmitted leptospirosis to human could be recomended. Abstrak : Kota Semarang merupakan salah satu daerah endemis leptospirosis yang memiliki peningkatan kasus antara Tahun 2007-2009. Leptospirosis merupakan zoonosis. Anjing merupakan salah satu hewan penular leptospirosis pada manusia. Penelitian ini bertujuan mendeteksi Leptospira patogen pada Anjing di 16 Kecamatan Kota Semarang, Jawa Tengah yang dilaksanakan bulan Maret- Juli 2012. Penelitian dilakukan dengan mengambil sampel urin anjing dan pemeriksaan PCR menggunakan primer spesifik Leptospira patogenik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa urin yang diperiksa dari 29 ekor anjing menunjukkan positif terdeteksi Leptospira patogenik sebanyak 4 ekor anjing (13,80 %). Anjing yang positif leptospirosis terdapat di Kecamatan Semarang Timur, Semarang Selatan, Candisari, dan Semarang Tengah. Adanya Leptospira patogenik dalam urin anjing berpotensi menularkan leptospirosis pada manusia. Vaksinasi Leptospira pada anjing dapat direkomendasikan untuk pencegahan penularan leptospirosis ke manusia.