ANALISIS DAMPAK LALU LINTAS PADA FASILITAS KESEHATAN EVERGREEN MEDIKA KABUPATEN SORONG
Lalu lintas yang padat mengakibatkan tertumpuknya kendaraan di bahu jalan akibat tidak tersedianya lahan parkir yang memadai. Sehingga akan menyebabkaan lalu lintas menjadi terganggu di karenakan hanya mengoptimalkan satu jalur saja. Maka dari itu bangunan gedung Klinik Evergreen sangat memberikan pengaruh terhadap perubahan tata guna jalan, karena Klinik Evergreen tidak memiliki lahan parkir yang luas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengantisipasi terjadinya pengaruh lalu lintas yang lebih padat di sekitar kawasan Klinik Evergreen tersebut, Penelitian ini mengkaji Analisis dampak lalu lintas ditinjau dari pembebanan lalu lintas yang terjadi akibat adanya Fasilitas Kesehatan Evergreen Medika Kabupaten Sorong. Dimana Dampak parkir terhadap kinerja lalu lintas di ruas jalan sekitar Klinik Evergreen rata- rata berada pada kategori C, hal ini juga dapat menjelaskan bahwa adanya dampak negatif yaitu kemacetan akibat aktivitas parkir terhadap lalu lintas. Pengaruh parkir terhadap kinerja lalu lintas di ruas jalan sekitar Klinik Evergreen pada Hari Minggu dan Senin memiliki nilai koefisien korelasi sebesar 1,00 berarti terdapat hubungan sangat kuat yang mengindikasikan bahwa aktivitas parkir pada Hari Senin dan Minggu memiliki pengaruh sangat kuat terhadap volume lalu lintas ruas Jalan Sekitar Klinik Evergreen.
- Research Article
- 10.26740/mitrans.v1n3.p326-336
- Dec 28, 2023
- Jurnal Media Publikasi Terapan Transportasi
Exit ramp jalan tol telah dibangun sebagai bagian dari pengembangan infrastruktur jalan raya di daerah tersebut. Pengaruh dari exit ramp ini dievaluasi dalam konteks volume lalu lintas, jenis kendaraan, pola lalu-lintas, sistem manajemen lalu lintas, rekayasa lalu lintas, dan tingkat kemacetan di sekitar simpang bersinyal. Studi ini menggunakan metode pengumpulan data lalu-linta sebelum simpang 4 Fatmawati dan setelah exit ramp tol, serta analisis data lalu-lintas yang mencakup volume kendaraan, waktu siklus lampu lalu lintas, kepadatan lalu lintas, dan tingkat kemacetan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh exit ramp jalan tol terhadap kinerja simpang bersinyal di simpang 4 Fatmawati, Jakarta. Hasil penelitian ini memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang dampak exit ramp jalan tol terhadap simpang bersinyal di simpang 4 Fatmawati. Hasil studi ini dapat digunakan sebagai dasar bagi otoritas lalu-lintas dan pengambil keputusan dalam merencanakan peningkatan atau perubahan pada infrastruktur jalan raya, seperti modifikasi simpang bersinyal atau penyesuaian kapasitas jalan tol. Diharapkan bahwa penelitian ini dapat memberikan wawasan yang berguna dalam upaya meningkatkan kinerja simpang bersinyal dan kemacetan lalu-lintasdi daerah tersebut.
- Research Article
- 10.62976/ierj.v1i3.406
- Dec 16, 2023
- Interdisciplinary Explorations in Research Journal
This research started from the increasing number of traffic accidents that occurred due to a lack of compliance, understanding and awareness among the public regarding the importance of obeying existing traffic rules and signs, starting from the large number of traffic violations from various ages due to this lack of understanding. The problem that researchers took in this research was regarding "The Level of Community Compliance with the Use of Traffic Signs in Barito Kuala Regency" which was motivated by the increasing number of traffic accidents. The aim of this research is to find out the level of compliance and obstacles of the Barito Kuala community regarding the use of traffic signs. The method used in this research is an empirical legal or sociological method and the type of approach used is a legal sociology approach, namely an approach to studying law in a social context. The results of this research are that the level of community compliance is in categories that fluctuate from data on the number of traffic violations in Barito Kuala Regency in 2021, there were 1,700 cases of violators, while in 2022 there was an increase to 2,787 cases of violations, but in 2023 it decreased to 1,408 cases. violation. Meanwhile, the obstacles faced by the community are lack of knowledge, awareness and understanding of traffic signs, lack of willingness to know traffic signs and never participating in socialization held by the police, especially from traffic police. Keywords: Compliance, Traffic signs, Violations Abstrak Penelitian ini berawal dari semakin meningkatnya angka kecelakaan lalu lintas yang terjadi karena kurangnya kepatuhan, pemahaman dan kesadaran masyarakat akan pentingnya menaati peraturan dan rambu-rambu lalu lintas yang ada, berawal dari banyaknya pelanggaran lalu lintas dari berbagai kalangan usia karena kurangnya pemahaman tersebut. Permasalahan yang peneliti ambil dalam penelitian ini adalah mengenai "Tingkat Kepatuhan Masyarakat Terhadap Penggunaan Rambu Lalu Lintas di Kabupaten Barito Kuala" yang dilatarbelakangi oleh semakin meningkatnya angka kecelakaan lalu lintas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kepatuhan dan hambatan masyarakat Barito Kuala terhadap penggunaan rambu-rambu lalu lintas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode hukum empiris atau sosiologis dan jenis pendekatan yang digunakan adalah pendekatan sosiologi hukum, yaitu suatu pendekatan yang mempelajari hukum dalam konteks sosial. Hasil dari penelitian ini adalah tingkat kepatuhan masyarakat berada pada kategori yang berfluktuatif dari data jumlah pelanggaran lalu lintas di Kabupaten Barito Kuala pada tahun 2021 terdapat 1.700 kasus pelanggar, sedangkan pada tahun 2022 mengalami peningkatan menjadi 2.787 kasus pelanggaran, namun pada tahun 2023 mengalami penurunan menjadi 1.408 kasus pelanggaran. Sedangkan kendala yang dihadapi oleh masyarakat adalah kurangnya pengetahuan, kesadaran dan pemahaman tentang rambu-rambu lalu lintas, kurangnya kemauan untuk mengetahui rambu-rambu lalu lintas dan tidak pernah mengikuti sosialisasi yang diadakan oleh pihak kepolisian khususnya dari polisi lalu lintas. Kata kunci: Kepatuhan, Rambu Lalu Lintas, Pelanggaran: Kepatuhan, Rambu Lalu Lintas, Pelanggaran
- Research Article
2
- 10.30997/karimahtauhid.v3i4.12735
- Apr 4, 2024
- Karimah Tauhid
Pemerintah Kota Bogor mengeluarkan Keputusan Walikota Nomor 551-45-109 Tahun 2016 tentang penerapan Manajemen Sistem Satu Arah (SSA) untuk mengatasi kemacetan di jalan seputaran Kebun Raya Bogor. Penetapan SSA ini berdasarkan pada Undang-undang Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah pertama, menganalisis optimalisasi kinerja lalu lintas ruas jalan Kebun Raya Bogor, kedua, untuk mengetahui hambatan yang dihadapi dalam kinerja lalu lintas ruas Jalan Kebun Raya Bogor berdasarkan Undang-undang Nomor 22 tahun 2009 tenang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis-empiris yaitu hukum dikonsepsikan sebagai norma, kaidah, asas atau dogma-dogma. Hasil penelitian ini Hasil penelitian diketahui bahwa fenomena kesemrawutan lalu lintas paling mudah terlihat yaitu pada saat jam sibuk (antara jam 06.30-08.00), dimana waktu tersebut merupakan waktu aktivitas sekolah dan para pekerja. Pengamatan yang dilakukan di 19 titik pos-pos polisi lalu lintas di seluruh Kota Bogor. Kesimpulan penelitian diperoleh bahwa optimalisasi kinerja lalu lintas ruas Jalan Kebun Raya Bogor berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yang dinilai memiliki dampak memudahkan akses perjalanan, tetapi perjalanan yang ditempuh menjadi jauh dan lama. Efek memutar dari sistem SSA mengakibatkan banyak berubahnya rute angkutan kota yang akhirnya juga banyak bersinggungan antar rute angkutan kota.
- Research Article
- 10.36418/syntax-literate.v9i7.15835
- Jul 19, 2024
- Syntax Literate ; Jurnal Ilmiah Indonesia
Penelitian ini bertujuan untuk melihat seberapa besar potensi kemacetan yang terjadi di Kota Administrasi Jakarta Pusat dengan melihat potensi pembangkitan/daya tarik lalu lintas yang dihasilkan dari penggunaan lahan yang ada dan performa lalu lintas yang terjadi di jalan- jalan di wilayah penelitian. Data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi peta administrasi kota Jakarta Pusat, peta pola ruang kota administrasi Jakarta Pusat, serta data lalu lintas jalan-jalan di wilayah penelitian. Tujuan penelitian ini adalah 1) Menganalisis Penggunaan Lahan di Kota Administratif Jakarta Pusat; 2) Menganalisis Potensi Daerah Kemacetan Tinggi Berdasarkan Kinerja Jalan dan Tingkat Pelayanan di Kota Administrasi Jakarta Pusat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hampir 50% ketidaksejajaran lahan terjadi di wilayah penelitian dan menghasilkan daya tarik lalu lintas sebesar 236.513 pcu/jam. Kemudian, berdasarkan kondisi lapangan yang ada dilihat dari beberapa jalan di wilayah studi, kinerja lalu lintas di jalan-jalan di wilayah studi memiliki Tingkat Pelayanan Jalan. /Level of Service (LOS) pada rata-rata jalan D dan E, ini berarti tingkat kemacetan lalu lintas di jalan-jalan di wilayah studi sangat tinggi baik pada jam sibuk maupun non-jam sibuk.
- Research Article
- 10.56457/jjih.v1i1.41
- May 30, 2023
- Justisia: Jurnal Ilmu Hukum
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara Undang-Undang Lalu Lintas Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan dengan maraknya kecelakaan akibat kerusakan jalan di Indonesia. Undang-Undang tersebut menjadi landasan hukum utama yang mengatur peraturan lalu lintas dan angkutan jalan di negara ini. Namun, meskipun ada peraturan yang jelas, masih terjadi banyak kecelakaan akibat kerusakan jalan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis politik hukum, yang melibatkan penelusuran dan pengumpulan data melalui studi pustaka dan dokumentasi terkait Undang-Undang Lalu Lintas Nomor 22 Tahun 2009 serta data kecelakaan akibat kerusakan jalan yang terjadi di Indonesia. Analisis politik hukum dilakukan dengan mempertimbangkan aspek-aspek politik, sosial, dan hukum yang terkait dengan implementasi undang-undang tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun Undang-Undang Lalu Lintas Nomor 22 Tahun 2009 telah memberikan kerangka hukum yang komprehensif untuk mengatur lalu lintas dan angkutan jalan, masih terdapat beberapa kelemahan dan tantangan dalam implementasinya. Salah satu tantangan utama adalah kurangnya penegakan hukum yang efektif terhadap pelanggaran aturan lalu lintas dan kerusakan jalan. Kerusakan jalan yang tidak segera diperbaiki atau tidak mendapatkan perawatan yang memadai dapat menjadi faktor penyebab kecelakaan lalu lintas. Selain itu, kurangnya pemeliharaan dan pengawasan jalan juga dapat memberikan kontribusi terhadap terjadinya kerusakan jalan yang lebih parah. Hal ini menunjukkan adanya kesenjangan antara regulasi yang ada dan implementasinya dalam praktik. Dalam penelitian ini, diusulkan beberapa rekomendasi kebijakan guna meningkatkan implementasi Undang-Undang Lalu Lintas Nomor 22 Tahun 2009 terkait dengan kerusakan jalan. Rekomendasi tersebut mencakup perbaikan sistem pemeliharaan jalan yang lebih efektif, peningkatan pemantauan dan pengawasan terhadap keadaan jalan, serta penegakan hukum yang lebih tegas terhadap pelanggaran aturan lalu lintas.
- Research Article
- 10.36080/skanika.v7i2.3201
- Jul 26, 2024
- SKANIKA: Sistem Komputer dan Teknik Informatika
Penelitian ini mengembangkan sistem perhitungan jumlah kendaraan berdasarkan jenis kendaraan menggunakan algoritma YOLO secara real-time. Seiring perkembangan teknologi artificial intelligence, khususnya di bidang computer vision, media luar ruang juga mengalami kemajuan melalui komputasi hasil citra CCTV yang terpasang di media tersebut. Pentingnya penelitian ini terletak pada kontribusinya dalam menyediakan data lalu lintas yang akurat dan real-time yang dapat dimanfaatkan oleh pemerintah daerah, perusahaan manajemen lalu lintas, pengembang properti, dan perusahaan iklan untuk perencanaan lalu lintas, keamanan, dan analisis pemasaran. Metode penelitian melibatkan pelatihan model YOLOv9 dan pelacakan berbasis centroid pada dataset yang mencakup empat class kendaraan: car, motorcycle, bus, dan truck. Nilai 0.9 mAP, 0.909 precision, 0.828 recall, dan 0.867 F1-Score yang didapat dari hasil penelitian mengungkapkan bahwa sistem yang dibangun memiliki kemampuan untuk mendeteksi serta melacak kendaraan dengan tingkat akurasi yang tinggi. Namun, kinerja sistem sangat dipengaruhi oleh spesifikasi hardware yang dipakai, dan deteksi pada class motorcycle memiliki evaluasi yang lebih rendah dibandingkan jenis class kendaraan lainnya. Penelitian ini mengindikasikan bahwa peningkatan spesifikasi perangkat keras dan pengoptimalan model dapat meningkatkan performa sistem. Hasil ini penting karena menunjukkan potensi besar penggunaan algoritma YOLO dalam aplikasi pemantauan lalu lintas secara real-time.
- Research Article
- 10.34005/jhj.v6i2.169
- Mar 22, 2025
- Jurnal Hukum Jurisdictie
Sanksi terhadap pengguna sepeda listrik sebagai pelaku pelanggaran lalu lintas tidakdiatur secara tegas dalam peraturan perundang-undangan baik dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan serta PeraturaN Menteri Perhubungan Nomor 45 Tahun 2020 Tentang Kendaraan Tertentu Dengan Menggunakan Penggerak Motor Listrik. Hal ini dikarenakan sepeda listrik tidak dapat dikategorikan ke dalam kendaraan bermotor dan kendaraan tidak bermotor. Tujuan daripada penelitian ini yaitu untuk mengetahui penjatuhan sanksi terhadap pengguna sepeda listrik sebagai pelaku tindak pidana lalu lintas di jalan raya dalam perspektif Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan dan untuk mengetahui penjatuhan sanksi terhadap pengguna sepeda listrik sebagai pelaku tindak pidana lalu lintas di jalan raya ditinjau dari Asas legalitas. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus, Hasil dari penelitian ini yaitu telah terjadinya kekosongan hukum mengenai peraturan sepeda listrik dan sanksi terhadap pelaku pengguna sepeda listrik dalam ketentuan tindak pidana materiil menitikberatkan pada akibat yang dilarang dijatuhkan sanksi Pasal 310 dan Pasal 311 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu lintas dan Angkutan Jalan.
- Research Article
- 10.35328/keperawatan.v8i2.174
- Jan 31, 2020
- Al-Asalmiya Nursing: Jurnal Ilmu Keperawatan (Journal of Nursing Sciences)
Tingginya angka kecelakaan lalu lintas meningkatkan tingginya angka kematian. Bantuan hidup dasar dapat menekan angka kematian pada korban henti jantung dan henti nafas akibat kecelakaan lalu lintas dan salah satu tugas polisi lalu lintas adalah memberikan penanganan dengan cepat. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan sikap polisi lalu lintas dalam pemberian bantuan hidup dasar pada pertolongan pertama kecelakaan lalu lintas di POLRESTA Pekanbaru. Metode penelitian ini menggunakan korelasi dengan pendekatan cross sectional menggunakan teknik accidental sampling. Penelitian dilakukan di POLRESTA Pekanbaru dengan populasi 126 orang dan sampel 96 orang. Uji statistik yang digunakan adalah uji chi-square dan kolmogorov-smirnov. Hasil analisa univariat mayoritas responden berusia dewasa awal (26-35 tahun) (58.3%), berjenis kelamin laki-laki (81.2%), berpendidikan perguruan tinggi (66,7%), faktor emosional tinggi (65.6%), pengetahuan cukup (55.2%), pengaruh orang lain yang dianggap lebih penting (57.3%), pengalaman menangani korban sudah pernah (71.9%), sikap negatif (55.2%). Hasil analisa bivariat menunjukkan variabel yang berhubungan dengan sikap polisi lalu lintas dalam pemberian bantuan hidup dasar pada pertolongan pertama kecelakaan lalu lintas yaitu pengetahuan Pvalue = 0.022, pengalaman menangani korban Pvalue = 0.036. Untuk variebel yang tidak berhubungan dengan sikap polisi lalu lintas dalam pemberian bantuan hidup dasar pada pertolongan pertama kecelakaan lalu lintas yaitu faktor emosional Pvalue = 0.156, pengaruh orang lain yang dianggap lebih penting Pvalue = 0.638. Diharapkan sikap negatif dan pengetahuan yang cukup dalam pemberian bantuan hidup dasar dapat diperbaiki dengan cara meningkatkan pengalaman dan memberikan pelatihan
 Daftar Pustaka : 34 (2002-2017)Kata kunci : Sikap, faktor-faktor, polisi lalu lintas, bantuan hidup dasar.
- Research Article
- 10.25104/jptd.v26i1.2369
- Jun 25, 2024
- Jurnal Penelitian Transportasi Darat
Arus mudik lebaran adalah tradisi tahunan yang melibatkan jutaan masyarakat Indonesia. Pemerintah Indonesia telah melakukan berbagai upaya untuk memfasilitasi arus mudik setiap tahun untuk memastikan masyarakat mudik dengan aman dan nyaman. Penelitian ini bertujuan untuk membantu pemerintah dalam mengatur rekayasa manajemen lalu lintas arus mudik melalui penerapan time windows lalu lintas ketika arus mudik Lebaran. Dengan menerapkan time windows atau jadwal tertentu untuk perjalanan, arus kendaraan dapat diatur agar tidak terjadi penumpukan kendaraan pada waktu yang sama guna meminimalkan kemacetan. Penelitian ini juga berkontribusi secara positif terhadap penelitian selanjutnya, terutama tentang manajemen rekayasa lalu lintas. Data penelitian berupa volume lalu lintas dan profil jalan berasal diperoleh dari operator jalan tol dari segmen Gerbang Tol Cikampek Utama sampai Gerbang Tol Kalikangkung. Metode analisis yang digunakan berdasarkan analisis perhitungan pada Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI) tahun 2023. Kesimpulan dari penelitian ini adalah yang pertama, terdapat beberapa perbedaan kebijakan yang harus dilakukan pada setiap jalan menyesuaikan jumlah lajur jalan tersebut. Yang kedua, waktu ideal untuk pengalihan satu arah adalah pukul 06.00–24.00 WIB, yang secara signifikan menurunkan derajat kejenuhan keseluruhan. Dengan mengacu pada penelitian ini, diharapkan pemerintah dapat melakukan rekayasa lalu lintas yang lebih efektif dan efisien menyesuaikan jalannya, dan kedepannya penelitian ini dapat dikembangkan dengan melakukan simulasi menggunakan software seperti VISSIM dan VISSUM.
- Research Article
- 10.21831/joppar.v2i5.22482
- Oct 11, 2024
- Journal of Public Policy and Administration Research
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) dalam Penindakan Pelanggaran Lalu Lintas oleh Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah D.I. Yogyakarta. Studi ini dilatarbelakangi oleh peningkatan jumlah pelanggaran lalu lintas di wilayah tersebut yang mengindikasikan adanya kesenjangan antara kondisi aktual dengan harapan penegak hukum. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Metode ini dipilih untuk dapat mengeksplorasi informasi mendalam terkait efektivitas sistem ETLE, permasalahan yang dihadapi, serta upaya perbaikan yang diperlukan. Melalui wawancara mendalam dan telaah dokumentasi, data kualitatif dikumpulkan guna memperoleh pemahaman komprehensif tentang praktik penerapan ETLE di lapangan. Hasil penelitian mengindikasikan beberapa temuan penting: (1) Pelaksanaan ETLE oleh Ditlantas Polda D.I. Yogyakarta memberikan dampak positif dalam penegakan hukum lalu lintas; (2) Ditlantas menunjukkan komitmen dan inovasi dalam mengatasi berbagai tantangan implementasi sistem ETLE melalui serangkaian upaya strategis; (3) Teridentifikasi adanya perubahan perilaku pengguna jalan ke arah yang lebih konstruktif; (4) Terjadi peningkatan kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian. Penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi ETLE berpotensi dalam meningkatkan kepatuhan lalu lintas dan efisiensi penegakan hukum, namun masih memerlukan penyempurnaan berkelanjutan. Hasil analisis ini, dapat memberikan rekomendasi strategis dalam mengoptimalkan kinerja sistem ETLE yang bertujuan untuk memperkuat disiplin masyarakat.
- Research Article
- 10.33364/konstruksi/v.23-1.2281
- May 31, 2025
- Jurnal Konstruksi
Jalan Nasional Anyer-Cilegon merupakan ruas vital yang mengalami kepadatan tinggi akibat aktivitas kendaraan yang sering berhenti di badan jalan, dipicu oleh penggunaan trotoar dan bahu jalan sebagai area parkir serta lokasi berjualan pedagang kaki lima. Penelitian ini mengadopsi pendekatan kuantitatif melalui survei lapangan langsung untuk mengumpulkan data primer terkait kapasitas jalan, volume lalu lintas, hambatan samping, kecepatan kendaraan, dan biaya operasional kendaraan (BOK) dengan mengacu pada metode MKJI 1997. Hasil penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kinerja lalu lintas terhadap biaya operasional kendaraan menggunakan metode MKJI 1997. Hasil menunjukkan bahwa tingkat pelayanan jalan berada pada kategori C-D, dengan implementasi solusi alternatif berhasil mengurangi biaya operasional sebesar Rp7,9 juta. Meskipun pengurangan ini tidak signifikan secara nominal, strategi tersebut efektif meminimalkan pemborosan bahan bakar (BBM) dan biaya suku cadang, mencerminkan optimasi efisiensi operasional.Temuan ini menggarisbawahi pentingnya intervensi tata kelola lalu lintas, seperti relokasi aktivitas parkir liar dan penertiban pedagang kaki lima, untuk meningkatkan tingkat pelayanan jalan. Penelitian lebih lanjut disarankan untuk mengeksplorasi integrasi teknologi smart parking dan pelebaran ruang lalu lintas guna mengatasi akar masalah kemacetan di koridor strategis ini.
- Research Article
- 10.33751/jekota.v2i1.107
- Jul 25, 2025
- Jendela Kota: Jurnal Perencanaan dan Pengembangan Wilayah dan Kota
ABSTRAK Jalan Raya Cijulang di Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran merupakan jalan arteri primer berstatus nasional yang berperan penting sebagai jalur utama menuju kawasan wisata dan penghubung antarkota melalui Bandara Nusawiru. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi sarana dan prasarana jalan serta menilai tingkat pelayanan menggunakan metode Level of Service (LOS) berdasarkan standar PKJI 2023. Metode analisis yang digunakan meliputi perhitungan volume lalu lintas, kapasitas jalan, dan derajat kejenuhan (degree of saturation) dengan membandingkan antara hari kerja dan hari libur pada jam sibuk. Selain itu, dilakukan analisis deskriptif terhadap persepsi masyarakat melalui kuesioner yang menilai kenyamanan, keamanan, dan kelancaran lalu lintas. Hasil survei menunjukkan bahwa pada hari kerja volume lalu lintas sebesar 1.083 smp/jam dengan tingkat pelayanan LOS C, sedangkan pada hari libur volume meningkat menjadi 1.264 smp/jam tetapi dengan tingkat pelayanan LOS C, yang mengindikasikan peningkatan kepadatan volume kendaraan akibat meningkatnya aktivitas wisata. Berdasarkan persepsi masyarakat, mayoritas responden mengeluhkan kemacetan pada akhir pekan dan minimnya fasilitas pendukung keselamatan. Kesimpulan penelitian menunjukkan perlunya peningkatan kapasitas jalan, perbaikan fasilitas pendukung, serta manajemen lalu lintas yang lebih optimal. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi pemerintah daerah dalam perencanaan peningkatan infrastruktur dan sistem transportasi yang lebih efektif untuk mendukung perkembangan pariwisata dan ekonomi di wilayah Cijulang. Kata Kunci: Jalan, Lalu lintas, LOS, Pelayanan, Prasarana ABSTRACT Jalan Raya Cijulang, located in Cijulang District, Pangandaran Regency, is a national primary arterial road that plays a vital role as the main route to tourist destinations and as an intercity connector via Nusawiru Airport. This study aims to identify the condition of road facilities and assess its service level using the Level of Service (LOS) method based on PKJI 2023 standards. The analytical methods include calculations of traffic volume, road capacity, and degree of saturation, comparing data between a weekday and a weekend during peak hours. Additionally, a descriptive analysis of public perception was conducted through questionnaires evaluating comfort, safety, and traffic flow. The survey results show that on weekdays, the traffic volume was 1,083 pcu/hour with a LOS C, while on weekends, it increased to 1,264 pcu/hour, but still remained at LOS C. This indicates increased traffic density due to heightened tourism activities. Based on public perception, most respondents reported congestion during weekends and a lack of adequate safety-supporting facilities. The study concludes that improvements in road capacity, supporting infrastructure, and traffic management are necessary. These findings are expected to provide input for local governments in planning more effective infrastructure and transportation systems to support tourism and economic development in the Cijulang area. Keywords:Infrastructure, LOS , Road, Service, Traffic
- Research Article
- 10.33373/pta.v5i2.6140
- Feb 20, 2024
- PETITA
Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk membahas dan menganalisa tentang penegakan hukum bagi pengemudi kendaraan bermotor di bawah umur tanpa Surat Izin Mengemudi berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan di wilayah Surabaya Pusat serta membahas dan menganalisa tentang hambatan dalam penegakan hukum bagi pengemudi kendaraan bermotor di bawah umur tanpa Surat Izin Mengemudi berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan di wilayah Surabaya Pusat. Penelitian ini termasuk dalam penelitian yuridis normatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penegakan hukum bagi pengemudi kendaraan bermotor di bawah umur tanpa Surat Izin Mengemudi berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan di wilayah Surabaya pusat adalah dilakukan dengan beberapa upaya yakni: a) Memberikan penjelasan bahwa peraturan lalu lintas penting; b) Melakukan razia lalu lintas; c) Memberi informasi atau sosialisasi.; serta d) Peningkatan aktivitas teknis lalu lintas dalam bentuk perbaikan jalan, atau tanda lalu lintas dan sistem yang mengawal aliran lalu lintas. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa hambatan dalam penegakan hukum bagi pengemudi kendaraan bermotor di bawah umur tanpa Surat Izin Mengemudi berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan di wilayah Surabaya pusat antara lain: keterbatasan persnonil dan jumlah kendaraan untuk melakukan patroli, kurangnya dana untuk kegiatan operasional, kurangnya sosialsasi dan kesadaran masyarakat tentang rambu-rambu lalu lintas.
- Research Article
- 10.46447/ktj.v11i1.613
- Jun 28, 2024
- Jurnal Keselamatan Transportasi Jalan (Indonesian Journal of Road Safety)
Factor yang menjadi penyebab kecelakaan antara lain karakteristik lalu lintas dan infrastruktur jalan, kondisi lingkungan, desain dan spesifikasi kendaraan, serta faktor manusia. Objek pada penelitian ini adalah infrastruktur jalan yaitu struktur jalan pada stop points traffic light karena kerawanan kecelakaan pada persimpangan jalan adalah sebagai penentu keselamatan lalu lintas dan kenyamanan berkendara. Untuk mengatasi permasalahan infrastuktur jalan pada points traffic light yang menjadi penyebab keselamatan lalu lintas dan kenyamanan berkendara maka desain pada Concrete block pavement menjadi salah satu solusi mengatasi permasalahan tersebut. Concrete block pavement sering digunakan untuk pembangunan trotoar, jalur sepeda, jalan masuk perumahan jalan, tempat parkir, kawasan industri serta pelabuhan dan bandara dan daerah yang permeabel. Concrete block pavement digunakan di Eropa pada cuaca ekstrem. Inovasi Concrete block pavement yang dirancang khusus dapat menahan beban lalu lintas statis yang berat seperti perkerasan kaku, dan ini dapat disesuaikan kembali dengan mudah jika diperlukan perubahan dalam tata letak perkerasan. Metode yang digunakan pada penelitian ini menggunakan eksperimen murni dengan parameter variasi dari pola dari jenis paving Holland dengan ketebalan 8 cm. Penelitian ini menggunakan alat uji tekan vertikal dan horizontal. Alat ini menemukan momen dan deformasi yang terjadi pada paving block yang diuji serta lendutan tanah yang terjadi akibat beban deformasi bentuk bata. Hasil yang diperoleh dari analisa penelitian ini menunjukkan bahwa ada bentuk pola paling optimum paving block tipe Holland dengan ketebalan 8 cm. Cara menentukannya adalah dengan melakukan pengujian berdasarkan tiga jenis pola yang digunakan. Dari perhitungan hasil uji dihasilkam aspek interlocking, aspek penurunan tanah dan aspek deformasi.
- Research Article
- 10.59996/globalistik.v3i1.701
- Mar 30, 2025
- Jurnal Global Futuristik
Masalah kendaraan Over Dimension Over Loading (ODOL) di Kabupaten Sambas menjadi perhatian utama baik dari sisi penyelenggaraan jalan, lalu lintas, angkutan jalan, maupun pelaku usaha. Kendaraan ODOL berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas, gangguan kelancaran lalu lintas, percepatan kerusakan jalan, bahkan keruntuhan jembatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran Dinas Perhubungan Kabupaten Sambas dalam mengatasi permasalahan kendaraan ODOL serta mengidentifikasi faktor-faktor penghambat dalam upaya tersebut. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan yuridis empiris, yang mengumpulkan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dinas Perhubungan Kabupaten Sambas menjalankan peranannya melalui tiga aspek utama: sosialisasi, pengawasan, dan penindakan terhadap kendaraan ODOL. Namun, pelaksanaan tugas ini terkendala oleh beberapa faktor, seperti struktur hukum yang lemah (penegakan hukum), faktor budaya, keterbatasan sumber daya manusia, dan kebijakan yang belum optimal. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi pengembangan kebijakan dan strategi pengawasan yang lebih efektif untuk mengatasi masalah kendaraan ODOL di Kabupaten Sambas.
- Ask R Discovery
- Chat PDF
AI summaries and top papers from 250M+ research sources.